NovelToon NovelToon
ZHOO, SANG PENAKLUK EST

ZHOO, SANG PENAKLUK EST

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:108
Nilai: 5
Nama Author: zai_zuk

Di benua Est, tujuh kerajaan hidup dalam keseimbangan rapuh. Selama ratusan tahun, tidak ada satu pun penguasa yang mampu menyatukan seluruh wilayah. Perang, perebutan takhta, dan dendam antarkerajaan telah menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zai_zuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEJAK DI HUTAN KABUT

Mereka bertiga melesat meninggalkan tebing Kael-Vor: Zhoo memimpin di depan, pandangannya tajam menembus kabut pagi; Arvin menyusul di belakang dengan sikap waspada dan diam; Elara berjalan tenang di sisi kanan, seolah sudah hafal setiap lekuk tanah meski baru pertama kali melangkah jauh dari kerajaannya. Jalan setapak itu perlahan melebar lalu menelan mereka masuk ke dalam Hutan Kabut Purba—wilayah yang penduduk lokal hindari karena konon tidak pernah terkena sinar matahari secara utuh, dan suasananya selalu sunyi tanpa suara burung.

“Kau yakin tidak menyimpang?” tanya Arvin setelah berjam-jam dalam keheningan. Suaranya berbisik agar tidak menggema di antara batang pohon raksasa yang kulit kayunya keriput seperti wajah orang tua berumur ribuan tahun. “Peta yang kau bawa tampak samar di bagian ini.”

Zhoo berhenti sejenak, mengangkat selembar kulit kayu tua yang bertindih sebagai peta. “Jalan di sini tidak ditandai dengan batu atau bendera,” jawabnya pelan namun tegas. “Ia mengikuti aliran air dan arah lumut. Kabut hanyalah selubung, bukan tembok.”

Elara melangkah maju, menatap sekeliling dengan mata terlatih memeriksa tanah dan ranting yang patah. “Dan tempat ini pernah menjadi medan perang masa lalu,” tambahnya sambil menunjuk tumpukan karatan yang setengah terkubur di tanah lembap—bekas baju zirah dan ujung tombak purba. “Banyak yang hilang di sini. Bukan karena binatang buas, tapi karena mereka kehilangan arah dan akhirnya kelelahan hingga mati tersesat.”

“Kita tidak akan tersesat,” janji Zhoo, namun dalam hatinya ia merasakan beban semakin berat. Kehadiran Elara membawa wawasan baru namun juga rasa terawasi; Arvin makin tertutup, seolah menyimpan kekecewaan yang makin mengendap. Ia sadar: semakin jauh dari tempat asal, semakin rapuh ikatan persahabatan jika tidak terus dijaga.

Sore harinya, mereka terpaksa mendirikan kemah di sebuah ceruk bebatuan karena kabut menebal menjadi tembok putih tak tertembus. Api unggun dinyalakan dengan hati-hati menggunakan kayu kering yang tersisa dari tas bawaan. Suasana hangat namun kaku di antara mereka.

Elara memecah keheningan sambil mengaduk sup sederhana di dalam periuk tanah liat. “Kau tahu, Zhoo... Raja Kael mengirimku bukan hanya untuk melihat kebenaran ucapanmu. Ada tugas lain yang lebih gelap.” Ia menunduk sejenak, lalu menatap nyala api yang memantul di manik matanya. “Jika ternyata kau bekerja untuk musuh atau rencanamu membawa bahaya bagi seluruh benua, aku harus menghentikanmu—dengan cara apa pun yang diperlukan.”

Zhoo tersenyum tipis, tak terkejut sama sekali. “Sudah kuduga sejak awal kau membawa beban ganda, Elara. Begitulah hukum dunia para penguasa: kepercayaan itu mahal dan jarang diberikan begitu saja.”

“Lalu kau tidak marah?” tanyanya heran.

“Aku justru lega,” jawab Zhoo mantap. “Lebih baik tahu siapa lawan dan siapa yang mengawasi punggungku daripada hidup dalam kebohongan. Lakukan tugasmu sebagaimana kau paham kewajibanmu. Aku akan tetap berjalan di jalan yang kuanggap benar.”

Arvin yang mendengarkan dari pojok kemah hanya membuang muka dengan napas berat. Keretakan di antara mereka belum sembuh, justru kian terasa saat perjalanan makin sulit dan penuh rahasia.

Pagi ketiga menembus hutan membawa mereka ke sebuah lembah luas yang terlindung pegunungan hijau. Di sana terhampar reruntuhan kota kuno yang tak tercatat dalam peta resmi manapun di benua Est. Bangunan-bangunannya menjulang tinggi namun retak, penuh tanaman merambat dan debu zaman. Suasananya agung namun penuh kesedihan mendalam, peninggalan masa kejayaan yang lenyap entah berapa lama silam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!