NovelToon NovelToon
Tanda Cinta Sang Kumbang

Tanda Cinta Sang Kumbang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Kutukan
Popularitas:730
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Di kedalaman hutan yang sunyi, di mana wabah asing pernah merenggut segalanya, Alexandria Grace hidup sendirian—seorang gadis yang selamat karena kekuatan muda yang masih membara.

Hutan adalah rumahnya, kesunyian adalah temannya, sampai suatu hari ia menemukan seekor macan kumbang yang terluka, terperangkap dalam jebakan manusia. Rasa iba mengantarnya merawat makhluk itu dengan setia, tak menyadari bahwa ia sedang membuka pintu bagi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar pertolongan.

Saat luka sembuh dan ikatan tak terlihat mulai terjalin, malam musim kawin membawa kejutan yang mengubah segalanya, sosok binatang yang ia kenal berubah menjadi pria dewasa yang memancarkan aura misterius, dan tanda yang pernah ia rasakan kini menjadi janji cinta beda dunia yang tak terelakkan—meskipun dunia di sekitar mereka siap untuk menolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26: Cinta yang Mendalam dan Bayangan Rindu yang Tersembunyi

Tiga tahun telah berlalu sejak kelahiran Putra Darius. Kehidupan kerajaan Eldoria semakin damai dan makmur—perdagangan berkembang pesat, sekolah-sekolah baru dibangun di seluruh desa, dan hubungan antara Eldoria dengan dunia manusia mulai terbuka dengan lebih luas berkat upaya Leonard dan Alexandria.

Cinta mereka semakin dalam dan kuat seiring berjalannya waktu. Setiap pagi, mereka selalu bersama-sama menyaksikan matahari terbit dari balkon istana, sambil mengajak Darius bermain dengan bunga-bunga yang tumbuh di taman. Malam hari mereka menghabiskan waktu dengan membaca cerita untuk sang putra, atau hanya duduk bersama sambil menikmati keindahan malam Eldoria.

"Dia benar-benar anak yang luar biasa ya, Leo," ucap Alexandria dengan bangga saat melihat Darius sedang bermain dengan mainan kayu yang dibuat Leonard sendiri.

"Dia bisa menyelesaikan teka-teki yang biasanya hanya bisa diselesaikan oleh orang dewasa, bahkan dia sudah bisa berbicara dalam dua bahasa—bahasa Eldoria dan bahasa dunia manusia."

Leonard tersenyum bangga sambil menatap putranya yang sedang fokus menyusun batu bata magis yang bisa berubah bentuk sesuai keinginannya.

"Ya, Alex. Dia melebihi ekspektasi kita semua. Kadang aku merasa dia bahkan lebih cerdas dariku saat umurnya sama dengannya dulu."

Darius memang anak yang luar biasa—meskipun baru berusia tiga tahun, ia sudah bisa membaca tulisan sederhana, memahami konsep sihir dasar, dan bahkan memberikan ide-ide cerdas saat melihat orang-orang bekerja di taman istana atau di dapur kerajaan. Namun di balik kecerdasannya itu, ia juga memiliki sisi nakal yang sering membuat kedua orang tuanya terkadang tidak bisa menahan tawa.

"Yang Mulia Darius lagi nakal ya, Yang Mulia," kata pelayan muda dengan senyum lebar saat datang menghampiri mereka.

"Dia sedang mencoba mengajari burung-burung di taman untuk berbicara dengan bahasa manusia lho."

Alexandria dan Leonard saling melihat lalu tertawa bersama.

"Itu anak kita ya," ucap Alexandria dengan lembut. "Selalu ingin menjelajahi hal-hal baru dan tidak pernah takut untuk mencoba sesuatu yang sulit."

Meskipun kehidupan keluarga kerajaan terlihat begitu bahagia dan harmonis, tidak semua orang melihatnya dengan senang hati. Di balik tirai istana yang megah, terdapat sosok yang mengamati setiap gerakan Leonard dan Alexandria dengan mata penuh iri dan hasrat yang tersembunyi.

"Sangat tidak adil..." bisik sosok itu dengan suara penuh dendam, sambil melihat Leonard yang sedang bermain dengan Darius di taman.

"Mengapa dia bisa mendapatkan segalanya, kekuasaan, cinta seorang wanita yang cantik dan cerdas, serta anak yang sempurna? Padahal aku yang layak mendapatkan semua itu!"

Sosok itu adalah Seraphina—seorang bangsawan muda dari keluarga kuno Eldoria yang dulu pernah dianggap sebagai calon istri bagi Leonard sebelum kutukan menjebloskannya ke dunia manusia. Setelah Leonard kembali dan menikahi Alexandria, posisinya yang dulu dianggap penting menjadi tersingkirkan, membuat rasa irinya semakin tumbuh besar setiap hari.

"Aku tidak akan tinggal diam melihat mereka bahagia seperti ini," gumam Seraphina dengan mata yang penuh dengan rencana jahat.

"Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku dan aku akan memastikan bahwa Alexandria dan anaknya itu akan keluar dari hidup kita berdua selamanya!"

Pada malam perayaan ulang tahun keempat Darius, seluruh istana dipenuhi dengan dekorasi warna-warni dan suara musik rakyat yang merdu. Rakyat dari seluruh penjuru Eldoria datang untuk merayakan hari spesial sang putra, membawa berbagai macam hadiah dan doa restu.

"Selamat ulang tahun, Darius!" teriak seluruh hadirin dengan penuh semangat saat sang putra muncul bersama kedua orang tuanya di atas panggung.

Darius tersenyum lebar, mengenakan baju tradisional Eldoria yang dihiasi dengan sutra emas dan perak. Ia mengambil mikrofon kecil yang disiapkan untuknya, lalu berbicara dengan suara yang jelas dan penuh percaya diri.

"Terima kasih untuk semua hadiah dan doa restunya, semuanya! Aku berharap kita semua bisa selalu bahagia dan damai bersama!"

Suara tepukan tangan dan sorak kegembiraan menggema ke seluruh penjuru. Seraphina berdiri di sudut ruangan, melihat semua itu dengan wajah yang penuh dengan iri hati yang membara. Ia melihat bagaimana Leonard dan Alexandria saling menatap dengan cinta yang mendalam, bagaimana mereka bersama-sama merawat dan mencintai putra mereka, semua hal yang ia impikan untuk dirinya sendiri.

"Saatnya aku mulai menjalankan rencana pertama," bisiknya dengan rendah, lalu menyelinap keluar dari pesta dengan hati-hati.

Dia telah menyusun rencana yang sangat cermat untuk memecah keharmonisan keluarga kerajaan, mulai dari menyogok salah satu pelayan istana untuk menjadi bagian dari rencananya.

Keesokan paginya, kehidupan keluarga kerajaan sepertinya masih berjalan normal seperti biasa. Leonard sedang berada di ruang rapat untuk membahas urusan perdagangan dengan dunia manusia, sementara Alexandria sedang mengajar Darius cara membuat ramuan penyembuh sederhana di taman obat istana.

Namun tanpa mereka sadari, bayangan bahaya sudah mulai mengintai dari kejauhan. Seraphina telah berhasil menyogok pelayan bernama Marta—seorang wanita muda yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan merasa bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan perhatian yang layak dari kerajaan.

"Aku akan memberimu uang yang cukup untuk menyelamatkan keluargamu, Marta," ucap Seraphina dengan suara yang penuh dengan rayuan jahat.

"Yang kamu perlu lakukan hanya mengikuti apa yang aku katakan. Tidak akan ada orang yang terluka... hanya sedikit masalah kecil yang akan membuat Raja Leonard menyadari siapa yang benar-benar layak untuknya."

Marta melihat ke arah tangan Seraphina yang memegang kantong penuh dengan koin emas, lalu mengangguk dengan hati yang penuh keraguan namun terpaksa. Dia tahu bahwa apa yang akan dilakukannya salah, tapi dia tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan orang tuanya yang sakit parah di desa asalnya.

"Baiklah, Nyonya Seraphina," bisiknya dengan suara lemah. "Saya akan melakukan apa yang anda katakan."

Seraphina tersenyum dengan puas, lalu memberikan instruksi rinci tentang apa yang harus dilakukan Marta pada malam berikutnya. Dia tahu bahwa ini hanya langkah pertama dalam rencana besarnya untuk mengambil alih hati Leonard dan mendapatkan kekuasaan yang ia yakini layak untuknya.

Sementara itu, di taman istana, Alexandria sedang bermain dengan Darius yang sedang mencoba membuat mahkota kecil dari bunga-bunga liar. Leonard datang menghampiri mereka dengan senyum lebar, membawa sebuah kotak kecil yang dihiasi dengan renda putih.

"Ini untuk kalian berdua," ucapnya dengan lembut, lalu membuka kotak itu untuk menunjukkan dua kalung kecil dengan liontin berbentuk kumbang—simbol cinta mereka yang telah mengubah dunia Eldoria.

"Untuk kamu, Alex... dan untukmu juga, Darius," lanjutnya dengan penuh cinta.

"Semoga kalung ini selalu melindungi kalian berdua dan mengingatkanmu akan cinta yang kita miliki sebagai keluarga."

Alexandria menangis haru saat menerima kalung itu, kemudian memeluk Leonard dengan erat. Darius juga berlari untuk memeluk kaki kedua orang tuanya, membuat mereka semua tertawa bahagia.

Mereka tidak menyadari bahwa saat itu juga, Seraphina sedang mengamati mereka dari balik pohon besar di taman, dengan wajah yang penuh dengan amarah dan hasrat yang semakin membara.

"Ini baru permulaan, Alexandria," bisiknya dengan penuh dendam. "Segera atau lambat, semua yang kamu miliki akan menjadi milikku!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!