Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Keadilan Puncak Awan dan Runtuhnya Sang Penguasa
Asap panas dan debu Batu Bintang perlahan tersapu oleh angin yang berhembus di atas arena Puncak Utama. Pemandangan yang terungkap di balik tabir debu itu membuat waktu seolah berhenti berdetak di Sekte Awan Azure.
Di satu sisi, Ye Xuan berdiri tegak bagaikan dewa perang tak terkalahkan. Jubah putihnya berkibar anggun, tangan kanannya memegang Tombak Besi Hitam yang memancarkan sisa-sisa hawa panas yang mematikan.
Di sisi lain, di ujung batas arena yang hancur, terbaring sosok yang selama sepuluh tahun terakhir menjadi simbol puncak generasi muda sekte. Zhao Feng, Sang Kakak Pertama, kini tak lebih dari seonggok daging berdarah. Tulang-tulangnya remuk, meridian-nya putus, dan Inti Emas Palsu yang ia banggakan telah meledak, menghancurkan fondasi kultivasinya untuk selamanya.
Keheningan absolut menguasai puluhan ribu pasang mata. Bahkan angin seakan tidak berani berhembus.
Lalu, seperti bendungan yang jebol, alun-alun meledak dalam keributan yang mengguncang langit!
"Satu jurus... Dia mengalahkan Kakak Pertama hanya dalam satu jurus?!"
"Itu adalah kekuatan setingkat Inti Emas! Tapi Ye Xuan menghancurkannya murni dengan serangan fisik dan api aneh itu!"
"Monster! Dia bukan manusia, dia adalah monster primordial!"
Di sudut ruang tunggu, Su Yan jatuh terduduk, kakinya benar-benar kehilangan tenaga. Wajahnya sepucat mayat, matanya kosong menatap sosok Ye Xuan. Pemuda yang dulu ia buang dan ia hina sebagai "sampah", kini telah berdiri di puncak yang bahkan tidak bisa ia sentuh bayangannya. Rasa penyesalan yang sangat pekat menggerogoti hatinya layaknya racun yang tak memiliki penawar.
Jika saja aku tidak membatalkan pertunangan itu... Jika saja aku tetap berdiri di sisinya... Pria yang mendominasi seluruh sekte ini akan menjadi suamiku.
Namun, semua penyesalan itu sudah terlambat. Di mata Ye Xuan, ia bahkan tidak lebih berharga dari butiran debu di atas arena.
"FENG'ER!!!"
Sebuah raungan histeris dan memilukan merobek langit, menenggelamkan sorak-sorai ribuan murid.
Dari paviliun VIP yang melayang di udara, Penatua Zhao melesat turun layaknya komet merah. Mata tuanya memancarkan kegilaan dan kebencian yang begitu pekat hingga membuat udara di alun-alun menjadi sesak.
Untuk kedua kalinya, keponakannya—harapan dari garis keturunan keluarganya—dihancurkan oleh tangan pemuda yang sama! Dulu Ye Lang, kini Zhao Feng!
"BAJINGAN KECIL!! KAU MENGHANCURKAN MASA DEPAN KELUARGAKU! AKU AKAN MENCABIK-CABIK JIWAMU DAN MEMBAKARMU DI NERAKA!"
Penatua Zhao benar-benar kehilangan akal sehatnya. Ia mengabaikan aturan sekte, mengabaikan statusnya sebagai Tetua, dan langsung melepaskan seluruh kekuatan Alam Inti Emas Sejati-nya!
Sebuah telapak tangan raksasa berwarna darah, berukuran selebar arena itu sendiri, terbentuk di langit dan menekan turun ke arah Ye Xuan. Tekanan ini puluhan kali lipat lebih mematikan daripada Inti Emas Palsu milik Zhao Feng. Jika ini mendarat, bukan hanya Ye Xuan, tetapi setengah alun-alun akan hancur lebur!
Menghadapi amarah seorang ahli Inti Emas Sejati, Ye Xuan mendongak. Matanya menyipit, namun kakinya tidak mundur satu inci pun.
Pusaran naga di dantian-nya berputar hingga batas kritis. Api Naga Gagak kembali berkobar di sekujur tubuhnya, bersiap untuk menahan serangan mematikan itu walau ia tahu tubuhnya akan terluka parah.
Namun, sebelum benturan itu terjadi, sebuah dengusan dingin bergema dari paviliun VIP, terdengar layaknya guntur surgawi yang memekakkan telinga Penatua Zhao.
"Zhao Wuji. Apakah kau menganggap aturan sekte yang kubuat sebagai angin lalu?!"
SWUUUSH!
Sebuah cahaya putih melesat dari paviliun dan bertabrakan dengan telapak tangan darah raksasa milik Penatua Zhao. Tidak ada ledakan dahsyat, cahaya putih itu hanya membungkus serangan darah tersebut dan meremasnya hingga lenyap tanpa sisa, seolah menghapus noda dari selembar kertas.
Kesenjangan kekuatan yang absolut! Itu adalah kekuatan Alam Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)!
Penatua Kepala muncul di udara, melayang di antara Ye Xuan dan Penatua Zhao. Jubah abu-abunya berkibar, wajah tuanya memancarkan murka yang membuat seluruh sekte menahan napas dan segera berlutut ke tanah.
