Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Musuh Baru
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤
Queen membacakan akta itu keras-keras, agar semua orang di lobi hotel dengar, termasuk 10 pria berjaket hitam itu.
"Akta Pendirian Yayasan Baru: NONA KECIL STELLA - JANGKAR DAN MAWAR."
"Yayasan ini akan gabungkan dua lambang: Jangkar Ular keluarga Russo dan Mawar keluarga Alessandro. Yayasan ini akan kuasai seluruh jalur pelabuhan Genoa dan Palermo, secara legal. Tidak ada lagi senjata. Tidak ada lagi narkoba. Yang ada hanya... sekolah pelabuhan, rumah sakit nelayan, dan pengiriman ikan dan hasil laut legal."
"Pemilik yayasan ini: 40 persen milik Queen Alessandro, 40 persen milik King Alessandro, 20 persen milik Stella Alessandro Russo. Wali sah Stella sampai umur 18 tahun adalah Queen dan King. Daniel Russo akan jadi... Ketua Penasehat Pelabuhan. Gaji 200 juta per tahun, legal, plus rumah di Genoa dan Palermo. Dan tugas Daniel adalah... Ajari Stella cara berenang dan cara jadi pelaut yang baik, sebagai ayah, bukan sebagai Tuan."
"Bruno dan semua sisa anak buah tuan Herman yang mau bertobat, akan dapat kerja di yayasan ini sebagai keamanan pelabuhan, gaji legal, anak-anak mereka sekolah gratis di sekolah Kasih Amanda. ."
"Dan 200 Miliar di koper ini... Bukan untuk Daniel. Tapi untuk modal awal yayasan ini. Untuk beli 2 kapal ikan besar atas nama Stella."
Semua orang di meja itu terpaku. Ini bukan tawaran. Ini adalah... pengampunan dan penyatuan.
Daniel yang di harapkan akan marah karena tidak dapat anak dan uang, malah... menangis. Air mata jatuh dari mata tuan Russo yang dingin itu.
Paman Enzo, penasehat tua keluarga Russo, yang dari tadi diam, berdiri, dengan tongkat jangkar emas nya, dia memukul lantai marmer tiga kali.
"DENGAN INI, SAYA, ENZO RUSSO, PENASEHAT TERTUA KELUARGA RUSSO, MENYATAKAN... PERANG ANTARA RUSSO DAN ALESSANDRO SELESAI! MULAI HARI INI, TIDAK ADA LAGI DARAH DI PELABUHAN! YANG ADA HANYA SEKOLAH DAN KAPAL IKAN!"
Bruno yang masih berlutut, berteriak, "HIDUP RATU QUEEN! HIDUP NONA KECIL STELLA!"
5 sisa anak buah TUAN Herman dan 5 anak buah Russo yang berdiri di belakang, saling tatap, lalu mereka... berjabat tangan. Untuk pertama kali nya.
Stella, yang tidak mengerti apa yang terjadi, tiba-tiba lepas dari gandengan Carla, berjalan kecil ke arah Daniel, dan menyentuh jam tangan Richard Mille Daniel.
"Jam Ayah bagus. Berkilau seperti bintang," kata Stella polos.
Daniel berlutut, sejajar dengan Stella, dan untuk pertama kali nya, dia melepas jam mahal itu dan memberikan nya ke tangan kecil Stella.
"Ini untuk Stella. Biar Stella ingat, Ayah selalu ada, seperti bintang yang selalu ada di langit malam, meski tidak terlihat siang hari." Ucap Daniel.
Stella memeluk jam itu, lalu... memeluk Daniel. Pelukan pertama anak dan ayah.
Queen yang melihat itu, air mata nya jatuh. Bukan air mata akting. Air mata Ratu yang berhasil hentikan perang tanpa bunuh satu orang pun. King memeluk bahu Queen dari samping.
"Kau lakukan, Queen. Kau buat yang daddy tidak pernah bisa lakukan. Kau satukan Genoa dan Palermo tanpa darah." Ucap King.
Tapi di luar Hotel Excelsior, di seberang jalan, ada sebuah mobil hitam yang parkir. Di dalam mobil itu, ada seseorang yang melihat semua kejadian di lobi hotel lewat teropong.
Orang itu memakai kacamata hitam, meski hari mendung. Di leher nya ada tato kecil, tato yang sama dengan tato yang ada di foto polaroid penyelundupan senjata di Chapter 10: tato Al-Rashid Group, grup teroris Libya yang dulu beli senjata dari Tuan Herman. Orang itu menelepon seseorang.
📞"Pak Al-Rashid, mereka gagal. Daniel Russo berdamai dengan Queen Alessandro. Yayasan senjata kita... sekarang jadi yayasan sekolah ikan. Kita kehilangan jalur Genoa-Palermo."
