NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Ugh ..." Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ...
sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.

"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"

Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.

Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.

Follow Ig : Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Keluarga Benalu

--

"Kak!! Serius kita tinggal di sini?" Tanya Karin, dengan suara yang terdengar sangat kecewa.

"Iya' Fadli. Kamu suruh kita semua tingal di rumah ini?" Ucap sang ibu, sama seperti Karin.

Saat itu Fadli menyewa sebuah rumah kecil dan sederhana, berbeda dengan sebelumnya. Mereka tinggal di rumah mewah pemberian Kakek Nayra.

Mereka sang ibu dan adiknya Karin begitu kecewa melihat rumah yang akan mereka tempati begitu kecil dan kumuh. Tidak seperti sebelumnya yang begitu besar dan fasilitas lengkap.

"Mah! Karin! Kalian berdua kenapa? Seharusnya kalian bersyukur kita bisa tinggal di sini." Ucap sang ayah kesal mendengar keluhan istri dan anaknya.

"Mah! Karin! Uang ku tidak cukup untuk menyewa rumah yang begitu besar! Untuk sementara aku hanya bisa menyewa rumah ini." Ucap Fadli sedikit tertekan.

"Fadli, kamu serius nyuruh Mamah tinggal di sini ...?! Kamu lihat tempat ini," melihat sekeliling, "Kumuh begini, Mamah jijik banget." Ucapnya sambil menggetarkan tubuhnya.

"Mah! Kalau mamah, tidak mau tinggal di sini, itu terserah Mamah.! Aku capek sekarang! Kondisi keuangan kita sekarang sedang bangkrut mah!" Ucap Fadli dengan nada penuh amarah.

"Sekarang pinjaman ku di kantor sudah banyak! Belum lagi biaya-biaya sehari-hari semakin mahal. Mamah dan Karin tahu apa? Kalian hanya bisa menghabiskan uang tanpa tahu seberapa lelah aku saat ini mah!"

Fadli pergi setelah mengantar seluruh keluarganya ke tempat tinggal mereka yang baru.

"Fadli.!"

"Fadli ..."

Panggil sang ibu yang melihat anaknya pergi dengan wajah yang penuh kesal dan emosi yang meluap-luap di dalam hatinya.

"Anak itu?! Kenapa dia begitu perhitungan." Gumam Bu Sarah, saat anaknya pergi begitu saja meninggalkan mereka.

"Mah! Mamah juga, kenapa mamah begitu menekan Fadli.? Dia juga butuh istirahat, sekarang kita bukan lagi bagian dari keluarga Atmadja. Dia tidak bisa sembarang lagi meminta bantuan kepada keluarga itu mah!" Ucap sang suami.

Sang ayah mengerti perasaan anaknya yang merasa tertekan dengan sosok ibu nya yang sangat boros sama seperti adiknya Karin.

"Sudah-sudah! Mamah capek." Berjalan masuk, "Papah' jangan ngomong dulu." Ucapnya tegas kepada suaminya.

"Yuk' mah!"

BRAK!

Pintu tertutup kencang ...

--

...══════ஜ▲ஜ══════...

--

Di suatu tempat.

Di dalam sebuah butik, Aqila dan Ardiansyah datang ke butik itu untuk mencoba gaun pernikahan yang akan mereka pakai di hari pernikahan.

Gaun pengantin berwarna putih dan motif indah di kenakan oleh Aqila dengan wajah penuh kepuasan dan bahagia sekaligus senang saat mengenakannya.

"Bagaimana Ardiansyah. Apa aku cantik?" Tanya Aqila dengan wajah dan senyum sumringah.

"Bagus! Itu sudah cukup untuk mu. Kamu sudah sangat cantik mengenakan gaun itu." Jawab Ardiansyah dengan suara datar.

"Benar' kah?! Apa kamu suka Ardiansyah!" Tersenyum menyeringai, "Aku sangat senang sekarang."

Ardiansyah sedikit mengangkat sudut bibirnya ke-atas. "Kamu boleh senang sekarang! Setelah ini aku pastikan kamu tidak akan pernah tersenyum lagi." Ucapnya dalam hati.

--

Saat itu Fadli tidak sengaja melihat mobil Ardiansyah terparkir di depan sebuah butik, saat dia sedang lewat dan melihat mereka berdua mencoba gaun pernikahan.

SRET!

Ceklek

Ardiansyah turun dari mobil, melihat mereka dari luar, "Aqila.! Kamu benar-benar akan menikah dengannya?!" Gumamnya dalam hati.

Tatapannya begitu dalam. Sedikit penyesalan kini tumbuh semakin besar. Tangannya perlahan mengepal kuat seakan menunjukkan amarah yang ada di dalam hatinya yang begitu meluap-luap.

"Aqila! Kenapa kamu tidak pernah melihat ku? Bahkan setelah malam itu?! Kamu sama sekali tidak memikirkan perasaan ku!" Gumamnya dalam dan hati yang begitu sedih sekaligus terpukul.

"Ardiansyah! Aku akan merebut Aqila dan aku akan menghancurkan pesta pernikahan kalian. Kalian berdua tidak boleh bahagia selama aku masih ada."

Di keheningan malam di hadapan orang-orang yang lewat di depannya Fadli memutuskan untuk menggagalkan rencana pernikahan mereka.

--

...══════ஜ▲ஜ══════...

--

Suatu tempat yang lain ...

Di dalam ruangan yang begitu besar. Sang kakek—Dharma sedang mantap ke-arah jendela kaca yang terkunci. Ia ingin bebas keluar dari ruangan yang seperti penjara bagi dirinya.

