NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 : Everbloom Cafe

Xavier perlahan menyalakan mesin mobil.

Suara mesin yang halus memecah kesunyian malam, sementara lampu-lampu kota mulai menghiasi jalanan yang basah oleh embun.

Lyko duduk di kursi penumpang depan. Tatapannya sesekali mengarah ke luar jendela, menikmati pemandangan kota yang mulai dipenuhi lampu gedung dan kendaraan yang lalu-lalang.

Di kaca spion, tampak mobil Papa Edward dan Mama Olivia mengikuti tepat di belakang mereka.

Sedangkan di belakang mobil kedua, mobil Felix dan Bella juga terus mengikuti dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Suasana di dalam mobil terasa tenang.

Xavier mengemudikan mobil hanya dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya yang baru selesai dijahit dibiarkan beristirahat agar tidak banyak bergerak.

Lyko diam-diam memperhatikan gerakan itu. Beberapa saat kemudian terlihat ia tidak bisa menahan rasa khawatirnya lagi. “Xavier...” panggilnya lembut.

Xavier menoleh, "hm?"

Lyko sedikit ragu ingin mengatakannya, "itu... apa tanganmu... benar-benar tidak apa-apa?"

Xavier kembali menatap lurus ke depan, “tidak apa-apa."

"Tapi..." Lyko menatap lengan kirinya yang masih diperban. "Jahitannya masih baru, apa tidak sakit kalau dipakai menyetir?"

Xavier menggeleng pelan. "Aku masih bisa mengendalikannya dengan satu tangan."

Lyko masih tampak ragu, namun ia hanya dapat mengangguk. "baiklah... tapi kalau terasa sakit bilang ya, nanti kita bisa berhenti sebentar."

Xavier meliriknya sekilas. "Kamu ini terlalu khawatir."

Lyko kembali menjawab, "kalau aku memang khawatir bagaimana?”

Pertanyaan sederhana itu membuat Xavier terdiam beberapa saat, dan perlahan... sudut bibirnya kembali terangkat membentuk dan senyum tipis. "Tenang saja, aku tidak apa-apa."

Lyko akhirnya hanya menghela napas kecil. "Baiklah... tapi jangan memaksakan diri."

Xavier mengangguk pelan.

Mobil kembali melaju membelah jalanan kota.

Sekitar dua puluh menit kemudian mobil perlahan memasuki sebuah kawasan yang cukup ramai.

Tak jauh di depan, berdiri sebuah bangunan tiga lantai dengan arsitektur bergaya klasik modern. Dindingnya didominasi warna krem hangat dengan jendela-jendela besar yang memancarkan cahaya keemasan.

Di bagian depan bangunan terpampang sebuah papan nama besar bertuliskan, Everbloom Cafe.

Lampu-lampu hias yang menggantung di sepanjang teras membuat suasana kafe tampak hangat sekaligus romantis.

Lyko tanpa sengaja mengucapkan sesuatu, “bagus sekali...” tatapannya tampak tidak lepas dari bangunan itu. "Ini... benar kafe milik Mama?"

Xavier mengangguk singkat.

Lyko kembali memandang bangunan itu dengan kagum, ‘cafe ini malah lebih terlihat seperti restoran mewah...’ batin Lyko.

Xavier hanya tersenyum tipis saat melihat ekspresi itu.

Mobil kemudian memasuki area parkir khusus keluarga yang berada di sisi belakang bangunan. Begitu mobil terparkir sempurna Xavier lebih dulu turun.

Ia berjalan memutari mobil menuju sisi penumpang. Pintu mobil perlahan dibuka olehnya. "Ayo.”

Lyko tersenyum kecil. "Terimakasih."

Ia pun turun dari mobil dan berdiri tepat di samping Xavier.

Tak lama kemudian, mobil Papa Edward dan Mama Olivia berhenti di belakang mereka. Disusul mobil Felix dan Bella yang ikut memasuki area parkir.

Setelah semua turun Mama Olivia langsung berjalan cepat menghampiri Lyko. "Ayo, Lyko! Mama mau menunjukkan seluruh isi kafe!"

Belum sempat Lyko menjawab Mama Olivia sudah lebih dulu menggandeng lengannya dengan penuh semangat.

"Ah... baik, Ma..." jawab Lyko sambil tersenyum geli.

Papa Edward hanya menggeleng pelan melihat tingkah istrinya.

Sedangkan Xavier berjalan di belakang mereka dengan ekspresi datarnya seperti biasa. Dan dibelakang mereka Felix dan Bella tampak juga mengikuti.

Begitu pintu kafe terbuka, suara lonceng langsung berbunyi. Dan aroma khas kopi yang baru diseduh langsung memenuhi indera penciuman siapa saja.

Harum teh, cokelat hangat, dan aneka roti yang baru keluar dari oven bercampur menjadi satu. Udara dari pendingin ruangan terasa sangat sejuk.

"Selamat datang, Tuan... Nyonya..."

Para pelayan langsung membungkukkan badan dengan hormat. Namun ketika mata mereka melihat Lyko...

Beberapa orang tampak terdiam sejenak.

"Lihat gadis itu...”

"Aku baru pertama kali melihatnya."

"Cantik sekali ya..."

Aura Lyko yang lembut langsung membuat beberapa pelayan dan pengunjung tanpa sadar memperhatikannya lebih lama.

Lantai pertama dihiasi berbagai dekorasi bernuansa hangat. Lampu-lampu berwarna cokelat keemasan menggantung rendah.

Di beberapa sudut terdapat papan kayu bertuliskan kalimat-kalimat manis tentang cinta khas anak remaja.

Tak jauh dari jendela terdapat kursi ayunan yang dihiasi lampu-lampu kecil, tempat itu tampak menjadi tempat favorit para pengunjung untuk berfoto.

Lyko melihat ke sekeliling dengan kagum. "Tempatnya cantik sekali..."

Mama Olivia tersenyum bangga. "Masih banyak yang lebih cantik, ayo ke atas.”

Mereka kemudian menaiki tangga spiral yang melingkar ke atas. Di sepanjang pegangan tangga itu tampak akar-akar tanaman hias melilit dengan cantik seolah menyatu dengan bangunan.

Saat tiba di lantai dia, suasana disana terasa lebih asri. Banyak pasangan muda sedang menikmati kopi sambil berbincang.

Beberapa di antaranya bergantian berfoto di sudut-sudut bertema alam yang dipenuhi tanaman hijau dan bunga-bunga gantung.

Lyko kembali dibuat terpukau dengan itu.

Mama Olivia hanya tertawa kecil. "Dan sisa satu lantai lagi.”

Mereka kembali menaiki tangga menuju lantai tiga.

Begitu sampai mata Lyko langsung kembali membesar.

Tampak langit-langit di lantai ketiga itu dihiasi dekorasi awan putih yang menggantung. Dinding-dinding dipenuhi ribuan gembok berbentuk hati yang telah dipasang oleh para pasangan.

Di bawahnya terdapat berbagai tulisan dan harapan tentang cinta. Beberapa pengunjung tampak sedang menuliskan nama mereka pada gembok baru sebelum menguncinya di pagar khusus.

Suasana lantai tiga terasa ramai, tetapi tetap hangat.

"Indah sekali..." ucap Lyko lagi.

Mama Olivia tersenyum puas melihat reaksinya. "Lantai ini memang tempat yang paling banyak disukai para pengunjung.”

Tak jauh dari tangga terdapat sebuah pintu kayu besar. Mama Olivia langsung menghampirinya dan membukanya. "Ayo masuk."

Ruangan itu ternyata merupakan ruang khusus keluarga.

Di dalamnya terdapat sofa panjang berwarna krem, meja kayu besar, serta berbagai rangkaian bunga segar. Di sisi ruangan terdapat pintu geser kaca yang mengarah ke balkon luas.

Dari sana terlihat taman belakang kafe dengan pemandangan jalan utama pusat kota yang dipenuhi lampu malam.

Mama Olivia tersenyum manis. "Ayo duduk."

Dan Mama Olivia langsung menarik tangan Lyko. “Lyko duduk di samping Mama ya?"

Baru saja Lyko hendak duduk Xavier tiba-tiba bersuara. "Biarkan Lyko duduk di sampingku."

Semua orang langsung menoleh kearahnya.

Mama Olivia mengerutkan kening. "Heh? Kenapa memangnya?"

Xavier menatap Lyko. "Kemari,” sorot matanya tampak jauh lebih lembut dibanding biasanya.

Lyko yang berada di tengah hanya bisa berkedip bingung. Ia baru saja hendak berjalan kearah Xavier, namun Mama Olivia kembali menarik pelan tangannya.

"Ih Xavier, kamu kenapa sih? Memangnya Mama tidak boleh duduk dengan Lyko?"

Xavier mengembuskan napas pelan. "Mama tidak lihat wajahnya? Dia tampak lelah karena dari tadi di tarik oleh Mama."

Lyko langsung menoleh ke arah Xavier dengan mata sedikit membesar. Diam-diam Lyko memberi kode dengan tatapan matanya bertanda Xavier harus lebih menjaga ucapannya.

Xavier tampak menangkap maksud itu, perlahan ia hanya menghela napas pelan tanpa berkata apa-apa lagi.

Mama Olivia kemudian menoleh kepada Lyko. "Benar begitu, Lyko?”

Lyko segera tersenyum canggung, "ah... tidak kok, Ma... Lyko baik-baik saja.”

Mama Olivia tampak masih ingin memperpanjang masalah itu. Namun Papa Edward yang sejak tadi memperhatikan akhirnya angkat bicara.

"Sudah cukup,” katanya. “Telinga Papa lelah mendengar kalian bertengkar terus.”

"Lagipula biarkan saja Xavier duduk di dekat Lyko, lagipula sudah sewajarnya bukan?” lanjut Papa Edward.

Mendengar itu Mama Olivia akhirnya menyerah. "Baiklah... untuk kali ini Mama mengalah."

Lyko tersenyum kecil dan kemudian ia berjalan pelan dan duduk di kursi tepat di samping Xavier. Xavier melirik kemudian bergeser pelan agar sedikit dekat dengannya.

Dan Papa Edward ikut duduk di samping Mama Olivia.

1
Pelangi Jingga
kenapa yg ini update nya lama bngt tor
Pelangi Jingga
luar biasa
Raicy Starmoonix
ruby ya ampun😭🙏
Pelangi Jingga
double up tor 😄💪
It's me Sky: sbr ya syng,nnti aku cba up harian,tp mlm ya/Grievance//Smile/
total 1 replies
Pelangi Jingga
jangan lama-lama up nya tor
It's me Sky: ok kak,maaf y soalnya aku bngung sama bku lain/Awkward/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!