Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Kedua tangan Yohan langsung terkepal hebat.
Dan tanpa aba - aba.
Bugh.
Satu bugeman mentah mendarat sempurna di atas rahang Brian hingga membuat kepala pria itu meneleng kesamping.
" Kau benar - benar pria brengsek , Brian. Andai ku tahu sikapmu seburuk ini. Mungkin dulu aku tak akan pernah mengijinkan Inara menikah denganmu."
Dengan kondisi hati penuh amarah. Yohan pun memilih pergi dari mansion Atalaric.
Sebelum ia gelap mata. Dan menghajar habis - habisan wajah pria itu sampai mati.
Melisa dan Zadith yang melihat kepergian kakek Yohan pun hanya bisa tertunduk dan minta maaf.
Meski pun mereka tahu beribu kata maaf yang mereka sampaikan kepada Yohan mungkin saja tidak akan bisa meredakan rasa amarah serta sakit hati pria tua itu.
Namun apa boleh buat...
Tak ada hal lain yang bisa mereka lakukan saat ini selain minta maaf kepada kakek kandung dari menantu mereka - Inara yang telah di sakiti oleh putra mereka - Brian.
" Kau benar - benar membuat ku malu, Brian. Entah apa yang ada di pikiranmu selama ini hingga kau dengan teganya menyakiti Inara seperti ini." ucap Zadith yang serasa juga ingin menghajar wajah Brian seperti apa yang di lakukan oleh Yohan sebelumnya.
" Maafkan aku pa. Aku janji , aku akan menyelesaikan masalah ini dengan segera."
" Menyelesaikan masalah ini dengan segera? Maksudmu dengan menikahi wanita murahan itu!? " kini Melisa ikut berucap.
Seperti keputusannya di awal. Ia benar - benar tak bisa menerima Anita sebagai pengganti Inara di rumah itu.
Ya .. Meskipun di awal, posisi calon pengantin adalah Anita.
Namun akibat kebodohan wanita itu sendiri. Hingga menyebabkan posisi itu digantikan oleh Inara.
" Ma.. Kita sudah pernah membahas hal ini sebelumnya bukan!? "
" Keputusan yang benar - benar gila."
" Ma.. please ma.. mama tahu kan jika kondisi Anita saat ini sedang hamil anaku. Dan anak itu juga berarti cucu mama dan papa. Jadi Brian mohon terima Anita. Bagaimana pun sebentar lagi dia akan menjadi ibu dari anak - anaku. Mama ingat gak sih, kalau dulu mama itu selalu bercerita ingin menggendong cucu. Dan sekarang Brian sudah mengabulkan keinginan mama itu. Seharusnya mama bahagia, karena Brian sudah mampu memberikan apa yang mama minta. Bukan malah ikut marah - marah seperti ini ke Brian."
Melisa menganga.
Ucapan Brian benar - benar berhasil membuatnya menganga, hingga tak bisa ia gunakan mengeluarkan suara untuk merangkai kata - kata agar bisa membalas ucapan Brian yang terlihat seperti orang bodoh.
Padahal yang semua orang tahu. Jika Brian itu memiliki kualitas otak yang sangat pintar.
Bahkan kepintarannya bisa tergolong di atas rata - rata.
Namun setelah bertemu dengan Anita kembali. Sepertinya otak pintar milik putranya itu sudah hilang.
Dan sekarang malah berganti menjadi otak keledai dungu akibat di butakan oleh kata cinta kepada Anita.
" Dasar anak bodoh. Mama berkata seperti itu karena mama memang ingin menggendong cucu. Tapi yang mama inginkan adalah anak itu terlahir dari rahim Inara. Bukan malah terlahir dari wanita lain. Bahkan terlahir dari rahim seorang pelakor. Apa kau benar -benar tak pernah berpikir akan dampak negatif yang mungkin saja akan kau dapatkan setelah skandal ini mencuat ke publik? Terutama pada anakmu yang akan lahir dengan wanita itu."
" Aku tahu ma dampak negatifnya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Aku tidak mungkin bisa meninggalkan Anita dalam kondisi seperti ini dan menyuruhnya menggugurkan janin itu. Bagaimana pun aku masih mencintai Anita ma. Dan berharap bisa hidup berdampingan dengannya selamanya."
" Kau sungguh - sungguh sudah di butakan oleh cinta , Brian. Terserah kau saja , kau mau melakukan apa. Mama sudah tak mau mengurusi kegilaanmu ini lagi.
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra