Harya Aditya Mura, seorang pemuda yang hidup dalam kesederhanaan di desa ternyata bukan sekedar pemuda desa biasa.
Satu persatu orang datang padanya dan menyuruh nya untuk pulang ke rumah. tetapi bukannya rumah nya di Desa?
Rahasia apa yang selama ini disembunyikan darinya? tidak, rahasia apa yang tidak diketahuinya selama ini.
Kisah perjalanan seorang pemuda Desa yang ingin mencari tahu siapa dirinya setelah ditimpa kemalangan saat masih kecil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
Jam kerja sudah selesai, Cafe akan ditutup sementara waktu untuk didekorasi ulang agar nampak kelihatan baru, Harya pulang pada pukul 11 malam.
Karna harus berjalan kaki dari Cafe sampai Kediaman Rayendra dan itu semua salah Kakek nya sendiri, sepeda masih bagus malah dihancurin.
"Kayaknya harus beli sepeda baru pakai uang simpanan, kalau jalan terus nanti kaki malah copot" gumam Harya
Saat sampai, kedua Security membukakan gerbang setelah memberi hormat untuk Harya, ia berjalan sampai didepan pintu dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum, maaf Harya pulang malam" ucapnya pada seisi rumah
"Tidak apa-apa, kami juga baru pulang kok dari Bandara" sahut Nyonya Grisha yang datang dengan nampan di tangannya
"Bandara? jemput siapa kesana?" tanya Harya dan meraih nampan yang dibawa ibunya itu
"Nenek, ingatkan kalau Nenek pulang hari ini...ayo kumpul bareng sambil makan malam" jawab Nyonya Grisha dan bersusah payah mendorong badang besar Harya
Saat mereka sampai di ruang makan, semua mata ditujukan pada Harya yang meletakkan nampan diatas meja, Nyonya Grisha buru-buru menarik tangan Harya.
"Ibu, ini dia cucu mu yang membuat mu geger waktu itu" ucap Nyonya Grisha girang bukan kepalang
"Tanpa kau kasih tahu pun aku sudah tau Gi, bagaimana kabar mu cucu ku sayang" jawab wanita tua itu dan membelai pucuk kepala Harya lembut
"Alhamdulillah, masih bisa makan nasi sampai sekarang" jawab Harya dan mencium punggung tangan keriput itu
Nyonya Grisha mendekat dan berbisik di telinga wanita tua itu sekilas mimik wajahnya berubah khawatir.
"Orang mana yang mau mati itu! beraninya dia melakukan hal seperti itu pada cucuku!" ucapnya dengan amarah
"Emika Adlan istriku yang paling manis, cantik, imut, cetar membahan sejagat raya...kecilkan suara mu! ini sudah malam" sahut Tuan Arsenal dengan segala rayu nya
Harya terkekeh dan berpikir bahwa keluarga ini selalu saja harmonis bahkan tanpa adanya perkelahian sekalipun, jika bersama Nek Putri dan Mbah Setu dulu, tidak menurut maka siap-siap ditendang keluar rumah.
Harya duduk di sebelah kursi yang masih kosong, kursi itu adalah milik Hanfi.
"Dimana Hanfi? apa ia belum pulang?" tanya Harya pada semua orang
"Haha ia sudah pulang hanya saja, sedang PDKT dengan seorang gadis" jawab seorang pria yang lebih tua dari Ayahnya Harya dengan tertawa kecil.
"Paman pula siapa, kenapa duduk didepan saya?"
Orang itu langsung terdiam dan menatap Harya dengan tatapan yang sulit dipercaya, jari-jemari lentiknya langsung menjatuhkan garpu sehingga bunyi berdentingan terdengar.
"Kamu lupa sama Om kesayangan mu ini?! ini Om Harya! liat betul-betul!" perintah nya pada Harya
"Maaf Om, saya...tidak pernah kenal dengan Bencong"
Seisi meja mencoba menahan tawa mereka agar tidak terlepas begitu saja, namun itu tidak bisa menghentikan Tuan Arsenal yang sudah tertawa bahkan sampai sulit bernapas.
"Huahaha biar Kakek kenalkan dulu Harya pft... dia itu adalah Kakak dari Ayahmu, Paman mu yang berasal dari Canada" ucap Tuan Arsenal
"Oh, maah Paman...saya mengatai Paman bencong" jawab Harya menundukkan kepalanya canggung
"Namanya adalah Kyle Dika Rayendra, panggil saja Kyle Harya" ucap Tuan Harma dan disahuti oleh anggukan oleh Harya
"Haha Your so funny dear, i have so much fun cuz you make fun of my Husband" ucap seorang wanita yang berparas cantik dengan rambut pirang serta mata birunya, awalnya Harya kira dia adalah model.
"Anastasia, can you speak our Language? my son did not understand very well" sahut Nyonya Grisha pada wanita itu
"Please forgive me, that my bad" ucap nya lagi
Harya hanya angguk-angguk padahal ia paham jelas apa yang mereka katakan, tapi lebih baik diam saja daripada terlalu menonjol.
"Tante adalah Istri Pamanmu, Anastasia Perm adalah nama Tante, Tante bisa berbahasa disini karna...Ibunya Tante berasal dari sini" ucap nya dengan senyum semerkah bagaikan taman bunga
"Salam kenal juga Tante Ana, saya Harya" jawab nya dan hendak mencium punggung tangan wanita itu
"NGGAK USAH CIUM-CIUM! INI ISTRIKU!" teriak Kyle yang langsung menahan tangan sang Istri
"Paman ini gimana sih! orang mau salim malah dilarang" protes Harya yang langsung bergaul dengan karakter Kyle
"Tidak Boleh-"
"Sudah tua masih saja merepotkan, salim lah Harya" ucap Tuan Arsenal yang habis melempar sendok dan mendarat di kepala Putra pertama nya itu
Mereka terus berbagi canda tawa sambil menunggu Hanfi yang katanya PDKT datang, dan saat Hanfi tiba ada seorang wanita dengan High Heels yang sangat tinggi dan tipis bukan main itu.
Saat melihat wanita tersebut, mimik wajah para wanita yang ada di meja makan langsung berubah drastis seakan memperlihatkan bahwa mereka tak menyukainya.
Senyum penuh pemaksaan denga Lip Stick merah darah yang tebal bukan main serta tanganya yang bergelanjut manja di tangan Hanfi satu kata yang pantas untuk wanita itu adalah....Palsu.
"Oh kakak, kau sudah disini ternyata" sapa Hanfi ketika ia melihat Harya, Harya hanya membalas dengan senyum
Sedangkan para wanita yang lain hanya berbisik-bisik saja.
"Kau bilang anaknya teman mu itu memiliki paras dan sikap yang santun, apa-apaan dengan wanita itu Anastasia" bisik Nyonya Grisha
"Memang benar begitu, tapi sepertinya anak teman ku itu tidak tertarik pada Hanfi sehingga ia mengirim keponakannya" balas Anastasia yang juga berbisik
"Kita lihat saja dulu apa mah ular ini"
Hanfi duduk di kursi nya sedangkan wanita itu duduk tepat disebelah Harya, sambil terus senyum saat Harya melihatnya.
"Uhum, siapakah wanita muda yang bergabung ini" ucap Tuan Arsenal dengan tatapan mata nya yang bagai elang
Wanita itu menutup mulutnya dan mulai berbicara dengan suara yang diimut-imutkan, "Maafkan ketidak sopanan saya, nama saya Bella Ladasia....pacar Fifi"
"Purftttt...uhuk uhuk, maaf kan aku" ucap Harya dan dengan segera mengelap mulutnya
"Hum hum, tidak apa-apa Kakak ipar" ucapnya lagi dan membuat jiwa Harya merinding seketika
"Bella, duduklah... tidak sopan jika terus berdiri seperti itu" ucap Hanfi dengan nada suara yang lembut
"Hihi, maafkan aku Fifi sayang" sahutnya dan dengan sigap mengibaskan rok nya agar Parfum yang ia kenakan tercium
"Apa-apaan bau ini, sangat tidak sedap" ujar Kyle sambil menutup hidung nya dan hidung istrinya
"Aku kenal bau ini, bau bunga yang biasa diletakkan di sesajen" jawab Harya angguk-angguk mengundang tawa seisi meja
"Baiklah, mari kita mulai makan malam yang terlambat ini" ajak Tuan Arsenal
Mereka makan dengan tenang nya tanpa tahu bahwa badai mungkin akan segera terjadi, badai yang akan memisahkan dan memutuskan persaudaraan seseorang sekali lagi.
"Beraninya mereka menghina ku, lihat saja akan kubuat pewaris Keluarga Rayendra bertekuk lutut dibawah kakiku dengan kecantikan ku ini....tunggu saja kau Harya Ditya Rayendra"
...----------------...
udah baca dari awal endingya kaya taaaai anjiiing..
Emang Noveltoon anjiiiing