NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Belasan kereta keluarga Shen perlahan memasuki gerbang utama.

Begitu roda kereta berhenti...

Puluhan pelayan keluarga Shen sudah berbaris rapi di halaman.

"Selamat datang Tuan Muda!"

"Selamat datang Nona Mu!"

Suara mereka menggema memenuhi kediaman keluarga Shen.

Shen Yu turun dari kereta lebih dulu. Ia meregangkan pinggangnya sambil menguap.

"Akhirnya sampai juga."

Tak lama kemudian...

Mu Xueyi turun perlahan. Tatapan para pelayan langsung tertuju kepadanya. Mereka saling berpandangan sambil tersenyum kecil.

"Jadi itu calon Nyonya muda..."

"Cantik sekali."

"Benar-benar cocok dengan Tuan Muda."

Mendengar bisikan itu, wajah Mu Xueyi sedikit memerah. Namun ia tetap menundukkan kepala.

Saat itu...

Langkah kaki pelan terdengar dari arah taman.

Tap...

Tap...

Tap...

Lin Xue berjalan mendekat dengan tongkat kayunya.

Pak Hong mengikuti di belakangnya. Begitu melihat Mu Xueyi...

Senyum tipis muncul di wajah wanita tua itu.

"Jadi kau Mu Xueyi, Cantik sekali benar-benar cocok dengan Yuer."

Mu Xueyi segera membungkukkan badan.

"Salam hormat, Nyonya Lin."

Lin Xue mengangguk pelan.

"Ayo bangun tidak perlu gugup. Lihatlah aku."

Mu Xueyi perlahan mengangkat kepalanya. Lin Xue memperhatikannya beberapa saat.

Lalu tersenyum puas.

"Bagus. Matamu masih jernih. Berarti kau masih tahu membedakan benar dan salah."

Mu Xueyi sedikit bingung dengan maksud ucapan itu.

Lin Xue kemudian melirik cucunya.

Sedangkan Shen Yu malah sibuk mengambil buah di atas meja dekat taman. Melihat itu...

Lin Xue menggelengkan kepala.

"Kau benar-benar tidak bisa menjaga wibawa."

Lin Xue bangga kini cucunya bukan sekedar anak manja yang hanya tau bersenang senang saja. Lin Xue kembali menatap Mu Xueyi.

"Mulai hari ini anggap saja tempat ini sebagai rumahmu, tidak ada yang akan mempersulit mu."

Mu Xueyi sedikit terkejut. Ia sempat mengira akan langsung mendapat perlakuan keras. Namun wanita tua di depannya justru berbicara dengan tenang.

"...Terima kasih, Nyonya."

Lin Xue mengangguk.

Lalu menoleh kepada para pelayan.

"Siapkan pakaian baru dan siapkan aula makan malam."

"Baik, Nyonya!"

Para pelayan langsung berpencar menjalankan perintah.

Shen Yu berjalan mendekati neneknya.

"Nenek."

"Hm?"

"Terima kasih."

Lin Xue tersenyum tipis.

"Kenapa berterima kasih?"

"Karena nenek selalu mengabulkan keinginanku."

Lin Xue mengangkat tangan lalu menepuk pelan kepala Shen Yu.

"Kau cucuku satu-satunya."

"Kalau bukan nenek yang memanjakanmu..."

"...siapa lagi?"

Shen Yu tertawa kecil.

Mu Xueyi yang melihat pemandangan itu perlahan terdiam.

Selama ini ia mengira Shen Yu hanyalah tuan muda manja. Namun sekarang ia mulai mengerti. Semua yang dimiliki Shen Yu berasal dari kasih sayang neneknya yang begitu besar.

Saat matahari mulai tenggelam...

Seluruh kediaman keluarga Shen berubah menjadi lebih ramai Lentera merah dipasang di sepanjang koridor, meja-meja dipenuhi hidangan terbaik.

Para pelayan sibuk keluar masuk membawa perlengkapan baru. Mu Xueyi memperhatikan semuanya dengan heran.

"Ada acara apa?"

Salah seorang pelayan tersenyum malu.

"Nona, malam ini adalah malam pertama Tuan Muda dan Nona."

Wajah Mu Xueyi langsung memerah.

"M-malam pertama?"

Pelayan itu mengangguk.

"Semua sudah dipersiapkan oleh Nyonya Lin sejak Tuan Muda berangkat pagi tadi."

Mu Xueyi membeku di tempat.

Malam pun semakin larut.

Kediaman keluarga Shen yang semula ramai perlahan kembali tenang. Lentera merah masih bergoyang pelan tertiup angin malam. Seorang pelayan membuka pintu kamar utama.

"Nona Mu, silakan."

Mu Xueyi melangkah masuk dengan jantung berdebar.

Kamar itu sangat luas.

Di tengah ruangan terdapat ranjang besar yang dihiasi tirai merah tipis. Aroma kayu cendana memenuhi udara. Tak lama kemudian...

Pintu kembali terbuka. Shen Yu masuk sambil menutup pintu perlahan. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu...

Suasana menjadi canggung. Shen Yu tersenyum kecil.

"Kenapa berdiri saja?"

Mu Xueyi menundukkan kepala.

"...Aku masih belum terbiasa."

Shen Yu berjalan mendekat.

Namun ia tidak langsung menyentuhnya. Ia hanya menuangkan secangkir teh hangat lalu menyerahkannya.

"Minumlah dulu."

Mu Xueyi sedikit terkejut.

Ia menerimanya perlahan.

"Aku kira..."

Shen Yu tertawa kecil.

"Kau kira aku akan memaksamu?"

Mu Xueyi tidak menjawab.

Shen Yu menggeleng.

"Nenek memang menjodohkan kita. Tapi bukan berarti aku ingin kau hidup dalam ketakutan."

Ia menatap Mu Xueyi dengan tenang.

Mu Xueyi perlahan tersenyum.

"...Terima kasih."

Shen Yu ikut tersenyum.

Ia mengulurkan tangannya. Mu Xueyi memandang tangan itu beberapa saat lalu...

Ia menggenggamnya dan perlahan mencium bibirnya kemudian membaringkan tubuhnya ke ranjang.

Angin malam berembus pelan. Lentera di luar jendela bergoyang lembut. Malam pertama mereka pun berlalu dengan tenang, menjadi awal dari hubungan yang perlahan mulai dipenuhi rasa saling percaya.

Keesokan paginya. Sinar matahari menembus jendela kamar. Shen Yu perlahan membuka matanya. Melihat wanita yang masih tertidur lelap sambil memeluknya.

Kemudian dia merasakan sesuatu pada tubuhnya terasa seperti ada energi yg berkali-kali ada di dalam dirinya. Begitu ia menggerakkan energi spiritualnya...

Matanya langsung membelalak.

"Ini..."

Aura yang mengalir di seluruh meridiannya jauh lebih kuat dibanding kemarin. Energi spiritual di dalam dantiannya melonjak berkali-kali lipat.

"Apa yang terjadi?"

Ia terkejut. Kultivasinya benar-benar meningkat pesat hanya dalam semalam.

Saat itulah ia teringat sebuah catatan kuno yang pernah diceritakan Lin Xue.

"Tubuh Roh Bulan..."

Shen Yu menoleh ke arah Mu Xueyi yang masih tertidur lelap.

"Jadi... tubuh spesial itu benar-benar ada."

Ia tersenyum tipis.

Tanpa membangunkannya, Shen Yu mengenakan jubahnya lalu berjalan menuju halaman utama.

Begitu tiba di halaman, ia menarik napas panjang.

"Hari ini... aku ingin melihat seberapa besar peningkatan ku."

Shen Yu mengangkat satu tangan ke langit. Energi spiritual dari segala penjuru langsung berkumpul. Angin kencang berputar mengelilinginya.

Pepohonan bergoyang hebat. Awan di langit mulai terbelah.

Boom!

Pilar cahaya keemasan melesat lurus ke angkasa. Tekanan spiritualnya menyelimuti seluruh Kota Qinghe. Semua pendekar di kota itu serentak mengangkat kepala.

"Aura siapa itu?!"

"Mustahil..."

"Darimana Tekanan sebesar ini berasal?"

Bahkan ribuan li jauhnya. Di istana kekaisaran Long.

Seorang wanita bermahkota naga yang sedang memeriksa dokumen tiba-tiba menghentikan tangannya.

Ia perlahan berdiri. Tatapannya mengarah ke kejauhan.

"Aura ini. Sudah puluhan tahun aku tidak merasakan kekuatan seperti ini."

Para pejabat di dalam aula ikut terkejut.

"Kaisar?"

Wanita itu tetap menatap ke arah langit di wilayah Kota Qinghe.

"Lakukan penyelidikan?. Aku ingin tahu siapa pemilik aura itu."

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!