"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Banjir sperm*
Jamal menoleh ketika dia sedang menunggu gudang minyak malam ini sendirian, Amri dan Ardian berpamitan mereka akan membeli tuak agar tidak terlalu mengantuk bila sedang berjaga malam seperti ini, jadi memang Jamal sendirian saja di dalam gudang itu dan itu kerap terjadi bukan hanya sekali dua kali ketika dia sudah bekerja di gudang minyak tersebut.
Tapi kali ini dia merasa aneh karena seperti ada seseorang yang menemani dirinya namun tidak terlihat, sejak tadi dia sudah memastikan dan menoleh ke belakang beberapa kali Namun ternyata tidak ada orang di belakang situ sehingga membuat Jamal merasa heran dan dia juga Mulai kepikiran dengan ucapan Iwan dan Doni.
Namun pria berwajah sangat ini berusaha untuk Tetap tenang karena malu bila nanti ada yang mengetahui bahwa dia takut dengan setan, terlebih lagi Ardian sudah sangat marah ketika ada yang membahas tentang masalah hantu itu sehingga Jamal memilih untuk tetap bungkam dan tidak menambah masalah lagi.
Klenteeeeng.
''Hah!'' Jamal tersentak kaget karena ada sesuatu yang jatuh.
"Tikus apa ya? dari kemarin memang banyak tikus dan Ardian selalu saja lupa kalau suruh beli racun tikus!" Jamal mengeluh sambil berjalan mencari sumber suara itu.
Braaaaak.
"Bangsat!" Jamal kembali kaget karena pintu gudang menghantam dengan sangat kencang sekali.
Padahal tidak ada angin atau manusia yang sedang menutup pintu itu, tapi malah langsung menghantam dengan sangat kuat sehingga dapat dipastikan Jamal menjadi begitu kaget sekali, langkah yang akan mencari sumber suara benda jatuh tadi mendadak terhenti karena dia lebih memilih untuk membuka pintu terlebih dahulu untuk melihat Siapa yang telah menakuti dia.
"Bau apa ini?" Jamal menoleh karena mencium aroma yang sangat tidak sedap.
"Hiks, Hiks!"
"Siapa?" teriak Jamal ketika dia sudah mendengar ada seseorang yang sedang menangis.
"Kejam, kalian Sungguh Kejam dan tidak memiliki perasaan." suara wanita menggema di dalam gudang.
"Apa salah ku, Aku tidak mau mati dengan cara seperti ini." Isak suara itu kembali.
"Tunjukan dirimu bangsat!" teriak Jamal dan dia segera menyambar tongkat besi yang ada di atas drum.
"Bang Jamal!" suara wanita yang begitu lembut terdengar dari balik pintu itu.
"Siapa di luar?" Jamal mendekati secara perlahan dan dia tetap siap siaga.
"Bang, ini aku." wanita itu kembali bersuara dan Jamal merasa tidak asing dengan suara tersebut.
Dengan langkah perlahan maka Jangan mendekati pintu itu untuk melihat Siapa yang sudah datang bertamu di malam hari seperti ini, biasa yang datang Masih Rodiah ketika dia mengantar makanan atau bahkan kopi untuk sang suami yang sedang bekerja.
Krieeeeet.
"KENAPA KAU BUNUH AKU?!"
"Hah!" Jamal terpental ke belakang karena kaget dan juga ketakutan melihat wajah hancur dengan mata bolong berdiri tepat di depan mata dia.
Wuuussssh.
"Apa itu, hahhhh." jantung Jamal berdebar kencang dan dia menarik nafas karena ketakutan.
"Bau amis!" Jamal menutup hidung karena kali ini dia mencium aroma amis dan juga bangkai.
Kini Jamal merasakan sendiri apa yang telah Doni dan Iwan alami, mendadak saja dia merasa percaya bahwa Yayuk memang sudah bangkit untuk menghantui mereka dan kali ini dia yang akan menjadi korban, Untung saja arwah Gadis itu hanya datang sebentar dan saat ini sudah menghilang dari pandangan mata kembali.
