Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.
Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Langkah kaki Bayu menapaki lantai marmer putih di lantai sepuluh gedung PT Mega Sentosa Properti.
Suara pantofelnya berdetak pelan menggema di koridor yang sunyi dan elegan.
Di sampingnya, Kirana berjalan anggun membawa map dokumen tebal berisi surat-surat akuisisi penting.
"Apakah para direktur sudah menunggu di ruang rapat, Kirana?" tanya Bayu dengan nada suara tenang.
"Sudah, Tuan," jawab Kirana cepat.
"Mereka bahkan tampak sangat antusias menyambut investor besar yang dikabarkan akan masuk hari ini."
Bayu tersenyum tipis mendengar jawaban sekretaris pribadinya itu.
"Mereka pasti mengira investor itu adalah orang kaya lama yang sombong," gumam Bayu dingin.
"Dan mereka sama sekali tidak tahu bahwa orang yang datang adalah Anda," balas Kirana tersenyum profesional.
Dua orang petugas keamanan berdiri siaga di depan pintu ganda ruang rapat utama.
Begitu melihat Bayu dan Kirana mendekat, petugas keamanan itu langsung membungkuk hormat membukakan pintu.
Ceklek.
Pintu besar berbalut kayu jati itu terbuka lebar.
Bayu melangkah masuk tanpa ragu sedikit pun ke dalam ruangan rapat yang mewah.
Di dalam ruangan tersebut, meja marmer panjang dikelilingi oleh lima orang pria paruh baya berjas rapi.
Mereka adalah para direksi eksekutif PT Mega Sentosa Properti yang memegang kendali penuh atas perusahaan.
Pria yang duduk di kursi utama paling ujung adalah Pak Darmawan, sang Direktur Utama yang terkenal angkuh.
Pak Darmawan melirik sekilas ke arah pintu masuk dengan sebelah alis terangkat tinggi.
"Siapa kalian?" tanya Pak Darmawan dengan nada suara meremehkan tanpa berdiri dari kursinya.
"Kenapa berani masuk ke ruang rapat direksi tanpa izin staf administrasi?"
Pak Darmawan sama sekali tidak mengenali wajah Bayu.
Dulu, saat Bayu datang ke perusahaan itu untuk mengajukan proposal kerja sama kecil-kecilan di masa lalunya, Pak Darmawan bahkan tidak sudi meliriknya dan langsung mengusirnya keluar melalui satpam.
Bayu tidak langsung menjawab pertanyaan arogan tersebut.
Ia berjalan santai menuju kursi utama yang berada di seberang Pak Darmawan.
Tanpa aba-aba, Bayu langsung menduduki kursi empuk tersebut dengan elegan.
Kirana berdiri tegap di sisi kanan Bayu sambil meletakkan map dokumen di atas meja marmer.
Pak Darmawan mendengus kencang melihat tindakan Bayu yang dianggap sangat tidak sopan.
"Hei anak muda! Kau punya mata atau tidak?" bentak Pak Darmawan berdiri dari kursinya dengan wajah memerah karena kesal.
"Itu adalah kursi milik Direktur Utama!"
Beberapa direktur lain di sebelah Pak Darmawan ikut tertawa kecil mengejek tingkah Bayu.
"Mungkin dia salah alamat dan mengira ini ruang tunggu kantor pos," cibir salah seorang direktur keuangan sambil tersenyum sinis.
"Cepat keluar sebelum kami panggilkan keamanan untuk menyeretmu keluar dengan tidak hormat," ancam direktur operasional menimpali.
Bayu menyandarkan punggungnya di kursi, melipat kedua tangannya di atas meja dengan tenang.
"Petugas keamanan?" tanya Bayu bersuara santai.
"Coba panggil mereka ke sini kalau kalian berani."
Pak Darmawan mengerutkan keningnya tajam, mulai merasa ada yang tidak beres dengan ketenangan pemuda di depannya.
"Siapa sebenarnya kalian ini?" tanya Pak Darmawan dengan suara mulai meninggi.
"Jangan buang-buang waktu kami!"
Kirana maju selangkah membuka map dokumen di atas meja marmer dengan gerakan tegas.
"Perkenalkan, ini Tuan Bayu," ucap Kirana dengan suara lantang yang menggema ke seluruh ruangan.
"Pemilik sah dan pemegang saham pengendali mutlak PT Mega Sentosa Properti yang baru."
Suasana di dalam ruang rapat seketika mendadak sunyi senyap.
