NovelToon NovelToon
Diam-diam Membalaskan Dendam

Diam-diam Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Balas Dendam
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: nita kinanti

Setelah mendapatkan donor mata, Zivanna hampir tidak pernah bisa tidur nyenyak. Mimpi setiap malam dia bermimpi aneh bahkan terkadang buruk yang sering membuatnya terbangun dengan jantung berdebar tidak karuan.

Zivanna berpikir mungkin dirinya sedang stress jadi untuk sementara dia akan tinggal bersama neneknya di desa.

Tetapi siapa sangka ketika tinggal di desa, mimpi aneh Zivanna semakin menjadi-jadi menyebabkan dia sering mondar-mandir ke puskesmas dan bertemu Alvaro, dokter tampan yang membantunya menangani masalahnya.

Ternyata, mimpi-mimpi yang selalu mengganggu Zivanna berasal dari potongan penglihatan pemilik mata sebelumnya yang telah mengalami begitu banyak siksaan.

Dibantu oleh Alvaro, Zivanna akan membalaskan dendam pemilik penglihatan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Ide Jahat

Semua yang hadir di tempat itu hampir tertawa mendengar kata-kata Suci dan juga Ida. Ada juga yang mencibir menyebut Ida dan Suci ini tidak tahu diri, ada juga yang menganggap Suci dan Ida berkhayal terlalu tinggi.

"Dia ini gila atau bagaimana? Jelas-jelas digerebek bersama laki-laki lain tetapi maunya menikah dengan dokter Alvaro?" seru salah seorang warga.

"Semua gadis di desa ini kalau ditanya juga jawabannya pasti mau menikah dengan dokter Alvaro, tetapi mereka masih sadar diri."

"Loh, dia digerebek bersama dokter Alvaro, kan? Wajar dong kalau Suci maunya dinikahi dokter itu," balas Ida dengan nada tidak terima sambil menunjuk Suci yang terus menangis.

"Jangan ngawur, bahkan sampai berani bawa-bawa nama dokter Alvaro! Dia tidak ada hubungannya dengan anakmu!" sergah ketua RT yang masih memasang wajah garang. Seluruh warga kecamatan Suka Jaya sangat menyayangi dokter tampan itu. Tentu mereka tidak rela dokter kesayangan mereka menikah dengan gadis yang sudah terkenal dengan tabiat buruknya itu.

"Tadi sebelum ibu pergi, kamu bilang kalau dokter Alvaro akan datang, kan? Apa dia tidak jadi datang tetapi orang lain yang datang?" Ida mulai terlihat bingung. "Jawab Suci! Kamu tidak membohongi ibu, kan? Dokter Alvaro benar-benar datang, kan?"

Suci mengangguk. "Iya... Tapi... Tapi... "

"Tapi apa? Mana dokter Alvaro? Suruh dia keluar!" hardik Ida tidak sabar.

"Berhenti menyebut nama dokter Alvaro. Dia tidak tahu apa-apa dan tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian ini!" bentak ketua RT lagi. "Mana Cahyo? Suruh dia keluar dan mempertanggungjawabkan perbuatannya!" teriaknya kepada beberapa orang yang masih berada di dalam rumah.

Tak lama kemudian Cahyo keluar diapit tiga orang yang bertindak sebagai penjaga agar Cahyo tidak melarikan diri, sekaligus melindungi seandainya ada yang hendak menghajar Cahyo karena telah melakukan perbuatan memalukan di desa itu.

Wajah Ida terlihat pias begitu melihat Cahyo lah yang keluar dari rumahnya, bukan dokter Alvaro seperti yang telah dia bayangkan. "Apa yang telah kamu lakukan? Kamu memper**sa anakku?!" Ida langsung maju dan hendak memukul Cahyo, tetapi tiga orang yang mengapit Cahyo menghalanginya.

"Dasar laki-laki biadab! Tega-teganya kamu berbuat itu pada Suci?! Dia bisa saja menikah dengan laki-laki yang jauh lebih baik dari kamu tetapi kamu telah merusak masa depannya! Jadi apa hidupnya kalau dia menikah denganmu nanti?!"

Cahyo tidak bereaksi apapun. Ekspresinya dingin. Sorot matanya seolah tidak menunjukkan sedikitpun rasa bersalah. Bahkan di depan banyak orang yang sedang menghakiminya, Cahyo sama sekali tidak terlihat malu atau menundukkan kepalanya.

"Sebelum menuduhku yang tidak benar, coba kamu tanya dulu anakmu. Apa aku memaksanya? Atau kamu lihat apakah ada bukti jika aku yang memaksanya? Coba kamu lihat tubuhnya apakah ada tanda-tanda kekerasan yang aku lakukan?"

"Diam!" teriak Suci. "Jangan teruskan kata-katamu atau... "

"Atau apa?" balas Cahyo dengan nada menantang. "Atau kamu akan malu sendiri karena ternyata kamulah yang suka rela menawarkan tubuhmu padaku? Kamu yang dengan sadar mencopoti pakaianmu sendiri lalu memaksaku. Kamu sendiri yang memohon-mohon padaku agar aku mau menyentuhmu."

Mulut para warga sampai menganga mendengar kata-kata Cahyo. Setelahnya, bisik-bisik langsung terdengar bersahutan.

"Wah... Aku tidak menyangka."

"Ternyata Suci berani juga, ya?"

"Aku pikir juga kok bisa Cahyo mau sama Suci ternyata diiming-imingi "itu" ... "

"Tidak! Tidak bukan seperti itu." Suci berusaha menjelaskan agar orang-orang tidak semakin berbicara hal buruk tentang dirinya. "Cahyo menerobos masuk ke kamarku. Dia yang memaksaku!"

"Coba buktikan jika aku memaksamu?" tanya Cahyo disertai tatapan dingin. "Untung warga datang dan menyaksikan sendiri kamu menunggangi tubuhku," lanjut Cahyo tanpa sedikitpun ditutup-tutupi. Ini kesempatannya untuk mempermalukan Suci. Terlepas dia sendiri juga menanggung malu, Cahyo menganggap hanya ini yang bisa dia lakukan untuk menebus kesalahannya pada Ayu.

"Sudah cukup!" teriak Ida. "Sampai kapanpun aku tidak reka jika Suci sampai menikah denganmu!" teriak Ida tepat di depan muka Cahyo.

"Terserah kalau itu yang kamu inginkan. Kalau bukan karena terpaksa juga aku tidak sudi menikah dengan perempuan iblis seperti anakmu!" balas Cahyo tak kalah tajam.

"Minggu depan mereka sudah harus menikah. Nanti saya bantu mengurus surat-surat dan dokumennya," putus ketua RT.

"Maaf Pak RT, bukan saya menolak untuk bertanggung jawab, tetapi sepertinya ibu Ida tidak ingin saya menikahi Suci. Pak RT dengar sendiri tadi."

"Kalau kamu tidak ingin Cahyo menikahi Suci memangnya siapa lagi yang mau menikahinya?" tanya Pak RT pada Ida. "Kalau Cahyo tidak menikah dengan Suci itu yang rugi bukan Cahyo tapi Suci sendiri yang rugi! Bagaimana nanti kalau dia hamil? Siapa yang jadi ayahnya? Apa masih berharap bisa menikah dengan dokter Alvaro?!"

Ida tidak bisa berkata-kata sementara Suci menangis sesenggukan tidak berdaya. "Kenapa bisa jadi begini, Suci?! Apa yang ada di otakmu? Ibu tidak pernah mengajarimu menjadi perempuan binal seperti itu," Ida berbalik kepada Suci. Wajahnya terlihat frustasi. Dia sangat tidak suka jika Cahyo menjadi menantunya tapi di sisi lain tidak akan ada yang mau menikahi Suci selain Cahyo.

Suci menundukkan kepalanya. Dia tidak sanggup melihat puluhan pasang mata yang terus tertuju ke arahnya dengan tatapan mencemooh dan menghakimi. Setidaknya rambutnya yang tergerai bisa untuk menutupi sebagian wajahnya.

"Jadi bagaimana? Kapan acara pernikahannya? Mau dibahas sekalian disaksikan warga atau mau dibahas dengan keluarga saja?"

* * *

Cahyo pulang ke rumahnya dan mendapati ibunya sedang menangis sesenggukan. Tadi, ketika mengetahui Cahyo digerebek warga sedang berbuat mesum dengan Suci, ibunya tidak mau keluar rumah. Isti merasa sangat malu dan merasa telah gagal mendidik putranya.

Cahyo mematung teringat kejadian sebelumnya. Dia sama sekali tidak menaruh curiga ketika tadi Zivanna datang dan memintanya untuk membantu Alvaro yang sedang berada di rumah Suci karena gadis licik itu sakit.

Cahyo langsung masuk ke dalam rumah ketika Alvaro mengatakan Suci berada di dalam. Dia pikir dirinya diminta datang untuk membantu mengangkat tubuh Suci untuk dibawa ke puskesmas. Tak tahunya di dalam kamar Suci sedang menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan dengan pakaian setengah terbuka.

Tadinya Cahyo ingin pergi begitu saja. Dia sangat membenci Suci bahkan tidak sudi menyentuhnya. Tetapi karena Suci terus memaksanya Cahyo pun tidak menolak bahkan muncul ide jahat di otaknya.

"Maafkan aku, ibu." Cahyo bersimpuh di hadapan ibunya. Satu-satunya penyesalan Cahyo saat ini adalah karena telah membuat ibunya kecewa.

"Kenapa harus seperti ini? Kalau kamu menyukainya ibu bisa melamar dia untukmu. Tidak perlu sampai ada kejadian memalukan seperti ini," kata Isti sambil mengusap air matanya.

1
Ma Em
Zivana jebak Suci dgn Cahyo sama seperti waktu Suci sengaja menjebak Ayu dgn Cahyo , biar Suci merasakan bagaimana rasanya dijauhi orang2 karena sdh berbuat maksiat di kampungnya .
Ma Em
Balas perbuatan Suci buat Suci menyesal seumur hdp nya karena sdh merusak hdp Ayu , dan buat Suci merasakan nasibnya seperti Ayu agar Suci mengingat semua perbuatan nya pada Ayu .
Ma Em
Suci mau balas pada Bu Minah karena sdh pecat Bu Ida coba saja kalau berani , pasti Zivana langsung bertindak dan akan membalaskan dendam Ayu pada Bu Ida dan Suci .
Ma Em
Ayo Zivana balaskan dendam Ayu pada Suci juga pada Ida karena perbuatan mereka hdp Ayu jadi menderita .
Ma Em
Ayo Alvaro cari bukti yg kuat agar orang2 yg sdh jahat pada Ayu akan dapat hukuman yg setimpal ,terutama Bu Ida dan Suci hrs di beri pelajaran itu agar dia sadar dan sekalian masukan ke penjara .
Ds Phone
itu lah sebab nya
Ma Em
Semangat ga Alvaro segera membuka semua tabir yg Zivana hadapi dan Zivana bisa sehat kembali tdk diteror dgn mimpi mimpinya .
Ds Phone
dia jahat dengan ayu
Ds Phone
rasa mata tu dia punya
Ds Phone
cucu sorang memang susah hati
Ds Phone
dia ingat dia ayu
Ds Phone
cari kesepatan
Ds Phone
memang jahat perumpuan tu
Ds Phone
mimpi teruk lagi lah tu
Ds Phone
orang jahat dah cemburu
Ds Phone
dia melihat semus nya
Ds Phone
dia lihat apa perbuatan jahat meraka
Ds Phone
maaf sebab dah buat jahat
Ds Phone
muking dia kena rogol
Ds Phone
semua nya ada kaitan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!