Jamal terdiam dan merenung begitu jauh karena dia tidak mau bila nanti sampai celaka ketika arwah Yayuk datang untuk balas dendam, ada rasa takut di dalam hati setelah dia menyaksikan sendiri bagaimana menyeramkan wajah arwah yang pasti memiliki dendam membara terhadap mereka itu.
"Bang, kau kenapa?" Amri yang baru saja pulang membawa tuak menunggu Jamal berdiri di depan pintu.
"Hah?" Jamal seperti orang bodoh dan dia kaget melihat kedatangan Amri.
"Kenapa sih kau? Makanya kalau jaga itu Jangan termenung saja seperti itu." Ardian juga menggerutu dan segera masuk ke dalam.
"Ini lendir apa, Bang? kau habis main ya!" Amri langsung berteriak ketika dia meletakan tuak di atas meja.
"Gila ya kau, betina mana yang sudah kau pakai dan mengeluarkan air sebanyak ini?" Ardian juga geleng-geleng kepala setelah melihat lendir yang ada di atas kursi itu.
"Mana ada, kalian jangan sembarangan saja kalau berbicara." Jamal mengelak karena dia memang tidak ada melakukan hal seperti itu.
Tapi Ardian juga Amri sama sekali tidak percaya karena saat ini bukti ada di depan mata dan mereka tentu saja hafal dengan bentuk air sperma itu sendiri, mana ketika mereka melihat langsung sebanyak itu sehingga dapat dipastikan bahwa terjadi banjir yang cukup besar.
"Apa nya yang mana ada? ini kalau bukan punya kau lalu punya siapa lagi." Ardian menunjuk dengan wajah jijik.
"Kok bisa, Padahal tadi tidak ada." Jamal tentu saja merasa bingung.
"Makanya kalau main itu lihat keadaan, Padahal baru saja kemarin tapi sudah sebanyak ini." Amri Berkata sambil Mencari kursi lain.
"Demi Tuhan aku tidak ada melakukan nya." Jamal berusaha menjelaskan.
"Apa lah kau ini, tinggal bersihkan saja dan tidak usah diperpanjang malah sibuk saja mengelak." Ardian berkata dengan kesal.
"Cuci sana, bau juga amis sekali punya kau itu." Amri agak geli karena kali ini baunya sangat berbeda.
Dapat Jamal merasakan juga bahwa bau sperma yang ada di kursi itu sungguh sangat luar biasa amis, ini yang menjadi kebingungan tersendiri untuk dia karena dirinya sama sekali tidak ada melakukan hubungan badan dengan wanita mana saja di tempat ini dan juga sampai mengeluarkan sperma sampai sebanyak itu.
Tadi malah mendengar suara yang tidak wajar dan melihat wajah yang sangat mengerikan di depan pintu, tapi sekarang setelah mereka kembali malah muncul pula sperma yang sangat banyak dan bahkan sampai meleleh pada kaki kursi, sebenarnya bila dipikirkan secara logika maka itu tidak mungkin karena jumlah yang keluar begitu banyak sekali.
"Main tinggal main saja malah pakai acara mengelak.'' tutuk Ardian.
"Bau amis sekali tapi bau punya dia tadi, dengan lont* mana sih dia!" Amri juga agak heran.
"Dia yang penting dapat lobang, pasti masih ingat dengan Yayuk." ucap Ardian.
"Gila sih kalau itu, ternyata memang kalau body bohay itu sangat nikmat sekali jepitan yang dia miliki." Amri saja masih terkenang.
Ardian mengacungkan Dua jempol karena dia memang begitu puas dengan servis yang telah diberikan oleh Gadis itu meski dengan sangat terpaksa, Dia adalah orang yang pertama melakukan perbuatan buruk terhadap Yayuk sehingga bisa dikatakan bahwa dialah yang telah mengambil perawan milik gadis penjual jamu itu.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
yeesss akhirnya ratuku keluar jg🥰👍
mksh bess🔥🔥
ular janda gaesss...