NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Transmigrasi Ke Zaman Kuno

Tiba-tiba Transmigrasi Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Romansa pedesaan
Popularitas:114.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan

Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.






"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!

"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.

Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..

.

.

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. memberikan semua penghasilan kepada keluarga

"Nainai, uang ini murni hasil payahku sendiri aku mengumpulkan bahan obat, saat pergi pegunungan kemarin, jadi aku menjualnya, lumayan dapat untung besar." Ucap Song Xinglan ia tidak mengatakan menjual hewam buruan takut keluarganya jantungan.

"Jual tanaman obat dapat sebanyak ini, jika tahu mencari uang semudah ini mengapa kita tidak mencari tanaman obat saja untuk di jual." Ucap Song Xingfeng.

Bruuk!! Sepatu Song xinghe melayang di kepalanya,

"Aak!!! Dage apa maksudmu? Melemparku sakit tahu." Ucapnya sambil meringgis menahan sakit di kepalanya.

"Kamu pikir mudah cari bahan obat, kita harus tahu lebih dahulu mana tanaman obat mana tanaman biasa!, mempelajari itu tidak lah mudah, apalagi orang sepertimu, yang malas!." Ucap Song Xinghe, setelah itu ia bertanya kepada adik perempuannya.

"Meimei apa kamu tahu cara membedakan bahan obat, kapan kamu belajar?." Ucapnya lembut.

"Iya aku sudah mempelajari setahun yang lalu,saat aku menemukan kitab kuno tentang ilmu pengobatan." Ucap Song Xinglan santai, sambil mengeluarkan kitab itu menunjukkan kepada keluarganya.

"Di kitab ini kita bisa mengenal macam-macam tanaman obat." Ucap Song Xinglan lagi menunjukan gambar macam-macam tanaman obat kepada mereka.

Baru mereka percaya bahwa song xinglan belajar dari buku itu.

"Kamu sungguh luar biasa meimei hanya waktu setahun kamu sudah bisa menghafal semuanya." Ucap Song xingming kakak keempatnya.

"Kitab ini tebal, aku belum membaca semuanya." Balas song Xinglan santai

"Jadi apa para gege juga mau mempelajarinya, supaya kita bisa mengumpulkan sama-sama?." Ucap Song Xinglan lagi.

Mendengar ucapan song xinglan semua gege-nya mengelak, mereka tidak suka belajar lagi.

"Tidak usah meimei kamu saja yang mempelajari, kami hanya bisa menemanimu mencari bahan obat, ingat jangan pergi sendirian!." Ucap Song xinghe juga memberi peringatan kepada adik perempuannya itu.

Yang lainnya setuju apa yang dikatakan Song Xinghe, mereka juga mengulang perkataan song xinghe, supaya tidak pergi ke gunung sendirian, meski mencari uang perlu tetapi keselamatan lebih penting.

"Nainai simpanlah uang ini terlebih dahulu! Aku ingin membeli tanah beberapa hektar lagi, untuk menanam tanaman yang aku temukan, mulai sekarang keluarga kita tidak kelaparan lagi." Ucap song xinglan lembut sambil meletakkan uang itu di tangan neneknya.

"Baiklah, Nainai akan menyimpannya untukmu." Ucapnya juga lembut, lalu pandangannya melihat anak-anak dan cucunya lain.

"Ingat ini adalah uang lan lan, jangan berpikiran picik!." Tegasnya kepada semua orang.

"Ibu apa yang kamu bicarakan, mana mungkin kami memiliki pikiran seperti itu, lan lan adalah kesayangan keluarga." Ucap Ning Qingru bibi song Xinglan.

"Baguslah, aku hanya mengingatkan!" Ucapnya lagi, lalu pandangannya kembali melembut kearah cucu perempuannya.

"Lan lan kamu ingin membeli tanah, itu juga bagus sekali untuk tabungan masa depanmu, nanti nainai dan zufumu tanya kan tentang ini kepala desa." Ucap Jing Meiru lagi.

"Jadi, masalah tanah jangan pikirkan biarkan masalah ini nainai yang urus." Tambahnya lagi.

"Terimakasih nainai kamu memang yang terbaik." Ucap song xinglan lega, ia memeluk neneknya yang ia sayangi.

Jing Meiru hanya tersenyum lembut sambil menepuk punggungnya song xinglan, lalu ia melerai pelukannya.

"Nah, ini 10 koin kamu simpan untuk keperluan mendadak, yang lainnya nainai yang simpan untuk membeli tanah." Ucap Jing Meiru neneknya sambil memberikan uang 10 perak kepada Song Xinglan.

Song xinglan langsung mengambilnya, lalu ia simpan cepat dalam sakunya.

"Terimakasih nainai, kalau begitu aku kekamar dulu untuk istirahat." Ucapnya pamit untuk ke kamar, ia takut terlalu lama disini, banyak lagi pertanyaan yang di tanyakan oleh keluarganya.

Jing Meiru mengizinkannya, lalu ia pergi kekamar dengan menghela nafas lega.

Esok paginya...

