NovelToon NovelToon
Air Mata Di Atas Mahkota

Air Mata Di Atas Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:35.8k
Nilai: 5
Nama Author: Frenzy hrp

Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.

Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.

Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.

Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

memeluk duri

Kata “Hubby” yang muncul di layar ponsel Adrian malam itu seolah berubah menjadi pisau tak kasat mata yang menancap tepat di dada Kayla.

Napasnya tercekat.

Logikanya menjerit, memaksanya menarik lengan Adrian dan meminta penjelasan tentang noda lipstik di kerah kemeja itu.

Tentang pesan manis dari perempuan asing yang memanggil suaminya dengan sebutan yang seharusnya hanya menjadi miliknya.

Namun tubuh Kayla justru membeku.

Jemarinya dingin.

Lidahnya kelu.

Ada ketakutan besar yang tiba-tiba mencengkeram seluruh isi dadanya.

Enggak... Mas Adrian gak mungkin selingkuh.

Kayla buru-buru memalingkan wajah ketika Adrian berjalan menaiki tangga tanpa menoleh sedikit pun.

Mungkin cuma rekan bisnisnya. Atau klien yang terlalu genit. Mas Adrian pasti cuma menjaga relasi kerja... iya, pasti begitu.

Dia menggenggam kain dasternya erat-erat, seolah sedang mencoba mempertahankan kewarasannya sendiri.

Kayla tahu dia sedang menyangkal kenyataan.

Tapi menerima kemungkinan bahwa pria yang paling dia cintai mulai berpaling terasa jauh lebih menakutkan daripada hidup miskin atau kesepian.

“Malah bengong!”

Suara Ibu Sandra memecahkan lamunannya.

Wanita itu berdiri sambil berkacak pinggang di dekat meja makan.

“Itu air pel tumpah ke mana-mana! Lantai marmer mahal begini mau kamu rusakin?”

“Maaf, Bu...” suara Kayla mengecil. “Ini Kayla bersihin sekarang.”

Dengan tubuh yang mulai pegal luar biasa, Kayla kembali berlutut di lantai dingin.

Perutnya yang besar membuat gerakannya lambat dan sulit. Setiap kali membungkuk untuk mengelap lantai, pinggang belakangnya terasa seperti ditarik paksa. Bagian bawah perutnya sesekali mengeras disertai nyeri samar yang membuat napasnya tersendat.

Di sofa ruang tengah, Tiara terkekeh kecil sambil memainkan ponselnya.

“Kak Kayla tuh cocok banget jadi ART, ya gak sih, Ma?”

Ibu Sandra langsung tertawa pendek.

“Asal jangan lelet aja kerjanya.”

Tiara lalu melempar bungkus tisu bekas ke dekat ember pel.

“Sekalian buangin itu.”

Kayla menunduk semakin dalam.

Air matanya jatuh setetes demi setetes ke lantai, bercampur dengan air sabun.

Tiba-tiba bayi di dalam kandungannya bergerak kuat.

Perut Kayla menegang seketika.

“Akh—”

Dia refleks mencengkeram pinggang sambil memejamkan mata menahan nyeri.

Bayi kecilnya seperti ikut merasakan tekanan dan kesedihan yang menumpuk di dalam tubuh sang ibu.

Sabar ya, Nak...

Telapak tangan Kayla mengusap perlahan perut buncitnya.

Ibu kuat. Demi kamu, ibu harus kuat.

Baru menjelang pukul sebelas malam seluruh pekerjaan selesai.

Tubuh Kayla terasa remuk.

Kakinya bengkak. Pinggangnya nyeri. Tapi tak ada seorang pun di rumah besar itu yang peduli.

Dengan langkah pelan, Kayla menaiki tangga menuju kamar.

Koridor lantai dua sudah sunyi.

Hanya cahaya lampu dinding temaram yang menemani langkahnya.

Saat membuka pintu kamar, pandangan Kayla langsung tertuju pada Adrian.

