🖐❤JANGAN LUPA UBAH KE FAVORITE KALIAN YA, biar ngga ketinggalan update setiap harinya.
like dan vote biar authorr nya semangat nulis🔥🔥
...
Menceritakan kisah Raya. Gadis flat dengan persahabatannya bersama Alula gadis polos.
Entah apa yang membuat Raya selalu dihantui kisah persahabatannya yang kian mirip dengan cerita Debu dan Bintang. persahabatnnya mulai merenggang, namun Alula tetap lah bintang yang bersinar berbeda dengan Raya yang hanya menetap dalam zonanya.
Semakin dalam, sosok misterius membuka awal kisah romantis remaja SMA.
“Motor sialan !!! apes banget sih. Gerutu Raya dalam hati. Gara-gara motor sport merah yang barusan lewat headsetnya menjadi korban tabrak lari.
Bagaimana persahabatan mereka akan di uji dari sini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deputi g rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Sakit yang Indah
Selepas Genta menghubungi Aulia. Wanita itu langsung menuju rumah Genta. Ia sama sekali tidak memperdulikan karyawannya yang begitu penasaran melihat dirinya yang khawatir akan sesuatu. Aulia adalah bos besar dari kantor Wedding organizer miliknya.
Aulia berangkat menggunakan mobil diantar oleh supirnya. Hanya butuh 20 menit untuk sampai ke sana.
“Gimana keadaan Raya mas?” ucap Aulia setelah memasuki rumah. Begitu khawatir dirinya.
“Udah-udah kamu tenang dulu, keadaan Raya sudah agak mendingan setelah diperiksa sama Alex.”
“Astaga aku khawatir banget, Ya udah aku ke kamarnya dulu ya.”
Genta mengangguk tanda mengizinkan. Kemudian Aulia segerah beranjak dari tempatnya menuju kamar Raya. Tidak lupa ia mengetuk lalu membuka pelan pintu kamar. Hal yang pertama di lihat oleh Aulia adalah seorang gadis cantik yang tengah termenung menyenderkan badannya di tepi atas kasur.
Raya terlihat tampak pucat, kelelahan dan lemah.
“Raya.. ?” Ucap pelan Aulia mendekat.
Raya menatap Aulia dengan sedikit terkejut. Ia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan wanita itu.
“Kamu kenapa duduk sayang, baring aja ya.”
Raya mengeleng pelan, “Ngga apa-apa kok tante, tadi Raya udah habis minum obat kalau baring lagi kepala Raya rasanya tambah pusing.”
“Kamu tuh kenapa bisa demam coba, pasti kehujanan ya?” Raya hanya menyengir, ia mengaku salah akan hal itu. Tiba-tiba saja ia teringat sesuatu. Kalau gue aja sakit kayak gini apalagi Angkasa ya, dia kan pulang disaat hujan udah deres banget, Batinnya.
Dari balik pintu Genta mengamati dengan seksama, anaknya sudah sangat dekat dengan calon wanitanya. Begitu juga Aulia. Apa keputusan selanjutnya dipercepat atau bagaimana ya.., batin Genta.
.
.
***
.
.
.
“Iya, nanti lucas langsung ke sana. Nanti mau dititip apa? Biar Lucas entar singga deh.”
Dari arah belakang ternyata ada seseorang yang tampak penasaran mendengar acara bincang Lucas melalui teleponnya.
“Ayo loh.. siapa tuh? Raya ya?” tebak Bimo asal-asalan.
Mendengar nama Raya, lantas di satu ruangan yang sama itu mata Tama melirik kedua temannya. Mungkin ada rasa penasaran di hatinya.
Sedangkn Lucas hanya menatap bosan ke arah Bimo. Raya pala lu, ini nyokap gue se**n, batinnya memaki. Namun ia tidak berniat juga untuk menyanggah apa yang di katakan oleh Bimo setelah matanya tidak sengaja bertemu dengan Tama.
Dengan tersenyum sinis kemudian merangkul leher Bimo, Lucas berbisik kepada temannya itu dengan nada agak keras. “Wah, gila ya sejak kapan lo bisa nebak dengan benar sih Bim?” ucapnya sengaja.
“Hah serius? Padahal gue asal nebak aja. Eh tapi tunggu deh, kalau itu Raya berarti gosip tentang lo bener dong?” Mata Bimo menyiratkan api penasaran.
“Hemmmmm gimana ya.. kalau itu sih ya... Ra-ha-sia, hahaha,” ucap Lucas yang tanpa sadar membuat Tama di ujung ruangan berdecak sebal, Cih.
“Oh iya karena gue mendapat sesuatu mandat, berarti gue absen ya ngga bisa ngumpul bareng.”
Well karena setelah pulang sekolah nanti tentu saja Lucas harus menjenguk Raya di rumahnya, toh juga di sana ada sang Mama.
“Ya elah perkara perempuan pasti nih, segala urusan di-ba-tal-kan.”
Lucas hanya tersenyum merespon ucapan Bimo.
Ayo Tam sekarang apa yang akan lo lakuin hah?, batin Lucas lagi. Ia merasa memang harus memancing Tama terus untuk setidaknya bisa menyadarkan manusia aneh itu.
.
.
***
.
.
.
Lucas bergerutu sepanjang jalan menuju rumah Raya. Bagaimana tidak, mamanya mengabarinya beberapa menit yang lalu untuk mencari buah yang katanya kesukaan Raya yang entah harus di dapatkan dimana.
“Delima sialan, gue udah keliling ngga ketemu juga tuh buah. Atau jangan-jangan gue dikerjain ya?”
Akhirnya ia menyerah dan hanya membeli buah-buahan yang ia dapat di toko buah saja.
TING TONG.. .. ..
Lucas menekan bel rumah Raya dan langsung di sambut oleh Genta.
“Loh Lucas juga kesini toh?” tanya Genta. Dirinya sendiri tidak tahu menahu akan kedatangan calon anaknya itu. hehehe.
“Iya om.”
“Terus itu apa di dalam kresek?”
Tangan Genta bergerak menunjuk kantong kresek yang dibawa oleh Lucas.
“Oh ini anggur om sama apel buat Raya. Tadinya sih mau beliin Delima tapi udah dicari kemana-mana malah ngga ketemu.”
Mendengarnya Genta seketika terlihat menahan tawanya dengan susah payah dan hal itu membuat Lucas bingung. Terlintas di dalam pikirannya ini seperti ada yang aneh dan kecurigaannya terbukti saat Genta tertawa lepas dan mencoba menjelaskan tentang kesialannya.
“Hahahah astaga aduh perut om sakit. Kamu tuh mau nyari Delima di daerah sini ya ngga bakal ketemu Cas. Raya emang suka banget, soalnya dulu dia pernah ke Malang terus nyobain buah itu. Kamu nih mau aja di kerjain sama anak Om.”
Benar kan dugaan gue, bisiknya dalam hati. Lucas merutuki bisa-bisannya ia di bodohi oleh gadis yang tengah sakit. Mencoba sabar saja, tapi dalam hati tunggu saja pembalasan Lucas.
Akhirnya setelah puas tertawa Genta mempersilahkan Lucas untuk masuk karena dirinya sebenarnya berniat untuk pergi kekantor karena ada keperluan yang mendesak.
Tapi sebelumnya Lucas menahan Genta karena penasaran mendengar percakapan beberapa orang di lantai atas.
“Bentar om, itu kok rame banget diatas?” tanya Lucas.
“Oh, itu ada teman Raya juga tadi jengukin dia. Udah kamu sekarang naik aja, buahnya pasti udah ditungguin loh sama Raya,” dengan geli Genta seperti mengejek Lucas.
Bentar-bentar teman? Lah ada mereka dong disini?. Lucas sadar maksud teman dari ucapan Genta berarti Alisha dan Bele ada disini. Sebenarnya tidak ada hal yang berarti mengenai masalah ini, hanya saja ia sebenanya tidak mau jika orang lain di sekolahnya akan tahu hubungan Lucas dan Raya.
Bertepatan dengan keluarnya Genta dari rumah. Aulia malah terlihat baru saja turun dan menuju dapur di rumah itu. tidak sengaja matanya melihat sosok anaknya tengah berdiri dalam diam.
“Lucas? Kamu udah nyampe toh, kok ngga langsung keatas?”
Entah apa yang membuat Lucas bukannya menjawab malah berlari kecil ke depan mamanya.
“Ma, di atas ada temannya Raya ya?”
Aulia hanya mengangguk. Tangannya sibuk mempersiapkan minuman untuk para gadis di atas.
“Ma, Lucas minta tolong ya, jangan bilang ke mereka soal Lucas ini calon abangnya Raya,” ucap Lucas memohon, dihadiahi dengan tatapan bingung sang mama.
“Astaga Abang kenapa durhaka sama mama gini sih. Kamu malu kalau ada yang tahu kamu itu calon abangnya Raya atau malu karena kamu itu anak mama, hah?”
Tanpa sadar Lucas menepuk dahinya. Mati gue, malah jadi salah paham kan, batinya.
“Gi.. gini ma, bukannya kayak gitu, Lucas ngga mau aja ada yang tahu soalnya Lucas tuh masih mau lindungin Raya dari jauh gitu. Biar kayak hero-hero gitu,” dalam hati ia geli sendiri dengan ucapannya.
Akhirnya setelah penjelasannya, Aulia paham dan mengangguk mengerti.
Tanpa mereka sadari dari balik tempok yang membelakangi mereka Raya tersenyum penuh arti. Niatnya yang ingin pergi memanggil Aulia tertunda kala melihat Lucas datang.
“Entah kenapa sakit gue kali ini terasa begitu indah, disaat dulu gue hanya sendiri bersama ayah , sekarang semua hadir hanya untuk lihatin gue. Bun.. apa bunda yang kirim mereka untuk Raya?”
.
.
.
.
kali ini aku ngga cuap-cuap banyak, kerjaan lain menumpuk soalnya...😭😭😭😭
ets.... tapi jangan lupa tinggalkan jejak ya❤❤❤😆😆
Mampir ya ke Novelku, WITHOUT YOU dan MENGENANG JEJAK MASA LALU
*hujan dibalik punggung
*suamiku cek ganas
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN