NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Pertemuan Keluarga

Pria itu melepaskan tangan Kevin dengan kasar. Tatapannya dingin, membuat suasana di antara mereka seketika berubah tegang.

"Saya orang yang tidak akan membiarkanmu menyentuhnya!"

Laluna yang sejak tadi terdiam akhirnya menoleh. Matanya sedikit membesar ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya.

"Nathan..."

Nathan Adikara berdiri di antara mereka, wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya menyimpan kemarahan yang sulit disembunyikan. Ia menatap tangan Kevin yang tadi hampir melukai Laluna, lalu kembali menatap pria itu.

"Saya tidak tahu masalah apa yang terjadi di antara kalian," ucap Nathan dengan suara rendah. "Tapi satu hal yang jelas, tidak ada alasan bagimu untuk mengangkat tangan pada seorang wanita. Apalagi gadis ini!"

Kevin tertawa kecil meremehkan ucapan dari Nathan. "Jangan ikut campur kalau tidak tahu apa-apa. Aku ingin berbicara dengan dirinya, kenapa kau ikut campur? Memangnya siapa kau?"

Nathan menatapnya tanpa ekspresi. Ia berdiri di hadapan Laluna, mencoba melindungi gadis itu. Dengan cepat, ia menampar Kevin yang membuat pria itu merasa kesakitan.

"Sialan! Berani sekali kau memukulku? Kau tidak tahu siapa aku?" teriaknya, tidak terima.

Nathan menatapnya tajam, "Saya tidak peduli kamu siapa? Yang terpenting bagi saya adalah kamu harus menghargai wanita saya!"

Kevin membeku mendengar perkataan Nathan. Tatapan pria itu berubah semakin tajam ketika menangkap satu kalimat yang baru saja keluar dari mulut Nathan.

"Wanita saya?" Kevin tertawa kecil, meskipun rasa sakit masih terasa di pipinya.

"Jadi begitu? Kau membelanya karena dia milikmu sekarang?" sindirnya. "Laluna, ternyata kau cepat sekali menemukan orang baru untuk melindungimu."

Laluna mengepalkan tangannya. Perkataan Kevin kembali mengingatkannya pada semua penghinaan yang ia terima selama ini. Namun sebelum ia sempat menjawab, Nathan lebih dulu berbicara.

"Jaga ucapanmu." Nada suara Nathan terdengar rendah, tetapi penuh ancaman.

Laluna yang sudah muak dengan ulah Kevin segera berdiri di hadapannya, ia meminta Nathan untuk mundur. Karena ini masalahnya ia sendiri yang akan menyelesaikannya. Tangan kecil itu mulai menampar sisi lain dari pipi Kevin, yang membuat pria itu benar benar murka.

"Laluna berani sekali kamu kepadaku!"

Laluna hanya tersenyum sinis, ia benar benar muak dengan sikap mantan kekasihnya itu. "Ternyata aku dulu terlalu buta, bisa mencintaimu," ujarnya.

Kevin masih menatapnya bingung, Laluna kembali melangkah yang membuat jarak diantara Laluna dan Kevin semakin dekat.

"Kevin, lebih baik kau pergi dari hadapanku. Atau aku akan membuatmu menghilang dari industri ini!" tegasnya.

Kevin yang mendengar itu terdiam, ia tahu keluarga Laluna kaya. Ia memilih untuk mundur dan berlari keluar lobi hotel, karena ia tidak mau namanya hancur dan harus kehilangan ketenarannya. Setelah Kevin pergi, Nathan segera berjalan mendekat ke arahnya, dnegan cepat ia menarik pinggang Laluna kedalam dekapannya.

"Kenapa pria itu menganggumu?" bisik Nathan, tepat di telinga Laluna.

Laluna sedikit terkejut ketika tubuhnya tiba-tiba berada dalam dekapan Nathan. Ia bisa merasakan aroma tubuh pria itu, membuat pertahanannya yang sejak tadi ia bangun perlahan mulai runtuh. Namun, Laluna segera mencoba melepaskan diri.

"Nathan..." panggilnya pelan. "Lepaskan aku."

Nathan tidak langsung melepaskannya. Tatapannya masih tertuju pada wajah Laluna yang terlihat berusaha menyembunyikan rasa malu dan sedihnya di balik sikap kuatnya.

"Aku bertanya," ucap Nathan dengan suara rendah. "Kenapa pria itu menganggumu?"

Laluna terdiam.

Pertanyaan sederhana itu justru membuat dadanya terasa sesak. Selama ini tidak ada yang benar-benar bertanya bagaimana perasaannya setelah semua kejadian itu. Sejujurnya, ia masih kesal dan sedih karena semua yang ia lakukan kepada Kevin dan Selena hanya dihargai oleh pengkhianatan. Padahal ia menganggap kedua orang itu sebagai orang terdekat.

"Itu Kevin..." jawab Laluna akhirnya. "Mantan kekasihku."

Mata Nathan sedikit menyipit. "Oh, jadi dia kekasih yang mengkhianatimu itu? Apa kamu masih mencintainya?"

Laluna buru buru menoleh ke arah Nathan, yang membuat bertatapan. Bahkan Laluna bisa merasakan hembusan nafas Nathan yang menyapu wajahnya.

"Aku tidak mencintainya lagi," ujarnya, cepat.

Laluna segera melangkah lebih dulu, pipinya kembali merah merona. Ia menyembunyikan rasa malu saat harus bertatapan dengan Nathan. Entah kenapa sikap pria itu tadi membuatnya benar benar kagum dan salah tingkah.

" Dasar gadis kecil, " gumam, Nathan.

Mereka akhirnya sampai di ruang VIP, tempat pertemuan keluarga Adikara. Nathan segera menggenggam tangan Laluna sebelum mereka melangkah masuk. Sesampainya di dalam, sudah banyak sekali makanan di atas meja. Terlihat keluarga besar Adikara tengah berkumpul. Ibu mertuanya, segera menghampiri Laluna dan mengajaknya untuk duduk.

"Kenapa berdiri saja? Ayo duduk, sayang," ujar wanita itu lembut sambil menggenggam tangan Laluna.

Laluna tersenyum kecil. "Terima kasih, Ma."

Nathan yang melihat sikap ibunya hanya tersenyum tipis. Ia tahu ibunya memang sudah menyukai Laluna sejak pertama kali mereka bertemu. Mereka kemudian duduk bersama di meja besar. Laluna berada di samping Nathan, sementara beberapa anggota keluarga lainnya memperhatikan mereka dengan tatapan penasaran.

"Jadi ini istrimu yang baru saja kamu nikahin?" tanya salah seorang pria paruh baya yang merupakan paman dari Nathan.

Nathan hanya mengangguk, "Benar, dia istriku Laluna Roselyn. Saya harap kalian bisa menerimanya," tegasnya.

Kakek dan Nenek segera menatap ke arah Laluna, yang membuat gadis itu segera berdiri dan menunduk ke arah kakek dan nenek.

"Halo nenek dan kakek," sapa Laluna.

Kakek Adikara yang sejak tadi memperhatikan Laluna hanya tersenyum tipis. Tatapannya terlihat tajam, tetapi tidak menunjukkan penolakan. Ia justru mengangguk pelan melihat sikap sopan wanita muda di hadapannya.

"Duduklah, Nak. Tidak perlu terlalu formal seperti itu," ucapnya.

Laluna kembali duduk dengan perlahan. Ia merasa sedikit gugup karena ini pertama kalinya ia bertemu dengan keluarga besar Nathan setelah pernikahan mereka. Nenek Adikara yang duduk di samping suaminya tersenyum hangat.

"Kamu lebih cantik dari yang kami bayangkan. Bahkan jauh lebih cantik dari televisi."

Laluna sedikit terkejut mendengar pujian itu. "Terima kasih, Nek. Nenek suka melihat drama dan filmku?"

Nenek hanya mengangguk, "Nenek suka sekali dengan dramamu itu, apalagi saat kamu menjadi wanita kuat di film The strong Women."

Laluna yang mendengar itu hanya melu malu, sedangkan ekspresi wajah sang nenek kembali serius.

"Kami sudah mendengar banyak tentangmu," lanjut nenek Nathan. "Terutama tentang kejadian yang menimpamu."

Senyum Laluna perlahan menghilang. Ia tahu berita tentang dirinya pernah menjadi perbincangan besar. Bahkan keluarga Nathan pasti sudah mengetahui rumor itu yang men cap dirinya sebagai gadis kasar. Namun, sebelum Laluna sempat merasa tidak nyaman, Nathan segera menggenggam tangannya di bawah meja.

Sentuhan itu membuat Laluna menoleh. Nathan tidak mengatakan apa pun, hanya memberikan tatapan seolah mengatakan bahwa ia tidak sendirian.

"Kami tidak menilai seseorang hanya dari rumor omong kosong," ujar kakek Nathan. "Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang memperbaiki dirinya. Apalagi setelah Nathan menjelaskan bahwa hal itu salah, kami merasa senang. Melihatmu saat ini saya sudah tahu kamu anak baik."

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!