Satria Wira Pratama adalah Seorang pimpinan perusahaan besar yang terkenal dingin dan juga sangat kejam. Tiba-tiba menjadi tak berdaya menghadapi seorang OG yang super ceroboh. Melinda Permata Sari, seorang gadis yang berasal dari keluarga menengah kebawah memiliki tiga adik laki-laki yang super protektif terhadap kakak perempuan mereka.
Jarak usia keempatnya tidak terlalu jauh sehingga sering Linda (Panggilan Melinda ) dicap sebagai seorang play girl karena gonta ganti pasangan.
Kehidupan Linda yang biasa-biasa saja mulai berubah semenjak dia pindah bekerja di sebuah Perusahaan Adi Kuasa di Kota Metropilitan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Lima
Linda terlihat sangat panik mendapati suaminya pingsan setelah ditangani ayahnya.
"Tenang saja, kamu juga dulu pingsan pas bapak pegang. Hanya tidak bisa menahan sakitnya, kamu tidak perlu khawatir...." Ayah Juna mencoba menenangkan putrinya yang terlihat sangat ketakutan.
"Dia tidak akan mati hanya karena patah tulang mbak..." Suara Ferry mengagetkannya.
Bocah itu berjalan menuju kakaknya lalu mengusap dahi sang kakak yang sedikit berdarah.
"Kenapa lukamu tidak dibersihkan sih..." Ferry mengambil tisu yang ada di meja untuk membersihkan darah di dahi Linda
Karena telah mengering, jadi agak susah. Maka Ferry pun mengambil rivanol untuk membersihkan luka kakaknya dengan kapas.
"Aaaaa pelan dek!"
"Mbak kenapa????" Terdengar suara berisik dari ruang tamu.
Yaaaa, itu adalah suara si kembar. Keduanya panik saat mendengar teriakan Linda.
Ikhsan dan Indra menghampiri kakaknya dan mengamati dengan seksama. Kemudian keduanya mengalihkan pandangan kebawah. Disana sudah ada Satria yang tengah berbaring tak sadar dengan kaki dililit kain.
"Ada apa ini?" Tanya keduanya penuh dengan rasa penasaran.
Klung
Suara handphone Linda berbunyi, dengan cepat ia membaca pesan baru.
➡Rose, kami sudah mendatangi markas Bayu. Tapi kita telat. Ternyata orangnya suamimu lebih dahulu menghabisi mereka.
"Dari siapa kak?" Tanya Ferry
"Hasan." Singkat Linda
"Gimana kejadiannya sih kok bisa kayak gini?" Ferry meletakkan kapas kotor bekas membersihkan luka Linda.
Lalu menutup lukanya dengan kassa. Selain dahi, lengan juga kaki Linda pun lecet. Bahkan celana jeans yang ia kenakan juga terkoyak karena aspal.
Linda pun menceritakan semuanya, tentunya setelah orangtuanya pergi.
Wajah ketiga adiknya terlihat sangat marah, namun segera berubah setelah Linda mengatakan bahwa mereka telah hancur.
Dan nama genk Bayu pun sudah tidak masuk daftar di klub manapun. Bahkan Linda juga dikirimi foto orang yang telah menabrak mereka dengan kondisi kaki dan tangan hancur namun masih hidup.
Itu adalah balasan untuk mereka karena sudah menggunakan kaki dan tangannya untuk perbuatan tercela.
Linda bahkan dibuat merinding. Ternyata Satria lebih memilih menghancurkan hidup mereka, ketimbang melenyapkan mereka.
Karena dengan menghancurkan hidup mereka, setidaknya mereka bisa menyadari kesalahan yang mereka buat.
Usai bercerita panjang lebar, orang yang tadi membantu Linda yang tak lain adalah Edwin kakibtangan Satria mendekat dan memberi hormat kepada mereka.
"Nona, kami sudah menyerahkan mereka ke pihak berwajib tanpa terkendali." Setelah memberi laporan, Edwin segera pamit kembali ke kantor.
Dia melihat atasannya tengah teridur di lantai beralaskan tikar dengan kaki dililit kain.
Dia hanya tersenyum lega, melihat atasannya baik-baik saja.
Dengan mengendarai mobil Camry, Edwin menuju ke kantor untuk menyelesaikan tugas dari Satria.
☘☘☘
Setelah kejadian yang menimpa mereka, Satria dan Linda kembali ke rumahnya untuk pemulihan.
Dengan ketiga adiknya mendampingi mereka tentunya. Rumah yang dulu sunyi, tenang. Berubah menjadi ramai dengan kehadiran ketiga pemuda berisik itu
Indra dan Ikhsan yang sering menghabiskan waktu di dapur membantu bi Siti memasak. Terlihat sangat senang karena dapur yang sangat luas dan lengkap. Berbagai alat masak ada disana.
Bahkan sering mereka memasak menu baru, juga membuat kue.
Satria pun mulai terbiasa dengan keberadaan mereka.
Ternyata begini rasanya punya keluarga...
Satria tersenyum melihat adik-adiknya yang nyaman berada di rumahnya. Bahkan dia ada keinginan untuk membawa kedua orangtua Linda pindah kesini.
Itu pun jika mereka mau.
☘☘☘
Terima kasih buat para readers yang sudah mendukung ku. Jangan lupa klik ❤ juga 👍🏿 yaaa
Tinggalkan komen kalian, setidaknya bisa menambah semangat author buat berkhayal 😄😄
Luv you all😘😘😘
Dibawah ini visualnya Linda, kurang lebih seperti itu.
Linda yang tengah berlatih bela diri di halaman belakang rumahnya.