"Penatua Kepala!!" Penatua Zhao meraung, matanya merah menyala. "Anda melihatnya sendiri! Anak iblis ini sengaja menghancurkan dantian Feng'er! Dia menyimpan niat jahat terhadap sekte kita! Saya harus mengeksekusinya!"
"Diam!!" bentak Penatua Kepala, suaranya mengandung tekanan jiwa yang membuat Penatua Zhao memuntahkan darah dan terdorong mundur di udara.
"Kau berani memutarbalikkan fakta di hadapanku? Keponakanmu menggunakan Pil Pembakaran Esensi yang dilarang keras dalam turnamen internal! Jika Ye Xuan tidak cukup kuat, dialah yang akan menjadi mayat sekarang! Pertarungan ini adalah tantangan terbuka, hidup dan mati ditentukan oleh kekuatan!"
Penatua Kepala menatap Penatua Zhao dengan pandangan yang membekukan darah. "Sebagai Tetua Sekte, kau tidak hanya gagal mendidik keponakanmu, tapi kau juga menyerang seorang Murid Inti yang memenangkan pertandingan secara adil. Zhao Wuji... apakah kau ingin aku melucuti kultivasimu hari ini?!"
Mendengar ancaman langsung dari Penatua Kepala, Penatua Zhao gemetar hebat. Kegilaan di matanya seketika padam, digantikan oleh teror yang mendalam. Ia tahu Penatua Kepala tidak pernah main-main dengan ucapannya.
"S-saya... saya menyadari kesalahan saya, Penatua Kepala," Penatua Zhao menundukkan kepalanya dalam-dalam, tubuhnya bergetar menahan amarah dan penghinaan yang tak terlukiskan.
"Bawa keponakanmu yang cacat itu dan kembali ke Puncak Matahari Terbenam! Dihukum kurungan selama enam bulan, dan seluruh jatah sumber daya Puncakmu dipotong setengah untuk tahun ini!" putus Penatua Kepala tanpa ampun.
Tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun, Penatua Zhao turun ke arena, menggendong tubuh Zhao Feng yang tak sadarkan diri dan hancur, lalu terbang menjauh dengan punggung yang dipenuhi rasa malu.
Di udara, Penatua Kepala berbalik dan menatap Ye Xuan yang masih berdiri tenang dengan tombak di tangannya. Sorot mata Penatua Kepala melembut, menyembunyikan kekaguman yang luar biasa.
Pemuda ini benar-benar seekor naga yang tak bisa dikekang! Menghadapi kematian dari seorang Inti Emas, ia tidak menunjukkan sedikit pun kepanikan.
Penatua Kepala melayang turun ke arena, suaranya kini kembali tenang dan berwibawa, disiarkan ke seluruh penjuru Puncak Utama.
"Turnamen Inti Sekte telah mencapai akhirnya! Karena Zhao Feng melanggar aturan dan telah dikalahkan secara mutlak... aku menetapkan bahwa posisi Kakak Pertama Murid Inti yang baru adalah Ye Xuan!"
Sorak-sorai kembali meledak. Kali ini, tidak ada keraguan, tidak ada ejekan. Hanya ada kekaguman murni terhadap kekuatan absolut. Para Murid Inti yang sebelumnya meremehkannya kini menundukkan kepala mereka dalam-dalam.
Penatua Kepala mengeluarkan sebuah token giok berwarna hijau zamrud yang memancarkan fluktuasi ruang yang misterius, lalu melemparkannya kepada Ye Xuan.
"Ye Xuan, sebagai pemenang pertama, ini adalah Token Akses menuju Alam Rahasia Kuno yang akan dibuka dalam waktu tiga hari. Ini adalah hadiah terbesarmu."
Ye Xuan menangkap token itu. Matanya menyipit saat merasakan energi kuno yang mengalir dari giok tersebut.
Alam Rahasia Kuno. Sebuah dimensi terpisah yang ditinggalkan oleh para ahli dari zaman kuno, dipenuhi oleh binatang iblis langka, tumbuhan spiritual berusia ribuan tahun, dan warisan yang tak ternilai. Ini adalah tempat yang tepat untuk mencari sumber daya guna mendorong kultivasinya menembus Pembentukan Fondasi Menengah.
"Terima kasih, Penatua Kepala," Ye Xuan menangkupkan tangan, menunjukkan sedikit rasa hormat pada pria tua yang setidaknya bertindak adil padanya ini.
"Beristirahatlah dan bersiaplah dengan baik," Penatua Kepala mengangguk. "Tiga hari lagi, aku sendiri yang akan memimpinmu dan sembilan elit lainnya menuju pintu masuk Alam Rahasia."
Ye Xuan berbalik dan berjalan turun dari arena, membelah kerumunan puluhan ribu murid yang secara otomatis memberinya jalan layaknya menyambut seorang kaisar.
Ia memegang Token Zamrud itu erat-erat di tangannya.
"Turnamen sekte hanyalah permainan pemanasan," bisik Ye Xuan pada dirinya sendiri. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyum iblis yang penuh antisipasi. "Alam Rahasia Kuno... aku harap tempat itu memiliki cukup 'makanan' untuk memuaskan rasa laparku."