NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

‎"Rafael, kebetulan sekali kamu ada disini..." sapa Aruna pelan, nada suaranya tenang dan terdengar ramah, seolah kehadiran pria itu disana adalah hal yang sangat menyenangkan baginya. Dia sama sekali tidak menyentuh bunga yang disodorkan itu, namun sorot matanya yang dibuat lembut dan sedikit tersentuh, sudah cukup membuat hati Rafael melambung tinggi.

‎‎Dia melirik sekilas ke arah Zeffrano seolah mencari persetujuan, genggaman tangan mereka bahkan sudah terlepas dan dia tidak menyadarinya sejak kapan.

‎‎"Ada apa, Aruna? Kenapa kamu terlihat serius sekali," tanya Rafael penasaran, menurunkan buket bunga ditangannya.

‎‎"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan, Rafael. Mengenai kerjasama kita yang sudah berjalan beberapa waktu ini," jawab Aruna, nadanya berubah menjadi profesional namun tetap menyisakan nada keakraban yang sengaja dia bangun. "Selama ini aku hanya melihat laporan tertulis dan angka-angka di atas kertas yang kamu kirimkan. Aku sadar nilai kerjasama ini sangat besar, menyangkut nama besar Mahesa Group dan uang perusahaan. Aku butuh penjelasan lebih mendalam, lebih rinci, dan lengkap. Aku harus memastikan semuanya benar-benar aman dan menguntungkan, bukan hanya untuk perusahaan, tapi juga untuk kita semua."

‎‎"Ah, soal itu..." ucap Rafael pelan, nadanya dibuat terdengar paling meyakinkan dan penuh pengertian. "Tenang saja, Sayang. Semuanya sudah berjalan sangat mulus, sangat aman, dan jauh lebih menguntungkan dari perkiraan awal kita. Angka-angka di kertas itu hanyalah gambaran kasar. Ada banyak hal lain, rincian perhitungan di baliknya yang jauh lebih besar hasilnya, yang belum sempat aku jelaskan karena aku ingin menyiapkannya dengan paling rapi dulu untukmu."

‎‎"Baiklah. Kalau begitu besok pagi datanglah kemari. Ajak serta Paman Hendrawan dan bawa juga semua berkas lengkapnya untuk aku lihat," ucap Aruna tegas, lalu dia berniat melangkah pergi untuk segera meninggalkan tempat itu.

‎‎Namun, belum sempat kakinya bergerak menjauh, tiba-tiba Rafael dengan gerakan cepat mengulurkan tangannya, menahan pergelangan tangan Aruna dengan cukup kuat hingga langkah wanita itu terhenti seketika.

‎‎"Tunggu dulu, Aruna..." suara Rafael berubah, terdengar sedikit mendesak dan rendah, matanya menatap tajam namun penuh harap ke arah wajah Aruna. "Besok urusan pekerjaan kita bahas tuntas. Tapi sekarang... izinkan aku mengantarmu pulang. Ada hal lain, hal pribadi yang sangat penting, yang ingin aku bicarakan berdua saja denganmu. Hal yang tidak pantas diucapkan disini, apalagi di hadapan orang lain."

‎‎Rafael melirik sekilas ke arah Zeffrano dengan tatapan menantang sekaligus meremehkan, seolah pria di samping Aruna itu hanyalah penghalang kecil yang tak berarti. Dia mempererat sedikit cengkeramannya di pergelangan tangan Aruna, berusaha menatap mata wanita itu sedalam mungkin.

‎‎"Aku mohon, Aruna. Ini menyangkut masa depan kita... menyangkut perasaanku yang selama ini masih sama, tidak berubah sedikit pun. Ada banyak hal yang ingin aku jelaskan, ingin aku luruskan, dan ingin aku sampaikan hanya padamu."

‎‎Wajah Aruna masih tetap tenang, namun di dasar matanya yang dingin itu, terselip rasa jijik yang mendalam. Perlahan namun pasti, dia melepaskan pelan pergelangan tangannya dari cengkeraman Rafael.

‎‎"Hal pribadi? Maaf, Rafael... tapi aku rasa tidak ada lagi hal pribadi yang perlu kita bicarakan." ‎‎

Aruna menggeleng pelan, senyum tipis yang sinis tersungging di bibirnya.

