NovelToon NovelToon
Jadi Istri Pengganti Untukmu

Jadi Istri Pengganti Untukmu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pengganti / Obsesi / Tukar Pasangan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Luna terjebak dalam pernikahan kakaknya dengan william, pria itu kerap disapa Tuan Liam. Liam adalah suami kakak perempuan Luna, bagaimana ceritanya? bagaimana nasib Luna?

silahkan dibaca....
jangan lupa like, komen dan vote

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29.

Luna tersentak. kesadarannya kembali pulih saat merasakan jemari Liam yang mulai bergerak licin di atas kulitnya.

Rasa malu yang memuncak berubah menjadi keberanian nekat.

Masa bodoh dengan amarah pria itu nanti, yang penting harga dirinya terselamatkan sekarang!

​Dengan gerakan secepat kilat, Luna mengangkat kedua kakinya dan memberikan dorongan kuat tepat di perut Liam.

Sementara tangannya menyambar handuk lebar yang berada di dekat meja untuk menutupi tubuhnya yang hanya menyisakan bra dan celana dalam.

​"Hentikan! Tuan mohon keluarlah! jangan mengambil keuntungan dariku. aku tahu Tuan sudah tidak tahan tapi aku belum sesiap itu,"

teriak Luna dengan wajah merah padam, matanya melotot tajam namun justru terlihat seperti anak kucing yang sedang berusaha menggertak macan.

​Liam terhuyung mundur, namun bukannya marah karena didorong. ia justru berdiri tegak dan melipat tangannya di depan dada. Ia menatap Luna dari atas ke bawah dengan tatapan datar yang sangat menyebalkan.

Sebuah seringai mengejek muncul di sudut bibirnya.

"Ehem!!"

​"Kau pikir aku benar-benar tertarik?" tanya Liam dengan nada suara yang tiba-tiba berubah dingin.

Ia berjalan mendekat satu langkah, membuat Luna semakin erat memeluk handuknya.

"Setelah kulihat lebih dekat... jujur saja, seleraku tidak pernah seunik ini." Kata Liam mencoba merasa kasihan pada dirinya sendiri.

"Apa maksudnya Tuan?" Luna yang penasaran pria dihadapannya ini mau mengatakan apalagi.

Liam menghela napas panjang seolah-olah ia baru saja melakukan tugas yang sangat membosankan.

"Tubuhmu sama sekali tidak ideal. sangat datar dan membosankan. apalagi bokongmu yang tipis dan bagian depan yang... yah, rata. tidak ada yang bisa di puji olehku."

Luna melongo. harga dirinya sebagai wanita serasa diinjak-injak. "Apa?! Tuan baru saja bilang apa?!"

Tanpa memedulikan kemarahan Luna, Liam berbalik dengan santai menuju pintu.

"Pakailah bajumu, aku tidak selera melanjutkan ini."

​Sebelum benar-benar keluar, Liam menoleh sedikit dan mengedipkan sebelah matanya dengan sangat usil.

"Jangan terlalu percaya diri Luna."

​BRAK!

​Pintu tertutup rapat, meninggalkan Luna yang gemetar karena emosi.

'Dasar monster buta! brengsek! tadi saja dia hampir memakan bibirku, sekarang dia menghinaku?! dia benar-benar manusia paling menyebalkan di planet ini! awas kau Tuan Liam, jangan sampai jatuh cinta padaku!'

​Di balik pintu, Liam menyandarkan tubuhnya sambil menahan tawa yang hampir pecah. Ia sengaja mengatakan itu hanya untuk menjatuhkan mental Luna dan menutupi fakta bahwa sebenarnya jantungnya berdegup sangat kencang saat melihat keindahan tubuh istrinya tadi.

Liam melangkah menuju ruang kerjanya dengan sisa senyum tipis yang masih membekas di bibirnya setelah menjahili Luna.

Dia memakai handuk yang dililit di pinggangnya yang kokoh lalu masuk kesana.

Di sana... Dimitri sudah menunggu dengan sebuah amplop mewah tebal di tangannya.

​"Tuan, ada undangan perjamuan malam dari perusahaan Tuan Aston," ucap Dimitri sambil menyerahkan amplop tersebut.

"Mereka sangat berharap Anda hadir bersama nona." Maksud Dimitri adalah istri dari Tuannya yang sekarang.

​"Siapkan keberangkatan. aku akan hadir," ujar Liam singkat. "Dan satu lagi... aku akan membawa Luna."

​Dimitri sedikit terkejut, namun segera membungkuk patuh. "Baik, Tuan. akan saya siapkan segalanya."

Liam segera memanggil kepala pelayan mansion. "Bawa penata busana terbaik ke kamar Luna sekarang. pastikan dia mengenakan gaun yang paling mewah. aku ingin dia terlihat seperti istri seorang Liam."

​Liam melirik ke arah pintu kamarnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

'Kita lihat saja Luna. jika kau merasa tubuhmu dihina, mari kita lihat bagaimana kau berusaha membuktikan bahwa aku salah di depan semua orang malam ini.' Batin Liam menyeringai.

​Sementara itu, di kamar, Luna masih menggerutu sambil memakai pakaian santainya. Ia masih tidak terima dikatai oleh pria yang jelas-jelas sempat terpesona padanya sejak tadi.

​Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk. tiga orang pelayan masuk dengan membawa koper besar berisi peralatan rias dan beberapa kotak panjang yang sangat mewah.

