NovelToon NovelToon
My Perfect Mafia Daddy

My Perfect Mafia Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Mafia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: kenz....567

Aqila Lawrance seorang putri angkat dari Alden Leon wesley yang terjebak kesalahan satu malam dengan Steve Frans Gevonac.


"Gugurkan bayi itu!"

Seketika dunia Aqila berasa runtuh, pria yang merupakan mantan calon tunangannya sekaligus ayah dari anak dalam kandungannya memaksanya untuk mengugurkan kandungannya.

"GAK! AKU GAK MAU! KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB FRANS!"



PERINGATAN! CERITA INI HANYA KHAYALAN AUTHOR BUKAN KENYATAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 5 : Keluarga Wesley

"MOMMY! DADDY LIHAT! ELBERT BAWA SIAPA NIH!"

Teriakan Elbert menggema di mansion, dia datang bersama Aqila yang berjalan di belakangnya.

"Abang belicik deh, emangna abang kila ini hutan apa!"

Elbert dan Aqila menghentikan langkah mereka, tatapan mereka jatuh pada sosok mungil yang sedang bersedekap dada siapa lagi kalau bukan Ravin. Putra bungsu dari Alden dan Amora.

"Bocil, mommy sama daddy mana?" tabya Elbert.

"Nda tau, tadi katana Lavin culuh tunggu. Di kamal kali," ujarnya.

Elbert mengangguk, dia menoleh menatap Aqila. Seketika keningnya mengerut ketika melihat Aqila yang menggigit bibirnya.

"Kak kena ...,"

"Mommy dan papah dapet ni boneka dari mana? aku pengen beli juga," cicit Aqila.

Ravin menatap polos ke arah Aqila, dia tak pernah bertemu dengan Aqila sebelumnya begitu pun dengan Aqila.

"Gak tau, tanya daddy kan daddy yang buat," acuh Elbert.

Aqila tersadar, dia memukul pundak ELbert sehingga pria itu meringis pelan.

Aqila menjongkokkan dirinya di hadapan Ravin, dia mengelus pelan pipi gembul Ravin yang putih.

"Hei, namanya siapa?" tanya Aqila dengan lembut.

"Lavin, namana Lavin anakna mommy Amol cama daddy Alden yang danteng," ujar Ravin.

Aqila terkekeh, "Yang ganteng siapa?" jahil Aqila.

Ravin menunjuk dirinya sendiri. Dia menunjukkan cengiran khasnya sehingga Aqila tertawa melihatnya.

"Lavin yang danteng," ujarnya.

"Hahahaha, Elbert adikmu benar-benar lucu! aish ... aku juga pengen," ujar Aqila.

"Kalau pengen makanya nikah,"

Bukan, bukan Elbert yang bicara melainkan Alden yang datang bersama Amora. Dia tersenyum hangat menatap putrinya.

"Papah!" seru Aqila.

Alden tersenyum, dia memeluk sang anak begitu pun Aqila. Sementara Amora menggendong Ravin yang meminta gendong padanya.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Alden.

"Aku baik, sangaaaatt baik!" seru Aqila.

Alden melepas pelukan mereka, dia mengajak Aqila untuk duduk di ruang keluarga. Yang lain pun mengikuti ayah dan anak itu dari belakang.

"Oh iya papah dengar dari ayahmu katanya dua minggu lagi kamu akan tunangan?" tanya Alden.

Pertanyaan Alden membuat senyum Aqila luntur, dia lupa fakta satu ini. Bahkan sang ayah tak mengetahui jika dia dan Frans telah membatalkan pertunangan itu. Apa yang harus Aqila katakan sekarang?

"Itu ... aku dan Frans ...,"

"Kak kau bilang jika kau akan menginap disini, mommy telah menyiapkan kamar untuk mu loh," sela Elbert.

Aqila menghela nafasnya, Elbert mengerti keadaannya sehingga pria itu mengganti topik mereka.

"Oh iya daddy sampai lupa," ujar Alden.

Ravin turun dari pangkuan Amora, dia mendekati Aqila dengan senyum manisnya.

"Tadi Lavin di kacih tau di mana kamalna kakak tantik, bial Lavin yang antelin aja yuk," ajak Ravin.

"Eh bocil, jangan sok ngerayu perempuan! gak baik," ujar Elbert.

Ravin mendelik menatap Elbert, tampaknya delikan Amora menurun pada sang putra.

"Tenapa? cilik aja! Lavin tan danteeeng, badan duga cuuubul,"

Elbert menatap Ravin tak percaya, sedangkan Amora dan Alden sudah tertawa karena ulah anaknya itu.

"Sudah-sudah, Ravin tunggu disini aja sama daddy. Aqila ikut mommy, kau pasti lelah dan butuh istirahat," ujar Amora.

Aqila menggeleng, dia belum merasa lelah sama sekali. Dia hanya ingin mengobrol dengan keluarganya ini.

"Nanti aja mom, oh iya Laskar sama Aurora mana?" tanya Aqila.

"Oh mereka masih ada kegiatan, paling bentar lagi pulang,"

"MOMMY, DADDY!"

"Tuh baru dibilang kan," ujar Amora.

Tampak dari arah pintu ada dua orang remaja berbeda jenis kelamin sedang menghampiri mereka. Mereka adalah anak keempat dan kelima Alden.

"Sini sayang, kenalin ini kakak Aqila anaknya ayah Gio," ajak Amora.

Aurora dan Laskar mendekat, mereka tersenyum sopan menatap Aqila. Begitu pun dengan Aqila.

"Halo kak, aku Aurora adik pas kak Laskar," ujarnya.

"Aku Laskar," cuek Laskar

Aurora tersenyum paksa, dia menyikut perut Laskar sehingga remaja laki-laki itu merasa tak terima.

"Apa sih!" bisik Laskar.

"Jangan batu begitu, ini tuh anak pertama daddy tau!"

Laskar memutar bola matanya malas, dia menatap Aqila dan memaksa senyumnya sehingga lesung pipinya terlihat membuat remaja itu terlihat manis.

"Mom aku ke kamar dulu." ujar Laskar sambil mendekat ke Amora dan mencium pipinya. Setelah itu beranjak meninggalkan ruang keluarga.

Ravin yang melihat sang abang mencium pipi sang mommy melototkan matanya, dia berlari kecil menghampiri sang mommy dan menarik tangan sang mommy.

"Kenapa sayang?" bingung Amora.

"Hiks ... apus ... apus ... ilelna kak Laskal nempel hiks ...," isak Ravin.

Amora terkekeh pelan, dia menduduki sang anak di pangkuannya sehingga Ravin menghapus bekas yang di cium Laskar di pipi kiri Amora dengan tangan mungilnya.

Aktifitas mereka tak luput dari tatapan Aqila dan yang lainnya, senyuman di wajah mereka tak luntur dan malah semakin lebar melihat tingkah Ravin.

"Apa kakak mau punya adik sepertinya?" tanya Aurora yang kini sudah duduk di sebelah Aqila.

"Mau banget," seru Aqila.

"Ambil aja kak, bawa pulang. Beban keluarga dia," ujar Aurora meledek Ravin yang kini tengah menatapnya tajam.

Aqila tertawa, memangnya jika dia mengambil Ravin Aurora akan menerimanya? Memang adik kaka seperti itu padahal jika jauh mereka akan saling merindukan.

"Rora," tegur Alden.

"Bercanda dad," ringis Aurora melihat tatapan Alden.

***

"Beneran gak mau nginep? nginep aja yah," bujuk Amora.

Aqila menggeleng, dia hanya ingin pulang ke apartemennya aja. Lagi pula besok dirinya harus ke kantor karena besok bukan hari libur.

"Gak mom, aku pulang aja," ujar Aqila.

"Yasudah, El antar kakakmu," titah Alden.

Aqila mengibas dua tangannya, dia tetap menolak kala Alden menawarkan Elbert mengantar nya.

"Gak usah dad, ini udah malam banget. Nanti kasihan Elbert pulangnya kemaleman, Apalagi kalau besok Elbert harus ke kantor" ujar Aqila.

"Ya maka dari itu bahaya keluar malam, mending nginep aja yah," bujuk Amora.

Aqila menghela nafasnya, dia sebenarnya juga mau menginap. Tapi semua berkas kantornya ada di apartemen tak mungkin dirinya bisa sampai tepat waktu ke kantor besok.

"Iya kak kalau gak mau biar El antar saja, gak baik perempuan keluar malem begini," bujuk Elbert.

"Kau lupa, aku tinggal di negara bebas. Dan sudah pasti aku terbiasa dengan suasana malam, sudahlah aku bisa jaga diriku sendiri. percaya padaku," bela Aqila.

Alden mengangguk, dia menatap Elbert yang merasa tak terima tapi dia tahu sifat putrinya yang tak akan pernah mau kalah jika dia sudah menekan tekadnya.

"Papah harap kamu jaga diri kamu baik-baik, jika ada apa-apa segera hubungi kami." ujar Alden sambil menatap Aqila.

Aqila mengangguk, dia berjalan menuju mobilnya. Sementara keluarga Wesley hanya melihat kepergian Aqila hingga mobil itu keluar dari gerbang mansion mereka.

"Mas," panggil Amora

Alden menoleh, dia mengangkat satu alisnya.

"Perasaan aku gak enak," lirih Amora.

"Hah ... percaya, dia bisa membela diri. Kau tak perlu khawatir," ujar Alden.

"Tapi aku khawatir, kamu kirim anak buah gih buat pantau Aqila. Aku takut, apalagi dia perempuan mas!" tegas Amora.

Alden menghela nafasnya pelan, dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi anak buahnya

"Percuma dad, pasti mereka akan kehilangan jejak kak Aqila karena pastinya kak Aqila pikir dia diikuti jadinya dia akan ngebut di jalan dan itu akan berbahaya," ujar Elbert.

"Benar juga," gumam Alden.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

1
Atik Marwati
sabar ya Frans kamu lagi panen tuh apa yang kau tanam
Atik Marwati
itu ulah Frans qila
Atik Marwati
kalo Frans yang ngidam sudah pasti nyusahin semua orang🙄🙄🙄
ayu cantik
haha
Yatik Suryanti
❤️
Atik Marwati
aq juga membencimu frans
Atik Marwati
aq dah baca
Anonim
arsel siapa ya ? ceritanya dimana
Rani Saraswaty
lairan tanpa bidan aq pernah, 😄...alhamdulillah bayi sehat ,krn tali pusar byi sm ibu gk boleh lbh dr 5mnt diluar perut kwatir darah bayi tersedot ke ari2
Bahari Sandra Puspita
ceritanya tetep bagus kok kak, walopun kehilangan inspirasi..
saya yg hanya sebagai pembaca dan penikmat novel (bukan penulis maupun kritikus), merasa terhibur dan masih bisa mencerna jalan ceritanya..
ya walopun kadang bingung jg mau dibawa kemana alurnya, tapi masih bisa dimengerti..
apalagi ada bumbu2 komedinya, jadi masih cukup menghibur..

semoga selalu diberi kesehatan ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘😍🤩🥰💕💕💕
Ra~~~~~
ya Allah gini amat liat orang tua 1 ini 😄
RaDja
setuju sih terus berkarya dengan cara berbeda dan yakinlah dan terus belajar dan memberikan pembelajaran
makanya saya suka baca disini
meski ya susah koment males nulis suka baca aja
maaf sebelumnya dan terima kasih sukses sehat selalu
Nuri_cha: Halo Kak, mungkin berkenan juga mampir di novelku

Aku baru saja menulis novel terbaru: SIAPA AKU DI SISIMU

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami.

Semoga sesuai dengan genre Kakak.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
matchalatte
ceritanya Ica sama Gibran mana thorr
Anita Juwita
/Good/
wahhh anak na daddy alden banak kali ya 😁😂
Bundanya Pandu Pharamadina
👍❤
ijin baca marathon ulang kak Author
@ni
👍❤️❤️❤️❤️❤️
Mochimolala
benerrr Qil hajarrr terossss jangan kasih ampun..
hypinky
gender. genre mah genre lagu jazz, genre novel romance, genre film horor
hypinky
itulah knp di dunia nyata kadang banyak orang yg peduli sm latar belakang keluarga pasangan anaknya. krn mau bagaimana pun, anak yg terlahir dr keluarga cemara itu gak bisa cocok sm anak yg terlahir dr keluarga broken home. emosional mereka udah beda. cerita mereka udah beda. di dunia nyata ada anak broken home yg benci sm keluarganya krn keluarganya ngebuang dia, eh sama si paling cemara dibilang "mau gimana pun dia ibu mu, dia bapakmu, gak pantes km kayak gitu. tanpa mereka km gak ada di dunia."
i mean gak ada anak broken home yg milih lahir di keluarga busuk kayak gitu. mau bilang "ezra gak boleh gitu, krn selama ini hidupmu terjamin walau hidup sm bokapmu" juga gak bisa. nyatanya zidan gak bisa ngelakuin hal itu ke bokapnya juga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!