Pria itu sedang berbaring miring di atas ranjang king size mereka.

Ruangan gelap.

Satu-satunya cahaya berasal dari layar ponsel di tangan Adrian.

Dan di pantulan cermin rias, Kayla melihat sesuatu yang membuat dadanya terasa diremas.

Adrian tersenyum.

Senyuman kecil.

Hangat.

Lembut.

Senyum yang sudah sangat lama tidak pernah dia tunjukkan pada Kayla.

Jempol Adrian bergerak cepat membalas pesan seseorang, sementara sorot matanya terlihat hidup dengan cara yang asing.

Napas Kayla tercekat pelan.

Rasanya jauh lebih menyakitkan daripada semua hinaan Ibu Sandra tadi.

Kayla melangkah mendekat.

Suara langkah kecil itu membuat Adrian spontan menoleh.

Dalam satu gerakan cepat, pria itu langsung membalikkan ponselnya ke atas kasur dan mengunci layar.

Tatapannya berubah dingin.

“Kenapa baru masuk?” tanyanya tajam. “Ngintip aku?”

Kayla buru-buru menggeleng.

“Enggak, Mas... tadi habis bantu beresin bawah.”

Dia mencoba tersenyum walau dadanya sakit.

“Mas mau aku ambilin air minum? Atau dipijitin? Pasti capek kerja seharian...”

Kayla mencoba menyentuh kaki Adrian seperti dulu.

Namun Adrian langsung menarik kakinya menjauh.

“Gak usah.”

Dingin.

“Jangan pegang-pegang. Aku mau tidur.”

Setelah itu Adrian membalikkan badan, memunggungi Kayla sepenuhnya.

Kayla berdiri diam di sisi ranjang.

Jarak mereka bahkan tak sampai satu meter.

Tapi malam ini, pria itu terasa lebih jauh daripada siapa pun di dunia.

Tanpa sadar, pikiran Kayla melayang ke tiga tahun lalu.

Saat mereka masih tinggal di kontrakan sempit di pinggir kota.

Saat makan malam mereka hanya mi instan dibagi dua.

Saat Adrian pulang kerja dengan wajah lelah lalu memeluk pinggang Kayla dari belakang sambil berkata:

“Aku beruntung banget punya kamu, Kay.”

Kala itu mereka tidak punya apa-apa.

Namun hati mereka terasa hangat.

Sekarang Adrian memiliki perusahaan besar, mobil mewah, dan mansion megah.

Tapi justru di rumah sebesar ini, Kayla merasa menjadi orang asing.

Air mata mengalir diam-diam di pipinya ketika dia merebahkan tubuh di sisi ranjang yang kosong.

Dia memeluk perut besarnya sendiri.

Di tengah kesunyian malam, ponsel Adrian kembali bergetar pelan dari bawah bantal.

Pria itu bergerak gelisah.

Lalu terdengar suara lirih yang nyaris seperti bisikan.

“Iya... aku juga kangen.”

Deg.

Jantung Kayla seperti jatuh ke dasar jurang.

Dia buru-buru memejamkan mata rapat-rapat.

Tubuhnya gemetar kecil di balik selimut.

Untuk pertama kalinya, rasa takut itu mulai terasa nyata.

Keesokan paginya Adrian sudah pergi sebelum matahari benar-benar tinggi.

Alasannya rapat pagi.

Bahkan sarapan yang disiapkan Kayla tidak disentuh sama sekali.

Rumah kembali sunyi.

Kayla masuk ke kamar mandi untuk membereskan pakaian kotor seperti biasa.

Saat hendak menggantung jas kerja Adrian ke lemari, sesuatu dari saku dalam jas itu tiba-tiba terjatuh.

Klik.

Benda kecil itu menggelinding di lantai marmer.

Kayla menunduk perlahan sambil menopang perutnya yang berat.

Lalu dia memungut benda itu.

Sebuah botol parfum travel size berwarna merah muda.

