NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Di Kedai Teh & Rahasia 1000 Tahun Terbongkar

---

Pertemuan 7 Klan Besar paling aneh dalam sejarah 500 tahun terakhir resmi dimulai di depan Kedai Teh.

Tidak ada aula megah dari marmer putih. Tidak ada singgasana emas. Hanya ada 7 kursi bambu kecil pinjaman dari warga, 1 meja kayu yang kakinya sudah diganjal batu karena miring, dan 7 cangkir teh jahe yang uapnya mengepul melawan angin sore Kota Batu Hitam.

Di kursi-kursi itu duduk 7 orang yang jika mereka bersin bersamaan, setengah benua bisa gempa. Tetua Pedang Azure, Tetua Api Merah yang apinya masih belum berani keluar dari dantiannya, Nenek Air Tenang, Tetua Petir yang jenggotnya masih menyala-nyala listrik statis, Tetua Angin, Tetua Tanah Kokoh, dan Xiao Tianlong yang duduk paling jauh karena malu.

Di depan mereka, berdiri Mo Sha, anjing penjaga kedai, dengan tinggi 2 meter, menyilangkan tangannya. Dia tidak duduk karena Xiao Chen menyuruhnya berdiri untuk menjaga agar pertemuan "tidak berisik".

Di dalam kedai, Xiao Chen sedang mengajari Ling'er cara menghitung kembalian. Seolah pertemuan yang menentukan nasib dunia di luar bukan urusannya.

"Baiklah," Nenek Air Tenang membuka suara pertama, karena dia yang paling tua dan paling dihormati. "Kita mulai. Seperti yang kita semua tahu, segel Jurang Iblis yang dibuat oleh Pendiri Klan Xiao 5000 tahun lalu telah hancur total 3 hari yang lalu. Gelombang pertama iblis sudah keluar. Desa di kaki gunung sudah kosong, semua dimakan."

Tetua Petir menggebrak meja, tapi karena mejanya miring, tehnya tumpah. Dia langsung dilirik Mo Sha, jadi dia menurunkan suaranya jadi berbisik marah. "Klan Xiao! Ini tanggung jawab Klan Xiao! Kalian yang menjaga segel! Kenapa bisa hancur?!"

Xiao Tianlong yang ditunjuk, menunduk dalam-dalam. Tangannya yang buntung gemetar. "Kami... kami tidak tahu. Segel itu dijaga oleh... oleh satu orang selama 1000 tahun. Kami pikir... kami pikir segel itu kuat sendiri."

"1000 tahun? Satu orang?" Tetua Angin mengerutkan kening. "Siapa? Kultivator monster apa yang bisa hidup 1000 tahun menjaga segel tanpa mati? Bahkan Nascent Soul hanya hidup 800 tahun!"

Semua mata tetua tertuju pada Xiao Tianlong.

Xiao Tianlong menarik napas panjang. Air matanya jatuh ke cangkir tehnya. Untuk pertama kalinya, dia menceritakan kebenaran yang selama ini disembunyikan Klan Xiao karena malu.

"Namanya... Xiao Chen. Dia adalah anak sampah Klan Xiao. Tidak punya akar spiritual. Dianggap sampah. Saat umur 15 tahun, dia dihukum untuk menjaga jurang sebagai tumbal, karena semua orang mengira dia akan mati dalam 3 hari. Tapi dia tidak mati. Dia hidup. Dia menjaga jurang itu sendirian selama 1000 tahun. Setiap malam membunuh iblis yang keluar, setiap siang memperbaiki segel dengan darahnya sendiri. Kami... kami tidak pernah memberinya makan yang layak, tidak pernah menjenguknya, bahkan kami mengadakan pesta pertunangan cucunya di atas jurang tempat dia berdarah."

Keheningan menyelimuti pertemuan. Bahkan Mo Sha yang berdiri pun terdiam.

