NovelToon NovelToon
Its About Love

Its About Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: DiAgaa

[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11

Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?

***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?

Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu

Cek lanjutannya...

Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.

#My Third Novel#
Ig: @diagaa11

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberanikan Diri

Gavin memberanikan diri ingin membuka pintu di depannya, namun perawatan yang baru datang mengejutkan Gavin.

"Excuse me sir, what are you doing here? (Permisi tuan, apa yang anda lakukan di sini?)"

"Oh I'm sorry, I'm a patient family. I want to visit her (Oh maafkan aku, aku keluarga pasien. Aku ingin mengunjunginya)," jawab Gavin

"I see, but sorry sir... Patients will soon enter the operating room (Oh baiklah, tapi maaf tuan... Pasien akan segera memasuki ruang operasi)"

"Is this time for surgery? (Apa ini waktunya untuk operasi?)" tanya Gavin

"Yes sir (Iya tuan),"

Gavin pergi kembali ke ruangan Radit, sementara perawat tadi menjemput Zora untuk segera memasuki ruang operasi.

"Radit..." panggil Gavin tergesa-gesa

"Apa sih Gav? Jangan ngagetin lah," protes Radit

"Apa... Apa ini waktu Zora lahiran?" tanya Gavin

"Iya, jadwalnya hari ini. Kenapa?" tanya Radit

"Kenapa operasi?" tanya Gavin

"Pinggul sempit," jawab Radit

Gavin mulai panik sendiri, ia tau jika Zora itu takut jarum suntik. Malah sekarang Zora harus di operasi untuk kelahirannya.

"Lebih baik kau temani dia, saat ini keluarganya belum ada yang datang," pinta Radit

"Huh baiklah," jawab Gavin

Gavin keluar dan berlari mencari ruang operasi. Ia ingin sekali menemani Zora berjuang untuk kelahiran anaknya. Gavin menunggu di luar cemas, mondar-mandir ke sana kemari karena cemas.

"Ya Tuhan... Semoga Zora baik-baik saja," gumam Gavin

Doa tiap Doa terlontar dari mulut Gavin, tak lama Gavin mengambil ponselnya dan menelfon Rose.

"Halo..."

"Halo ini siapa? Berikan ponselnya pada Rose!"

"Kak Gavin? Kenapa telfon?"

"Mike? Kenapa kau membawa ponsel Rose?"

"Uhm... Dia calon istri ku, kami sedang bersama. Ada apa kak?"

"Datanglah ke rumah sakit kota sekarang bersama Rose!"

"Ada apa? Apa kau sakit?"

"Zora melahirkan!"

"Apa? Oke-oke kami segera ke sana!"

Tak lama Rose dan Mike datang berlari menghampiri Gavin yang cemas sejak tadi.

"Bagaimana Zora?" tanya Rose

"Ia masih di dalam," jawab Gavin

"Bagaimana kakak bisa menemukan Zora?" tanya Mike

"Ceritanya panjang!" jawab Gavin

½ jam kemudian seorang perawat datang keluar menghampiri Gavin, Mike dan Rose yang cemas sejak tadi.

"Zora's family? (Keluarga Ibu Zora?)"

"Saya suaminya," jawab Gavin

"Like this, Zora's mother is bleeding too much. He needs additional blood supply, but right now blood type A is empty. Are any of you blood type A? (Begini, ibu Zora berdarah terlalu banyak. Dia membutuhkan suplai darah tambahan, tetapi saat ini golongan darah A kosong. Apakah ada di antara Anda golongan darah A?)"

"I... My blood type is A (Aku... Golongan darahku A)," jawab Rose

"Follow me for a match test (Ikuti saya untuk tes kecocokan),"

Rose secepatnya pergi mengikuti perawat tersebut untuk mendonorkan darahnya. Waktu berjalan, semua telah selesai. Zora berhasil melahirkan dengan selamat, Rose juga sudah mendonorkan darahnya.

"Huh.... Syukurlah semua selesai," ucap Gavin menghela nafas

Gavin mengikuti perawat tadi yang membawa Zora kembali ke kamar perawatan. Gavin sejak tadi duduk di samping Zora sambil menggenggam tangan Zora.

"Sorry, give him the best medicine so he doesn't feel pain after the anesthesia is gone (Maaf, berikan dia obat terbaik agar dia tidak merasakan sakit setelah anestesi hilang)," pinta Gavin

"Okay Sir (Baik tuan),"

Gavin setia menemani Zora sampai Zora kembali sadar.

"Zora... Sadarlah, aku di sini! Ayo kita pulang dan besarkan anak kita dengan baik. Ayo bangun rumah tangga kita dengan penuh cinta," gumam Gavin sambil mencium tangan Zora

Zora sedikit menggerakkan jarinya, perlahan ia membuka matanya. Ia melihat ada seorang pria di samping nya.

"Radit..." panggil Zora

Gavin terkejut saat mendengar Zora menyebutkan nama Radit. Ia menyesal saat tau Radit lebih sering menemani Zora selama mengandung.

Apakah se cinta itu kau pada Radit, aku Gavin Ra... Gavin! Maafkan aku tidak menemanimu selama kau mengandung - Batin Gavin

Gavin melonggarkan genggamannya, ia berniat ingin pergi. Gavin sungguh tidak ingin menyakiti Zora lagi. Namun tangan Zora mengencangkan genggamannya.

"Jangan pergi..." pinta Zora

"Apa?" gumam Gavin

"Jangan tinggalkan aku..." pinta Zora

Gavin mengurungkan niatnya untuk pergi, ia kembali duduk di samping Zora.

"Zora...." panggil Gavin

"Ga Gavin... Ja jangan ambil anakku! Jangan pisahkan aku dan putriku!" pinta Zora

"Tidak.... Aku tidak akan memisahkan kalian. Zora ayo pulang, ayo kita rawat putri kita bersama," pinta Gavin

"....."

Zora masih tidak percaya dengan perkataan Gavin, selama ini yang Zora takutkan adalah Gavin akan mengambil putrinya. Itu juga jadi alasan mengapa Zora belum siap kembali bersama Gavin.

"Tidak... Kamu hanya menginginkan putriku!" jawab Zora

"Ti tidak Zora, aku juga menyayangimu. Aku mencintaimu!" jawab Gavin

Zora terkejut mendengar jawaban Gavin, ia seperti tidak percaya dengan perkataan Gavin.

"Sudahlah... Jangan tipu aku Gavin," jawab Zora

"Aku serius, aku mencintaimu. Sejak kau pergi, kau seperti membawa setengah nyawaku. Aku tidak bisa lagi hidup dengan tenang Zora, aku mohon cukup kau menyiksaku! Aku mencintaimu!" jawab Gavin

Zora masih bingung harus apa, haruskah ia senang? Atau sebaliknya? Atau malah harus waspada? Entahlah, bolehkah Zora melupakan hal ini sejenak saja?

"Zora..." panggil Viola yang baru datang

"Kakak..." jawab Zora sambil tersenyum

"Gavin?" kaget Viola

"Baru datang?" tanya Gavin

Viola dan Leon yang baru datang melongo melihat Gavin yang sudah dulu datang di samping Zora.

"Masuklah," ujar Zora yang membuyarkan lamunan Viola dan Leon

"Selamat jadi ibu adikku sayang..." ucap Viola sambil memeluk Zora

"Terima kasih kakak. Kau juga harus siap jadi tante," jawab Zora

"Oh seperti aku akan terlihat semakin tua dengan keponakan cantik ku ya!" ujar Viola

"Walau tua kau tetap cantik," jawab Zora

"Bisa saja," ucap Viola

Jika Viola dan Zora berpelukan mesra, Gavin sedang sibuk menghalangi Leon agar tidak terlalu dekat dengan Zora.

"Apa yang kau lakukan Gavin!" kesal Leon

"Jangan dekat-dekat dengan Zora! Dia mungkin masih sakit!" jawab Gavin

"Mana ada orang sakit hanya karena dekat denganku!" kesal Leon

"Tidak bisa, pokoknya jangan dekat-dekat!" larang Gavin

"Excuse me, but it's time for the baby to drink breast feeding (Maaf sudah waktunya bayi minum ASI)" ucap perawat yang baru masuk

"Oh okay," jawab Zora

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

Happy reading:)

1
Mamath Ziad Malik
kayanya siradit punya penyakitdehya
Mamath Ziad Malik
kakak authoornya suka nonton koreaya
Mamath Ziad Malik
jangan digedein gengsimu gavin nanti kalau udah ditinggal baru jaku sadar bahwakamu sudah mencintainya dan bakal nyesel
Mamath Ziad Malik
ooh dikasih obat perangsang ternyata
Qaisaa Nazarudin
lho kok udah tamat aja sih..kayak kegantung gitu..😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Sabar Vio,Leon..Gavin udah posesif tuh ama anak dan isterinya..😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Gak ada romantis2 nya,ngomong ngajak anak kecil ke kedai beli permen..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Apa Gavin gak ada usahanya lg utk membujuk zora saat tau Zora hamil anak nya? kemaren2 aja kek ayam kehilangan induknya,saat udah ketemu dan tau zora hamil anak nya,malah diam..🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kenapa pengakhiran nya Radit harus begini thor,nyesek banget aku..😢😢😭😭
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuh Briant sialan 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Pasti anak itu adalah Zora..
Qaisaa Nazarudin
Cantik Zora,Gavin aja yg sok gengsian,Biakan dia kelabakan mencari Zora..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Jenni udah kenal sama Mike,Cuman Mike mungkin yg belum kenal Jenni mungkin..
Qaisaa Nazarudin
Padahal Jenni kan temennya si Gavin..
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Pasti dlm minuman itu ada obatnya..
Qaisaa Nazarudin
Masa iya Mike gak kenal dgn cewek yg mau di jodohin dgn nya..?
Qaisaa Nazarudin
Kenapa selalu kata2 yg membathin sih,??🤦
Qaisaa Nazarudin
Ckk dasar cewek lemah..🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ckk segampang itu kah??
Qaisaa Nazarudin
Dari awal emang Gavin yg udah gak bener..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!