NovelToon NovelToon
Seseorang Yang Datang Saat Aku Rapuh

Seseorang Yang Datang Saat Aku Rapuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Cintamanis / Office Romance / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: LyaAnila

"Tidak ada pengajaran yang bisa didapatkan dari ceritamu ini, Selena. Perbaiki semua atau akhiri kontrak kerjamu dengan perusahaan ku."

Kalimat tersebut membuat Selena merasa tidak berguna menjadi manusia. Semua jerih payahnya terasa sia-sia dan membuatnya hampir menyerah.

Di tengah rasa hampir menyerahnya itu, Selena bertemu dengan Bhima. Seorang trader muda yang sedang rugi karena pasar saham mendadak anjlok.

Apakah yang akan terjadi di dengan mereka? Bibit cinta mulai tumbuh atau justru kebencian yang semakin menjalar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LyaAnila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 27 : Saat Sunyi Mulai Mengawasi

Semburat warna keemasan menghiasi langit Semarang sore ini. Terlihat mobil Honda Jazz mendekati kost Selena.

"Makasih ya Ran. Udah mau gue repotin lagi," Selena bersiap turun dari mobil Rani. Sebelumnya, ia memeriksa apakah barangnya ada yang tertinggal apa tidak.

Setelah dipastikan sudah tidak ada yang tertinggal. Selena turun dari mobil dan kembali mengucapkan selamat tinggal pada Rani.

Mobil Rani perlahan menghilang dari pandangan Selena. Dengan segera, Selena kembali ke kamarnya.

Pintu kost akhirnya tertutup pelan. Namun, bayang-bayang email anonim itu seolah berubah wujud menjadi manusia dan sedang berada di belakang Selena.

"Kenapa akhir-akhir ini gue ngerasa kek diikutin gini sih, nggak tenang banget ni hidup," ia kembali bergumam.

Kini ia sudah berada di kamarnya. Kamar yang selama ini menjadi tempat peraduannya di tanah rantau.

Perlahan, ia berjalan ke samping kamar mandi, menghidupkan saklar lampu dan akhirnya setelah terang sepenuhnya, Selena bisa melihat kondisi kamar nya.

Sebelum tubuhnya tertarik oleh magnet kasurnya, ia memutuskan untuk membersihkan diri. Setelah sepuluh menit membersihkan diri, Selena memasak seblak instan yang dibelinya di toko makanan dingin.

Sepuluh menit ia berjibaku dengan air panas di dapur. Akhirnya jadilah seblak instan tersebut. Ia langsung membawa seblak itu di sofa sederhana nya.

Namun, pandangannya malah salah fokus pada kondisi laptopnya yang terbuka setengah. Ia yakin betul kalau setelah ia meletakkan laptopnya, kondisinya tertutup rapi.

"Lha. Kok.....Kebuka?"

Selena meletakkan mangkok berisi seblak dengan kuah yang masih mengeluarkan asap, namun perhatiannya sudah teralihkan oleh laptop yang ada di meja kerjanya.

Laptop itu layarnya sudah terbuka setengah dengan lampu indikator yang ikut menyala juga. Menandakan baru ada yang memakainya.

"Nggak nggak. Gue nggak halu. Tadi waktu gue keluarin dari tas. Itu kondisi udah mati," gumamnya. Suara nya hampir nyaris tak terdengar karena saking takutnya kalau ada seseorang yang akan menyerangnya.

Langkahnya tenang, nyaris tak ada suara yang ditimbulkan. Seolah laptop itu merespon setiap gerakan yang sedang dilakukannya.

"Kalem Len, mungkin dia lagi error atau pas kamu maiinnn dia tiba-tiba dia hidup sendiri," gumamnya lagi.

Karena perut nya sudah keroncongan, Selena pun tak memperdulikan hal itu. Setelah dirasa aman, Selena langsung menyantap seblak nya yang sudah ia idam-idamkan sejak di rumah sakit.

Beberapa dokumen terbuka di layar laptop itu. Dokumen itu terbuka di bagian tengah-tengah. Padahal, ia yakin tidak membuka halaman itu tadi.

"Eh, kok disini. Kek nya tadi gue baca udah di halaman terakhir deh. Kenapa malah balik di halaman tengah lagi?" gumamnya setelah melihat dua dokumen tentang outline penulisannya terbuka tapi di bagian tengah.

Netranya menelisik satu persatu dengan cepat dan tepat. Tidak ada perubahan yang signifikan, tidak ada pula teks yang dihapus. Tapi tulisan recent access di pojok sebelah kanan membuat dadanya memanas.

Pukul 17.05 WIB.

Waktu itu, ia masih perjalanan pulang di mobil Rani dan ia tidak memainkan laptop nya sama sekali.

"Lha. Kalau bukan gue, siapa yang buka nih laptop." Ujarnya pelan.

Karena sudah kelaparan, ia pun langsung menutup laptopnya dan kembali berjalan ke sofa untuk menikmati seblak yang perlahan mulai dingin itu.

"Hufhh.... Mungkin memang lu yang buka dan lu lupa. Jangan panik, Len."

"Eh tapi..... Harusnya kalau orang masuk kamar gue, gue denger dong. Kenapa tadi gue nggak denger sama sekali kalau ada orang masuk?" Gerutunya lagi.

"Ah bodo. Bentar, perut gue laper. Teriak-teriak udah minta makan dia. Ntar dulu ya penguntit. Gue makan dulu," ujarnya menghibur diri supaya dia tidak takut. Padahal di lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat ketakutan.

Sembari menikmati seblak itu, ia mengambil gawainya dari tas kantornya dan menghubungi Rani.

******

"Tulungin gue Ran," ujar Selena tanpa aba-aba.

"Tulungin apa Len. Kenapa suara lu rendah banget kek gitu," respon Rani segera.

"Laptop gue kebuka, Ran. Padahal tadi waktu di mobil gue nggak main laptop kan. Gue aja nyanyi-nyanyi blackpink bareng lu." Jelas Selena panjang lebar.

Di seberang telfon, Rani sudah mulai khawatir. Sepertinya benar ia sedang di buntuti. Tapi, kenapa dia melakukan itu. Apa salah Selena sampai-sampai dia buntutin Selena kek gitu.

"Oke Len. Tunggu. Tarik napas dulu. Terus buang. Udah tenang?"

Selena yang mengikuti instruksi Rani pun sudah sedikit tenang.

"Sepertinya lu udah tenang. Gini dengerin gue. Udah mulai sekarang, jangan sentuh atau otak-atik laptop lu. Biarin dia disitu. Sekarang, waktunya lu minum obat dan istirahat. Besok dipikirkan lagi okei. Gue pagi-pagi buta bakal datang ke kost lu. Ngerti Selena Aria Widyantara?"

Selena menjawab dengan anggukan dan kemudian mengeluarkan kata "iya". Itu sudah membuat Rani sedikit lebih tenang.

"Ya udah. Makasih Ran. Gue mau beresin kamar dulu. Bye. Jumpa lagi besok." Katanya.

Dengan segera, Selena mematikan sambungan telponnya dan membersihkan kamarnya yang kelihatan saja.

******

Rembulan kini berdiri gagah serta ditemani ribuan bintang yang memendarkan cahayanya di langit malam.

Lampu kamar Selena sudah diredupkan. Kini, Selena sudah bersiap untuk berbaring di kasur empuknya yang telah memanggil-manggilnya sejak ia pulang tadi.

"Misal kalau semua ini hanya permainan. Kenapa harus gue? Kan ada orang lain yang bisa si penguntit pilih. Kenapa harus gue?" Gumamnya lirih.

Di sela-sela pikirannya yang kacau. Menyusuplah muka-muka orang kantor yang masih judes, tuduhan tak mendasar meskipun tuduhannya sudah ditangguhkan, bisikan-bisikan yang mengganggu pendengaran serta email anonim yang terus datang memperingatkan seolah akan terjadi kejadian besar.

Aksa Maheswara.

"Ah. Mana mungkin dia pelakunya. Aku kenal dia aja baru-baru ini kok. Jangan sembarangan nuduh orang, Len. Jatuhnya fitnah nanti."

"Eh tapi, Aksa terlalu tenang biasa dan tidak sembrono. Biasanya orang yang seperti itu kalau memiliki tujuan, rencananya pasti matang banget."

Selena mengusak wajahnya kasar. Ia berusaha meraih guling dan boneka Teddy Bear yang sudah tersedia di sampingnya. Kemudian ia menarik selimutnya dan menyalakan AC.

******

Di halaman parkir seberang kost Selena. Mobil Alphard warna hitam terparkir rapi. Di dalamnya, ada seorang laki-laki yang senantiasa memandangi ponselnya. Kamera kecil yang menangkap kondisi kamar Selena dengan keadaan sudah redup.

