follow igku @zariya_zaya
"Aku Leopard Bay Pyordova berjanji, akan selalu mencintai Shena Narendra Bonscha tanpa syarat apapun selamanya. Sepanjang hidupku, hanya akan mencintai Shena. Tidak ada wanita lain dihatiku selain wanita yang kini sudah menjadi istriku."
Tak pernah terbayangkan di benak Shena, ia bakal menjadi istri seorang sultan dengan julukan gengster nggak ada akhlak. Siapa lagi kalau bukan Leopard Bay Pyordova.
Kisah cinta mereka yang sweet, romantis dan bisa dibilang ekstrim membuat kehidupan Leo dan Shena menjadi lebih berwarna. Ditambah lagi dengan hadirnya sang buah hati dari pernikahan keduanya. Setiap masalah selalu bisa mereka selesaikan dengan gaya khas si gengster Leo.
Ini adalah sekuel dari novel Playboy Jatuh Cinta (The King in Love)
Seperti apa kisah cinta Leo dan Shena selanjutnya? Yuk simak keseruannya disetiap episodenya. Tentu saja dengan gaya khas kesomplakan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35 Bukti
Bukti yang diberikan Leo mengenai senjata apinya saat ditodongkan Leo pada Elise ternyata masih belum cukup untuk membuat jaksa penuntut itu menyerah. Ia terus berusaha menyerang Leo dan membuktikan bahwa senjata yang kini Leo tunjukkan di pengadilan bukanlah senjata sama seperti yang digunakan Leo ketika menodong Elise. Artinya, Leo berbohong.
Dan untuk membuktikan kebohongan Leo, tentu saja jaksa penuntut itu sudah menyiapkan banyak bukti dan saksi. Namun, ia lupa satu hal tentang siapakah lawan mainnya dalam kasus persidangan ini. Sekomplit apapun bukti yang sudah dikumpulkan, seorang Leo ... tidak akan pernah terkalahkan. Karena ia memiliki kekuasaan dan juga cara ekstrim yang tidak mungkin bakal digunakan orang lain kecuali orang itu adalah seorang mafia kelas kakap.
“Tuan muda Leo, ini adalah pengadilan, dan bukan taman kanak-kanak. Apalagi anda adalah seorang gengster, mana mungkin kemana-mana anda hanya membawa senjata mainan? Itu sangat tidak masuk akal. Dengan kata lain, anda pasti memiliki senjata api sungguhan dan selalu anda bawa kemana-mana termasuk pistol yang anda todongkan kepada nona Elise. Saya yakin, bukan pistol mainan inilah yang anda gunakan saat itu, melainkan senjata asli.” Jaksa itu menatap tajam mata Leo yang juga membalas tatapannya dengan tatapan tajam setajam silet. Leo sendiri memilih diam dan mengamati saja perkembangan sistuasinya sebelum ia menunjukkan taring dan gigjnya untuk menjatuhkan mangsanya, lalu menerkamnya layaknya singa Leopard ketika berburu makanan.
“Pak hakim,” ujar jaksa itu kepada hakim yang sejak tadi mengamati pergerakan Leo dan jaksa penuntut itu dari kursi kebesarannya. “Senjata yang ditunjukkan tuan muda Leo disini, bukanlah senjata yang ia todongkan terhadap nona Elise. Dari keterangan saksi yang saya dengar, Tuan muda Leo, sempat menembakkan peluru pada seseorang sebelum dia menodongkan senjatanya pada nona Elise.”
“Apa anda punya bukti atas apa yang anda katakan, jaksa?” tanya hakim itu penuh selidik.
“Kami punya rekaman CCTV nya pak hakim. Izinkan saya untuk memperlihatkannya pada semua orang yang ada disini.” Jaksa penuntut itu berbicara lantang sehingga semua orang bisa mendengar suaranya hingga sudut paling belakang ruangan. Ia juga menatap Leo dengan senyum penuh kemenangan.
Kali ini, tamatlah riwayatmu, Leo. batin jaksa penuntut itu dengan senyum sinisnya.
“Silahkan,” ujar hakim tersebut ikut tersenyum juga.
Dalam hati, hakim Gandi akan mengadakan sebuah pesta besar bila ia berhasil menjebloskan putra tunggal seorang Byon Pyordova beserta istrinya ke dalam penjara setelah kasus ini selesai dan putrinya keluar sebagai pemenang. Selain itu, kekalahan Leo, akan menjadi sejarah paling langka dalam masa kejayaan keluarga Pyordova yang terkenal tak bisa terkalahkan.
Sementara Shena kembali terlihat panik, sebab suaminya memang menembakkan peluru pada manajernya karena telah berani memaki dan bersikap kasar padanya. Shena hendak angkat bicara untuk membela suaminya, tapi lagi-lagi niatnya itu dihalangi oleh pengacaranya.
Abas, dengan cepat membungkam mulut Shena sebelum ia buka suara. Untuk kedua kalinya, pria muda tampan berkharisma itu menggelengkan kepala dan memberi tanda agar tidak ikut campur urusan Leo. Shena sendiri tidak habis pikir dengan dua orang cecunguk yang ada dihadapannya ini. Sebenarnya, apa yang mereka rencanakan. Semua tuduhan yang dituduhkan padanya dan juga pada suaminya itu tidak sepenuhnya benar, ada alasan kenapa ia dan Leo melakukan semua itu. Namun sepertinya, Leo dan pengacaranya tidak berniat mengungkapkan kejadian sesungguhnya. Suaminya itu, malah terlihat menikmati suasana menegangkan yang sedang terjadi saat ini.
Sekilas, Shena melihat kilatan api kemarahan dimata Leo kala melihat Abas membungkam mulut Shena secara tiba-tiba. Tentu saja hal itu diluar rencana, semua orang tahu kalau Leo tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuh Shena kecuali dirinya. Menyadari hal itu, buru-buru Abas melepaskan tangannya dari mulut Shena karena takut Leo bakal menghabisinya. Leo mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V dan mengarahkan dua jari itu tepat dikedua mata Abas agar berhati-hati dengan tindakannya.
Awas saja kau nanti! Beraninya menyentuh Shenaku! Itulah makna dari dua jari yang diarahkan Leo pada pengacaranya.
Shena yang menyaksikan betapa mengerikannya Leo, jadi bingung sendiri. Kali ini, apalagi yang akan dilakukan, Leo? Semoga saja, tidak ada hal buruk lagi, batin Shena. Ia menyerah untuk tidak ikut campur dan memilih diam mengamati pergerakan suaminya.
Leo mengesampingkan masalah pribadi dan perasaan cemburu butanya lalu kembali duduk di kursi saksinya dengan ekspresi kembali tenang setenang permukaan air kolam. Raut wajahnya sama sekali tak menunjukkan ada kecemasan disana, sebaliknya Leo malah terlihat senang dan senyam-senyum sendiri seolah ada sesuatu bakal terjadi setelah ini. Tidak ada yang tahu, rencana apalagi yang akan dilakukan Leo kali ini. Yang jelas, kalau dilihat dari ekspresinya, pastilah bukan sesuatu yang baik.
Jaksa penuntut juga kembali ke kursinya dan menunjukkan bukti yang ia punya untuk mematahkan pembelaan Leo bahwa pistol yang digunakan suami Shena saat itu bukanlah palsu, melainkan asli. Namun, saat sebuah flashdisk ditancapkan ke komputer, mendadak semua lampu dan alat listrik lainnya mati.
Tentu saja ruang sidang menjadi gelap gulita karena tak ada cahaya apapun di dalamnya. Semua orangpun panik dan tak sedikit pula dari mereka memilih berhamburan keluar karena merasa takut. Namun, sebagian besar juga memilih diam di tempat karena mereka penasaran, apa yang sedang terjadi sebenarnya.
“Tetap diam ditempatmu nyonya Shena. Jangan beranjak sedikitpun,” bisik pengacara Abas dalam kegelapan.
"Apa ini ulah Leo juga?" tanya Shena tidak percaya.
"Saya tidak tahu, Nyonya. Tuan muda Leo tidak memberitahu apapun pada saya. Ia hanya minta saya melakukan tugas saya sebagai pengacaranya dan sisanya, tuan muda sendirilah yang mengurusnya," terang Abas.
Shena hanya menghela napas panjang. Suaminya itu benar-benar penuh misteri dan susah
ditebak. Anehnya, Shena tetap jatuh cinta padanya tanpa syarat.
“Ada apa lagi, ini?” geram jaksa penuntut sambil menendang mejanya sampai terdengar bunyi yang keras.
Jaksa itu benar-benar kesal karena disaat penting seperti ini kenapa malah listrik mati. Bahkan ia tidak bisa melihat apa-apa. Jaksa itu mencoba meraba-raba mejanya untuk mencari ponselnya yang ia letakkan diatas meja. Jaksa itu bermaksud menyalakan lampu senter di ponselnya sebagai penerang. Ruangan ini sangat gelap sehingga suasana jadi semakin tidak terkendali, orang-orang yang panik juga terus saja berteriak dan berlari kesana kemari.
Sementara putri hakim sendiri, dari tadi ia hanya mengepalkan tangannya dan memercayakan kasus ini pada jaksa penuntut yang sudah ditunjuk langsung oleh ayahnya untuk membantunya memenangkan kasus ini. Wanita itu sangat yakin sekali dengan bukti CCTV yang ada ditangannya sudah cukup membuktikan bahwa Leo, benar-benar bersalah.
Sedikit lagi, sebentar lagi ... aku pasti memenangkan kasus ini. Leo ... dan kau Shena, bersiap-siaplah kalian mendekam dipenjara ayahku! Batin Elise sambil terus diam dikursinya tanpa memedulikan kehebohan yang terjadi disekitarnya.
BERSAMBUNG
****
Apa yang terjadi selanjutnya, tunggu diepisode selanjutnya. Hehe ... tunggu ya ...
Maaf kalau upnya lama karena kesibukanku di dunia nyata. Sebisa mungkin kalau ada waktu longgar pasti aku bakal crazy up.
Kisah Leo dan Shena baru dimulai keseruannya. Masih banyak lagi keseruan-keseruan lainnya. Mohon sabar menunggu.
Oh iya ... Happy anniversary ka @Rara Anifatul bersama dengan suami tercinta ... semoga pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek dan terus menjadi keluarga samawa. Selalu bersama-sama dalam menghadapi badai cobaan prahara rumah tangga dan terus saling mencintai sampai hari tua. Saling mendukung, menghormati dan menyayangi satu sama lain.
Maaf kalau akhir-akhir ini jarang nimbrung digrub kerena berbagai hal, tapi aku suka sekali baca chat dan komentar kalian semua yang selama ini terus mendukungku terutama kalian semua yang ada di grub menulisku. Terimakasih atas semangat kalian hingga aku terus berusaha kuat sampai sekarang. Aku sayang kalian semua.
Dan satu lagi ... untuk nama-nama di bawah ini, silahkan PC aku dan kasih nomer telepon yang bisa dihubungi. Ada reward dariku karena sudah memberikan komentar terbaik kalian disetiap karya-karyaku. Terimakasih untuk kalian semua. Sejujurnya ... komentar kalian menjadi penyemangatku dalam menulis dan membuat cerita yang menarik untuk dibaca meski bahasa yang aku gunakan tak sebagus autor lainnya. Maaf juga bagi yang lain karena tak bisa membalas satu persatu komentar dari kalian. Pokoknya terimakasih banyak ... love you all forever.
@Ratunya Rebahan
@Zeek Linthik
@Sofi Nafita
Buat yang lainnya, tunggu giliran ya ... bulan depan aku umumin lagi siapa yang dapat reward lagi dariku. Terimakasih atas dukungannya ... dan juga semangatnya. Yang lebih penting lagi adalah, terimaksih karena sudah mau membaca karyaku yang jelas-jelas jauh dari kata bagus.