Tawa mengejek di bibir para direktur itu membeku seketika.
Pak Darmawan membelalakkan matanya lebar-lebar menatap Bayu dengan rasa tidak percaya.
"Pemilik baru?" gumam Pak Darmawan dengan suara bergetar kecil.
"Itu tidak mungkin! Investor baru kami dijadwalkan datang minggu depan!"
"Jadwal itu diubah oleh pusat sejak satu jam yang lalu," balas Kirana tajam melempar lembar dokumen pengambilalihan tepat di depan meja Pak Darmawan.
Brak!
Kertas-kertas resmi itu berserakan di atas meja marmer.
Pak Darmawan melirik lemparan kertas tersebut dengan tangan bergetar hebat.
Ia merunduk membaca cap notaris negara dan tanda tangan digital lembaga keuangan pusat yang tertera di sana.
Wajah Pak Darmawan yang tadinya merah karena marah mendadak berubah pucat pasi seperti mayat hidup.
"I... ini..." Pak Darmawan terbata-bata, lidahnya kelu tidak bisa merangkai kata-kata pembelaan.
"Semua saham mayoritas kalian telah dibeli secara tunai," jelas Kirana menegaskan.
"Mulai detik ini, perusahaan ini berada sepenuhnya di bawah kendali Tuan Bayu."
Direktur keuangan di samping Pak Darmawan ikut berdiri panik melihat surat-surat tersebut.
"Tapi... tapi bagaimana bisa..." bisik direktur keuangan lemas.
Bayu menatap tajam ke arah Pak Darmawan yang kini berdiri gemetar di hadapannya.
"Apakah kamu masih ingat denganku, Pak Darmawan?" tanya Bayu dengan nada suara dingin.
Pak Darmawan mendongak perlahan, menatap lekat-lekat wajah pemuda di kursi pimpinan.
Dahi Pak Darmawan berkerut dalam, mencoba mengingat-ingat di mana ia pernah melihat wajah tersebut.
"Anda... Anda siapa?" tanya Pak Darmawan gugup.
"Lima tahun lalu, aku datang ke ruangan ini membawa proposal kerja sama," jawab Bayu tenang.
"Dan kamu menyuruh satpam untuk meludahi proposal itu lalu mengusirku keluar."
Deg!
Jantung Pak Darmawan seolah copot mendengar kalimat itu.
Ingatannya ditarik kembali ke masa lalu ketika ia sering meremehkan orang-orang kecil yang datang melamar pekerjaan atau mengajukan proposal kerja sama.
"P-Pemuda miskin yang dulu..." cicit Pak Darmawan dengan mata melotot ngeri.
"Benar," potong Bayu cepat.
"Dan sekarang, orang miskin yang dulu kamu usir itu adalah pemilik sah yang bisa menghancurkan kariermu dalam satu detik."
Keringat dingin bercucuran sangat deras dari pelipis Pak Darmawan membasahi kerah jasnya.
Seluruh lutut para direktur di ruangan itu mendadak lemas tidak bertulang.
"T-Tuan Bayu... mohon ampuni saya..." rintih Pak Darmawan menjatuhkan tubuhnya berlutut di lantai ruang rapat.
"Saya tidak tahu kalau itu adalah Anda..."
"Kesombongan tidak butuh alasan untuk dimaafkan," ucap Bayu dingin.
Bayu mengangkat tangan kanannya memberi isyarat ke arah pintu utama ruang rapat.
Ceklek.
Pintu terbuka lebar, dan tiga orang petugas keamanan masuk bersama dua petugas kepolisian berseragam lengkap.
"Tangkap mantan direktur korup ini dan periksa seluruh aliran dana perusahaan," perintah Bayu mutlak.
"Baik, Tuan!" jawab petugas kepolisian serempak.
Pak Darmawan menjerit histeris saat kedua tangannya diborgol oleh petugas.
Para direktur lainnya hanya bisa duduk terpaku pasrah tanpa berani melakukan perlawanan sedikit pun.
[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Berhasil mengambil alih PT Mega Sentosa Properti secara mutlak.]
[Mendapatkan bonus poin pengaruh korporat +40 dan akses kartu keuangan tingkat lanjut.]
Bayu berdiri dari kursi pimpinannya dengan tenang.
"Mari kita selesaikan sisa pekerjaan hari ini, Kirana," ujar Bayu melangkah keluar ruangan.
"Baik, Tuan," jawab Kirana mengikuti di belakang dengan senyum penuh kekaguman.
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