Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Lin Chou masih membeku ditempat.
Pikirannya kacau balau. Ia takut jika nyatanya Wang Xuan mempunyai rencana untuk mencelakakan Xioyi.
Di malam yang sunyi Lin Chou duduk termenung sendiri. Ia memutar beberapa kali video yang memperlihatkan Wang Xuan bertemu dengan Xioyi.
Dia tidak melihat kejahatan disana namun seperti ada rasa kasih sayang yang besar.
Lin Chou tidak bisa mendengar apa saja yang dibicarakan oleh Wang Xuan pada putrinya.
"Wang Xuan.. Sebenarnya apa niatmu menemui putriku? Jika kamu berani menyentuhnya walaupun hanya rambutnya aku akan pastikan kamu akan membayar harga yang sangat mahal."
Lin Chou juga memerintahkan untuk mencari informasi tentang Wang Xuan. Mulai dari kehidupannya dan darimana dia berasal. Namun hasilnya nihil semua informasi Wang Xuan seperti telah dihapus dan kini Lin Chou pun bingung.
"Apakah Aisyah itu adalah orang suruhan Wang Xuan untuk menghancurkan aku?"
Tiba-tiba pikiran itupun muncul begitu saja.
Lin Chou mengingat semuanya.
Sejak kedatangan Asiyah hidupnya mulai terusik. Kenangan yang telah lama dia kubur bersama Alesya seperti muncul kembali kepermukaan..
Wajahnya,tutur katanya dan juga sikapnya semua seperti cerminan dari Alesya.
Dan sejak kedatangan Aisyah hubungannya dengan Lin Zhao juga mulai merenggang..
"Aisyah Azahra. Sebenarnya apa tujuanmu datang ke keluarga Lin."
"Apakah kamu orang suruhan Wang Xuan untuk menghancurkan aku?"
Sejak Aisyah muncul, Wang Xuan mulai bergerak.
Sejak Aisyah tinggal di rumah Lin Zhao, ancaman demi ancaman datang.
Terlalu banyak kebetulan untuk disebut kebetulan.
Lin Chou masih memikirkannya jika itu benar ia pasti akan membuat Aisyah membayar mahal karena telah berani masuk kedalam keluarga Lin..
Pagi harinya Lin Chou datang kerumah Lin Zhao.
Disana dia tidak melihat siapapun. Sepertinya rumah itu kosong.
Namun sebuah suara membuatnya terkejut.
Lin Chou terkejut ketika melihat Aisyah sedang berbeda di taman belakang.
Aisyah sedang merawat bunga mawar merah sama seperti yang dulu Alesya lakukan. Alesya juga sangat menyukai mawar merah..
Lin Chou juga mendengar Aisyah menyayikan lagu Indonesia yang berjudul Bunda. Suaranya sama seperti Alesya dan kini hatinya mulai kembali terusik.
Dia diam mematung.
Mendengarkan nyanyian Aisyah..
Tiba-tiba saja Aisyah berbalik badan dan melihat Lin Chou sedang menatapnya.
"Tuan Lin...." ucap Aisyah pelan.
Aisyah menjatuhkan ember yang dia pegang. Dia terkejut dengan kehadiran Lin Chou dirumah yang dia tempati.
"Dari mana kamu bisa menyanyikan lagu itu?" pertanyaan spontan Lin Chou membuat Aisyah diam ketakutan.
Aisyah bisa melihat amarah yang kini berkobar dimata Lin Chou.
Aisyah hanya diam dia tak berani menjawab ataupun bergerak dari tempatnya berdiri..
Lin Chou mendekati Aisyah dan melihat wanita itu dari dekat. Aisyah benar-benar mirip dengan Alesya.
"Katakan padaku apa sebenernya rencana kamu masuk kedalam keluarga Lin? Apa yang sebenarnya kamu inginkan?"
Lin Chou memberikan begitu banyak pertanyaan yang Aisyah sendiri tidak bisa menjawabnya.
"Maksud Tuan Lin apa?"jawab Aisyah lirih.
Tatapan Lin Chou semakin tajam. Aisyah sendiri merasa seperti sedang dihakimi saat ini.
"Apa tujuanmu mendekati adikku. Karena kamu hubunganku dengan Lin Zhao menjadi asing. Apakah kamu ingin membuat aku kehilangan adikku!!"
Ucapan Lin Chou membuat Aisyah langsung mundur beberapa langkah.
"Aku tidak punya maksud apapun Tuan Lin. Aku tulus menghormati dan menyayangi Kak Lin. Dan aku disini karena takdir."
