NovelToon NovelToon
TERTUKAR DI RS ELISABETH SEMARANG

TERTUKAR DI RS ELISABETH SEMARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

Malam hujan di RS Elisabeth Semarang, dua bayi tertukar karena gelang pink. Clarissa hidup mewah di Graha Candi Golf, Aurel menderita di Gunungpati. 18 tahun kemudian, tes DNA membongkar rahasia. Siapa yang akan hancur saat kebenaran terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai di Ruang Kepala Sekolah

Udara di dalam ruang kepala sekolah SMA Loyola terasa begitu pekat, kaku, dan mencekat dada. Pendingin udara yang berdengung halus dari sudut ruangan seolah tak mampu mendinginkan gelombang ketegangan yang membelenggu ruangan berpanel kayu jati megah tersebut. Bau khas kertas tua, kayu teratur, dan aroma parfum mahal bercampur aduk menciptakan suasana yang penuh tekanan.

Di tengah ruangan, di atas meja kayu jati yang mengilap disapu cahaya lampu gantung, tergelar sebuah map dokumen tebal bersampul merah tua dengan stempel rahasia yayasan. Di hadapan meja itu, Aurel berdiri tegak dengan jemari mengepal erat di sisi rok seragam sederhananya. Wajahnya pucat pasi oleh rasa terkejut, namun tatapan matanya tetap memancarkan kejujuran dan ketenangan utuh yang selalu ia jaga.

Di samping Aurel, Cristan Dewangga berdiri dengan postur tegap yang dominan. Rahangnya mengeras, dan tatapan mata Cristan yang tajam menghujam langsung kearah kepala sekolah dan guru kesiswaan memancarkan perisai perlindungan mutlak yang tak tergoyahkan sedikit pun.

"Aurel," suara kepala sekolah terdengar sangat berat, dalam, dan sarat kekecewaan. "Dokumen yang tergeletak di atas meja ini berisi lembar soal seleksi olimpiade tingkat provinsi dan data laporan keuangan internal yayasan sekolah. Dokumen ini disimpan di dalam brankas ruang arsip terkunci. Bagaimana mungkin map dokumen sepenting ini bisa ditemukan tersimpan di dalam laci meja pribadi kamu?"

Guru kesiswaan melangkah maju satu langkah, bersedekap dada dengan raut wajah menghakimi tanpa belas kasihan. "Beberapa staf administrasi dan petugas kebersihan menemukan dokumen ini saat memeriksa ruang kelasmu setelah jam pelajaran usai. Ini adalah bentuk pelanggaran kode etik berat, Aurel! Tindakan ini bukan hanya mencoreng nama baik sekolah, tapi juga berakibat langsung pada pencabutan beasiswa penuh dan pengeluaran secara tidak hormat dari SMA Loyola."

Deg!

Kata "pencabutan beasiswa" dan "pengeluaran tidak hormat" menghantam dada Aurel bagai pukulan benda tumpul yang amat keras. Mimpinya untuk menyelesaikan pendidikan di sekolah elite ini demi membalas budi dan membahagiakan Ibu Sari di Gunungpati seolah berada di ujung tanduk. Bayangan wajah ibunya yang memeras keringat berjualan jamu melintas sekilas di benaknya, membuat tenggorokannya mendadak terasa amat kering.

Namun, sebelum Aurel sempat membuka suara untuk membela diri, Cristan melangkah maju satu langkah mendahuluinya. Cristan memotong pembicaraan dengan nada tegas, dingin, dan penuh wibawa yang membuat suasana ruangan seketika hening.

"Tunggu dulu, Pak!" protes Cristan tanpa ada keraguan sedikit pun di matanya. "Tuduhan ini sama sekali tidak masuk akal dan amat dangkal! Aurel seharian penuh berada di laboratorium sains bersama saya untuk mengerjakan proyek karya ilmiah olimpiade. Dia tidak pernah sekalipun melangkah meninggalkan area laboratorium atau pergi ke ruang arsip yayasan. Bagaimana bisa dokumen ini mendadak ada di dalam lacinya kalau tidak ada pihak lain yang sengaja memasukkannya ke sana untuk menjebak Aurel?"

Kepala sekolah menghela napas panjang, menatap Cristan dengan raut wajah yang tampak serba salah. Keluarga Dewangga merupakan salah satu donatur utama dan penyokong dana terbesar yayasan sekolah. Sikap tegas Cristan yang terang-terangan pasang badan dan mempertaruhkan reputasinya untuk membela Aurel jelas membuat posisi manajemen sekolah menjadi sangat sensitif dan berhati-hati.

"Kami sangat menghargai loyalitas dan kesaksianmu sebagai rekan satu tim, Cristan," sahut kepala sekolah berhati-hati, memilih tata bahasa yang netral. "Tapi faktanya, barang bukti ini ditemukan langsung di tempat milik Aurel. Berdasarkan laporan awal dari beberapa siswi yang melihat pergerakan mencurigakan di area kelas..."

Pintu ruang kepala sekolah diketuk pelan dari luar, lalu terbuka perlahan. Clarissa melangkah masuk dipandu oleh wali kelas, didampingi oleh dua teman dekatnya yang mengekor dari belakang. Wajah cantik Clarissa dipoles dengan raut prihatin yang dibuat-buat, meski jauh di balik sorot matanya yang berbinar terpancar kepuasan dan kemenangan yang sangat licik.

