NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.35 Memaafkanmu

"Kamu tak seharusnya berpikir sebelum menghamili sahabatku." potongku cepat, membuat Alex terpana sebelum menarik napas panjang.

"Semua itu hanya sebuah kecelakaan. Saat itu aku mabuk dan Sonya mengambil keuntungan dari ku saat aku mabuk."

"Apa?" seruku, tak percaya dengan apa yang kudengar.

Meskipun sebenarnya aku sangat penasaran, tapi saat itu aku tak pernah menanyakan langsung pada Alex bagaimana semua itu bisa terjadi karena aku sudah terlanjur terluka saat mengetahui semua itu. Bertanya pada Alex malah akan membuat aku semakin terluka.

"Ya, tentu saja, aku tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu dengan sengaja." Alex berusaha menyakinkan diriku. Malam itu, aku sangat sedih karena tidak bisa menemukan keberadaan dirimu, aku galau dan memutuskan pergi ke bar tempat kamu dan Sonya biasa nongkrong. Aku bertemu Sonya di sana dan minum. Dia menawarkan diri untuk mengantarku pulang sebab saat itu aku sedang mabuk berat. Dan keesokan paginya ketika aku bangun, aku melihat dia di ranjangku, dan pakaian kami yang berserakan di lantai. Meskipun semua itu sudah terjadi tapi aku tetap curiga Sonya memang sengaja ingin mencari keuntungan dariku."

"Lalu bagaimana kamu begitu yakin bahwa kamu sebenarnya tidak melakukan apa-apa terhadap Sonya? Bagaimana kamu begitu yakin kalau Sonya hanya berbohong dan mengambil keuntungan darimu?"

Alexander menghela nafas, "Meskipun malam itu pandanganku mengabur, namun aku tahu, aku tidak pernah melakukan sesuatu seperti itu dengan Sonya." lanjutnya lagi, " Saat kutanya dia tentang yang terjadi semalam, dia menjawab bahwa aku terlihat sangat menginginkan dirinya. Katanya aku membutuhkan seseorang sebagai pengganti dirimu."

Sonya tahu, bahwa saat itu pikiran Alex sedang kacau namun dia tetap saja mau tidur dengan Alexander. Saat itu, aku sangat kecewa, karena berpikir Alex telah berkhianat, namun ternyata semua itu adalah ulah Sonya, dia yang mengkhianati aku.

Itu menjelaskan mengapa selama ini Alex tidak pernah memperlakukan Sonya dengan baik. Aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Alex ketika Sonya memberitahunya tentang kehamilannya. Untuk sesaat, ekspresiku melunak.

"Aku mohon maaf atas apa yang telah terjadi." ucapku penuh simpatik, dan Alex tersenyum. "Aku juga mohon maaf, karena kamu harus mengalami semua itu."

"Saat itu, aku marah pada diriku sendiri. Setiap hari, aku selalu memikirkan apa yang akan kau pikirkan tentangku jika seandainya kamu mengetahui tentang hal itu." aku Alex, dan untuk pertama kalinya aku menyesal karena telah mengacuhkan dia selama ini.

"Ketika aku mendengar kabar itu, jujur saja, aku merasa sangat kecewa. Tadinya, aku ingin bertemu dan menanyakan langsung padamu. Tapi kemudian, aku berpikir, aku sudah tidak ada hubungan apapun denganmu karena kita sudah bercerai. Jadi, aku memutuskan untuk pergi, menjauh dari kehidupanmu dan move on dari hidupku." suaraku serak dan pecah menahan air mataku yang ingin tumpah. Entah mengapa hatiku kembali sakit ketika aku ingat apa yang terjadi saat itu.

"Kenapa kamu tidak bilang tentang semua ini pada saat kita pertama kali bertemu lagi beberapa minggu lalu."

Jika saja aku tahu, mungkin aku akan bersikap lebih baik padanya. Meskipun jika kita tidak bersama lagi, tetapi aku masih peduli padanya.

"Ku pikir kamu tak akan percaya padaku. "Aku tidak ingin terlihat seolah-olah aku hanya mencari-cari alasan untuk apa yang telah kulakukan." ucapnya seraya menyugar rambutnya dengan kasar.

"Setidaknya aku lega sekarang, karena aku sudah mengetahui yang sebenarnya." aku memberinya senyuman. "Maafkan aku karena telah merahasiakan keberadaan si kembar darimu. Maafkan juga karena aku telah pergi tanpa pamit dan memutuskan semua kontak."

Memang sudah sepatutnya kalau aku minta maaf padanya.

Alex maju beberapa langkah mendekatiku. "it's okay, aku sudah memaafkanmu." ucapnya lembut kemudian meraih tanganku. "Semua itu sudah berlalu. Dan sekarang, kita bisa mulai lagi dari awal."

Aku mendongak dan menatap Alex dengan pandangan bingung. "Mulai lagi dari awal?" tanyaku dan dia mengangguk mengiyakan.

Fakta bahwa bukan Alex yang bersalah menghamili Sonya tidak akan mengubah apapun yang telah terjadi.