Ucapan Aisyah membuat Lin Chou tertawa.
"Dan juga karena cinta? Cinta seperti apa yang kamu bisa berikan kepada adikku. Kamu dan semua wanita Indonesia sama saja sama sama hanya datang menawarkan cinta tapi setelah kami jatuh cinta kalian pergi tanpa kata."
Mata Aisyah berkaca-kaca.
Untuk pertama kalinya sejak datang ke keluarga Lin, ia merasa dihakimi karena asal negaranya.
Padahal selama ini ia hanya berusaha menjadi orang baik.
Ada luka yang dalam didalam ucapan Lin Chou. Dia seperti sedang mengingat Alesya.
Dulu Alesya juga datang dengan cinta namun dia pergi hanya meninggalkan luka bahkan jejaknya pun tak bisa dia temukan.
"Tidak semua wanita Indonesia seperti itu Tuan Lin. Mungkin ada sebagian yang seperti itu tapi aku tidak sama. Aku bertemu dengan Kak Lin karena Allah."
Tatapan Lin Chou semakin tajam,dia seperti mengingat kembali kenangan yang pernah dia alami delapan tahun yang lalu. Alesya pernah mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Aisyah.
Dulu didepan kedua orang tuanya Alesya juga mengatakan bahwa dia mencintai Lin Chou karena Allah dan hanya Allah juga yang akan memisahkannya.
"Kamu pandai berbicara Aisyah.." suara bariton Lin Chou menggema disetiap sudut dan itu membuat Aisyah ketakutan.
"Kak Lin hentikan apa yang sedang Kakak lakukan."
Tiba-tiba saja Lin Zhao sudah berada dibelakang Kakaknya dia mendengar semua ucapan Kakaknya itu.
Lin Zhao langsung berdiri didepan Aisyah dan melindunginya..
"Kakak boleh marah kepadaku."
"Kakak boleh benci kepadaku."
"Tapi aku mohon satu hal jangan pernah hakimi Aisyah seperti ini Kak Lin. Dia disini karna aku dan dia juga yang telah menolongku."
Tatapan Lin Chou langsung tertuju pada adiknya itu. Dulu Lin Zhao tak pernah sekalipun berani menjawab ucapan kakaknya tapi tidak dengan hari ini.
Lin Chou seperti melihat orang lain di depan matanya bukan lagi adik yang penurut seperti dulu.
"Kamu sudah pintar sekarang Lin Zhao. Kamu tahu aku melakukan ini demi kebaikan kamu. Dan aku tidak ingin kamu merasakan hal yang sama seperti yang pernah aku rasakan."
Suara bariton Lin Chou terdengar nyaring. Dia dengan emosi dan kali ini Lin Zhao hanya bisa menarik nafas dan membuangnya perlahan.
"Kak Lin,ini sudah cukup mereka bukan orang yang sama. Dan mereka adalah dua orang yang berbeda. Kak Lin harus bisa belajar mengikhlaskan semuanya."
"Semua sudah terjadi sangat lama dan sudah saatnya Kak Lin menatap kedepan."
Lin Zhao yang tahu sikap sang Kakak pun hanya bisa berusaha untuk menenangkannya. Dia tak ingin Kakaknya terus larut dalam kesedihan yang tak ada ujungnya.
"Kamu tidak akan tahu Lin Zhao. Suatu saat ketika kamu sudah merasakan sakitnya ditinggal semoga kamu tidak pernah lupa dengan kata-kata kamu hari ini."
"Apa menurutmu ikhlas itu mudah? Apa menurutmu ikhlas itu bisa membawa yang telah pergi kembali lagi. Lalu apakah dengan ikhlas putriku bisa memeluk ibunya lagi?"
Kegundahan dan perasaan Lin Chou yang selama ini tersimpan rapat seperti menganga kembali. Dia ingin ikhlas ia juga ingin melupakan semuanya tapi cintanya kepada Alesya teramat besar sehingga dia selalu menyesali keputusannya dulu yang membuatnya kehilangan Alesya..
Aisyah menunduk.
Air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.
Untuk pertama kalinya ia melihat sisi rapuh seorang Lin Chou.
Pria yang selama ini terlihat begitu kuat ternyata menyimpan luka yang jauh lebih dalam daripada siapa pun.
Namun sebelum Aisyah sempat mengatakan sesuatu...
Ponsel Lin Chou tiba-tiba berdering.
"Tuan, kami menemukan sesuatu tentang Wang Xuan."
Mata Lin Chou langsung berubah.
"Apa itu?"
"Kami menemukan bahwa Mr. Wang sering datang ke Indonesia."