"Maaf mengganggu, Pak Kepala Sekolah," ucap Clarissa dengan suara lembut yang terdengar begitu santun dan memikat. "Saya dan teman-teman tadi siang memang sempat melintas dan melihat Aurel sendirian berada di dalam kelas saat jam istirahat. Kami... kami sungguh tidak menyangka kalau dia berani mengambil dokumen rahasia penting itu..."

Cristan memutar tubuhnya dengan cepat. Tatapan matanya yang tajam menembus langsung ke arah retina Clarissa dengan kilatan amarah yang dingin menakutkan.

"Clarissa! Jangan bersumpah palsu di depan para guru!" bentak Cristan dengan suara rendah namun menekan kuat. "Kamu yang sengaja datang menghampiri meja Aurel siang tadi saat jam istirahat dengan alasan pura-pura pulpenmu jatuh! Aku tahu persis apa yang kamu rencanakan!"

Clarissa tersentak kaget, mundur setengah langkah sambil memasang raut wajah teraniaya dan mata yang berkaca-kaca secara dramatis. "Cristan! Kenapa kamu malah membentakku dan membela anak ini secara buta? Aku cuma mengatakan apa yang aku dan teman-temanku lihat dengan mata kepala sendiri!"

"Cukup!" potong kepala sekolah sambil mengetuk meja kerja kayunya dengan pulpen keras-keras. Suara benturan itu menggema, mengembalikan keheningan mencekat di dalam ruangan.

Di tengah perdebatan panas dan tekanan mental yang luar biasa itu, Aurel menghela napas panjang dan perlahan. Keteguhan batin dan ketenangan jiwa yang selalu ditanamkan oleh ibunya di Gunungpati mulai menguasai alur pikirannya. Ia tidak menangis, tidak menjerit, dan tidak menunjukkan kepanikan. Aurel menggeser posisinya sedikit, berdiri sejajar di samping Cristan lalu menatap lurus mata kepala sekolah dengan pandangan yang jernih.

"Pak Kepala Sekolah," panggil Aurel dengan suara yang sangat tenang, teratur, dan tidak bergetar sedikit pun. "Saya paham sepenuhnya bahwa barang bukti fisik ditemukan di dalam laci meja saya. Namun, jika pihak sekolah ingin bertindak secara adil, bijaksana, dan tanpa memfitnah murid yang tidak bersalah, mari kita bersama-sama memeriksa rekaman kamera CCTV koridor."

Clarissa menyeringai tipis, sudut bibirnya terangkat angkuh seraya bersedekap dada. "CCTV di koridor utama kan sedang rusak dan mati total dari minggu lalu, Aurel. Tidak usah berbelit-belit mencari alasan untuk meloloskan diri."

"Kamera CCTV di lorong utama memang mati, Clarissa," potong Aurel tajam. Pandangan mata Aurel yang jernih kini mengunci mata Clarissa, membuat senyum angkuh gadis kaya itu mendadak surut. "Tapi kamera CCTV di persimpangan tangga menuju gedung laboratorium masih aktif dan beroperasi 24 jam. Kamera itu dipasang di sudut tinggi yang mengarah langsung ke pintu masuk kelas 12 IPS. Siapa pun yang melangkah masuk membawa folder merah siang tadi pasti terekam jelas di sana."

Deg!

Wajah Clarissa seketika berubah pucat pasi bagaikan kertas. Seringai kemenangan di bibirnya luntur total dalam hitungan detik. Dua teman dekat di belakangnya mulai saling pandang dengan tubuh bergetar ketakutan dan napas yang tertahan. Mereka sepenuhnya lupa bahwa meski kamera di koridor utama mati, kamera pengaman di persimpangan tangga utama tetap merekam seluruh pergerakan murid yang lalu lalang di lantai dua.

Kepala sekolah mengerutkan kening dalam-dalam, menangkap perubahan drastis pada raut wajah Clarissa dan teman-temannya. Ia segera menoleh ke arah guru kesiswaan. "Pak Guru, tolong panggil petugas teknisi IT sekarang juga dan buka akses rekaman CCTV sudut tangga utama jam istirahat siang tadi di layar monitor ini."

Atmosfer di dalam ruang kepala sekolah mendadak berbalik 180 derajat. Badai fitnah yang dirancang Clarissa dengan begitu rapi kini justru berbalik menjadi perangkap mematikan yang mengancam dirinya sendiri.

1
Gabutz
kalau aku pengen cepet" ketauan bhwa Clarissa itu sebenarnya bukan anak orkay wkwk
Siti Gemini 75
Ok siap
Gabutz
lanjuttt thor, gak sabar nunggu kebenaran bahwa mereka ketukerr
Siti Gemini 75
Ok kak 👍
Siti Gemini 75
Ok siap
Gabutz
lanjuttt ceritanya bagusss...
kalau bisa double up
Putri Sajak
Semngat nulis kak💪, yok singgah di karya aku komen komen n like kk🤭
ANGGA
🗿
ANGGA
kapan update lagi
Siti Gemini 75: ini udah aplod lagi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!