Bagaimana jika kita di jodohkan dan ternyata kita sudah menyukai laki-laki itu dari pandangan pertama? tentu rasanya seperti semesta memberikan restu pada kita.
Clara seorang gadis cantik, manja, periang dan humble akan di jodohkan dengan seorang laki-laki bernama bastian, laki-laki yang arogan dan sombong, meski dia sangat tampan, Clara sudah menyukai Bastian dari awal dia melihatnya, namun sikap bastian justru sebaliknya pada Clara, Clara di anggap orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah Cinta Clara?apakah Bastian akan mencintai Clara ?
yuk terus baca karyaku ya.....
jika ada kesalahan dalam penulisan tolong beri kritik dan sarannya
jangan lupa dukung karyaku dengan memberikan, like,comment,dan vote ya
terima kasih
Happy reading
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
sayang kalian semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SL 34 jalan bersama clara
Wakil Presiden Direktur Ini seperti lelucon, Aku yang tidak mengerti sama sekali tentang perusahaan di tunjuk sebagai wakil presdir, Diriku aja mencibir bagaimana orang lain, aku seperti di jebak di dunia yang justru ingin aku hindari, jika sudah seperti ini, aku bisa apa? Memikirkan hal itu membuatku ingin menghilang seketika atau berubah wujud menjadi benda mati ....
Mobilku melaju menembus keriuhan lalu lintas di sore hari, aku hanya bisa memacu kendaraanku dengan kecepatan 40km/jam, dan aku masih harus berhenti di setiap lampu merah yang membuang waktuku 30-60 detik. Sore ini aku janji menjemput Clara di kampus setelah itu dia akan mengantarku mencari beberapa kemeja, jas dan celana salur untuk besok.
Kuhentikan mobilku tepat di sebuah loby dimana Clara sedang berdiri menugguku, ia terlihat begitu manis dengan rambut yang tergerai di hiasi bandana biru senada dengan kaos yang digunakan, gayanya selalu simple dan tak berlebihan, tas selempang, celana jeans dan tshirt, tapi entah kenapa aku suka melihatnya, berbeda dengan Ayunda yang harus memastikan bedak sudah tertempel rata di seluruh wajahnya, belum lagi lipstik merah yang katanya tidak bisa luntur. kenapa aku jadi membandingkan Clara dan Ayunda mereka jelas berbeda.
" Hai..masuk!" ku buka pintu mobil untuk Clara dari kursi pengemudi
" Hai...." jawabnya sambil masuk dan duduk di sampingku.
"Lama ya?" tanyaku sedikit kikuk, Setelah hubunganku membaik, aku justru lebih canggung menghadapi Clara, sampai-sampai aku tak bisa menguasai detak jantungku yang berdebar bebas tanpa aturan.
" Gak kok Bas, lagian tadi aku juga abis dari kantin..." jawabnya. dia menaruh tas selempang di pangkuannya, gantungan doraemon masih menggantung,meski warnanya sudah agak pudar, dan matanya hilang satu.
" Oh...benaran kamu gak ke resto ?" tanyaku memastikan, setelah sebelumnya sempat kutanya saat mengirimkan pesan.
" Gak kok, aku udah serahin urusan resto sama manager yang bertugas hari ini" jawabnya, Benar kata papi Clara itu anak yang tangguh, bisa dibayangkan dia harus kuliah dan mengurus resto yang di wariskan orangtuanya, itu pasti gak mudah banget.
Mobil melaju memasuki area parkir yang di ada di basemant, seperti biasa aku akan mencari tempat yang tak jauh dari pintu masuk, agar lebih mudah mendapatkannya ketika selesai belanja.
" Aku tidak begitu mengerti tentang baju kerja clar..kamu bisa bantu carikan?" Kami menaiki eskalator ke lantai satu menuju departemen store yang berada di gedung Mall ini.
" Kamu yakin, kamu percaya sama pilihanku..." Clara menoleh kearahku
" Meragukan sih...tapi gak papalah, gak ada pilihan lain" jawabku mencoba menutupi kegelisahan jantungku yang berdetak tak karuan. Baru kali ini aku jalan berduaan dengan Clara, dan itu membuat aku sedikit grogi. Perasaan seperti ini tidak pernah ku rasakan sebelumnya, dengan Ayundapun aku tidak pernah seperti ini, lebih sering aku merasa malu dengan pandangan orang yang menatapku tajam kerena jalan dengan tante-tante, belum lagi tangan Ayunda yang tak pernah lepas dari lenganku.
" Lalu bagaimana dengan cintaku? apa kamu ragu juga?" Aku terdiam tidak tahu bagaimana harus menanggapinya, Clara hanya tersenyum menatapku menunggu kata-kata yang akan keluar dari bibirku.
Beberapa saat kemudian Clara menarik tanganku memasuki sebuah toko pernak-pernik yang letaknya hanya beberapa meter di depanku dan Clara. Dia terlihat santai seletah melontarkan pertanyaan itu tanpa menghiraukan bagaimana efek ucapannya terhadap hatiku.
Aku melihat Clara mendekati sebuah gelas yang terpajang di rak, gelas itu memang telihat unik seperti sengaja di buat untuk pasangan kekasih, kerena ada dua gelas yang berbentuk ramping dengan warna hitam di bagian bawah dan cream di atasnya, terdapat dua tangan yang jika di satukan tangan itu seperti saling menyentuh.
" Ihh...lucu..." mata Clara terlihat berbinar-binar.
" Kamu suka...?" tanyaku yang berdiri di samping Clara.
" Yah..aku akan membelinyal" Clara menoleh ke arahku sambil tersenyum
" Untuk?" tanyaku berharap akulah alasan dia membeli gelas itu
"Yah untukku, ini tuh cute banget Bas..! aku akan menaruhnya di meja kerjaku..!" jawabnya, Sebenarnya aku kecewa, tapi aku berusaha menutupinya, aku tahu dia membeli itu untukku, lihat saja nanti.
Aku mebuntuti Clara sambil mengedarkan pandanganku mengelilingi toko yang di penuhi dengan beberapa pernak-pernik, boneka tas dan semuanya aku rasa hanya di peruntukan untuk para wanita, terbukti dengan pengunjung yang datang di dominasi oleh para wanita muda kalaupun ada pria, dia hanya akan mengikuti pasangan wanitanya seperti aku.
" Kamu mau cari apa lagi?" tanyaku, Clara masih asik melihat kesana kemari barang yang menurutnya unik, tapi setelah itu akan menaruhnya lagi
" Entahlah, barang-barang disini lucu-lucu, sampai aku bingung mau yang mana?" jawabnya. Sekali lagi aku mendapatkan fakta, hampir semua wanita bisa menghabiskan waktu untuk melihat-lihat dan hanya membeli barang yang mereka lihat pertama kali.
" Hmmm...bukannya kita akan mencari baju untukku" Aku mencoba mengingatkan Clara tujuan awal ke mall ini
" Ohh...iya... ! ya udah aku bayar ini dulu ya..." dia membalikan badannya yang berjalan di depanku.
Aku meraih gelas yang di pegang Clara lalu melangkah ke meja kasir.
" Aku ambil yang ini ya, tolong hitung berapa harganya?" Kataku sopan, Kasir itu hanya memandangiku dan Clara sambil tersenyum lalu memeriksa label harga dan memasukan dua gelas itu pada kardus yang terpisah
" Semuanya jadi seratus delapan puluh ya ka...!" ujar kasir tersebut.
" Bisa debit?" Aku mengambil dompet dari saku celanaku
"Jangan,Bastian aku akan bayar sendiri belanjaan ku" tolak Clara sambil menahan tanganku
Ku hentikan gerakan tanganku lalu tersenyum kearahnya " Sudah gak papa...! aku kan suamimu Clara, mulai sekarang kamu harus membiasakan diri untuk meminta apapun padaku" bisikku di telinga Clara, dia tersipu malu tak bisa berkata apa-apa, aku memang selalu sukses membuat wanita tertegun padaku.
Clara terlihat begitu senang dengan membawa kantung belanjaannya, dia bahkan tak sadar jika dari tadi tangannya terus mencengkram lenganku sambil sesekali menaruh kepalanya di bahuku.
" Kamu biasa ke mall ini?" tanya Clara, kami melanjutkan perjalanan ke departemen store yang kami tuju
" pastinya...! aku selalu kesini setiap aku membutuhkan sesuatu" jawabku
" Sama siapa?" dia menghentikan langkahnya sambil sedikit menarik lenganku hingga langkahkupun ikut terhenti
" Sama..Aldy, kadang yah sama Ayunda..!" jawabku, dia langsung menekuk wajahnya tak suka , tapi aku suka melihatnya bibirnya selalu di biarkan kedepan persis seperti ikan arwana.
"Gak mungkin kadang pasti sering! " Gumamnya sambil sambil melepaskan cengkramannya dari lebganku dan berjalan melewatiku dengan muka kesal yang membuat dia semakin terlihat cantik.
" Kamu yang nanya, kamu yang kesel..." ledekku menghanpirinya yang berjalan di antara kemeja yang tergantung rapi.
" Aku gak suka kamu membahas Ayunda..." jawabnya menoleh kearahku
" Aku tidak membahas Ayunda, aku hanya menjawab pertanyaanmu" jelasku apa memang wanita selalu membuat para pria salah di mata mereka?
" Tetap saja, kamu menyebut nama Ayunda, harusnya kamu bilang saja kamu kesini bersama Aldy, gak usah bilang kalau kamu bersama Ayunda..." Aku menarik tangan Clara yang bejalan di depanku lalu merangkulanya
"Aku suka kamu cemburu...kamu makin cantik.." bisikku menggoda Clara, aku lihat dia mulai kikuk karrna ucapanku.
" Cepat kamu pilih kemaja mana yang cocok..." Clara melepaskan rangkulanku.
peran utama nya bego banget