‎‎"Hubungan kita sudah berakhir. Yang ada di antara kita sekarang, dan satu-satunya hubungan yang masih ada, hanyalah hubungan pekerjaan. Tidak ada lagi 'kita', tidak ada lagi masa lalu, dan tidak ada lagi perasaan."

‎‎Dia menjeda sejenak, membiarkan kata-katanya merobek habis kepura-puraan yang dibangun Rafael.

‎‎"Aku sudah memperlihatkan bukti-bukti perselingkuhanmu dengan Tania, dan semua itu sudah cukup jelas untuk mengakhiri hubungan kita. Jika tidak ada keperluan penting yang menyangkut tentang pekerjaan, sebaiknya kamu tidak perlu menemuiku lagi,"

‎‎Aruna mengulurkan tangan dan kembali menggenggam tangan kekar Zeffrano dengan erat dan penuh kepemilikan. Jemarinya saling bertaut kuat, seolah sedang menegaskan kepada Rafael siapa pemilik hati dan diri Aruna yang sesungguhnya.

‎‎Tanpa menoleh lagi ke arah Rafael yang terpaku diam di tempatnya dengan wajah memucat dan terkejut, Aruna menarik tangan Zeffrano pelan namun pasti, melangkah melewati pria itu dan berjalan keluar dari lobi menuju pintu utama.

Rafael yang berdiri kaku di tengah ruangan itu, rasa percaya dirinya yang semula melambung tinggi kini perlahan runtuh diterpa kenyataan pahit yang baru saja diucapkan Aruna.

"Kamu pasti hanya berakting untuk membuatku kesal, Aruna. Aku yakin, disudut hatimu yang paling dalam, kamu pasti masih sangat mencintaiku," gumam Rafael, kedua tangannya tergenggam erat di sisi tubuhnya.

‎‎-

‎‎Di dalam mobil yang mulai melaju meninggalkan gedung, Aruna menghembuskan napas panjang, lalu menoleh menatap Zeffrano yang sedang menyetir dengan wajah tenang.

‎‎"Aktingmu tadi cukup bagus dan meyakinkan," ucap Zeffrano pelan, dia menoleh sekilas ke arah Aruna sebelum kembali menatap jalanan.

‎‎"Akting?" ulang Aruna, "Jadi kamu pikir aku hanya sedang berakting?"

‎‎Aruna menghela napas panjang, menegakkan duduknya dan menatap Zeffrano lekat-lekat. "Setelah apa yang kita lewati, apa kamu masih meragukan perasaanku, Zeff?"

‎‎Zeffrano menyunggingkan senyum tipis, "Ragu? Kamu pernah menolak lamaranku, dan itu... membuatku masih tidak yakin jika saat ini kamu benar-benar nyata disampingku,"

‎‎"Maafkan aku tentang itu," ucap Aruna pelan, suaranya melembut, matanya menatap dalam ke arah sisi wajah Zeffrano yang tampak tenang namun menyimpan rasa ragu itu. "Maukah kamu datang ke pesta kelulusanku bulan depan? Aku punya kejutan untuk kamu,"

‎‎"Kejutan ya," gumam Zeffrano pelan, nadanya terdengar lembut namun ada nada penasaran yang kental disana. "Baiklah. Aku akan datang."

‎‎Setelah kalimat itu terucap, suasana di dalam mobil kembali hening. Hanya terdengar suara halus mesin kendaraan yang berpadu dengan desiran angin malam yang masuk sedikit dari celah kaca jendela yang terbuka separuh.

Zeffrano memacu mobilnya melintasi jalanan kota yang mulai sepi dengan tenang. Lampu-lampu jalan bergantian melewati wajah mereka, menciptakan bayang-bayang cahaya yang bergerak pelan, seolah mengiringi perjalanan pulang yang penuh makna itu.

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
niatnya lain kyknya
〈⎳ FT. Zira
masih punya stok drama ternyata/Sweat/
〈⎳ FT. Zira
pingsan aja.. gak ada yg larang kok
〈⎳ FT. Zira
eaaa... rayuannya bang... meleleh hatiku
〈⎳ FT. Zira
zekarang minta maaf , yg kemarin percaya diri mana wajahnya/Drowsy/
〈⎳ FT. Zira
otak mereka mana nyampe.. tau nya kan cuma ngambil yg bukan hak nya doang🤧
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
〈⎳ FT. Zira: giliran di suruh nuduh "kamu tega!" hwakkk/Sob/🤣🤣🤣
total 2 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!