NovelToon NovelToon
KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM

KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:439
Nilai: 5
Nama Author: Ayah Balqis

Lumpuh di hari pernikahan.
Dibuang keluarga sendiri.
Mereka bilang hidupku sudah tamat.

Tapi demi Nisa…
aku akan bangkit dan membuktikan kalau masa depanku belum suram.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayah Balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Pertama dan Tangan Gemetar

Tiga hari setelah koran itu terbit, Pak Arman datang lagi ke kandang ayam. Kali ini naik motor ojek, bukan jalan kaki. Bawa map coklat tebal. Mukanya tegang.

"Pak Galih, kita ke kota sekarang. Ada yang mau ketemu Bapak," katanya sambil bantu aku naik ke boncengan ojek.

Istriku bingung. Nisa nangis gak mau ditinggal. Aku gendong Nisa, dadanya nempel di punggungku. Kami bertiga naik satu motor butut ke kota. 2 jam jalan tanah merah.

Gedungnya tingkat dua. Catnya ngelupas. Plangnya: "KANTOR REDAKSI CAHAYA HATI". Pertama kali aku masuk kantor Jendral. Bau tinta, kertas, dan mimpi orang kota.

Di dalam, ada 5 orang. Semua pakai kemeja. Semua mandangin aku. Mandangin kaki lumpuhku. Mandangin Nisa yang malu-malu di punggungku.

Yang paling tua berdiri. Rambutnya putih. Namanya Pak Bambang, Pemimpin Redaksi. Orang yang minggu lalu nolak tulisanku.

Dia diam lama. Lalu dia bungkuk. Bungkuk ke arah aku yang duduk di lantai karena gak ada kursi roda.

"Pak Galih... saya minta maaf," suaranya berat. "Saya salah. Saya nilai tulisan dari kasihan, bukan dari hati. Tulisan Bapak... membangunkan redaksi kami yang udah mati."

Dia sodorin map coklat itu ke pangkuanku. Isinya kertas. Banyak tanda tangan.

"Ini kontrak kolom tetap 'Suara Kandang Ayam'. Terbit tiap minggu. Honor 200 ribu per tulisan. Kalo pembaca suka, kita naikkan."

200 ribu. Seminggu. 800 ribu sebulan. Angka yang 1 bulan lalu cuma bisa kumimpikan.

Tanganku gemetar ambil pulpen. Bukan karena lumpuh. Tapi karena ini pertama kalinya tanganku dipakai untuk tanda tangan, bukan buat ngemis.

Tapi pulpen itu jatuh. 3 kali jatuh. Jari-jariku gak bisa genggam. Malu Jendral. Malu banget.

Nisa turun dari punggungku. Dia ambil pulpen itu. Dia genggam tanganku. Dia tuntun tanganku pelan-pelan.

"Ayo Yah... Nisa bantu. Tanda tangan buat beli beras ya Yah..."

Kami TTD bareng. Tangan bapak lumpuh dan tangan anak 5 tahun. Tinta bleber. Jelek. Tapi sah.

Pak Bambang nangis. Pak Arman nangis. Satu ruangan nangis.

Pulang dari kota, kami gak naik ojek. Kami naik angkot. Di kantong kresek ada 1 amplop. Honor pertama: 200 ribu. Langsung kubeliin beras 10kg, telor 1kg, sama susu buat Nisa.

Malam itu, untuk pertama kalinya, dapur kandang ayam ngebul. Bukan karena kayu bakar. Tapi karena ada yang dimasak.

Nisa makan nasi putih anget + telor dadar. Dia senyum lebar. "Enak Yah! Besok bikin lagi ya!"

Aku tatap 10 surat penolakan di dinding. Sekarang ada 1 map kontrak di sebelahnya.

Aku bisik ke Nisa: "Nak, Ayah janji. Besok, lusa, selamanya... dapur kita bakal selalu ngebul. Karena pena Ayah gak akan patah lagi."

Hari itu aku belajar Jendral: Tangan gemetar bukan tanda lemah. Itu tanda manusia yang sedang merangkak naik dari kubur.Karena aku sadar Jendral. Editor NovelToon sama kayak Pak Bambang. Awalnya ngeremehin. Tapi kalo kita konsisten, mereka bakal bungkuk minta maaf.

Malam itu aku gak tidur. Aku tatap Nisa yang kenyang tidur pulas. Kutulis di kardus Indomie baru: "TARGET: 20 BAB. GAJI: 2.4 JUTA. BUAT NISA SEKOLAH."

Tanganku masih gemetar. Tapi gemetarnya beda. Dulu gemetar karena lapar. Sekarang gemetar karena harapan.

Karena aku sadar Jendral. Editor NovelToon sama

1
Ray Penyu
Makasih banyak ya sudah jadi pembaca setia novel ini 😊
Author benar-benar menghargai setiap like dan hadiah yang kamu kasih 🙏 Semoga cerita ini selalu bisa nemenin harimu, dan jangan bosan ikut perjalanan mereka sampai akhir ya ✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!