Tangannya langsung membeku.

Dengan gemetar, Kayla menekan tutup parfum yang sedikit longgar.

Seketika aroma vanila dan mawar memenuhi udara.

Aroma yang sama persis dengan wangi perempuan di kerah kemeja Adrian semalam.

Namun yang benar-benar menghancurkan Kayla bukanlah parfumnya.

Melainkan tulisan kecil di badan botol itu.

Tulisan tinta hitam yang dibuat dengan santai dan manja.

“Property of Valerie. Don’t forget to return this to me tonight, Hubby ;)”

Dan untuk pertama kalinya...

hati Kayla benar-benar retak.

1
Mundri Astuti
sok aja atuh....lagian Arsen juga masih bayi..kelewatan kalian...bener" ga mandang Kayla sebagai ibunya
Lee Mba Young
Syukurin laki yg hidup dlm ketek orang tua ya kayak km Adrian. di setir ortu. semoga Kalah di pengadilan Dan mlh rusak kehormatan kluarga itu.
Mundri Astuti
tuh masih di dlm perut aja emang kamu peduli...ngga kan, mang kamu mikir Kayla melahirkan siapa yg dampingi, siapa yg membayar perawatan, tinggal dimana, mknnya gimana ....mikir kesana ngga kamu sama papamu ....
heran ...horang kaya ga ada akhlak
Kale
thor,jngn sampai Adrian dpt hak asuh arzen,,dulu dicampakkn,diusir,dihina,,skrng dicari,,bin tentang arzen,tp Adrian butuh cara kerja kayla
Kale
jngn sampai terlena Kay,,,adrian itu cma butuh kepintaranmu,,,jngn sampai terkecoh untuk kedua kalinya
Kale
nanti klau dibalik sama Kayla,,klau sang pelakor ,hayooo,,malunyaaa
Imas Masitoh
keren, penasaran sama alur nya👍
Kale
klau Devan single,,smoga author menjodohkn dia dng Kayla,,,
kay harus bhgia,dng laki"yg bisa mencintai jga melindungi Kay jga Arsen
Kale
membuang berlian demi memungut batu kerikil
Kale
salahnya knpa kayla diusir
Kale
tanpa kayla,,adrian tidak bisa apapun,,sdngkn kayla tanpa Adrian,dia tetap bisa apapum
Mundri Astuti
dasar lampir kamu aja yg dengkian, Kayla mah ga perlu godain laki org tuk cari validasi, cukup punya otak bnyk org penting yg melihat dan mengakui.
Kale
perjuangan istri yg terdzolimi,,ibu tunggal,yg ingin tetap berdiri tegak tnpa bantuan mantan suami,,,
Kale
semoga kedepannya,kamu dn Arsen dimudahkn rejekimu, sukses,,tanpa Adrian ,kmu masih tetap berdiri tgak kayla
Mundri Astuti
semangat Kayla, kamu cerdas, kamu mampu berdiri diatas kakimu sendiri, kamu kuat, semangat berjuang buat Arsen 💪💪
Mundri Astuti
tenang Kayla ada saksi hidup si Devan tea, mudah"an dia mau bersaksi nanti di persidangan, dia yg menemukan kamu ditengah hujan saat kamu diusir dari rmh adrian
Mundri Astuti
ntu yg terakhir lebih tepat, mengambil sesuatu yg dulu sdh mereka buang sendiri, halloo....Adrian masih inget ngga, jangan pura" amnesia ...
Ester Natalia
mnta bantuan devan kayla
Ester Natalia
dasar kunti uda dpt adrian lom puas juga
Mundri Astuti
ni org...rusuh beud y selingkuhan doang..Kayla dah pergi masih aja ....di utak atik, pelajaran nih buat Kayla, ngomong aja apa adanya sama tetangganya ga sih, kan biar dilindungin juga, mudah"an Devan tetep memberi perlindungan buat Kayla dan anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!