Song xinglan bangun yang pertama anggota keluarga lainnya masih tertidur, ia bangun langsung pergi kedapur.

Ia ingin membuat sesuatu untuk ia bawa kepegunungan nanti bersama wei jingguo, ia juga memasak untuk keluarganya.

Setelah masakannya selesai ia menyimpan sebagian kedalam ruang sebagian ia tata di meja makan, untuk di makan keluarganya, setelah itu ia membersihkan diri.

Setelah peninggalan nenek,ibu dan bibinya juga bangun, mereka bertiga membuat sarapan bersama pagi ini, tetapi mereka dikejutkan lagi, makanan sudah masak semua.

"Apakah Lanlan yang masak ini semua, kapan dia bangun.?" Ucap ibunya heran, biasa song xinglan sangat malas bangun pagi.

"Cucuku sudah dewasa dia sudah bisa membahagiakan dan berbakti kepada tetua, biarkan saja apa yang dia kerjakan cukup dukung apa yang dia lakukan, kita sebagai orang tua hanya membantunya jika dia mengalami kesulitan." Nasihat Jing Meiru kepada para menantunya.

"Iya, ibu kami mengerti." Ucapnya secara bersamaan setelah itu mereka membersihkan diri dan membangun para suami dan anak-anak yang belum bangun.

Tak lama setelah itu semua keluarga pamit untuk pergi keladang, Xiaohui ia pergi bermain, sedangkan nenek dan kakeknya pergi menemui kepala desa.

Mereka berdua berencana membahas masalah pembelian tanah, mereka tidak bisa menunda keinginan cucu kesayangan mereka, dengan uang di tangan sudah bisa mendapatkan tanah beberapa MU.

Setelah rumah kembali kosong, ia juga menyelinap keluar, langkahnya menuju ke pegunungan, tempat perjanjiannya dengan Wei Jingguo.

Tidak lama setelah itu ia sampai di tempat yang mereka sepakati, song xinglan melihat seseorang sudah menunggunya disana.

"Wei Jingguo, apa kamu lama menunggu maaf aku sedikit terlambat." Ucapnya sambil meminta maaf, ia tidak lagi berbicara datar dan ketus tapi sangat lembut sambil tersenyum membuat wei jingguo lagi-lagi salah tingkah olehnya, tetapi song xinglan tidak menyadari itu.

"Aku juga baru sampai, apa kamu sudah sarapan aku membawa sedikit kue kering." Ucap Wei Jingguo setelah menenangkan dirinya ia menjawab pertanyaan song xinglan.

"Aku sudah sarapan, kamu simpan saja untuk makanan dalam perjalan, lihat ini dalam keranjangku aku juga bawa makanan." Song xinglan menolak secara halus, juga menunjukkan keranjang ada makanan enak didalamnya untuk mereka makan saat dalam perjalanan nanti.

"Ayo berangkat, hari ini aku hanya mengikutimu karena kamu yang lebih tahu daerah pegunungan ini dari pada aku." Ucap song xinglan lagi, tidak mau menunda waktu lagi.

"Baiklah, tapi ingat kamu jangan jauh-jauh dariku supaya aku bisa menjagamu." Ucap Wei jingguo tanpa sadar.

Song xinglan sangat tersentuh apa yang dikatakan wei jingguo, sejak dulu tidak ada laki-laki yang tulus padanya, hanya mengharapkan kekayaan peninggalan orang tuanya saja.

Tapi setelah bertemu Wei Jingguo di Zaman ini wei jingguo memperlakukannya dengan tulus, tentu ia sangat tersentuh.

°°°°

Bersambung...!!!

°

°

°

《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》

♡Terimakasih

1
Maria Lina
1 melulu
Siska Sutartini
ayo jingguo katakan cinta. jangan sampe keburu dilamar sama org lain loh
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Erna Fkpg
la ni siapa yg disalahkan lagi bertarung malah peluk pelukan 😂
Erna Fkpg
kemana y kira" song xinglan membawa keluarganya jd penasaran
Leni Ani
kl ngitu kapan song xilannya kuat sih🤔🤔🤔🤔
Leni Ani
lanjut yg banyakup nya thor👍👍😘☺️
Memyr 67
𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝗑𝗂𝗇𝗅𝖺𝗇, 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗒𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗀𝗓𝗁𝖾?
Atik Kiswati
lnjt....
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
wei jinggou kemana.... kangen aku🤭🤭🤭
Mineaa
Wei jingguo.....pepet terus pujaan hati mu sampai dapat..... fighting....💪🔥🔥🔥
Atik Kiswati
yah....cuma se part....
Sribundanya Gifran
lanjut
Yumi
teruskan thorr..suka sangat cerita novel anda..semangat berkarya thorr..😍😍
Maria Lina
pendek amat hadeh
kaylla salsabella
yeeee tambah koneksi lan lan
Nurhayati Nurhayati
lanjut uf thor. nambah seru
Cinta Lidya
👍👍👍👍👍
Cinta Lidya
💪💪💪💪💪 tetap semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!