Aku telah memutuskan untuk meninggalkan dirinya, bahkan sebelum insiden itu terjadi. Aku tidak tertarik untuk menjalin kembali lembaran baru dengannya. Aku sudah move on dari hidupku dan itu adalah hal yang baik bagiku.

"Aku tidak pernah berhenti mencintaimu, Olivia." Matanya mengunci mataku dan aku, untuk sesaat terpaku, tak tahu harus berkata apa.

"Aku tidak tertarik untuk membuka kembali lembaran baru bersamamu karena aku sudah memiliki kehidupanku sendiri di Australia bersama anak-anakku."

"Itu semua bukan masalah. Kamu bisa kembali ke sini, dan kamu juga bisa mendapatkan pekerjaan baru di sini. Aku bahkan bisa membantumu mendirikan perusahaan yang baru untukmu." ucapnya dengan suara bergetar.

Aku bisa mendengar suara Alex yang putus asa memintaku untuk duduk dan berbagi kamar denganku. Namun aku tidak bisa menyetujui permintaannya.

"Aku tidak bisa mengusik kehidupan anak-anak seperti itu. Mereka punya sekolah, mereka punya teman - teman, sorry, aku tidak bisa...."

Alex langsung memotong kata - kataku sebelum aku menyelesaikan kalimatku. "Anak-anak pasti akan senang di sini. Selamanya, mereka akan tumbuh besar di sini bersama ayah mereka."

Aku menepuk-nepuk jidatku. "Entahlah, aku tidak tahu. Lagi pula, aku tidak yakin, apakah aku akan kembali tinggal di sini atau tidak?" Aku ku, suaraku mirip seperti berbisik. "Aku lebih tidak yakin lagi, jika aku akan kembali padamu."

Ucapanku terdengar kejam, namun itulah kenyataannya. Meskipun aku masih memiliki sedikit perasaan pada Alex, namun aku tidak ingin kembali padanya.

"Olivia, aku mohon, berilah aku satu kesempatan lagi. Aku tahu, semua itu tidak akan mudah bagimu. Namun, waktu yang akan menyembuhkan semua luka. Kita bisa bersama-sama melewati semua ini. Aku rela menunggumu sampai kamu siap menerimaku kembali." Kata-kata Alex yang terakhir menyadarkan aku pada David. Itulah yang sedang dia lakukan saat ini. Mengapa hidup harus sesuai ini?

"Alex, kita telah bercerai untuk sebuah alasan." aku menarik napas berat, dan bersandar pada dinding meja dapur.

"Aku tahu, tapi itu sudah bertahun - tahun yang lalu." Dia menarikku untuk menghadap kearahnya. " Aku bukan lagi orang yang sama seperti dulu. Aku sudah dewasa, dan aku sudah belajar dari kesalahan. Aku berjanji, bahwa kelak semua itu tidak akan terjadi lagi."

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, mulutku seakan terkunci.

"Kamu tak perlu menjawabnya hari ini. Tidak perlu terburu-buru. Kamu punya banyak waktu." tambahnya ketika dia mendapati keterkejutan di wajahku.

Sebenarnya, aku sudah memiliki jawaban atas permintaannya dan hendak kuucapkan, tapi yang terjadi aku malah mengucapkan sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan.

"Baiklah, aku akan memikirkan kembali tawaranmu, " jawabku dengan tenang.

Mata Alex berbinar dengan kegembiraan, "Terima kasih," ucapnya, matanya berbinar penuh penghargaan.

Aku dihinggapi rasa bersalah atas aksiku sebelumnya. "Maafkan aku, aku tadi menamparmu." Tambahku, aku benar-benar menyesal.

Alex terkekeh, dan mengangkat tangan, "It's okay!"

1
Anonim
kalau jatuh cinta lagi OLIVIA MASOKIS
Wayan Suryani
olivia TDK tau malu dulu SDH di selingkuhin msh saja cinta Alex dasar janda gatal
kasian davit
Anonim
carol anjing keluarga Dajjal LAKNATULLAH
Anonim
MASOKIS ANJING CUIHHH
Minaaida
Tolong kasih vote dong 🙏🏻🙏🏻
Indah Onyell17
olivia nya jgn di buat lembek thorr jadikan dia wanita yg tegas kasian juga david yg nunggu in masa alex lagii
Nasyya
udalah rujuk aja kalian 😍👍🏻👍🏻
Anonim: dih rujuk? MASOKIS sekali
total 1 replies
Nasyya
sonya penghianat 😏
Minaaida
Please, kasih vote dong /Sob/
Ramdani Radiansyah: buat si Olivia dapet hal yang lebih baik dari pada si Alex dan buat si Sonya menyesal di tambah kesialan terus menerus sampe mati thor
total 1 replies
Nasyya
aahh sedih😢 apakah oliv dan alex ngak bisa kembali bersatu lagi thor
Nasyya
yampun aq pikir sonya akan sama asisten nya alex, wah ternyata….🤭🙈
eva
lanjut
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nasyya
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nasyya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!