Nenek Air Tenang yang meminum tehnya tersedak. "1000 tahun? Anak 15 tahun... menjaga jurang sendirian selama 1000 tahun? Dengan dantian kosong?"

"Ya," bisik Xiao Tianlong. "Dan 10 hari yang lalu, kami... kami mengusirnya. Kami mematahkan pedangnya, menginjak cincin pertunangannya, dan menyuruhnya pergi karena dia dianggap mempermalukan Klan Xiao di depan tamu. Kami pikir jurang itu sudah aman. Kami pikir dia hanya... hanya sampah yang berbohong."

Tetua Tanah Kokoh, yang paling pendiam, tiba-tiba berdiri, tinjunya mengepal sampai tanah di bawah kakinya retak. "KALIAN GILA! KALIAN PUNYA DEWA PENJAGA DAN KALIAN USIR?!"

Xiao Tianlong tidak membela diri. Dia hanya menangis.

Dari dalam kedai, suara Xiao Chen terdengar pelan, tapi jelas sampai ke luar.

"Ling'er, kalau ada yang beli teh 2 cangkir, bayar pakai 5 koin tembaga, kembaliannya berapa?"

"3 koin, Bos Teh!" jawab Ling'er semangat.

"Pintar."

Para Tetua di luar saling pandang dengan wajah merah karena malu dan marah. Mereka baru sadar, Bos Teh yang sedang mengajari anak kecil berhitung di dalam itu adalah anak sampah 1000 tahun itu.

Nenek Air Tenang berdiri dengan lutut gemetar, berjalan ke pintu kedai. Dia membungkuk 90 derajat, membungkuk kepada penjual teh.

"Tuan Xiao Chen... kami... 7 Klan Besar berhutang nyawa pada Anda. Dunia ini berhutang 1000 tahun kedamaian pada Anda."

Xiao Chen keluar dari kedai sambil membawa lap untuk membersihkan tumpahan teh Tetua Petir tadi. Dia membersihkan meja miring itu tanpa melihat Nenek Air Tenang yang membungkuk.

"Nenek, jangan membungkuk. Nanti pinggangnya sakit. Lagipula hutangnya bukan pada saya. Hutangnya pada diri kalian sendiri. Kalian yang hidup tenang 1000 tahun karena mengira dunia ini aman sendiri," kata Xiao Chen datar.

Nenek Air Tenang tetap membungkuk. "Tuan, kami mohon... kembalilah. Bantu kami segel kembali jurang itu. Kami akan berikan apa saja. Klan Air Tenang akan memberikan Kitab Air Suci tingkat langit kepada murid Anda. Klan Pedang Azure akan memberikan Pedang Pelangi milik pendiri."

Xiao Chen selesai mengepel meja. Dia menatap ketujuh Tetua itu satu per satu.

"Aku sudah bilang di surat yang kalian jadikan mainan burung kemarin. Aku tidak akan kembali jadi penjaga jurang."

"Kenapa?!" Tetua Pedang Azure tidak tahan. "Apakah karena dendam pada Klan Xiao? Kami bisa musnahkan Klan Xiao untuk Anda! Asal Anda mau kembali!"

Mendengar itu, Xiao Tianlong memejamkan mata pasrah.

Xiao Chen tertawa kecil. Pertama kalinya para Tetua mendengar Bos Teh tertawa.

"Bukan dendam," kata Xiao Chen. "Kalau dendam, 10 hari yang lalu saat aku pergi, aku sudah meledakkan jurang itu sendiri dan membiarkan Mo Sha memakan kalian semua. Aku tidak melakukannya."

Dia duduk di kursi bambu kecilnya sendiri, yang lebih pendek dari kursi para Tetua. Tapi saat dia duduk, semua Tetua merasa dia yang paling tinggi.

"Aku tidak kembali karena aku sudah selesai. Tugas 1000 tahunku sudah selesai. Aku sudah menjaga. Sekarang giliran kalian yang menjaga. Dunia ini bukan milikku sendirian."