"Apakah kau bisa menebak siapa aku, nona manis," gumamnya dengan sedikit seringai yang tersungging di sudut bibirnya.

Mobil itu kemudian perlahan menjauh dan menghilang di gelapnya malam hari itu.

******

Cahaya hangat perlahan menyusup ke celah tirai kamar Selena. Membelai lembut sang empu supaya segera untuk bersiap pergi ke kantor.

Setelah dua puluh menit bersiap, Selena turun dan menghampiri Rani yang sudah berada di depan kost nya.

"Gimana tadi malem, bisa tidur nyenyak?" Tanya Rani.

"Hemthh. Begitulah. Setengah nyenyak. Masih takut kalau pulas tidurku tiba-tiba ada yang bius aku dari belakang kan nggak lucu."

Plak....

Satu tamparan kecil melayang di pipi Selena. Selena sedikit meringis dan Rani mukanya sudah memerah memendam amarah.

"Bisa nggak kalau ngomong dijaga. Belum pernah kena bogem petinju makanya ngomongnya ngelantur." Rani memperingatkan Selena. Selena hanya meringis karena masih menahan sakit akibat tamparan Rani.

"Tapi Ran, gue bakal cari tau semua ini. Sebenarnya apa yang terjadi sama gue dan kenapa harus gue. Lu mau bantuin gue kan Ran?"

"Nggak usah lu minta udh gue bantu, ege. Udah ah. Nggak nyampe-nyampe ke kantor nanti."

Rani pun melakukan mobilnya membelah jalanan kota Semarang yang ramai karena sudah jam kerja dan jam anak berangkat sekolah.

Di perjalanan pun, Selena tetap memikirkan hal tersebut meskipun sudah ditenangkan oleh Rani.

******

1
Vᴇᴇ
selena itu udaa pusing mikirin cobaan bertubi tubi malah denger tuduhan begini /Speechless/ siap" si bima hutang kata maaf sama selena
Risa Sangat Happy
Bhima kamu harus melindungi Selena dari kejahatan Gatra
@dadan_kusuma89
Selena, berpikirlah positif! Mungkin saja dengan hadirnya Bhima dalam hidupmu, akan bisa membantu dan meringankan problematika yang sedang kau alami. Kau tak perlu menutup diri untuk itu.
@Yayang Suaminya Risa
Tujuan Gatra meneror Selena kira kira apa ya
Risa and My Husband
Bhima kamu harus ada di dekat Selena terus
@dadan_kusuma89
Selena, kau butuh seseorang untuk berbagi keluh kesah, meski hanya sekedar untuk mendengarkan ceritamu. Kau harus menumpahkan itu semua, jangan kau pendam, karena lama-lama bisa konslet kalau di pendam diri sendiri terus.
Yayang Risa Always Together
Kasihan mental Selena pasti terganggu akibat teror terus menerus
Risa Nikah Dong
Bhimaa dan teman temannya cari bukti kejahatan Gatra biar cepat di tangkap polisi itu Gatra
Risa Yayang Married
Selena lain kali ke kamar mandi dulu sebelum tidur supaya ngga kebelet dong
Risa Selalu Teristimewa
Rani nyenyak tidurnya sampai Selena ke kamar mandi tetap masih tidur Rani
Risa Selalu Beautiful
Selena kamu tenangkan dirimu dulu soalnya sahabat kamu sedang menyelidiki pelaku yang teror kamu
Risa Happy With Yayang
Kasihan Selena sendirian karena sahabatnya sibuk bersama Bhima dan teman temannya
Yayang Guanteng Milik Risa
Rani kamu berbohong demi kebaikan jadi ngga usah merasa bersalah
Yayang Guanteng Milik Risa
Selena kamu pengertian banget ngga mau ganggu Rani yang sedang tidur
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Rani, Bhima, dan teman temannya Bhima ngga tidur buat bahas rencana penyelidikan Gatra
Risa Yayang Couple Selamanya
Bhima dan teman temannya cepat tangkap orang yang meneror Selena
Risa And My Husband
Selena jangan banyak pikiran sahabat kamu sedang menyelidiki kasus kamu
Wida_Ast Jcy
tetap semangat ya bima
Wida_Ast Jcy
nggk... itu maksudnya apa Thor. nggak ya. usahakan jangan disingkat begitu ya thor🙏🙏🙏
Suamiku Paling Sempurna
Selena jangan takut ya soalnya mereka menjaga kamu dari jauh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!