​"Nyonya, Tuan Liam meminta kami membantu anda bersiap. ada perjamuan penting di kediaman sahabat Tuan malam ini, dan anda harus pergi bersama beliau," ucap kepala pelayan dengan sopan.

​Luna terbelalak. "Pergi bersamanya? setelah dia menghinaku seperti tadi?!"

Kepala pelayan hanya mengulum senyum, dia tahu Tuan nya tidak sejahat itu dan Nonanya juga sangat menggemaskan.

'Dasar monster gila! tadi mengejek dan sekarang mengajak kencan? eh.. bukan kencan, ini pasti hanya pameran! tapi tunggu... ini kesempatanku. jika dia bilang tubuhku tidak ideal, akan kubuat dia menelan ludahnya sendiri malam ini sampai dia tersedak harga dirinya!'

Luna berdiri dengan penuh tekad. Ia menatap kotak gaun itu.

"Baiklah, berikan aku gaun yang paling menunjukkan lekuk tubuh yang katanya membosankan itu. aku akan membuat mata Tuan kalian bahkan tidak bisa berkedip!" Kata Luna.

Luna berdiri dengan penuh percaya diri saat para pelayan mulai membuka kotak mewah kiriman Liam.

Di dalam benaknya, ia sudah membayangkan sebuah gaun malam silk berwarna hitam atau merah menyala dengan potongan backless yang akan membuat Liam menyesali kata-katanya tentang tubuhnya yang indah ini.

​Namun begitu tutup kotak diangkat, Luna mendadak lemas.

Matanya mengerjap tidak percaya melihat gundukan kain di hadapannya.

​"Ini... apa ini?" suara Luna mencicit, nyaris hilang dan lemas.

Bukannya gaun seksi nan elegan, yang ada di dalam kotak itu adalah sebuah gaun puffy berwarna merah muda pastel dengan aksen pita raksasa di pinggang dan kerah renda yang sangat tertutup, beberapa di antaranya hanya berbeda warna saja.

Gaun itu lebih mirip kostum boneka atau pakaian pesta ulang tahun bocah berusia 10 tahun daripada gaun untuk perjamuan bisnis kelas atas.

'Dia sengaja melakukan ini! dia ingin menghinaku di depan umum dengan mendandaniku seperti anak kecil! setelah menghina tubuhku sekarang dia ingin aku terlihat seperti balita?! tinggal lebih lama dengannya mungkin aku akan jadi pasien rumah sakit jiwa yang berikutnya!'

​"Nyonya, Tuan Liam berpesan bahwa Nona wajib mengenakan ini tanpa pengecualian," ucap kepala pelayan sambil berusaha menahan senyum melihat wajah Luna yang sangat masam.

​Luna menatap gaun itu dengan nanar. Jika ia memakainya, ia akan menjadi pusat perhatian karena alasan yang salah.

Tapi jika ia menolak, ia tahu Tuan Liam adalah pria dengan segudang ide berandalan di otaknya.

​"Baiklah!" Luna menggeram, giginya bergeletuk menahan geram.

"Pakai saja! kan kutunjukkan padanya bagaimana rasanya membawa anak kecil ke pesta formal!" Kata Luna pasrah menyerahkan dirinya untuk di permak sesuka mungkin.

Satu jam kemudian, pintu kamar terbuka. Luna keluar dengan langkah yang dihentak-hentakkan.

Gaun itu membuat gerakannya terbatas, dan setiap ia melangkah, lapisan kain tile di bawah roknya mengeluarkan suara gesekan yang berisik.

​Liam sudah menunggu di depan mobil, tampak luar biasa tampan dengan setelan tuksedo gelap yang pas di tubuh tegapnya.

Begitu melihat Luna, pria itu terdiam sejenak. Ia memandangi Luna dari atas ke bawah dan dari bando berpita yang menghiasi rambut Luna hingga sepatu flat bulat berwarna senada.

​"Sangat cocok," ucap Liam datar namun matanya berkilat penuh kagum, sejujurnya dengan begini saja Luna tampak seperti seorang putri di matanya.

"Sesuai dengan perilakumu yang selalu kekanak-kanakan sepanjang hari."

​"Kau jahat Tuan Liam! ini namanya pelecehan selera fesyen!" semprot Luna, wajahnya memerah sempurna karena malu.

​Liam justru mendekat dan merapikan kerah renda Luna yang sedikit miring.

"Jangan mengeluh lagi. kita tidak pergi ke acara fashion show, setidaknya dengan baju ini.. orang-orang tidak akan fokus pada kekurangan tubuhmu yang ku khawatirkan tadi, ayo masuk ke mobil sekarang." Kata Liam mutlak.

​Luna masuk ke mobil dengan perasaan hancur, sementara dalam hati ia merencanakan cara paling kejam untuk merusak momen penting Liam di pesta nanti.

'Aku akan meminjam baju seseorang di pesta nanti, huh lihat saja... siapa suruh kau memberiku kartu hitam ini.' Batin Luna dengan ide briliannya.

Bersambung...

1
partini
👍👍👍👍
partini
visual nya 👍👍👍👍👍👍 lanjut thor
partini
berpisah nya karena salah faham
partini
❤️❤️❤️❤️👍👍 lanjut
Agunk Setyawan
kocak🤣
partini
good story
partini
lanjut thor 👍👍👍👍
partini
wah tengil dua dua nya
partini
jahat Banggt si Liam itu mah bukan istri
Momy Ji Ji: Aslinya jahil kak/Proud/, ikuti terus yah/Smirk//Rose/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!