Dia menyeruput tehnya.

"Lagipula, aku sudah punya pekerjaan baru. Penjual teh. Pekerjaan ini lebih enak. Tidak perlu begadang membunuh iblis, hanya perlu bangun pagi menyeduh teh. Gajinya 1 koin tembaga per cangkir, tapi pelanggannya tidak berisik. Kecuali kalian."

Mo Sha mengangguk setuju. "Ya, mereka berisik."

Para Tetua terdiam. Mereka mengerti. Pria ini bukan menolak karena sombong. Dia menolak karena dia sudah lelah. Lelah yang tidak bisa dibayangkan oleh orang yang hidup 800 tahun dengan nyaman.

Nenek Air Tenang menghapus air matanya. Dia mengerti. Lalu dia melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Tetua 7 Klan Besar selama 500 tahun.

Dia berlutut. Berlutut di tanah berdebu Kota Batu Hitam.

"Tuan Xiao Chen, kalau Anda tidak mau menjadi penjaga jurang lagi, bolehkah... bolehkah Kota Batu Hitam ini menjadi klan baru? Klan Kedai Teh? Dan kami 7 Klan Besar... memohon untuk menjadi klan cabang di bawah Klan Kedai Teh? Kami tidak meminta Anda menjaga jurang. Kami hanya memohon... jika jurang itu meledak lagi dan kami tidak kuat, bolehkah kami lari ke kedai Anda dan memesan secangkir teh?"

Kalimat itu membuat 6 Tetua lainnya terbelalak, lalu perlahan, satu per satu, mereka juga berlutut. Bahkan Tetua Api Merah yang temperamen pun berlutut.

Mereka bukan berlutut kepada penjaga jurang. Mereka berlutut kepada Bos Teh.

Xiao Chen menatap 7 Tetua Nascent Soul yang berlutut di depan kedai teh kecilnya. Dia menghela napas.

"Ribet sekali," gumamnya. "Aku cuma mau jualan teh dengan tenang."

Tapi dia melihat Ling'er yang mengintip dari dalam kedai dengan mata berbinar melihat 7 orang hebat berlutut di depan gurunya. Ling'er terlihat bangga.

Xiao Chen akhirnya mengangguk.

"Boleh. Tapi ada peraturan Klan Kedai Teh."

"Apa peraturannya, Tuan?!" tanya Nenek Air Tenang cepat.

"Peraturan pertama: Jangan berisik. Peraturan kedua: Bayar teh tepat waktu. Peraturan ketiga: Kalau ada iblis datang, yang jaga pintu dulu yang maju. Aku dan muridku belakangan," kata Xiao Chen sambil menunjuk Mo Sha.

Mo Sha langsung memukul dadanya yang dari batu. "Serahkan padaku, Bos Teh! Aku akan gonggong paling keras!"

Ketujuh Tetua mengangguk cepat seperti murid baru.

Hari itu, di depan Kedai Teh yang hanya punya 4 meja, Klan terkuat dalam sejarah wilayah timur lahir. Bukan Klan Pedang, bukan Klan Api, tapi Klan Kedai Teh.

Klan yang pemimpinnya adalah penjual teh yang dantiannya kosong, anjing penjaganya adalah Raja Iblis 5000 tahun, murid pertamanya adalah gadis pemulung 12 tahun dengan Tubuh Yin Iblis Murni, dan 7 Tetua cabang adalah 7 penguasa wilayah.

Dan di dalam jurang yang masih menganga lebar 100 meter, sisa-sisa iblis yang masih bersembunyi di dalam, merasakan ada sesuatu yang baru di dunia luar. Sebuah kedai teh kecil yang aromanya bahkan sampai ke dasar jurang.

Aroma yang membuat mereka tidak berani keluar.

Karena aroma itu adalah aroma... rumah bagi Raja mereka.

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!