Allard Junior Anderson adalah satu-satunya pewaris perusahaan properti raksasa di Indonesia dan Amerika. Baginya Milly Lynelle Harrison, wanita cantik yang lahir tepat di hari ulang tahunnya adalah kado terindah dari Tuhan.
Milly hanya untuk Allard dan Allard hanya untuk Milly.
Namun yang terjadi, Milly harus merelakan hatinya hancur berkeping-keping melihat Allard tunangannya sedang bermesraan dengan wanita lain.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Allard dan Milly?
Akankan janji untuk saling menjaga di sepanjang usia akan berakhir hanya karena sebuah pengkhianatan yang tak berdasarkan cinta?
"Kuizinkan kau untuk hancurkan hatiku. Hancurkan saja berkali-kali, hingga tak tersisa sedikitpun cinta untukmu. Cintaku terlalu berharga untuk pengkhianatanmu yang murahan!" gumam Milly.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 4 . Special Gift
Mommy Grisel membuka sebuah kotak , didalamnya ada dua kalung . Kedua kalung itu memiliki liontin yang sama .
“ Ini untuk kalian berdua , “ hadiah ulang tahun dari Mommy .
Al dan Milly mengambil masing- masing satu .
“ Coba kalian dekatkan liontin kalung itu, dan lihat akan menjadi apa , “ pinta Mommy Grisel yang segera dilakukan oleh Al dan Milly .
“ Wah… ini jadi kupu-kupu . Cantik sekali Mommy . Terimakasih , Milly sangat suka . “ Ucapnya senang .
Kalung ini akan mengingatkan kalian pada banyak hal , mungkin hidup kalian berdua tidak akan selamanya seperti sekarang tapi jangan pernah sekali menyerah .
Seperti kupu-kupu untuk menjadi cantik seperti ini dia harus melewati fase hidup yang banyak bahkan berubah-ubah . “ Ucap Mommy Grisel menasihati Al dan Milly .
“ Baik Mommy , Milly akan selalu ingat pesan Mommy . “ Janji Milly pada Ibunya .
“ Berjanjilah pada Mommy , jika suatu saat Milly dan Al mendapatkan kebebasan seperti kupu-kupu maka selalulah terbang dengan tujuan Nak . “ Lanjutnya . Mata Mommy Grisel mulai berkaca-kaca .
“ Mommy …., jangan menangis , nanti Milly juga sedih . Kata teman Milly jika bersedih dan menangis di pagi hari saat ulang tahunmu , maka untuk akhir harinya juga akan ditutup dengan tangisan . “ Ucap Milly dengan wajah seriusnya .
“ Siapa yang bilang ? kamu itu mau mau aja dibohongi oleh temanmu . “ ucap Al yang tidak setuju .
Milly berlari hendak keluar kamar , “ bilang saja iri karena kamu tak punya teman , bwweeekkkk “ Ejeknya .
Al akan mengejar Milly namun Mommy Grace menghentikannya , “ Al, Mommy titipkan Milly padamu . Ingat yang dulu Mommy katakan jika kau boleh meminta Milly sendiri nanti ? “
Al mengangguk , Ia ingat hari itu. Hari dimana Al pertama kali megetahui bagaimana perasaan ingin memiliki , perasaan ingin melindungi , dan perasaan tidak ingin berbagi . Hari dimana Al melihat Milly untuk pertama kali sebagai bayi yang masih murni . Rona kemerahan di pipi bayi Milly saat itu bahkan masih teringat jelas .
“ Lakukan itu di usianya yang ke 17 . Jangan dipercepat dan jangan kau tunda . Dengan catatan , perasaanmu saat itu masih sama untuknya . “ pinta Mommy Grisel .
Mommy Grisel tahu , Al belum mengerti akan apa yang Ia ucapkan tapi tak apa yang penting Al mengingatnya saja .
“ Al , cukup ingat ucapan Mommy . Jika nanti Milly menerima permintaanmu , maka Mommy harap kalian menjalaninya seperti kupu-kupu dan bunga . Mereka terikat satu sama lain, saling membutuhkan untuk hidup . “
Walaupun Al belum paham maksud Mommy Grisel , tapi entah mengapa melihat air mata di sudut matanya membuat Al menggenggam kedua tangannya ,
“ Mommy , aku janji akan menjaga Milly di sisa hidupku . Sekalipun nanti Milly tidak ingin menjadi milikku , maka ku pastikan Milly akan dimiliki oleh orang yang pantas . Dan orang yang pantas itu harus lebih baik dariku . Mommy tau kan betapa hebatnya aku , jadi Mommy tenang saja . “ Ucap Al , menghibur Mommy Grisel .
“ Bahkan saat aku belum mengerti jika di dalam hati ada bermacam-macam jenis perasaan , tapi saat itu aku sudah yakin jika Milly adalah pemilik seluruh perasaan milikku . “ Ucapnya meyakinkan Mommy .
Al memeluk Mommy , “ beristirahatlah Mom , Milly merencanakan pesta yang sangat melelahkan . “
“ Ya , kini Mommy bisa beristirahat dengan tenang. Mommy sayang Milly , Al , dan Kelvin . “ Ucapnya .
Al keluar dari kamar Mommy dengan perasaan tak karuan . Ada perasaan aneh, seperti Mommy sedang berpamitan padanya . Tapi Al tidak ingin berpikiran aneh , “ semua akan baik-baik saja .Hari ini ulang tahun kami , dan kami harus Bahagia .” batinnya .
Sementara di pinggiran kolam renang , Milly dan Kelvin tengah duduk bersampingan , “ Kelvin , walaupun aku masih kecil tapi entah mengapa aku merasa Mommy seperti ingin pergi jauh . “
Ya , tadi Milly tidak bersungguh-sungguh pergi . Ia berdiri di luar ingin mendengar pembicaraan Mommy dan Al . Tapi tak lama Kelvin datang dan juga ikut menguping bersama Milly .
“ Kelvin , apa menurutmu aku sangat manja ? sepertinya Mommy sangat menghawatirkanku tidak bisa melakukan apapun sendiri . Kemarin Mommy juga menitipkanku pada Mommy Carol .” Lanjutnya .
“ Ya , kau sangat manja dan ceroboh . Aku juga sebenarnya setuju dengan Mommy Grisel , akan hawatir dengan sifatmu itu .” Ucap Kelvin ketus .
Namun dalam hati Kelvin berjanji pada dirinya sendiri ,” walau tidak diminta aku akan berjanji pada diriku sendiri untuk menjagamu . “
Al melihat Milly dan Kelvin sedang mengobrol berdua , tidak bohong jika ada sedikit rasa kesal . “ Apa yang kalian bicarakan ? serius sekali . “ tegurnya .
Suara Al mengejutkan Milly dan Kelvin , “ jangan sampai Al tahu yang barusan kita bicarakan .” Bisik Milly .
“ Ra …. Ha …. Si…a….. “ ucap Milly meledek Al .
“ Aku akan pergi setelah ini , jangan mencariku . Aku kembali sore saat pesta , “ ucap AL .
“ Ya , kalau bisa datanglah saat pesta akan usai . Aku tidak ingin kau merusak pestaku . “ Balas Milly .
“ Sorry , My Little Lily , tapi itu adalah tujuanku . “ Ledeknya membuat Milly kesal .
Milly masuk kembali kedalam mansion sambil menghentakkan kakinya , “ Grand Pa ….., Jun menggagguku lagi . “ Teriaknya mengadu pada Opa Donald yang entah berada di mana .
Siang berganti sore, pesta ulang tahun Al dan Milly sedang berlangsung . Bertema negeri dongeng , banyak dari teman – teman sekolah Milly yang hadir dengan menggunakan bermacam – macam kostum bak pemeran film negeri dongeng .


Ada beberapa tamu yang juga dikenal oleh AL , yang merupakan anak dari rekan bisnis orang tuanya .
Dimulai dengan meniup lilin bersama oleh AL dan Milly , kemudian memotong kue Bersama lalu saling menyuapi , semuanya dilakukan keduanya tanpa rasa canggung sama sekali . Mereka sudah melakukan itu Bersama bahkan sejak Milly berusia 1 tahun dan masih dibantu oleh Mommy Grisel .

Dilanjutkan dengan acara hiburan , ada penampilan drama peri yang sangat digemari anak-anak seusia Milly , ada juga pertunjukan sulap , pertunjukan bakat dari beberapa rekan Milly yang akan dibalas Milly dengan memberi mereka hadiah.

Hingga akhirnya pesta usai . Tertinggal tiga keluarga yang tak lain adalah keluarga si empunya acara .
Keluarga Harrison, Keluarga Anderson, dan Keluarga Geffrey . Keluarga Geffrey adalah keluarga Mommy Griselda .
Adiknya Bernama Edmund Geffrey yang tak lain adalah paman Milly dan istrinya Bernama Isabella Geffrey , bibi Milly . Pasangan ini memiliki satu orang anak laki-laki bernama Aaron Geffrey yang kini sudah berusia 15 tahun .
Sekali lagi suatu keberuntungan bagi Milly , karena keluarga Geffrey juga sangat menyayangi Milly, satu-satunya anggota keluarga wanita setelah anak sulung Griselda Jane Geffrey atau sekarang Griselda Jane Harrison .
Kelvin sedang menemari Aaron melihat motor Kelvin yang sedang Ia modifikasi . Sedang Al pamit kepada keluarga mereka untuk mengajak Milly ke suatu tempat , ada kejutan yang telah Ia buat untuk Milly .
Allard mengajak Milly menuju sebuah tempat diantar oleh supir . Tempatnya merupakan sebuah bukit di bagian belakang kawasan perumahan milik Andersons Property .
“ Tutup matamu , “ pinta Al
“ Jangan menakutiku Jun , “ tolak Milly , Ia hawatir Al akan menjahilinya .
“ Ini ulang tahun kita , tidak mungkin aku membuatmu menangis . “ bujuk Al .
Akhirnya Milly menurut , Ia menutup matanya dan mengikuti langkah Al yang menuntunnya berjalan . Milly merasa kini mereka sedang berjalan di rerumputan yang bergelombang .
“ Hitungan ke tiga , kamu boleh membuka matamu . “ Ucap Al
“Satu , Dua , dan Tiga, buka matamu ,”
Milly membuka matanya perlahan , “ Woooww…… , Allard Junior Anderson , “ pekiknya .
“ Apa ini sungguh kado ku ? “ tanya Milly tak percaya .
“ Ya , apa kau suka ? “
“ Tentu saja aku suka , terimakasih Jun ,” ucapnya lalu memeluk Al sebentar .
Milly mengitari sebuah rumah kecil yang di dekorasi sesperti rumah-rumah pada dongeng , Juga dekorasi lainnya disisinya membuat Milly seperti di negeri dongeng .

“ Milly , semua lahan yang didalam pagar ini adalah milik kita . Aku berencana untuk membuatkan sebuah rumah untukmu . tapi tidak sekarang . " Ucap Al berjanji .
" Tugasmu , pikirkanlah rumah seperti apa yang kau inginkan , paling lambat kau harus sudah punya ide itu saat usiaku 17 tahun . Ku kira saat itu aku sudah bisa membuatnya untukmu . “ Jelas Al .
“ Benarkah , semuanya akan seperti keinginan ku ? “ tanya Milly memastikan .
“ Tentu saja . Tapi jangan pikirkan itu sekarang , ku yakin kau akan memintaku membuatkanmu rumah dengan Menara yang tinggi seperti di film film putri . “ peringat Al yang membuat Milly kecil tertawa .
“ Lalu apa kado untukku ? “ tanya Al .
Sontak saja wajah Milly merona, untung saja hari sudah mulai gelap sehingga pantulan warna keemasan di langit bisa menutupi rona merah muda di pipinya .
Milly melangkah mendekati Al , berdiri di salah satu kursi berbentuk jamur yang sangat lucu .
Dengan ragu Ia mengecup pipi Al , kemudian menunduk .
Al memegangi pipinya , “ apa itu kadoku ? “ tanya Al .
Milly mengangguk , “ anggap saja sebagai opening gift . Aku akan memberikan nanti saat ulang tahunku yang 17 .”
Al menggeleng , “ Kau semakin pintar meniruku . “
Supir yang mengantar mereka mendatangi Al dan membisikkan sesuatu . Wajah Al berubah pucat .
“ Ayo Milly kita harus pergi sekarang ,” Ucapnya sambil menarik tangan Milly agar ikut berlari bersamanya .
Milly bingung melihat sekeliling, “ Kenapa kita di rumah sakit Jun ? “
Pertanyaannya tak mendapat jawaban ,
Pintu terbuka , “ Tiidddaaaakkkkkkk , “ teriak Milly disertai tangisan .
.
.
.
.
" Jangan tanya mengapa Aku pun tak tahu jika pada akhirnya akan jatuh hati padamu. "
.
.
.
.
To be continue
4