Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bulan
Ilham masuk kedalam ruangannya sebentar
Hari ini Ilham diundang menjadi narasumber diacara talk show ditelevisi swasta
Ilham dengan gagahnya mengenakan busana kesayangannya yaitu jas putih
Ilham duduk diujung sofa, karena narasumber dari dokter ini urutan terakhir, setelah narasumber sebelumnya sudah tampil
"Hallo dok, dokter Ilham Zayn ahli kandungan. Wah, pengantin baru. Untung resepsi kemarin acaranya tidak tabrakan dengan undangan ini ya dok?" Pemandu acara (P A)
Ilham tersenyum "Iya"
"Gimana gimana, acara resepsi sukses, pekerjaan juga sukses ya dok?" P A
"Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar, itulah rasa syukur kami"
"Itu kuncinya ya dok"
"Iya"
"Oiya, kemarin juga dokter menyandang dokter terbaik sekaligus teladan dirumah sakit, kalau boleh tau sehari dokter memeriksa itu sampai berapa pasien dok?"
"Rekor saya, memeriksa pasien mencapai 50 pasien dalam satu hari, baik rawat inap, persalinan, konsultasi kehamilan, program hamil fertifilitas"
"Wow " P A tepuk tangan
prok prok prok
Tepuk tangan dari penonton ramai khusus untuk dokter tampan
"Itu tidak capek dok?" P A
"Tentu capek, namanya pekerjaan apapun mesti capek kan?"
P A manggut manggut tersenyum
"Kita harus mencintai pekerjaan kita, karena dikebidanan itu, nggak ada jam kerjanya. Pagi, siang, sore, bahkan malam, harus stand by. Intinya, dinikmati, sebagai ibadah agar tidak merasa berat"
"Betul betul betul" P A
Lagi lagi tepuk tangan ratusan orang memberi semangat untuk dokter Ilham
"Terus, bagaimana dokter menangani pasien, sampai pasien dokter begitu membludak?" P A
"Sebenarnya mudah, pasien itu harus didengarkan keluhannya, karena keluhan mereka butuh untuk didengarkan"
tepuk tangan lagi menggemah
"Kadang, dengan ngobrol saja, pasien bisa langsung sembuh. Betul nggak?"
"Betul betul, kadang kita sakit, terus mau periksa nih kedokter, eh susah susah diperjalanan, giliran sudah lihat pintu gerbang tempat dokter saja bisa sembuh. Haha iya betul dok"
"Iya, sayangnya, masih banyak dokter yang nggak sempat mendengarkan keluhan pasiennya. Nah, setelah pasien nyaman, baru pemeriksaan bisa dilakukan, seperti USG dan lain lain"
"Terakhir dok, ini dokter kan sibuknya luar biasa, maaf, masalah untuk keluarga menjadi berkurang dong dok?"
"Oh, ya kita harus pinter pinter mengatur waktu untuk berkumpul bersama keluarga"
"Cie dokter punya keluarga baru ni yee, jadi harus ditengokin ya dok?" Mulut P A ditutupi tangannya sendiri sambil tersenyum geli, karena ngerjain narasumber
"Harus terus ditengokin ya dok?" Timpal narasumber lain
Ilham tersenyum
"Ya, memang betulkan? salah satu sumber kebahagiaan ya keluarga "
Ahahaha
-
dikediaman dokter Ilham
Ilham pulang setelah meninggalkan Sifa sekitar 4 jam.
Ilham menaiki tangga setelah simbok memberi tau kalau Sifa, sudah naik sekitar sejam yang lalu
Ilham mulai memegang knop pintu,
Gerrreeeet
Ilham mengabsen seluruh ruangan ini
"Kosong, kemana dia?"
Ilham mengecek kamar mandi "Kosong juga, kemana?"
Ilham sudah melihat hordin balkon terkena angin dan menyembul kedalam "Ah, disana"
Ilham jalan hingga ditengah pintu menuju balkon, Ilham tersenyum "Rupanya kelinciku ada disini "
Ilham jalan mendekati wanitanya, ia memperhatikan istrinya itu anteng, tanpa merasa terganggu oleh kedatangannya
Ilham berdiri dengan lututnya, mengusap wajah, membenahi anak rambut, yang sedikit mengganggu pandangan Ilham, terhadap wanita yang sudah menerangi malam malamnya seperti bulan.
Iya, bulan sudah tidak perawan karena ulahnya, julukan ini pas untuk Sifa.
Ilham mengusap Sifa tiada henti, dari seluruh wajah ia absen, leher yang sudah tidak mulus lagi akibat ulah bibirnya, terakhir mengusap pada perutnya.
