"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penangkapan
Logan dan Leonard duduk dengan tatapan serius menatap ponsel Logan. Tangan Logan mulai bergerak membuka rekaman. Tampak diawal, Athena memasak memotong bahan dan menyiapkan bumbu. Tak lama, Jennifer datang dan memasak sendiri. Ada percakapan diantara mereka, tapi tak lama.
Beberapa saat berlalu, Jennifer pergi dari sana meninggalkan Athena yang masih fokus dengan masakannya. Adegan berlanjut dengan Athena yang membawa masakan nya.
"Semuanya tampak normal. Athena juga tidak menyentuh ataupun mengarah ke masakan mommy mu." Jelas Leonard yang disetujui oleh Logan.
"Tenang Daddy, rekaman masih berjalan."
"Ya." Tatapan Leonard masih fokus. Tidak bergerak sama sekali dari layar ponsel.
"Ini Daddy!" Ujar Logan sambil memperlihatkan rekaman.
"Miranda....."
"Dia mencuci tangannya lalu....."
"Itu dia!"
"Perbesar Logan!" Logan menurut, dia memperbesar rekaman.
"Miranda.... Dia memasukkan sesuatu."
"Iya Daddy. Dia yang melakukan nya."
"Astaga, Daddy tidak percaya ini."
"Untuk lebih jelasnya, lebih baik kita tunggu hasil laboratorium Daddy."
"Tapi kalau Miranda memang memasukkan nya. Kenapa dia mau memakannya?" Tanya Leonard.
"Kecuali....." Kedua pria dengan wajah tak jauh berbeda itu saling memandang seolah menyatukan pemikiran mereka.
"Dia menargetkan masakan Athena."
***********************
"Nona sudah sadar?" Miranda mengerjapkan matanya. Dia sadar, dia dirumah sakit.
"Aku....."
"Nona masih dalam pemulihan. Pelan-pelan saja." Ujar perawat.
Seketika Miranda teringat dengan kejadian-kejadian yang membuat nya berakhir di sini. "Tidak! Tidak ada yang tau. Lagipula, Tante Jennifer pasti juga sedang dalam pemulihan." Gumam nya menyingkirkan pemikiran nya.
"Apa ada yang menjenguk ku?" Tanya Miranda.
"Belum ada nona." Kecewa, tentu Miranda merasakan nya. Tapi dia yakin, Logan pasti akan menemuinya. Lagipula, dia jatuh sakit di kediaman Logan. Pastinya pria itu bertanggung jawab.
"Aku ingin makan! Ambilkan!" Perintah nya.
"Baik nona."
"Hmmm, cepat ya." Ujar Miranda tak sabaran. Tidak ada yang melihatnya.
"Kenapa belum ada juga? Aku sudah sabar menunggu. Apa aku langsung saja ke ruang Tante Jennifer?" Pikirnya. Sudah dua hari dia disini, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Logan.
"Sial! Aku jadi mengantuk! Sudahlah, nanti saja aku kesana. Aku tidur dulu." Miranda memejamkan matanya seiring dengan rasa kantuk yang berat.
"Sudah bangun Miranda?" Suara itu... dia tidak bermimpi kan? Manik Miranda mengerjap beberapa kali seolah memastikan. Saat Miranda menoleh, dia tersenyum melihat sosok yang dinantinya.
"Logan? Kau disini? Aku merasa senang."
"Bagaimana keadaanmu?" Senyuman Miranda langsung merekah.
"Baik! Aku sangat baik! Bagaimana dengan Tante Jennifer? Maaf, aku belum menjenguknya." Jelas Miranda dengan wajah bersedih.
"Menurut mu?"
"Pasti sudah membaik."
"Logan, aku benar-benar senang atas perhatian mu dan ......"
"Suamiku, aku sudah datang!" Mendengar suara itu, seketika Miranda menjadi muram.
"Eh, kau sudah sadar. Pas sekali ya."
"Pas? Oh, maksudnya untuk pulang. Apakah kita sudah bisa pulang? Kalau begitu aku akan bersiap."
"Suamiku, kau belum mengatakannya?"
"Katakan apa maksudnya?" Tanya Miranda bingung.
"Logan, apa maksudnya?" Tanya Miranda ulang.
"Saudari Miranda, anda ditahan atas dugaan tindak pidana penganiayaan atau percobaan pembunuhan dengan racun." Seketika tubuh Miranda menegang, melihat petugas berseragam yang muncul di depannya.
"Apa maksudnya ini? Aku tidak melakukan apapun."
"Tindakan anda terekam di cctv. Jangan mengelak!"
"Logan, aku tidak...."
"Jelaskan di kantor polisi Miranda."
"Tidak! Logan! Aku tidak bersalah!" Tapi percuma saja Miranda memberontak.
"Tolong bertindak kooperatif."
"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah! Ini pasti karena mu! Iya kan? Athena memfitnah ku!"
"Logan, dia memfitnah ku!" teriak Miranda.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏.