NovelToon NovelToon
CLBK Couples

CLBK Couples

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ichageul

Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Kisah cinta tiga pasangan yang harus kandas namun belum sepenuhnya usai.

Kisah cinta Regan dan Sarah sampai di pernikahan. Keduanya hidup bahagia sampai ujian datang menerpa rumah tangganya. Mereka terpaksa berpisah saat kehilangan anak tercinta dengan cara yang tragis.

Irzal dan Poppy dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di saat cinta mulai tumbuh, masalah datang menerpa. Seseorang dari masa lalu memporak porandakan biduk rumah tangga yang baru seumur jagung.

Berawal dari sebuah permainan. Rasa cinta antara Ega dan Alea mulai tumbuh. Sejarah kelam dan permusuhan orang tua membuat keduanya harus terpisah.

Sekian lama berpisah, ketiga pasangan ini bertemu kembali. Takdir mempertemukan mereka semua terhubung dalam ikatan yang sulit dijelaskan. Akankah mereka dapat bersatu kembali dengan orang yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Desperate Couple (7) Alea's Birthday

Tak lama Ega datang. Setelah memarkir mobilnya, dia segera turun. Melihat Agi, dia langsung menghampiri.

“Bang.. Alea mana?”

“Alea baru aja dibawa pulang sama pengawal bokapnya.”

“Hah?”

“Dia pasti sedih banget Ga.”

Ega tak mengerti. Dia mengajak Agi masuk ke dalam mobil.

“Sebenernya ada apa bang?”

“Alea ngga jadi tanda tangan kontrak. Sepertinya papa Alea dalang dibalik kegagalan kontrak Alea. Padahal tadi pas berangkat dia seneng banget. Malah ngga berhenti tersenyum.”

Ega menghela nafas.

“Dia bilang kalau kontrak ini adalah hadiah terindah untuknya. Hari ini dia ulang tahun Ga, makanya dia seneng banget. Di hari ulang tahunnya akhirnya dia bisa dapet apa yang dia inginkan selama ini. Tapi ternyata itu ngga terjadi. Lagi-lagi dia kecewa.”

“Alea ulang tahun hari ini?”

Agi mengangguk.

“Alea tuh anak yang baik Ga. Dibalik sikapnya yang jutek, jahil dan kadang kasar, sebenernya hatinya lembut. Pertama kali gue kenal waktu dia lagi makan ketoprak gue. Dia bilang ketoprak gue enak, makanya dia sering beli. Gue belum jualan di deket kampus waktu itu. Suatu hari gue kena razia kamtib, dia ada di sana lagi makan.”

Agi terdiam sebentar. Ega menunggu kelanjutan cerita Agi.

“Gerobak termasuk gue ditahan. Alea dateng ke kantor polisi, dia tanya harus bayar berapa buat nebus gue juga gerobak gue. Tanpa pikir panjang dia jual kalungnya buat bayar uang tebusan. Begitu pulang ke kontrakan gue diusir sama yang punya karena udah tiga bulan nunggak. Lagi-lagi Alea bantuin gue. Dia nyariin dan bayarin kontrakan gue, dia juga nyediain lapak buat gue dagang di deket kampusnya. Makanya gue merasa hutang budi sama dia. Dia udah gue anggap kaya adik gue sendiri. Gue tau dia kesepian, ngga bahagia dengan hidupnya. Sebisa mungkin gue berusaha menghibur dan menjadi pendengar yang baik kalau dia curhat. Kadang kalau lagi sedih, dia dateng ke kontrakan, cuma buat nangis doang.”

Hati Ega miris mendengar cerita Agi. Kisah hidup Alea tak berbeda jauh dengannya. Ega menstarter mobilnya.

“Gue anter pulang ya bang.”

Lagi-lagi Agi hanya mengangguk. Ega menjalankan mobilnya.

“Abang tenang aja abis anter abang saya bakal jemput Alea di rumahnya.”

“Kayanya ngga mungkin. Hari ini ulang tahunnya. Seperti biasa mamanya pasti ngadain pesta ultah buat dia. Judulnya sih pesta ulang tahun dia, tapi tamu undangan yang datang semua kolega mama papanya. Ngga ada satu pun temennya yang pernah diundang ke pesta ultahnya. Dia harus pura-pura bahagia, pasang senyum manis di depan semua orang.”

Ega terdiam. Dia ingin sekali menemui Alea. Tapi tak mungkin juga menerobos masuk ke dalam pesta. Kalau dia melakukan itu, maka semua rencananya akan kacau.

“Semenjak dia pacaran sama lo, dia tuh bahagia Ga.”

Ucapan Agi membuyarkan lamunan Ega. Dia melihat pada Agi, apa Alea tak bercerita kalau hubungannya dengan Alea hanya sebuah permainan.

“Sekarang dia lebih banyak tersenyum, lebih semangat, lebih ceria. Gue seneng lihat dia seperti itu, makasih ya Ga.”

Ega hanya mengangguk.

Kalau bang Agi tahu yang sebenarnya, apa dia bakal bilang makasih juga.

Mobil sampai di depan kontrakan Agi. Setelah mengucapkan terima kasih Agi segera turun dari mobil. Ega melambaikan tangan pada Agi, setelah itu kembali melaju dengan mobilnya.

Ega tak langsung pulang. Lebih dulu mampir ke sebuah toko yang menjual boneka. Dia ingin memberikan kado untuk Alea. Ega masuk ke dalam toko dan melihat-lihat. Seorang pramuniaga mendekati dan membantunya mencari boneka. Setelah memilih-milih, akhirnya dia menunjuk pada boneka teddy bear berwarna putih. Ukuran boneka hampir setinggi dirinya.

Ega memasukkan boneka ke jok belakang, setelah itu masuk ke dalam mobil. Saat dia akan menyalakan mesin, sebuah pesan masuk. Cholil mengingatkan kalau sebentar lagi mereka akan bertemu dengan pemilik restoran yang akan menerima pasokan ikan lele. Ega pun mengarahkan mobilnya menuju tempat pertemuan.

❤️❤️❤️

Alea terduduk diam di kamarnya. Pintu kamar terbuka, dua orang pelayan masuk dengan membawa pakaian untuknya.

“Mba Alea, sekarang kita rias dulu ya.”

“Aku ngga mau!”

Mama masuk ke dalam kamar.

“Cepat rias dia dan pakaikan bajunya. Sebentar lagi pesta akan dimulai.”

Kedua pelayan itu segera menuruti perkataan Fanny, mama Alea. Fanny duduk di sofa mengawasi. Dia ingin memastikan kesiapan Alea dengan mata kepalanya sendiri. Kedua pelayan itu mulai mendandani Alea. Setengah jam berlalu, riasan Alea telah siap. Kemudian mereka membantunya mengenakan pakaiannya. Sebuah mini dress berpola one shoulder berwarna maroon.

Alea tak begitu nyaman dengan pakaian yang dikenakannya. Dress tidak hanya ketat dan memperlihatkan lekuk tubuhnya, tetapi panjangnya hanya menutupi setengah bagian pahanya.

Setelah dirasa tidak ada yang kurang, Fanny mengajak Alea turun ke bawah. Tak berapa lama tamu undangan mulai berdatangan. Alea memejamkan matanya, menguatkan dirinya.

Malam ini kamu harus berakting lagi Alea. Tunjukkan senyum bahagia, kamu pasti bisa.

Alea membuka matanya kembali dan mulai memasang senyum di wajahnya. Menyambut para tamu yang memberikan ucapan selamat padanya.

Sebuah kue ulang tahun berukuran besar dengan lilin kecil berjumlah 21 buah di atasnya telah tersedia di tengah ruangan. Alea berdiri di tengah diapit oleh mama dan papanya. Lagu selamat ulang tahun pun mulai dinyanyikan oleh band pengiring. Para tamu undangan ikut bernyanyi sambil bertepuk tangan. Seusai lagu, Alea segera meniup lilin, disusul tepukan meriah. Fanny membantu Alea memotong kue dan menaruhnya di atas piring kecil. Saat Alea akan menyuapi Fanny, dia menolak. Fanny menarik Bagas berdiri di dekat Alea. Dengan isyarat Fanny meminta Alea untuk menyuapi lelaki itu. Dengan terpaksa Alea menyuapinya. Semua bertepuk tangan. Kedua orang tua Bagas merasa senang. Bagas pun tak berhenti tersenyum.

Alea melihat ke sekeliling. Semua orang yang datang tampak menikmati pesta, kecuali dirinya. Dia sudah tak tahan lagi dan memutuskan keluar rumah. Alea baru saja sampai di halaman rumah ketika Fanny memanggilnya.

“Alea! Mau kemana kamu?”

“Aku mau pergi ma, aku udah ngga tahan lagi jadi boneka mama.”

“Kamu jangan macem-macem. Kamu mau mempermalukan mama dan papa?”

“Selama ini apa mama peduli sama aku? Setiap tahun mama selalu ngerayain ulang tahun aku tapi apa pernah mama ngundang temen-temen aku? Satu pun temen aku ngga ada yang dateng ke pesta ulang tahunku. Semua kolega mama dan papa, semua selalu tentang mama dan papa. Aku ngga pernah penting buat mama, aku muak ma.. aku muak!”

PLAK!!!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Alea. Fanny sudah kehilangan kesabarannya. Dia menyeret tangan Alea, namun gadis itu memberontak. Alea melepaskan tangan mama dengan kasar. Mama bertambah marah, saat dia akan menamparnya lagi.

“Mama!” terdengar teriakan Andra. Dia berjalan mendekat.

“Cukup ma.. jangan tampar Alea lagi. Andra yang akan urus dia. Mama masuk aja ke dalam.”

Fanny terdiam sebentar, setelah itu masuk ke dalam rumah menemui tamunya. Alea berdiri mematung, berusaha menahan tangisnya. Andra memandangi Alea, hatinya sedih melihat adik perempuan satu-satunya ini.

❤️❤️❤️

Ega baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Cholil dan beberapa calon mitra bisnisnya. Saat dia akan meninggalkan café, ponselnya berdering. Sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal.

“Halo”

“Ini gue Andra. Gue tunggu lo di taman Suropati setengah jam dari sekarang.”

Belum sempat Ega menjawab, Andra sudah memutuskan panggilan. Ega melihat jam tangannya, pukul delapan malam. Dia segera menuju mobilnya.

Setengah jam kemudian Ega sampai di taman Suropati. Dia menunggu di parkiran. Tak lama mobil Andra datang. Dia turun dari mobil diikuti Alea. Keduanya menghampiri Ega.

“Dua jam lagi gue jemput Alea di sini.”

Setelah menyerahkan Alea pada Ega, Andra kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan mereka berdua. Ega memandangi Alea, pipi kirinya tampak merah.

“Gue haus,” ucap Alea.

“Gue beli minum dulu, tunggu di sini.”

Ega segera berjalan menuju ke penjual minuman yang letaknya cukup jauh dari tempatnya memarkir mobil. Alea berjalan menuju bangku taman. Dia duduk terdiam, perlahan airmatanya mengalir. Alea menutup mulutnya dan mulai menangis tersedu.

Ega berjalan sambil membawa sebotol air mineral. Saat sampai di mobil dia tak melihat Alea. Dia memandang berkeliling, kemudian melihatnya sedang duduk di salah satu bangku di tengah taman.

Melihat Ega berjalan ke arahnya, Alea buru-buru menghapus airmatanya. Saat Ega akan mendekat, dia segera berdiri dan berjalan ke arahnya. Alea menundukkan wajahnya. Ega menyodorkan botol air mineral padanya. Alea tak mengambilnya, dia berjalan melewati Ega sambil berkata,

“Anter gue ke rumah bang Agi aja.”

“Ngapain ke rumah bang Agi.”

“Suka-suka gue mau ngapain.”

Alea terus berjalan, Ega menyusul lalu menghadangnya. Alea mencoba terus berjalan, tapi Ega merentangkan tangan kirinya, menghalangi jalannya.

“Kalau mau nangis, nangis aja di sini ngga usah ke rumah bang Agi.”

Alea mengangkat wajahnya melihat pada Ega. Matanya nampak berkaca-kaca. Ega langsung menarik Alea dalam pelukannya. Alea mencoba melepaskan diri, namun Ega memeluknya dengan erat. Akhirnya tangis Alea pecah dalam pelukan Ega.

“Gue ngga mau hidup seperti ini! Lebih baik gue mati aja! Lebih baik gue mati!”

Alea berteriak sambil menangis, menumpahkan segala kekesalan, kemarahan dan kesedihannya. Ega membelai lembut rambut Alea sambil terus memeluknya, membiarkannya menangis sepuasnya.

Setelah beberapa saat tangis Alea mulai mereda. Ega melepaskan pelukannya lalu menghapus airmata Alea. Dia mengusap lembut pipi Alea.

“Kamu udah makan?”

Alea hanya menggeleng.

“Sekarang kita makan dulu ya.”

Ega merangkul Alea dan berjalan menuju mobil. Mereka pun meninggalkan taman mencari café yang masih buka.

Ega dan Alea masuk ke sebuah kedai kopi dua puluh empat jam. Alea langsung duduk, sedang Ega memesan minuman. Setelah memesan kopi, Ega melihat etalase yang memajang potongan kue. Dia pun memesan sepotong kue coklat. Ega membawa kue dan juga kopi ke meja. Dia meletakkan kue di depan Alea.

“Happy birthday Al.. sebelum makan kuenya make a wish dulu ya.”

Alea memejamkan matanya, dia mulai berdoa dalam hati.

Ya Allah, semoga aku bisa mendapatkan semua yang aku impikan. Keluar dari rumah, menjadi artis dan juga berada di samping Ega selamanya.

Alea membuka matanya. Ega memotong kue lalu menyuapinya. Hati Alea bergetar, ini adalah ulang tahun terindah selama hidupnya.

Waktu yang diberikan Andra sudah habis. Selesai makan Ega kembali ke taman Suropati. Andra sudah menunggunya. Ega menghentikan mobil namun Alea masih belum mau turun.

“Turun Al, bang Andra udah nunggu.”

“Aku ngga mau pulang.”

Ega memegang tangan Alea.

“Besok aku jemput. Kita pergi kemana pun yang kamu mau.”

Ega tersenyum padanya. Akhirnya Alea turun dari mobil. Ega membuka pintu belakang, mengambil boneka yang dibelinya tadi. Dia menggendong boneka lalu berjalan menuju Alea yang sudah berada di dekat Andra.

“Ini hadiah buat kamu.”

Alea menerima boneka teddy bear seukuran dirinya. Badannya sedikit terhuyung karena bonekanya cukup berat. Refleks Ega memegang lengan Alea agar tak terjatuh. Andra berdehem, lalu mengambil boneka dari tangan adiknya lalu meletakkannya di jok belakang. Alea masuk ke dalam mobil sambil memandangi Ega. Tak lama Andra menjalankan mobilnya meninggalkan Ega.

❤️❤️❤️

Hari sudah menjelang malam, Tombak masih berada di kantornya. Terdengar ketukan di pintu. Tak lama masuk Dinar, sekretarisnya. Dinar menyerahkan sebuah kartu undangan.

“Ini contoh undangan yang sudah jadi pak.”

“Ya taruh saja di situ. Oh iya kamu pulang aja, saya masih ada pekerjaan.”

“Baik pak.”

Dinar keluar dari ruangan. Tombak mengambil kartu undangan. Tertera di sana namanya dan Kania. Tombak mengambil ponselnya, lalu membuka galeri foto. Terdapat fotonya bersama dengan Kanaya dan Adam.

Semenjak peristiwa di rumah sakit, Tombak menjadi sering berkunjung ke rumah Kanaya dengan alasan menengok Adam. Semakin lama kedekatan di antara keduanya makin terjalin. Perasaan cinta dan sayang mulai tumbuh dalam hati Tombak. Begitu pula Adam yang sudah nyaman dengan kehadirannya. Bahkan kini dia sudah memanggil Tombak dengan sebutan papa.

Tombak tidak hanya mencarikan pekerjaan tetapi juga menyewakan sebuah rumah mungil untuk tempat tinggal Kanaya dan Adam. Tiga hari yang lalu dia memantapkan dirinya untuk menikahi Kanaya secara siri.

Tombak membereskan semua dokumen kerjanya, mematikan laptopnya, kemudian keluar ruangan. Hari sudah gelap, dia mengarahkan mobilnya menuju rumah Kanaya. Tombak menghentikan mobilnya di sebuah rumah bergaya minimalis. Perlahan dia membuka pintu pagar, kemudian memencet bel. Tak lama pintu terbuka, Kanaya menyambut Tombak. Dia mengambil tas kerja suaminya. Terdengar suara Adam memanggilnya.

“Papa.. papa.”

Adam berlari menuju Tombak. Dengan cepat pria itu memeluknya kemudian menggendongnya.

“Adam, papanya masih cape.. ayo turun,” ucap Kanaya.

Adam tak mendengar, dia tak mau turun dari pundak Tombak.

Selesai makan, Tombak membacakan cerita untuk Adam. Baru saja dia membaca setengah halaman, Adam sudah menguap. Tak menunggu lama, Adam langsung tertidur. Pelan-pelan dia menyelimuti Adam lalu menciumnya. Tombak mematikan lampu dan menutup pintu kamar.

Kanaya baru selesai menunaikan shalat isya saat Tombak masuk ke dalam kamar, menuju ke tempat tidur dan berbaring. Kanaya menyusul berbaring di sampingnya.

“Nay.. seminggu lagi aku akan menikah dengan Kania. Setelah menikah nanti, mungkin aku tidak bisa sering-sering menemuimu. Kamu ngga apa-apa?”

“Iya mas, aku tau posisiku. Kamu bisa datang kapan pun kamu bisa.”

“Kalau bisa memilih, aku lebih senang menghabiskan waktu bersamamu dan Adam. Maaf hanya ini yang bisa aku tawarkan padamu. Pernikahan tanpa status resmi.”

Kanaya tak menjawab, dia hanya memeluk Tombak. Walaupun hatinya menginginkan Tombak menjadi miliknya sepenuhnya, namun dia harus menerima kenyataan bahwa dirinya hanya di bawah bayang-bayang Kania. Tombak meraih tengkuk istrinya, mencium dan ******* habis bibirnya. Perlahan dia membaringkan Kanaya, membuka pakaiannya satu per satu. Malam ini pria itu hanya ingin menikmati tubuh istrinya.

❤️❤️❤️

Adit sampai di kantor tempat Andra bekerja. Dia langsung menemui Andra di ruangannya. Melihat kedatangannya yang tiba-tiba Andra merasa tidak nyaman.

“Ngapain lo ke sini?”

Adit tak langsung menjawab. Menarik kursi dan duduk di depan Andra.

“Tiga hari lagi Tombak nikah. Ega berencana ngajak Alea ke resepsi pernikahan.”

Andra terkejut mendengarnya.

“Cari mati tuh orang!”

“Gue juga ngga suka rencananya. Makanya gue dateng ke sini.”

“Apa mau lo?”

“Lo, sebisa mungkin nahan Alea untuk ngga pergi ke pesta pernikahan, bagaimana pun caranya. Begitu juga gue. Gua akan lakukan apapun buat ngegagalin rencana Ega. Gimana?”

Andra terdiam, dia berpikir sejenak. Kemudian mengangguk sambil berkata,

“Ok.”

Setelah tak ada lagi yang perlu dibicarakan, Adit segera pergi meninggalkan kantor Andra. Dia langsung menuju rumah Ega.

Adit memarkir Honda Varionya. Baru saja membuka helm, pak Rusmana menghampiri.

“Mas Adit dicari bapak.”

“Bapak dimana sekarang?”

“Di ruang kerjanya, lagi bicara dengan mas Ega.”

Berdegup jantung Adit mendengarnya. Dengan langkah panjang dia segera masuk ke dalam rumah, menuju ruang kerja Willy Irawan.

Sementara itu di ruang kerja, Ega sedang duduk menunggu papanya yang masih berbicara dengan ponselnya. Selesai berbicara, papa mengambil selembar foto dari atas meja. Dia melihat sejenak foto tersebut.

“Apa kegiatan kamu belakangan ini?” tanyanya pada Ega.

“Biasa aja pa, kuliah. Aku lagi nyusun skripsi.”

“Ngga ada hal lain?”

Ega memandang papanya, tak biasanya papa bersikap ingin tahu seperti ini. Belum sempat Ega menjawab, terdengar ketukan di pintu, Adit masuk. Melihat Adit, papa langsung mengambil lembaran foto dan melemparkannya pada Adit. Foto-foto berserakan di lantai. Ega melihatnya, itu foto dirinya sedang bersama Alea. Ega tersenyum.

“Apa saja kerja kamu sampai kecolongan seperti ini!” bentak Willy.

“Maaf pak.. saya minta maaf.”

“Ega! apa hubungan kamu dengan Alea?!”

“Aku…”

“Mereka satu kampus pak,” Adit langsung memotong ucapan Ega.

“Mereka satu kampus tapi beda fakultas. Kebetulan mereka bertemu karena ada kegiatan kampus. Ega tidak tahu tentang Alea. Saya minta maaf, belum mengatakan padanya soal Alea.”

Ega melihat pada Adit. Ini adalah momen yang ditunggunya, tapi Adit malah mengacaukannya.

“Itu adalah hal paling mendasar kenapa kamu bisa sampai lupa! Tidak akan pernah ada hubungan apa pun antara keluarga ini dengan Hilman Wijaya, sampai kapan pun! Pastikan kamu menjelaskan dengan benar! Dan kamu Ega, cepat selesaikan kuliahmu, jangan melakukan hal yang tidak perlu. Berhenti mengurusi bisnis lele kamu! Selesai kuliah kamu harus fokus pada perusahaan!”

Ega tak menjawab, dia langsung keluar ruangan kerja. Adit memunguti foto-foto yang berserakan, setelah itu keluar ruangan.

Ega masuk ke kamar dengan kesal. Tak habis pikir bagaimana Adit bisa bersikap seperti itu. Adit masuk ke dalam kamar.

“Ga.”

“Kenapa kang Adit bicara seperti tadi. Itu kesempatan gue bicara dengan papa, kenapa kang Adit menghalangi?”

“Ini belum waktunya Ga.”

“Ok.. mungkin memang lebih baik kalau gue bawa langsung Alea ke hadapan papa.”

“Ngga.. lo ngga boleh bawa Alea ke pesta pernikahan Tombak.”

“Gue ngga bisa bicara dan ngga boleh bawa Alea juga. Mau akang apa?”

“Gue mau lo fokus dulu ke skripsi. Sebentar lagi lo sidang, please selesaikan dulu satu-satu. Setelah itu baru kita pikirkan tentang rencana lo.”

“Ngga.. gue tetap bakal bawa Alea ke pesta nanti!”

“Kalau lo keras kepala seperti itu, gue bakal ngundurin diri.”

“Lo ngga bosen ngancem dengan senjata yang sama?”

“Ini bukan ancaman Ga. Kalau lo tetap bersikeras bawa Alea, gue bener-bener akan pergi dari hidup lo selamanya.”

Adit segera keluar kamar. Ega menendang pintu lemari dengan kesal.

❤️❤️❤️

**Sabar babang Ega, kalau udah waktunya nanti dibawa Aleanya.

Yuhuuu readers gimana suka ngga sama ceritanya? Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Aku tunggu like, comment dan votenya.🥰🥰🥰**

1
Sri Mulyati
pelaku utama mamanya ega karna ega bkn anak kandungnya
aurora
otw sah ini🤭🤭
aurora
kalau yang muncul part Ega udah auto cengar cengir 🤣🤣
Lina Suwanti
keren Poppy,anaknya nakal lsg bicara ma orang tuanya
Lina Suwanti
tuh kan part ini tentang kepergian ummi😭😭
Lina Suwanti
iyalah bukan Ega,,kayaknya Ega dikasih obat tidur nah klo Soraya baru dikasih obat perangsang
Lina Suwanti
kak author bikin laper iih bahas nasi liwet dkk😁
Lina Suwanti
pasti Sarah yg kena,,ya Allah kak author jgn pisahkan Regan dgn Sarah baru jg mereka menikah kembali
Lina Suwanti
Alhamdulillah.....ga perlu buka google translate 🤣
Lina Suwanti
akhirnya Ega n Alea akan segera menikah dgn restu para ayah
Lina Suwanti
ternyata Adit n Rizal orang yg sama😁
Lina Suwanti
secret admirer Debby itu bisa jd Adit atau Afrizal....
Lina Suwanti
dibikin penasaran sm author tentang siapa pelaku sebenarnya 🤔
Lina Suwanti
klo menurut saya bagus kok kak alurnya,,nyambung....jd tau kisah awal persahabatan antara Regan,Irzal n Ega jg Sarah,Poppy,Alea n yg lain walau suka greget klo ada couple yg mist komunikasi jd salah faham
Lina Suwanti
apakah orang yg sama yg modus merampok Sarah?
Lina Suwanti
kurang deh kayaknya kak🤣
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Lina Suwanti
beginilah klo blm kenal maka jd salah faham antara Poppy n Alea😄
Lina Suwanti
awal hubungan persahabatan ya kak
Lina Suwanti
awal mula pertemanan antara Regan,Irzal n Ega nih karena seringnya pertemuan tak sengaja
Lina Suwanti
lah kenapa pada berpisah ini kak....😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!