NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Kontrak

Cinta Dibalik Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: DinaSafitri

Alya Gabrielsen terpaksa menikah dengan pria asing demi menyelamatkan status keluarganya. ayahnya, Tyo, bangkrut dan terlilit hutang yang membuatnya hampir masuk penjara. Dengan paksaan sang ibu, Alya mau tak mau rela menikah di usia muda dengan pria yang sama sekali tak ia kenali. Bagaimana kisah Alya? saksikan hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaSafitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDK. 35

Sementara itu...

Di kampus tempat Alya menempuh pendidikan.

Suasana pagi hingga siang hari berjalan seperti biasa.

Di dalam ruang praktik kedokteran, Alya tampak fokus memperhatikan penjelasan dosen yang sedang menjelaskan materi mengenai pemeriksaan sistem kardiovaskular.

Tangannya bergerak lincah mencatat setiap poin penting.

Sesekali ia mengangkat kepala untuk memperhatikan demonstrasi yang dilakukan dosen di depan kelas.

Meski beberapa hari terakhir hidupnya dipenuhi berbagai masalah keluarga yang menguras emosi, Alya tetap berusaha menjalani aktivitasnya seperti biasa.

Menjadi dokter masih menjadi cita-cita terbesar dalam hidupnya.

Dan ia tidak ingin kehilangan fokus hanya karena masalah pribadi.

Bel tanda berakhirnya kelas akhirnya berbunyi.

Ting!

Para mahasiswa mulai berkemas dan meninggalkan ruangan.

Alya ikut membereskan buku serta alat tulisnya sebelum berjalan keluar.

Baru saja membuka pintu kelas, senyum kecil muncul di wajahnya.

Widya dan Ayi sudah berdiri di depan sambil menunggunya.

"Nah, calon dokter akhirnya keluar juga," celetuk Ayi.

Alya terkekeh.

"Kalian nggak ada kerjaan selain nungguin gue?"

"Nggak ada."

Jawaban cepat Ayi membuat Widya langsung memutar bola mata.

"Jangan percaya. Tadi dia hampir tiga kali ngajak gue masuk buat nyeret lo keluar."

"Eh, itu bentuk kasih sayang!"

"Kasih sayang apaan? Gangguan ketertiban umum iya."

Alya langsung tertawa.

Suasana hatinya yang sempat berat perlahan terasa lebih ringan setiap kali bersama kedua sahabatnya.

"Ayo ke kantin aja," ajak Widya.

"Setuju."

Mereka bertiga kemudian berjalan menuju kantin kampus.

Seperti biasa, kantin cukup ramai dipenuhi mahasiswa dari berbagai jurusan.

Masing-masing segera memesan makanan.

Alya memilih nasi ayam dan jus jeruk.

Widya memesan mie ayam serta es teh.

Sedangkan Ayi membeli bakso lengkap dengan minuman cokelat dingin favoritnya.

Tak lama kemudian mereka duduk di salah satu meja kosong.

Baru saja hendak mulai makan—

Suara langkah kaki mendekat dari arah belakang.

Ketiganya menoleh bersamaan.

Dan senyum mereka langsung memudar.

Sari.

Gadis itu datang bersama dua orang temannya.

Meski bibirnya tersenyum, sorot matanya sama sekali tidak menunjukkan keramahan.

Terutama saat menatap Alya.

Tatapan itu penuh sesuatu yang sulit dijelaskan.

Dendam.

Iri.

Dan kebencian.

Namun Alya memilih mengabaikannya.

"Ada apa?" tanya Alya sopan.

Sari mengulurkan tiga buah amplop undangan berwarna emas.

"Ulang tahun gue besok malam."

Nada suaranya terdengar angkuh.

"Gue datang buat ngasih undangan."

Ayi langsung mengangkat sebelah alis.

"Wah! Niat banget."

Sari pura-pura tidak mendengar sindiran itu.

"Anak-anak yang lain udah dapat undangan dari kemarin."

"Kalian bertiga saja yang belum." lanjutnya kemudian

Widya melipat kedua tangan di depan dada.

"Kalau nggak diundang juga sebenarnya nggak masalah."

Senyum Sari sedikit menegang.

Namun ia tetap mempertahankan ekspresinya.

"Sebaiknya kalian berterima kasih sama gue. Gue udah cukup baik hati ya mau gundang kalian."

Kali ini Ayi sampai hampir tersedak minumannya.

"Baik hati?"

Gadis itu menoleh ke Widya sambil menaikan sebelah alisnya

"Gue nggak salah dengar kan?"

Widya mencibir.

"Kayaknya nggak."

Alya langsung menyenggol lengan kedua sahabatnya sebelum keadaan berubah menjadi perang mulut.

Sari hanya mendengus pelan.

Kemudian berbalik pergi bersama teman-temannya.

Begitu sosok mereka menjauh—

Ayi langsung memutar bola matanya dengan jengah.

"Sok banget sih itu orang."

"Dinding aja kalah tebal sama muka dia."

Widya langsung mengangguk setuju.

"Jarang-jarang gue sependapat sama Ayi."

Alya hanya menggeleng sambil tersenyum kecil.

"Kalian ini."

Meski begitu, ia tetap membuka amplop undangan tersebut.

Matanya membaca detail acara yang tertera di dalamnya.

Pesta ulang tahun Sari.

Diselenggarakan di sebuah hotel mewah.

Sabtu malam.

Tanpa sadar Alya mulai berpikir.

Sekarang dirinya sudah menikah.

Ia bukan lagi gadis lajang yang bisa pergi ke mana saja tanpa memberi kabar.

Apakah ia perlu meminta izin kepada Max?

Atau setidaknya memberitahunya terlebih dahulu?

Entah kenapa pikiran itu membuat pipinya sedikit menghangat.

"Alya."

Suara Widya membuyarkan lamunannya.

"Hm?"

Widya terlihat sedikit ragu.

"Lo... nggak apa-apa kan?"

"Maksudnya?"

"Soal nyokap lo itu."

Alya langsung memahami arah pembicaraan tersebut.

Senyum tipis di wajahnya perlahan memudar.

Beberapa detik ia terdiam.

Mencari jawaban yang tepat.

Jujur saja, semua yang terjadi masih terasa menyakitkan.

Tetapi bukan karena ia kehilangan sosok Helena.

Melainkan karena melihat Tyo terluka begitu dalam.

Alya mengaduk jusnya perlahan.

"Gue nggak terlalu memikirkannya." Ayi dan Widya saling pandang.

Alya tersenyum kecil. "Selama ini dia memang nggak banyak berperan dalam kehidupan gue. "

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun keduanya bisa merasakan luka yang tersembunyi di baliknya.

"Gue sedih, tapi bukan karena kehilangan kasih sayang dari nyokap gue." Alya menunduk.

"Gue sedih karena Papa harus mengalami semua itu."

Sorot matanya melembut ketika membicarakan Tyo.

"Untungnya gue masih punya Papa, buat gue.. " Alya menjeda kalimat nya sejenak senyumnya perlahan kembali muncul.

"Papa adalah orang tua terbaik yang pernah gue miliki."

Mendengar itu, hati Widya dan Ayi ikut terasa hangat.

Mereka tahu betul bagaimana Tyo selalu memperlakukan Alya dengan penuh kasih sayang.

Dan bagaimana pria itu selalu menjadi pelindung bagi putrinya.

Beberapa saat kemudian, topik pembicaraan kembali beralih.

Kali ini menuju undangan yang masih berada di atas meja.

Widya menunjuk amplop tersebut.

"Jadi?" Widya mencoba mengalihkan pembicaraan agar Alya tak larut dalam kesedihan

"Lo bakal datang?"

Ayi langsung menggeleng cepat.

"Kalau gue jadi lo, mending nggak usah datang."

"Iya kali."

"Bisa aja itu jebakan sosial."

Widya tertawa kecil mendengar istilah aneh tersebut.

Namun Alya justru tersenyum tenang.

"Gue mungkin tetap datang."

"Kok mau?" tanya Ayi heran.

Alya mengangkat bahu.

"Setidaknya sebagai bentuk menghargai."

"Lagipula dia udah ngundang kita kan? ."

"Datang sebentar lalu pulang juga nggak masalah."

Widya mengangguk pelan.

"Masuk akal."

"Tapi tetap hati-hati."

Ayi langsung menambahkan.

"Kalau ada yang aneh langsung telepon gue."

Widya melirik sahabatnya.

"Emang lo bisa ngapain?"

Ayi membusungkan dada.

"Gue bisa panik bersama-sama."

Mereka bertiga langsung tertawa.

Namun tak seorang pun menyadari...

Di tempat lain, seseorang justru sedang tersenyum sambil memandangi daftar tamu pesta ulang tahunnya.

Dan tepat di samping nama Alya...

Sudah tersusun sebuah rencana yang perlahan mulai dijalankan.

"Gue nggak bakalan biarin lo menang kali ini, Alya! "

1
Neng Nosita
max gercep banget dlm hal melindungi Alya,dia sudah tahu kemungkinan² yg akan terjadi dpesta itu
Neng Nosita
hadeeeh...banyak banget yg iri sama kamu Alya,ga pada sadar diri banget🤔
Neng Nosita
rahasia apa Thor?aku gak bisa nebak apa kira²nya🤔
Dina Safitri: rahasia-rahasian kak😂
total 1 replies
Neng Nosita
semoga max selalu melindungi Alya selama pernikahan,walaupun pernikahan kontrak
Neng Nosita
bagus max👍tapi tetap hati² dan waspada
Neng Nosita
gak usah khawatir Alya ,max udah tahu koq,cuma pura² gak tahu aja🤭
Neng Nosita
ya memang betul Helena sebentar lagi akan berakhir😄
Neng Nosita
tadinya kesel sama Alya tapi setelah mengetahui rencana max gak jadi dech keselnya😄🙏
Dina Safitri
jangan lupa setelah selesai baca tinggal kan jejak kalian ya, biar aku makin semangat 🥰
Neng Nosita
Oalah...gapapa Thor,tetap semangat ya💪🙏
lovely_day
aku dri medan thor... salam kenal... 17jam mati lampu.. menyala medan😂😂😂
lovely_day: wkwkwkw
total 2 replies
lovely_day
lanjut.........?
Dina Safitri: sudah!! gas otw baca🥳🥳
total 1 replies
pieyyy
nunggu berapa hari bestie kalo punyamu di TTD resmi?
pieyyy: thank u, smngt guyss💪🙏
total 2 replies
Neng Nosita
agak gimana gimana gitu... difasilitasi tapi bukan perhatian,atau mungkin max punya rencana utk menyelamatkan Alya....
Neng Nosita
apa yg drencanakan max? apakah pernikahan hanya dijadikan alat bagi mereka yg berkuasa?
Barru Kab
mana kelanjutannya thor
Dina Safitri: OTW yaa🤭
total 1 replies
Neng Nosita
semoga nanti Max mengetahui kelicikan ibu mertuanya
Neng Nosita
wah..siapa tuh?
Neng Nosita
lamaran yang jauh dari kata romantis,...😄
Neng Nosita
sak sek syok pasti si Alya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!