Di seberang telepon, suara berat beraksen Arab menjawab.
📞"Kalau begitu, kita ambil kembali jalur itu dengan cara kita. Kirim hadiah untuk Ratu Queen di sekolah nya besok. Hadiah yang meledak."
Mobil hitam itu pergi pelan, meninggalkan Hotel Excelsior yang penuh dengan pelukan dan harapan baru, tanpa tahu bahwa bom sudah di siapkan.
***********
Jam 07.00 pagi. Sekolah Kasih Amanda, Gudang Nomor 7.
Pagi itu seharusnya jadi pagi paling bahagia. Setelah perdamaian di Hotel Excelsior kemarin sore, 30 anak pelabuhan datang lebih pagi dari biasa nya. Mereka pakai seragam biru baru yang di belikan Queen dari uang yayasan, sepatu mereka di semir, rambut mereka di sisir rapi oleh ibu-ibu mereka. Di depan gudang yang sudah d icat putih, ada spanduk baru yang di tulis tangan oleh Stella, huruf nya masih berantakan:
*TERIMA KASIH KAKAK QUEEN, KAKAK KING, AYAH DANIEL - SEKOLAH KAMI TIDAK AKAN DI BAKARRRR LAGI*
Stella yang menulis kata "bakar" masih salah eja, jadi "bakar" ditulis "bakarrrr" dengan 4 huruf R, karena dia masih belajar.
Queen datang jam 06.30, bawa 2 nampan besar roti coklat dan susu hangat. King datang bawa 2 karung bola baru. Daniel datang dengan truk. Bukan truk senjata. Truk ikan. Truk penuh ikan tuna segar hasil tangkapan kapal pertama nya yang legal, yang akan di jual dan uangnya untuk beli buku tulis anak-anak.
Bruno juga datang, bersama 10 mantan anak buah Tuan Herman dan Russo yang kemarin berjabat tangan di Excelsior. Mereka sekarang pakai seragam baru: kaos putih bertuliskan *SECURITY STELLA*. Bukan lagi jaket kulit hitam. Mereka sapu halaman gudang, mereka cat ulang pagar yang karatan. Semua terlihat sempurna. Terlalu sempurna.
Jam 07.15, sebuah van pengiriman putih berhenti di depan gerbang sekolah. Van itu bukan van sekolah. Di samping van ada tulisan: *"DONASI BUKU DAN MAINAN - DARI YAYASAN AL-RASHID GROUP - UNTUK ANAK-ANAK GENOA"*
Supir van, seorang pria bule dengan jenggot tipis dan kacamata hitam, turun, bawa sebuah kotak kardus besar yang di bungkus kado, pita merah besar di atas nya.
"Permisi, kami dari yayasan amal internasional Al-Rashid Group, kami lihat berita viral tentang sekolah pelabuhan di TikTok, kami mau donasi buku dan mainan untuk anak-anak," kata supir it.
Carla, kepala sekolah, yang menerima donasi, senang sekali. "Wah, terima kasih! Silakan masuk, taruh di dalam kelas!" Ucap Carla.
Queen yang sedang bagi roti di dalam kelas, mendengar kata "Al-Rashid Group" dan... darah nya langsung dingin.
Al-Rashid Group. Nama yang ada di buku besar hitam Tuan Herman di Chapter 10. Penerima 200 unit AK-47 dari Yayasan Isabella. Grup teroris Libya. Queen langsung lari ke depan gerbang.
"STOP! JANGAN BAWA KOTAK ITU MASUK!" teriak Queen.
Tapi terlambat. Kotak kado besar itu sudah ada di tengah kelas, di antara 30 anak yang sedang duduk melingkar, penasaran dengan hadiah.
Supir van yang tadi ramah, tiba-tiba senyum nya hilang. Dia melempar kacamata hitam nya, di mata nya ada tato kecil di bawah mata kiri, tato yang sama dengan yang di lihat King di teropong kemarin: simbol bulan sabit terbalik, simbol Al-Rashid.
"Hadiah dari Libya untuk Ratu Queen yang sudah menghancurkan bisnis kami," kata supir itu dalam bahasa Inggris, lalu dia menekan sesuatu di saku nya.
_Tik... Tik... Tik..._
Dari dalam kotak kado besar itu terdengar bunyi detak. Bukan detak jam. Tapi detak bom waktu.
Supir itu lari. Van putih itu langsung tancap gas, meninggalkan debu.
"SEMUA NYA KELUAR! ADA BOM!" teriak King sekeras mungkin, suara nya menggema di gudang besi.
************
Happy Reading Guys. 🥰🤗