Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpa Sadar
"Apa yang harus ku beli ya? Bagaimana kalau semuanya saja?" Pikirnya, entah mengapa dia excited sendiri. Rasanya dia ingin membeli semuanya dalam sekali gesek saja. Tapi dia justru hanya berdiri dengan perasaan senang sendiri menatap jejeran toko dengan barang branded itu.
"Tidak-tidak, kalau aku belikan semua ini...... Pasti akan memancing kecurigaan. Lalu bagaimana ya? Kenapa otak ku menjadikan b0doh begini!" Gerutunya sendiri.
"Ngomong-ngomong.... Usianya sekarang sudah 5 tahun. Sebentar lagi pasti akan sekolah. Bagaimana kalau peralatan sekolah?"
Wanita yang sedang berjaga dengan senyuman ramah tampak menoleh saat bahunya disenggol. Teman kerjanya mengirim sinyal padanya. "Apa?" Tanya nya.
"Kalau kau mengajak bergosip nanti saja. Aku sedang kerja, kita bisa dimarahi." Ujarnya memperingati.
"Bukan itu! Isssh! Lihat itu! Sana!" Jelasnya membuat rekannya ikut menoleh.
"Kenapa dengan pria itu? Dia tidak kesini. Kenapa? Karena wajah tampan nya? Kau ini....."
"Ish! Bukan itu! Ya, dia memang tampan. Kayaknya bule, pakaiannya juga rapi. Tapi, dia itu... Aku lihat sejak tadi bicara sendiri, mondar-mandir kayak orang gila!" Jelasnya.
"Masak sih?" Respon temannya tidak percaya.
"Iya, rasanya sudah mau 2 jam. Kalau bukan orang gila, apa emang nya? Atau, dia itu juga tidak berduit lagi." Lanjutnya terus bicara mendekat ke telinga temannya.
"Sudahlah! Kalau menganggu, sekuriti pasti akan mengusir nya. Lebih baik kita mencari pembeli!" Ujar temannya.
"Astaga, kau tidak seru!" Tapi temannya hanya menggeleng.
Matanya yang tampak bergerak-gerak kekanan kekiri jadi terganggu karena dering ponsel nya. "Katakan! Bagaimana?" Tanyanya.
"Tuan, aku sudah dapatkan alamat rumah nya."
"Bagus!" Ujarnya senang.
"Kirimkan padaku!" Lanjutnya.
"Tuan, ada dimana?"
"Di mall, aku ingin membeli sesuatu. Untuk Rosa."
"Kau punya saran? Aku tidak tau mau beli apa? Apa boneka? Biasanya anak perempuan suka dengan boneka."
"Tuan, kalau aku lihat tadi sepanjang perjalanan pulang membuntuti mereka. Aku melihat mereka berhenti di sekolah. Sepertinya taman kanak-kanak Tuan. Mungkin, ingin memasukkan Rosa untuk sekolah."
"Sungguh?"
"Iya Tuan, kalau dilihat dari negara ini, bulan untuk sekolah nya dimulai sebulan lagi, sepertinya juga kurang dari sebulan."
"Bagus! Kalau begitu aku akan menemui kepala sekolah disana dan bicara....."
"Kalau tuan....." Ucapan tak selesai dari Sam membukanya diam.
"Benar, aku tidak mungkin bilang langsung."
"Itu Tuan tau."
"Kalau begitu, aku suap saja. Uang ku banyak!" Ujarnya bangga dan membuat Sam menepuk keningnya.
"Aduh tuan, kalau begitu nanti kita bisa viral lagi. Disini hal kecil bisa jadi besar, apalagi hal seperti itu tuan." Jelasnya.
"Lalu bagaimana? Aku harus apa?" Sam menghela napas panjang, entah mengapa otak tuan nya jadi b0doh begini. Kalau dia bilang begitu sama saja dengan bunuh diri.
"Aku bertanya Sam! Jangan diam saja! Siapa yang menyuruh mu diam?" Sam menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Sam!"
"Iya tuan, kalau boleh aku memberikan saran. Lebih baik tuan jadi guru saja disana." Langsung, panggilan itu terjadi keheningan.
"Halo? Tuan.... Tu-an? Tuan masih disana?" Panggil Sam memastikan.
"Kau bilang apa? Jadi guru?"
"Iya tuan, kalau tidak....."
"Ok! Aku lakukan! Lagipula pasti mudah kan? Hanya mengajar satu tambah satu saja."
*********************
"Ini seragam ku mommy?" Tanya Rosa dengan senang.
"Iya sayang, mommy kan sudah daftarkan Rosa ke TK. Jadi, sebentar lagi Rosa akan masuk sekolah dan bertemu dengan teman baru."
"Asyik! Rosa suka mommy! Tidak sabar sekali rasanya...." Jelas Rosa memeluk seragam yang masih dalam plastik itu.
"Oh ya mommy. Tadi, ada paman langganan mommy yang tanya sama Rosa."
"Oh ya? Siapa namanya?"
"Tidak tau, tapi Rosa bilang langsung sama mommy saja."
"Lain kali lebih berhati-hati ya sayang."
"Iya mommy, tapi sepertinya paman nya baik." Ujar Rosa.
Alina tersenyum kecil, dia selalu menanamkan untuk sikap waspada, apalagi pada orang asing.
"Iya, tapi ingat pesan mommy....."
"Jangan bicara dengan orang asing!"
"Pintar! Putri mommy yang pintar!"
Disela-sela merapikan seragam Rosa, Alina terdiam sejenak saat kembali melihat liontin emas itu. Sudah sejauh ini, dia berhasil menghindar dari orang-orang yang ingin mengambil Rosa darinya. Tapi dia tidak tau, kalau waktunya sebentar lagi tiba.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🥰