Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Minta semua Bodyguard untuk bakar semua barang-barang milik Angga, tidak ingin melihat lagi satu pun barang milik Angga karena sudah tidak sudi melihat barang milik Angga yang tertinggal didalam kamar.
"Awas jangan ada yang ketinggalan, setelah bakar sampah itu kalian boleh jalan-jalan ke Mall karena tugas kalian sudah selesai dengan baik." ucap Citra memberikan hadiah untuk Bodyguard yang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, karena tidak mudah bawa Angga pergi jauh tanpa ada drama apapun.
"Hore asik dapat jalan-jalan gratis, terimakasih Bu Citra atas hadiahnya tenang saja semua barang orang itu sudah kita bawa kesini dan sudah didalam api itu jadi tenang saja." ucap Bodyguard yakin tidak ada satu pun barang milik Angga yang tertinggal.
"Kerja bagus." sambung Citra salut sama Bodyguardnya bisa diandalkan dan tidak pernah gagal dalam menjalankan tugas yang diberikannya.
Puas melihat barang-barang milik Angga perlahan jadi abu, langsung jalan menuju dalam rumah lelah rasanya hari ini setelah antar Winda ke rumahnya cukup jauh dan malamnya memperhatikan Bodyguard bakar satu persatu barang milik Angga.
**
Berkata jujur jalan satu-satunya yang bisa Winda lakukan, tidak ingin berbohong karena kwatir akan jadi masalah di kemudian hari apa lagi anaknya tidak memiliki akte lahir karena pernikahan dirinya bersama Angga bukan pernikahan resmi.
"Maafkan Winda Bu dan Pak, sudah mengecewakan kalian selama ini sudah berbohong sama kalian dan pulang kesini tanpa bawa suami karena Winda tidak ingin hidup bersama Angga pastinya hidup Winda akan penuh hinaan dari orang-orang tidak sanggup menahan marah, kesal, dan sedih nantinya." lirih Winda menyesal sama apa yang dilakukannya selama ini, mengijinkan Angga menikahi Citra dikirain akan bahagia selamanya, tapi kenyataan pahit kini dialaminya hidup tanpa seorang suami.
"Jadi perempuan jangan matre dan jangan mau dimanfaatkan sama suami kamu itu, jadi akhirnya begini kan hidup tidak bahagia akan terus dalam hinaan karena orang-orang tidak akan terima alasan pernikahan kalian tidak resmi." ucap Ibunya kecewa sama apa yang dialami anaknya selama ini.
"Tapi iya sudah lah Winda, ini keputusan kamu untuk pisah demi masa depan lebih baik, bagus juga kamu buang laki-laki itu tidak akan bikin kamu bahagia selamanya karena akan ada saatnya kalian berantem, tidak tenang, dan mendengar hinaan orang karena status pernikahan kamu, Bapak berharap dikemudian hari kamu mendapatkan suami yang baik dengan cara yang baik dan tidak mengecewakan seperti ini. Untung istri pertama Angga baik tidak ambil semua barang-barang ini beserta rumah ini. Bisa-bisa kita jadi gelandangan tidak memiliki apapun bahkan malu sama tetangga jika orang-orang tahu dalam sekejap kita kehilangan semuanya.
Berharap anaknya merantau ke kota menjadi perempuan baik-baik dan hidup yang baik-baik, tapi kenyataan sebaliknya membuat dirinya sedikit kecewa sama apa yang dilakukan anaknya selama ini.
Nangis dalam pelukan Ibu nya mendengar ucapan Bapak nya, berjanji tidak akan mengulang kesalahan yang sama, Winda janji akan pakai uang pemberian Citra untuk buka usaha supaya masa depan lebih baik bisa dijalankan dengan penghasilan halal tanpa menipu orang lain lagi.
**
Bahagia mendengar kabar Angga sudah dibawa pergi sama Citra, membuat Alex langsung siap-siap untuk kembali ke rumah dan tidak sabar ketemu sama Citra untuk merayakan statusnya Citra dan tidak sabar meresmikan hubungannya bersama Citra dan diketahui orang-orang.
"Tidak sabar memiliki mu seutuhnya Citra, penantian panjang ini membuah kan hasil yang membuat saya bahagia karena akan membahagiakan Citra seutuhnya." ucap Alex bahagia, tidak menyangka akan memiliki Citra setelah sekian lama menanti dan berharap bisa membahagiakan Citra.
Setelah dirasa semua barang bawaannya sudah dimasukan kedalam koper, membuat Alex langsung dorong koper untuk keluar dari kamar hotel dan jalan menuju keluar hotel.