NovelToon NovelToon
TANGIS TERAKHIR

TANGIS TERAKHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Emily

Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.

Dunia seakan runtuh saat itu juga.

Hancur. Pedih. Perih...

Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.

Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LAMARAN ROMANTIS

"Jangan pergi Dante. A-ku mencintaimu," isak Mikha di punggung Dante. Memeluk erat pinggang laki-laki bertubuh atletis itu.

Tidak salah lagi, laki-laki itu adalah Dante. Mikha sudah sangat mengenal parfum yang selalu di pakai Dante. Aroma maskulin sandalwood dan citrus yang sudah sangat Mikhaela sukai.

"Jangan pulang dulu ke London.. Tunggu beberapa hari lagi seperti rencana mu. A-ku membutuhkan mu Dante", ucap Mikhaela dengan suara bergetar lirih.

 "Semalam bukan aku menolak mu, aku hanya ingin sendiri dulu sambil berpikir. Tidak ada yang berubah. Tentang perasaan yang aku rasakan pada mu", ucap Mikhaela penuh perasaan.

Dante bisa merasakan pelukan tangan Mikha semakin kuat.

"Tadi aku ke makam Dion, memberitahu dia bahwa kini aku telah memiliki kamu. Dan bahagiaku itu kamu, Dante. Tolong jangan tinggalkan aku dulu", bisik Mikhaela.

Dante tertegun, perlahan berbalik dan menatap mata Mikha yang masih basah. Kecewa di wajahnya perlahan luntur melihat kesungguhan di mata wanita itu.

Namun sorot mata Dante masih menyisakan keraguan, tangannya masih memegang paspor erat-erat. "Mikha, aku tidak ingin menjadi pelarian atas rasa bersalah mu pada Dion. Sebaiknya kita berpisah dulu untuk sementara waktu!". ucapnya lirih, mencoba melepaskan pelukan Mikha.

Tepat saat Dante melangkah mundur untuk masuk ke area pemeriksaan, seorang petugas bandara yang sedang terburu-buru mendorong troli barang besar tidak sengaja menabrak Dante dari samping. Dante kehilangan keseimbangan, jatuh tersungkur, dan tas kecilnya terlempar hingga isinya berhamburan di lantai keramik bandara.

Mikha memekik kaget dan segera berlutut membantu Dante. Di antara tumpukan kertas dan barang yang berserakan, mata Mikha tertuju pada sebuah kotak beludru kecil berwarna merah yang terbuka. Di dalamnya, sebuah cincin berlian berkilau indah.

Dante tampak sangat malu. Ia segera meraih kotak itu, namun Mikha lebih dulu menyentuhnya.

"Dante... ini?" suara Mikha bergetar.

Dante menghela napas pasrah, luka lecet di tangannya tak ia hiraukan. Terdengar hembusan nafasnya. "Tadinya di hadapan Dion, aku ingin melamar mu di makam tadi. Sebagai tanda aku akan menjagamu menggantikannya. Tapi melihatmu dari kejauhan menangisinya begitu hebat, aku merasa aku tidak akan pernah bisa menang dari bayang-bayang Dion. Itu sebabnya aku memilih pergi. Sampai kau bisa bayang-bayang itu Mikhaela".

Suasana bandara yang bising seolah mendadak senyap. Mikha menggenggam tangan Dante yang lecet, lalu menatapnya dalam-dalam. "Jangan menang melawan bayangan, Dante. Menang lah bersamaku di dunia nyata. Karena aku sudah memiliki jawabannya".

Mikhaela menatap Dante dengan tatapan penuh cinta.

Dante terdiam sejenak. Meresapi setiap kata yang keluar dari bibir ranum Mikhaela. Laki-laki itu melepas kacamata hitam yang sejak tadi ia kenakan. Menatap lekat mata Mikhaela yang berkaca-kaca namun penuh keyakinan.

Perlahan Dante mengambil kotak beludru itu dari tangan Mikha. Di tengah kebisingan Bandara Soekarno-Hatta, di antara pengumuman keberangkatan dan langkah terburu-buru para calon penumpang, waktu seolah berhenti bagi mereka berdua.

Dante berlutut dengan satu kaki, mengabaikan rasa perih di tangannya yang lecet akibat insiden kecil tadi. Ia meraih jemari Mikha yang masih gemetar.

"Mikhaela," ucap Dante dengan suara berat namun lembut. "Aku tidak menjanjikan hidup yang sempurna tanpa bayang-bayang masa lalu. Tapi aku berjanji akan menjadi masa depan yang selalu menggenggam tanganmu, dalam duka maupun suka. Menikah lah dengan ku.."

Mendengar itu spontan tangan Mikha menutup mulutnya yang terbuka. Seraya menganggukkan kepalanya.

Dengan perlahan, Dante menyematkan cincin berlian itu ke jari manis Mikha. Pas. Ternyata ukurannya sesuai dengan jari Mikhaela.

Mikha menitihkan airmata. Tapi kali ini bukan air mata karena sedih, melainkan karena rasa syukur karena bahagia.

"Aku mencintaimu, Dante. Jangan pernah pergi diam-diam begini. Kalau kau mau pergi dari jauh-jauh hari harus bilang dulu sama aku," bisik Mikha sambil menghambur ke pelukan pria itu. Membenamkan wajahnya di dada laki-laki itu.

Dante membalas pelukan itu dengan erat. Ia memutuskan untuk tidak masuk ke pintu keberangkatan. Tiket menuju London itu ia biarkan terselip di saku, menjadi saksi bisu bahwa cinta barunya telah menang atas keraguan.

Dante menggenggam erat jemari Mikhaela, seolah tak ingin melepaskannya lagi. Ia membatalkan perjalanannya ke London saat itu juga. Sambil merangkul bahu Mikha, mereka berjalan perlahan meninggalkan hiruk-pikuk terminal keberangkatan menuju pintu keluar.

Sinar matahari sore menyambut mereka di pelataran bandara, memberikan kehangatan yang seolah memberkati awal baru hubungan mereka. Mikha menatap cincin berlian yang melingkar di jarinya, sesekali menyeka sisa air mata yang kini berubah menjadi binar kebahagiaan.

"Kita pulang?" tanya Dante lembut sambil membukakan pintu mobil untuk Mikha.

Mikha mengangguk pasti.

Di dalam mobil, suasana terasa begitu damai. Mikha menyandarkan kepalanya di bahu Dante, sementara Dante sesekali mengecup keningnya saat lampu merah.

Beban berat yang selama ini menghimpit dada Mikha karena kebohongan Tio dan Nania telah luruh sepenuhnya. Begitu pula salah paham dengan Dante telah selesai dengan baik, bahkan berakhir dengan lamaran romantis yang di berikan Dante padanya. Mikha tahu Dion di sana pasti tersenyum melihatnya menemukan pelabuhan yang tepat untuknya dan Revan putra mereka.

Mobil yang di kendarai Dante melaju menjauhi bandara, membawa mereka menuju masa depan yang lebih cerah, meninggalkan semua duka dan kesalahpahaman di belakang.

Sementara Rahmat di perintah Dante untuk membawa mobil Mikhaela.

"Jadi kapan kita menikah, hem?". Suara bariton Dante menguak kesunyian di dalam mobil. Sementara Mikha sejak keluar bandara tak henti menatap cincin berlian di balut emas putih yang melingkar di jari manisnya.

Mikha mendongakkan wajahnya. Sementara jari lentik tangannya memainkan kancing kemeja putih yang membalut tubuh Dante. "Menurut mu sebaiknya kapan? Aku siap kapanpun, Dante. Tapi bukankah kita harus meminta restu keluarga dulu?".

"Tidak ada masalah dengan keluarga ku. Mereka menerima semua keputusan ku. Apalagi aku hanya memiliki daddy saja. Ia pun sudah memiliki keluarga lain sejak mommy meninggal".

"Bagaimana dengan wanita lain. Hem... mungkin kekasih mu di London, atau di manapun yang aku tidak tahu", seloroh Mikhaela sambil mencubit pinggang kekasihnya itu. Sengaja ia lakukan sambil tertawa terbahak.

"Jangan menggodaku sayang. Atau kamu akan menerima hukuman ku. Sejak semalam kau membuatku susah. Sudah selayaknya kamu aku hukum", seru Dante menggenggam tangan Mikhaela.

Mikhaela melihat ke luar. "Kenapa ke sini, tidak langsung mengantar ku pulang?".

"Ada yang harus aku urus dulu di kamar ku. Setelah itu aku mengantar mu pulang", jawab Dante mengusap tengkuknya.

Mobil yang di kendarainya parkir di carport khusus di hotel Emerald. Dante mengulurkan tangannya pada Mikha. Keduanya bergenggaman tangan ketika memasuki lobby, menuju lift khusus menuju lantai atas.

...***...

To be continue

Kalian mau lanjutan kek apa nih, yang romantis dulu atau lanjut ke hukuman Tio Nania??

Komen ya

1
Dinda Wei
Ayo Bry, pepet terusss Rania 🤪
Dinda Wei
Kak Emily kok belum up juga ya? Biasanya rajin up. Ada apa dengan mu thor? smg tetap semangat
Emily: Udah up sayang, tapi masih harus di review dl. Sabar ya🙏
total 1 replies
Dinda Wei
Duhh hahahaaaa, sayang anak sayang anak 🤪
Hidup Tio tragis. Nania kapan nyusul nih?
Dinda Wei
Pastinya bahagia banget dante punya anak2 yg lengkap skrg ada cowok ada cewenya. Apa gak ada niatan buat nambah lg nih pak Dante?? 🤪
Delyana.P
😂😂😂😂😂 CEO takluk juga di tangan baby kembarnya. Tertawa nggak berenti aku baca bab ini thor. Bisa aja nih kakak author 😂
Amelia
Akhir tragis hidup Tio, bundir🤔
Amelia
Bab ini bikin aku ketawa ngakak kak Emily. Ternyata aku gemes sama ayahnya Aletta dan Aluna 🤪🔥🔥🔥
Amelia
Asli NGAKAKK gue🤪🤪🤪
Amelia
Nama yg cantik Aletta-Aluna, semoga tumbuh menjadi gadis yg baik kayak mommy dan daddyya.🌹
Nggak apa ada cameo thor, tp tokoh utama Mikha dan Dante tetap mendominasi ya thor🙏
Amelia: Iya dong, pasti baca thor ceritanya bagus gak bosen bcnya👍
total 2 replies
Delyana.P
Setuju kak author 👍🙏
Delyana.P
Wah selamat datang twins baby. Aletta dan Aluna. Dante suami idaman sekali pemirsa 🤪🔥
Delyana.P
Lagian sih dah bunting tua nengok orok mulu jdnya oroknya nggak sabaran kan keluarnya 🤪😂
Dinda Wei
Hahaaa si bapak jadi panik kan🤣
Dinda Wei
Tuh kan orang gila😡
Dinda Wei
Bikin metong aja orang stress ini, ngapain msh ada. Bikin gak aman sj
Delyana.P
Nekat kamu Audrey mengusik kehidupan Dante siap2 lo habis
Emily
Tinggalkan jejak kalian di setiap bab ya reader's. Up-nya tiap hari tapi jam tidak menentu 🙏
Amelia
Aku gak habis pikir kok kluarga istri pertama Dante, bisa2nya nyodorin orang gila sama Dante ya. Aneh banget dah. 😡 Tetap waspada Dante, bisa aja si gila Audrey itu bayar org dari dalem penjara buat celakain mikha
Delyana.P: Iya sama sepemikiran kita kak. Kok orang gila di sodorin ke Dante buat gantiin Cloe. wajar Eugene nggak suka sm Audrey
total 1 replies
Amelia
Mauuuu🔥
Amelia
Kok bisa-bisanya keluarga Dante dan Cloe mau Dante nikahin Audrey psikopat, strees gitu. Aneh. Yang ada bisa merancun dante dan Eugene tuh orang gila
Delyana.P: iya lagi. orang gila kok mau gantiin emak Eugene. pantes Eugene nggak suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!