Sifa menggeliat, matanya terbuka yang sudah berwarna merah. Sifa terkejut, mengumpulkan nyawanya yang sudah terserak
Sifa sudah sadar, ia tersenyum, Ilhampun demikian
"Papa... Papa sudah pulang dari tadi ya?"
Sifa bangun dengan rambut acak acakan, Ilham membenahi rambut Sifa yang terlihat lucu jika rambutnya acak acakan seperti itu
"Baru tidur ya?"
Sifa tidak menjawab,
Tangan Sifa menjulur memegang kedua pundak suaminya, lalu ia mengalungkan pada leher milik suaminya.
Sifa memeluk "Sifa bosen tidak ada teman"
Suara itu terdengar sexy dipendengaran Ilham
"Apakah artinya, sayang kangen dengan papa?"
Sifa menjauhkan wajahnya, yang jaraknya hanya beberapa centi.
"He emmz"
Ilham langsung memeluk "Papa juga sama, kangen sama sayang"
Ilham mengurai pelukan,
Sifa berdiri "Papa datang belum minum?"
"Belum"
"Emmp, apa papa sudah makan?"
"Maaf, tadi papa sudah makan bersama rekan rekan disana"
"Oh, baiklah, papa tunggu disini. Oiya, papa mau minum apa? Es Sirup mau?"
"Ah, boleh sayang. Cocok banget dengan cuaca"
"Sebentar, papa tunggu disitu ya?"
Sifa pergi kedapur, sedangkan Ilham merebahkan tubuhnya dijaring pantai menggantikan Sifa
Beberapa menit Sifa datang menghampiri Ilham
Ilham mendongak menatap istrinya, yang sudah datang membawa nampan berisi segelas besar es sirup rasa jeruk, dan Ilhampun bangun
"Ini apa?"
"Coba aja" Sifa tersenyum memperhatikan suaminya mengambil cemilan tradisional buatannya
"Ini sentiling, makanan terbuat dari singkong" Sifa menjelaskan, sambil melihat suaminya sepertinya doyan
"Enak ?"
Ilham manggut manggut
"Sangat enak, sayang bikin sendiri?" Ilham sambil mengunyah
Sifa mengangguk "Iya"
Ilham mengusap rambut Sifa dengan tangan kirinya
Ilham meminum es yang sudah dibuatkan oleh istrinya ini "Pass, istriku memang hebat"
Pujian Ilham membuat wajah Sifa memerah dan salah tingkah
Sifa langsung merebut minuman yang ada ditangan suaminya. Ia meminum dengan rakus sambil berdiri
Glek glek glek
Ilham mau melarang, tapi tangan Sifa menunjukkan jangan
Akhirnya yang ditakutkan Ilham terjadi, es batunya nyangkut hampir ketelan
"Sayang" Ilham panik
Kepanikan Ilham tidak digubris oleh Sifa
Sifa mendorong Ilham, hingga Ilham telentang diayunan jaring tersebut
Sifa bikin ulah lagi, ia naik diatas tubuh Ilham, mata Ilham membulat sempurna
Sifa tidak mikirin mata suaminya yang hampir copot, Sifa justru berani melakukan hal konyol
Es batu yang nyangkut dimulutnya, ia torehkan pada wajah Ilham. Wajah Ilham basah terkena cairan es tersebut, dan berakhir dimulut Ilham
Es batu sudah dimulut Ilham
Sifa mengangkat wajahnya, ia tersenyum, tapi ia tetap tidak puas. Sifa menciumi seluruh wajah Ilham, mengambil es batu dimulut Ilham dengan tangannya, lalu membuang keatas yang jauh
Sifa masih diatas tubuh suaminya, meraup bibir merah Ilham, menyesapnya seperti yang sudah diajarkan oleh suaminya
Deru jantung didalam tubuh Ilham sudah berdetak dengan cepat, darahnya terpompa hingga menimbulkan hawa panas
Ya, Sifa lagi lagi membangunkan singa yang masih tidur
Ilham bangun sembari mengangkat tubuh Sifa, membawanya masuk kedalam kamar, karena dia telah menggodanya
Ilham membalas perbuatan Sifa, ia menyesap bibir Sifa, leher Sifa hingga junior dokter sudah meronta lagi minta jatah
Sifa sudah direbahkan, busana mereka sudah anta branta enta kemana, gelora Ilham berubah memuda. Rasa capek hilang semua, tenaga kembali sempurna jika sudah bertemu dengan kelincinya
Lagi lagi basah basah basah
Tissue tissue tissue
Sepertinya pasangan ini lahap sekali dengan barang baru yaitu tissue hihi
Mereka berdua terkapar, dan terlelap
Bersambung.....
kangen sama cerita lama...
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx