NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Galak

Istri Tersembunyi Dokter Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dokter Genius / Kaya Raya
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Tak pernah terlintas di benak Casey Cloud bahwa hidupnya akan berbelok drastis. Menikah dengan Jayden Spencer, dokter senior yang terkenal galak, sinis, dan perfeksionis setengah mati. Semua gara-gara wasiat sang nenek yang tak bisa dia tolak.

"Jangan harap malam ini kita akan bersentuhan, melihatmu saja aku butuh usaha menahan mual, bahkan aku tidak mau satu ruangan denganmu." Jayden Spencer

"Apa kau pikir aku mau? Tenang saja, aku lebih bernafsu lihat satpam komplek joging tiap pagi dibanding lihat kau mandi." Casey Cloud.

Di balik janji pernikahan yang hambar, rumah sakit tempat keduanya bekerja diam-diam menjadi tempat panggung rahasia, di mana kompetisi sengit, dan kemungkinan tumbuhnya cinta yang tidak mereka duga.

Mampukah dua dokter dengan kepribadian bertolak belakang ini bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menari di Atas Tubuhnya (21+)

21+

***

Dua kata tidak romantis itu. Membuat Casey seketika membeku.

Belum juga rambutnya kering, Jayden menyuruhnya untuk membuka pakaian. Benar, selama sekamar, selesai membersihkan diri, Casey selalu memakai piyama tidur di kamar mandi.

Semua itu ia lakukan agar Jayden tak melihat tubuhnya. Apalagi kemarin Jayden mengatakan tubuhnya jelek dan mual, saat melihat wajahnya. Casey merasa harga dirinya diinjak-injak oleh suaminya sendiri.

"Kau pasti lagi bercanda kan?" Masih berdiri di depan pintu kamar mandi, Casey melempar senyum hambar.

"Nggak."

Jayden tiba-tiba melangkah cepat ke arah Casey.

Casey seketika panik, tampak bingung sekaligus salah tingkah. Ia hendak menggerakkan kaki. Akan tetapi, anggota tubuhnya mendadak lumpuh.

Hentakan kaki Jayden, seperti hormon epinefrin, yang membuat jantungnya seketika bergejolak.

"Jay, aku nggak–hmf!"

Bak aliran listrik, mata Casey terbelalak, tatkala Jayden tiba-tiba menarik tangannya, dan membungkamnya dengan sebuah kecupan.

"Jayden, apa yang kau lakukan?!" Dengan cepat Casey mendorong dada Jayden. Menatap Jayden dengan dada kembang kempis.

"Tentu saja aku meminta hakku, tenanglah, 15 menit saja kok."

Belum sempat Casey menanggapi. Jayden kembali merengkuhnya. Mata Casey melebar lagi. Terkejut? Tentu saja. Bingung? Apalagi ini.

Jayden meminta haknya? Apa lelaki ini sedang amnesia? Apa dia melupakan perkatannya kemarin, yang tak mau menyentuh tubuhnya sedikit pun. Bahkan satu ranjang saja Jayden tidak mau. Lalu ini apa?

Casey dibuat terheran-heran dengan perubahan sikap Jayden. Mencoba menyelami isi pikiran suaminya itu. Sebenarnya apa yang dibicarakan Jayden dan Marisa tadi. Sampai-sampai membuat Jayden bertingkah laku jadi seperti pria yang plin-plan.

Casey tak sempat menanyakan apa penyebab Jayden menyentuh bibirnya dengan begitu hangat dan terasa lebih lembut sekarang, hingga membuat jantungnya berdetak semakin tak karuan.

Casey kalah telak. Napasnya tak beraturan. Sekarang Jayden sudah mengangkatnya dan membawanya ke arah ranjang. Membaringkannya perlahan-lahan di tempat peraduan, seolah-olah ia adalah benda paling berharga.

Jayden kembali menyatukan bibirnya dengan sang istri, sambil membuka kain yang menempel di seluruh tubuh Casey satu persatu.

Dari ekor matanya, Casey dapat melihat, lelaki yang kemarin membuat hatinya berdesir perih, memandangnya dengan sorot mata yang tak dapat dia mengerti sama sekali.

Siapa lelaki di hadapannya ini? Sepertinya Jayden dirasuki jin atau sejenis bangsa iblis? Entahlah, tidak tahu. Casey dibuat makin kebingungan. Kendati demikian, sentuhan-sentuhan yang dilakukan Jayden membuatnya tak mampu melawan.

"Jayden, jangan, ...." Casey masih berusaha menolak. Matanya kadang kala menutup, mulai hanyut dalam permainan Jayden.

Jayden tak membalas. Lelaki itu mengecup bibir Casey lebih lembut sambil memejamkan mata dan menjamah seluruh tubuh istrinya.

Dia sedang berusaha melakukan tugas sebagai seorang suami atau lebih tepatnya permintaan Marisa. Jayden sudah berjanji, janji yang tak bisa ia ingkari, tapi dia tidak tahu apakah bisa mencintai Casey atau tidak nanti.

Itu urusan belakangan. Begitulah isi pikiran dokter yang terkenal galak, kaku, dingin dan perfeksionis ini.

Pelan tapi pasti, pakaian yang menempel di seluruh tubuh mereka telah terlepas. Dan berserakan di bawah ranjang. Kini tubuh Casey dan Jayden benar-benar polos. Lelaki itu dapat melihat seluruh badan Casey, tampak putih bersih.

Napas Jayden kian memburu. Dadanya pun naik dan turun, sekarang dia memperhatikan lekukan tubuh Casey dengan teliti. Casey sama, sejak tadi memalingkan muka ke samping, sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Dari tadi pipi Casey juga merah merona, menahan malu, karena Jayden, lelaki pertama yang melihat tubuhnya.

Selama beberapa detik, Casey dan Jayden saling diam. Jayden masih sibuk menikmati pemandangan di depan. Sementara Casey berperang dengan batinnya sendiri. Ia ingin menendang atau mendorong Jayden. Namun, anehnya, otak dan anggota tubuhnya tidak bisa diajak kerjasama sekarang.

Casey perlahan menoleh ke depan lalu mulai menggerakkan lidah. "Jayden, hentikan, ingat kita nggak saling cinta, hmf!"

Jayden berhasil berhasil membungkam bibir Casey lagi. Kali ini tidak lembut seperti tadi, terkesan penuh nafsu dan terburu-buru.

Casey tersentak, mencoba melawan, tapi tetap saja tidak bisa. Jayden berhasil menahan kedua tangannya di atas dan sekarang membuka pahanya. Lalu menyatukan tubuhnya hingga Casey memekik kesakitan. Ada benda padat dan tumpul, tanpa permisi melesak masuk ke tubuhnya.

"Ah, Jayden, sakit!" Casey berteriak nyaring dengan air mata mulai mengalir dari bola matanya. Rasanya sangat sakit, dan tak mampu dia ungkapkan melalui kata-kata.

Jayden tak langsung bergerak. Memandang seksama wajah Casey di bawah lampu kamar yang sengaja dia redupkan tadi sebelum Casey keluar dari kamar. Dia tatap agak lama wajah wanita itu lalu kembali mengecup kedua mata Casey sekilas.

"15 menit saja, bertahanlah," katanya. Lalu mulai menggerakkan pinggang.

"Kau, ah ....." Casey mau protes, tapi Jayden sudah bergerak terlebih dahulu. Secepat kilat Casey mencari jam weker atau jam dinding yang terpajang di ruangan, hendak menghitung berapa menit Jayden akan menjamahnya. Kedua mata Casey yang sesekali menutup dan membuka, melihat ada satu jam dinding berbentuk bulat di dinding sebelah kanan tempat tidur.

5 menit, 10 menit, 15 menit sudah berlalu. Hawa di sekitar terasa makin panas, bahkan pendingin ruangan tak mampu mendinginkan suhu badan pengantin baru itu. Tubuh keduanya berkeringat, basah. Dan sejak tadi suara Casey bersenandung penuh syahdu memenuhi seluruh ruangan.

Jika Jayden berpikiran untuk memenuhi permintaan Marisa. Maka, Casey menganggap apa yang dilakukan Jayden saat ini, hanyalah seorang suami yang meminta haknya.

"Jayden, sudah 15 menit," kata Casey, di sela-sela Jayden masih menari di atas tubuhnya.

Saat ini napas Casey ngos-ngosan, rasa perih yang mendera seluruh bagian bawah tubuhnya tadi, berubah menjadi sebuah rasa yang tak bisa dia jabarkan. Entah, rasa apakah itu. Sebuah rasa yang membuatnya ikut hanyut dalam hentakan yang dilakukan Jayden.

Tak ada balasan. Jayden justru mempercepat pergerakkan, hingga Casey bersuara lagi sambil mencakar punggung belakang Jayden dan meninggalkan jejak kemerahan.

"Jayden!"

2 jam telah berlalu. Jayden berhasil meninggalkan benih di rahim Casey. Dan sekarang pasangan suami istri itu saling berpelukan. Casey tampak lemas dan sudah tertidur pulas dalam pelukan. Sedangkan Jayden, asik memandang istrinya dengan ekspresi datar.

***

Esok hari, ketika cakrawala mulai menampakkan sinarnya, pada pukul tujuh pagi Casey baru terbangun di tempat tidur tanpa kehadiran Jayden.

"Ck, dasar suami gila! Sudah buat aku sakit malah langsung pergi, kurus katanya, sialan!" celetuk Casey, membaca pesan singkat yang ditinggalkan Jayden di selembar kertas kecil.

'Pagi ini aku ada jadwal operasi, sebelum berangkat kerja, jangan lupa sarapan, kau kurus.'

Kata terakhir membuat Casey tersinggung. Dengan hati dongkol, Casey terpaksa beranjak dari kasur, meski seluruh badannya rasanya remuk redam seperti habis dihantam oleh bebatuan besar.

Casey harus berkerja. Mau tidak mau. Sesampainya di rumah sakit, Casey berjalan agak pelan tidak seperti biasa. Dia baru saja selesai absen dan kini sedang meneguk cokelat hangat di sudut ruangan pelan-pelan.

"Kenapa jalanmu seperti pengantin yang baru habis digempur?" celetuk Hannah, datang tiba-tiba dari samping.

1
Dian Rahmawati
Indra jahat banget
Ariany Sudjana
iya betul, cuma dirahasiakan, jadi ga ada yang tahu kan kalau Casey itu istri sah Jayden 🤭😄
Ariany Sudjana
semoga bisa tertangkap Dea dan indra
Dian Rahmawati
indra jahat nih sama si dea
Ariany Sudjana
bukannya kamu yang jalang yah Dea? 🤣🤣🤭🤭
Nnar Ahza Saputra
lanjut kak... 🤭
Mak Lyly
sebel deh sama para dokter yg suka gosip apa lg dr indra laki2 kok lambe.. ini ya bukan gaya dokter ada waktu langsung gosip ini gaya orang penganguran yg tiap pagi ngeriung lihatin orang berangkat kerja 👊
Inah Ilham
wong wedok aneh... harusnya bangga dong punya cowok yg menjaga kehormatan seorang wanita, lah iki kok malah pingin.... ah sudahlah
O: Dea agak2 kak 🤭🙏 jelas beda sama Casey makanya hubungannya dengan Jayden nggak direstui sama ortu Jayden
total 1 replies
Ariany Sudjana
Dea kamu bilang Casey jalang, lho bukannya kamu yang jalang murahan yah?
muna aprilia
lanjutkan
Mak Lyly
apaan si dea tuh gk ada ahlak sama sekali main siram saja..
MomRea
Casey baru di gempur Jayden Lo Hannah, pake nanya lagi 😄😄😄
hansen
Jayden mahu modus 15menit🤣
hansen
baru ini novel yg nga ada malu2 nya pengen berhubungan suami isteri🤭
O: Jayden kaku harap maklum ya 🙏🤭
total 1 replies
Mak Lyly
mau buka paket ya🤣
Mak Lyly
ayaaaah kenapa nenek masuk nya cepat siih padahal biarkan mereka bertarung dulu biar jayden di kasih pelajaran 🤭
Ariany Sudjana
Jayden kamu dokter, tapi ga tegas. kamu menikah dengan Casey, tapi kamu pacaran sama Dea, yang hanya mengincar harta keluarga kamu saja. tapi kamu tidak ijinkan Casey dekat sama orang lain, suami macam apa kamu?
Ariany Sudjana
Casey kamu dokter, kalau Jayden ga menganggap kamu sebagai istrinya, tinggalkan saja Jayden, daripada kamu makan hati, karena kamu hanya dianggap pelakor dalam kehidupan Jayden dan Dea
hansen
jujur aja la pada keluarga mu Casey, untuk apa bertahan pada akhirnya kamu akan di anggap orang ketiga perosak hubungan,
hansen
pisah aja Casey,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!