Tatapannya penuh kesedihan yang begitu dalam. Kini dirinya perlahan pulih dari penyakit yang ia derita.

Ardiansyah mencoba mengobati ayah' kandungnya itu untuk mencari tahu di mana adik perempuan yang ia sembunyikan.

Dharma mengeluarkan air mata tanpa henti hingga matanya bengkak dan begitu merah. Namun dalam hatinya ia ingin tetap hidup untuk menebus semua dosa-dosanya di masa lalu.

"Ardiansyah! Dia adalah anak kandung ku?! ... Hiks ... Hiks ... Hiks ..." Mengusap air mata, "Nayra! Kakek tahu kamu masih hidup ..." Terdiam sejenak.

"Aku akan menebus semua dosa-dosa ku kepada kalian semua ... Ningrum! Maaf kan aku! Aku tidak tahu saat itu adalah kamu!" Merenung.

"Aku tidak mengingat kejadian waktu itu, hingga aku tahu kamu menikah dengan anak ku ... Hiks ... Hiks ... Hiks ...." Suaranya tersengal-sengal.

Dharma turun dari tempat tidurnya dan menggebrak-gebrak pintu kamar.

BRAK!!!

"Keluarkan aku dari sini ... HAAA! Kalian semua keluarkan aku ..." Teriaknya sambil menggedor-gedor pintu masuk.

BRAK!!!

BRAK!!!

BRAK!!!

Suara gebrakan menggema di dalam kamar. Para penjaga hanya diam dan tidak peduli. Mereka hanya memperhatikan sang kakek dengan rasa iba di benak mereka.

Saat itu Ardiansyah yang baru saja kembali dari butik. Ia langsung pergi menemui ayahnya itu.

Trek!

Ceklek!

Ardiansyah membuka kunci dan masuk ke dalam ruangan tempatnya menyekap ayah kandungnya.

"DIAM!!! Apa kamu tidak bisa diam? HAAA!!!" Teriak Ardiansyah dengan suara mengerang keras.

"Jika kamu ingin keluar dari sini. Cepat katakan dimana kamu menyembunyikan adikku." Memegang kerah baju ayahnya, "Katakan sekarang juga.!!!" Matanya melotot tajam menatap wajah ayahnya.

"A-anakku. Lepaskan aku ..." Pinta Dharma dengan suara memelas dan matanya yang berkaca-kaca.

"Dengar tua bangka.! Aku akan mengurung mu di dalam kamar ini untuk selamanya. Sampai kamu memberi tahu dimana kamu menyembunyikan adikku." Ucap Ardiansyah mengancam sang ayah dengan suara yang sangat kasar.

"Kamu tahu tua bangka? Wanita yang kamu hancurkan hidupnya masih hidup sampai sekarang?! Di gila' sama seperti mu? Aku berusaha untuk menyembuhkan mu hanya karena adikku?"

"Ningrum!!! Dia masih hidup?!" Ucapnya dengan nada dan raut wajah penuh kejutan.

"Benar!!! Jadi cepat katakan dimana kamu menyembunyikan adikku?" Tanya Ardiansyah berkali-kali hingga dia tidak bisa lagi untuk bersabar.

Sang ayah shock mendengar bahwa Ningrum masih hidup! Kini ia tahu harus menebus semua dosa-dosa dan kesalahannya di masa lalu kepada Ningrum dan anak-anaknya.

Namun apa yang akan terjadi selanjutnya jika mereka tahu kebenarannya? Ardiansyah dan Nayra? Mereka berdua adalah saudara kandung? Lalu bagaimana dengan malam itu? Apakah mereka bisa menerima kenyataan?

Hubungan terlarang antara keduanya! Mampukah Nayra menerima kenyataan yang begitu besar?

"Sekarang cepat kamu katakan?"

Dharma perlahan membuka mulutnya dan mengatakan dengan suara yang sangat berat untuk di ucapkan.

"A-adik mu adalah ... Na—"

...══════ஜ▲ஜ══════...

...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...

1
pojok_kulon
Ini mah pekerjaan wanita serakah itu..
한스 HANSEN: iya'! greget banget
total 1 replies
pojok_kulon
Ya Allah selamatkan Nayla dari wanita serakah itu
한스 HANSEN: Bantuin kak
total 1 replies
pojok_kulon
Kasian banget nayra..
pojok_kulon
Apa ya kira-kira yang Nayra dengar
pojok_kulon
Ardi bantulah Nayra keluarga dari rumahnya
pojok_kulon
Kasian sekali Nayra
한스 HANSEN
semangat 🙏
Sandrina
hebatnya sekali tanam langsung jadi 😄
Tina
apakah ardiansyah nnti akan berlayar dgn nayra? 🤭
Tina
kenapa diam aja nay,, libaskan saja lehernya, jangan lehermu 😒
한스 HANSEN: wow! ngeri
total 1 replies
Tina
emang maunya dia tuh
한스 HANSEN: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
oh pantes 😒
Tina
Wah, dia nulis dmna biar aku rujak thor 😂
한스 HANSEN: anu di sebelah kiri anu lah ytta🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
Dih.. dimanjain makin ga tau diri 😒
한스 HANSEN: seperti itu lah 😭
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Masukkan lah aku ke situ Hans, biar aku yg nampar😂
한스 HANSEN: boleh ²
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Tunjang aja dia
Drian
bagus 👍
Drian
keguguran loooo
Drian
ternyata di culik si Ardiansyah,,,
Drian
bener,,, kejam othorrnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!