NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Setiap kali bola gading berhenti berputar, laci kas meja nomor tiga terkuras semakin dalam. Laci kayu mahoni itu kini telah kosong melompong. Ratusan juta uang tunai cadangan telah berpindah ke baki penampungan di hadapan Sora. Tidak ada satu pun teknik lemparan lengkung Jerry yang mampu membelokkan hasil meja. Seluruh keahlian bandar yang ia banggakan selama belasan tahun hancur berkeping-keping di hadapan pemuda bertopi pet kanvas yang duduk tak bergeming.

“Tiga miliar lebih!” teriak seorang pengusaha ekspedisi dengan tawa puas dan wajah memerah karena alkohol. “Likuiditas meja nomor tiga habis total! Kasino bangkrut!”

“Bayar! Kasino Tiga Naga harus bayar kemenangan kami!” sahut puluhan pejudi lain yang mulai terprovokasi oleh pemandangan runtuhnya sang bandar besar. Kerumunan yang semula tertib mulai merangsek maju, menabrak pagar pembatas meja dan menuntut pencairan cip kemenangan mereka sendiri sebelum kasino kehabisan uang tunai. Para cukong kaya tidak lagi peduli pada etika VIP. Aroma uang tunai miliaran rupiah yang terancam hilang membuat suasana kian liar.

Peluh dingin membanjiri tubuh Jerry, membasahi kemeja sutra merahnya hingga menempel lengket di perut buncitnya. Napasnya tersengal pendek, dadanya berdegup kencang seolah hendak meledak. Pikirannya buntu. Ia tidak bisa memahami bagaimana sistem pengaman magnetik yang ia rawat bertahun-tahun bisa berbalik menyerang mejanya sendiri.

Tepat pada momen kepanikan itu, seorang pelayan kantor ruko berlari menuruni tangga lantai tiga dengan wajah pucat dan mata liar ketakutan.

“Koko! Koko Jerry!” teriak pelayan itu, menyusup di antara kerumunan para pejudi yang sedang mendesak loket. “Akuarium di kantor atas… kabel aeratornya meledak korslet!”

Jerry tersentak, menoleh dengan mata memerah penuh amarah. “Apa lu bilang?!”

“Arwana merah Koko…” suara pelayan itu tercekat di tenggorokan, gemetar melihat urat leher bosnya yang menegang tebal. “…arwana merah super red yang Koko beli seratus juta buat penangkal sial… mati mengambang! Sisiknya rontok semua kena setrum kabel pompa!”

Kabar itu menghantam Jerry tepat di ulu hati.

Bagi seorang bandar kasino bawah tanah yang hidup dari takhayul, dupa kelenteng, dan fengshui, kematian ikan arwana merah keberuntungan di malam audit tahunan adalah pertanda petaka pasti. Itu adalah firasat bahwa keberuntungannya telah habis, dan kejatuhannya sedang menanti di depan mata.

Jerry mundur dua langkah dengan tubuh sempoyongan, lututnya membentur rak penyimpanan kartu di belakang meja rolet hingga tumpukan kotak kartu remi berhamburan ke lantai karpet.

Napasnya memburu, matanya menatap tajam ke arah pemuda bertopi pet kanvas di ujung meja.

Pada saat itulah, Sora perlahan mengangkat kepalanya.

Tudung topi pet yang menaungi wajahnya terangkat sedikit ke atas, memperlihatkan tatapan gelap di balik lensa kacamata tembaganya.

Tatapan yang tak asing bagi Jerry.

Mata dari seorang pemuda yang tiga malam lalu disiksa di atas meja jagal gudang basah, dipotong jari kelingkingnya dengan pisau daging, dan dibuang ke selokan comberan.

Napas Jerry tertahan di kerongkongan. Rasa ngeri merayap dari telapak kaki langsung ke tengkuknya.

“Lu…” desis Jerry, bibirnya yang gemetar membiru seketika. “Lu… Sora?!”

Sora tidak membalas sepatah kata pun. Ia hanya menatap Jerry lurus tanpa kedip, lalu perlahan meraba saku jaketnya tempat syal biru rajutan Mila tersimpan di dada.

Jerry menyadari segalanya dalam satu detik yang terlambat. Di hadapannya berdiri orang yang ia singkirkan, kembali untuk menagih seluruh perbuatannya.

“SABOTASE!” jerit Jerry kalap, suaranya melengking memecah kegaduhan lantai dua. Pria tambun itu menunjuk ke arah wajah Sora dengan jari yang gemetar hebat. “MEJA INI DISABOTASE! KUNCI SEMUA PINTU KELUAR! DIA PENCURI! TANGKAP BAJINGAN ITU! RUSLI, HABISI DIA SEKARANG!”

Dua orang pengawal berkaus hitam di samping Jerry seketika mencabut belati dari balik pinggang, menerobos kerumunan pejudi yang panik, sementara sirene darurat kasino mulai melolong bising, menandai pecahnya kerusuhan di Kasino Ruko Tiga Naga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!