Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3
Sedangkan di kota besar di Negeri itu, di rumah mewah bergaya Eropa klasik tepat pukul 1 malam, seorang lelaki Dewasa yang berumur sekitar 33 tahun ia adalah Arkananta Pradipta. Dia sedang menunggu anaknya yang sudah lewat tengah malam belum juga pulang ke rumah.
Tidak lama dari itu terdengar deru motor sport yg berhenti di depan rumah dan tidak lama kemudian masuk seorang pemuda tampan yang berumur sekitar 17 THN.
Pemuda itu berjalan lurus tanpa tahu kalau sang ayah menunggu nya di ruang tengah yang ia lewati itu.
"hmm!" suara deheman yang di susul dengan pertanyaan "darimana sampai jam segini baru pulang?" suara berat itu itu keluar mengintrogasi sang anak.
"balapan pa" jawab anaknya dengan kepala menunduk tidak berani menatap sang papa. Dia sadar dia salah karena melanggar perintah papanya yang melarang untuk ikut balapan liar lagi. Tapi sekali lagi sang anak tidak menghiraukannya karena, bagi sang anak balapan adalah hobinya.
"hufft!!!". Sang ayah menghela nafas sedikit lelah dengan kelakuan anaknya yang melanggar perintahnya untuk tidak balapan lagi. anaknya ini kalau tidak balapan liar ya tawuran yang berakhir di kantor polisi atau berkelahi dengan teman sekolah nya yang berakhir sang ayah mendapatkan panggilan dari sekolah.
Sering kali Arkan menegur sekaligus menceramahi sang anak tapi sang anak bilang kalau ini hal yang wajar di masa-masa muda dan akan berakhir setelah berjalan nya waktu.
"kalau kamu tidak mau berubah juga kamu akan...." perkataan sang ayah di potong dengan kata sang anak. "akan ayah kirim ke Luar Negeri untuk tinggal bersama opa dan Oma mu ya kan pa?!" anaknya tau dan hafal betul ancaman yang keluar dari mulut papanya itu, sebuah ancaman yang tidak terealisasi. Pasalnya dari dulu Arkan melayangkan ancaman itu tapi tetap aja tidak pernah di lakukan karena, Arkan memang tidak ingin jauh dari anaknya itu.
"Kenan Azka Pradipta?" dgn suara geram yang di tekan memanggil nama panjang anaknya. Kalau sudah memanggil dengan nama panjang anaknya berarti sang papa sudah mengeluarkan asap dari kepala nya. Kalau sudah begini Kenan sang anak harus mencari cara untuk meredamkan amarah papanya itu. Dengan muka yang memelas dia berkata kepada papanya
"please jangan marah-marah ya pa, anak papa ini gak akan berbuat hal-hal yang aneh kok selain balapan liar, gak clubing, gak main cewek juga seperti yang papa takutkan itu!"lagian ini libur panjang pa, jdi bolehlah ya sekali menikmati hari saat liburan?"Kata Kenan merayu sekaligus meyakinkan sang papa bahwa kenakalannya hanya sebatas balapan liar saja. Walaupun Kenan laki-laki dan sudah remaja tpi dia memiliki sifat manja kepada papanya. Karena memang Kenan sangat dimanja oleh papa nya itu. Kenan tidak kekurangan kasih sayang sedikitpun walaupun tanpa peran seorang ibu di samping nya.
Arkan sang papa Tidak lagi mengintrogasi Kenan tapi menyuru Kenan masuk ke kamar dan segera istirahat sembari dia merampas kunci motor yang ada di tangan kenan dan berkata "papa sita motor mu selama libur nanti masuk sekolah baru papa kasih" kata sang ayah sebelum beranjak pergi menuju kamarnya di lantai 3, Arkan mencencet lift setelah terbuka dia masuk dan di susul juga oleh sang anak yang protes karena motornya di sita sang papa.
"pa gak boleh gitu dong!! kalau aku keluar main nanti pake apa dong pa" protes Kenan Kepda sang ayah.
"papa gak peduli anggap aja itu sebagai hukuman mu" jawab sang papa tanpa menghentikan langkahnya setelah keluar dari lift dan menuju kamarnya membuka pintu dan masuk setalah itu menutup pintu dan mengunci kamarnya meninggal kan Kenan di depan pintu kamar sang papa.