NovelToon NovelToon
Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Selingkuh / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

Spin Off dari "GHEA: Cinta Lama Belum Usai"

Tak pernah terbayangkan di benak Felichia, kalau dirinya akan mengandung anak dari Dean Alexander, sahabat Erlan Prakasa yang merupakan suami sah Felichia.

Semua hal rumit ini terpaksa Felichia lakukan atas perintah dari mertuanya dan demi menebus kesalahannya pada keluarga Prakasa.

Apa sebenarnya kesalahan Felichia pada keluarga Prakasa, hingga ia harus melakukan hal mengerikan ini?

Lalu bagaimana tanggapan Erlan saat tahu anak yang dikandung Felichia adalah benih dari Dean dan bukan merupakan benihnya?

Dan apa sebenarnya alasan Dean Alexander meminta Felichia mengandung calon anaknya, sementara dirinya juga sudah menikah dengan Melanie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

APA INI BERHUBUNGAN?

"Sudah masuk lima minggu, dan semuanya bagus."

"Selamat, ya!" Ucap dokter yang sudah selesai memeriksa kandungan Felichia.

Melanie yng sejak masuk ke ruang poli kandungan terus mendampingi Felichia, kini tersenyum sumringah. Berbeda dengan Felichia yang hanya tersenyum tipis dan cenderung menunjukkan raut wajah datar.

"Ada mual atau muntah?" Tanya dokter selanjutnya pada Felichia yang hanya menggeleng.

"Mungkin belum, ya. Saya resepkan obat antimual untuk jaga-jaga," ucap dokter lagi seraya menulis resep.

"Apa harus diminum, Dok?" Felichia akhirnya bertanya dan buka suara.

"Kalau tidak mual, tidak diminum tidak apa-apa. Tapi untuk vitamin dan obat penambah darahnya harus rutin diminum. Lalu perbanyak juga makan makanan bergizi terutama sayur, buah, dan kacang-kacangan," tutur Dokter panjang lebar memberikan pesan pada Felichia.

"Saya mengerti, Dok!" Ucap Felichia sebelum mengakhiri konsultasinya dan berpamitan.

Felichia dan Melanie keluar beriringan dari poli kandungan.

"Kita ke kamar perawatan Dean dulu, Fe!" Ajak Melanie setelah dua wanita itu meninggalkan poli kandungan.

"Aku boleh ke mobil duluan, Mel?" Izin Felichia yang merasa enggan untuk dekat-dekat dengan Dean. Sebelum hamil, Felichia sudah benci pada pria itu. Dan kini setelah hamil, Felichia semakin membencinya dan bahkan ingin mencekik atau menendang bokongnya.

Felichia benci pada Dean Alexander!

"Aku sudah lapar lagi, dan bekalku tadi aku tinggal di mobil," lanjut Felichia memaparkan alasan pada Melanie.

"Aku telepon supir dulu agar menjemputmu kemari," ucap Melanie seraya mengutak-atik layar ponselnya.

"Aku akan ke tempat parkir sendiri, Mel!" Tukas Felichia yang sudah berubah kesal karena Melanie yang ternyata masih memperlakukan Felichia bak seorang tahanan.

"Tidak! Tunggu sampai supir datang-" Felichia menunjuk ke arah pintu utama rumah sakit, dimana seorang pria yang berpakaian serba hitam sudah berjalan ke arah Felichia dan Melanie.

Ya,

Itulah supir sekaligus bodyguard yang biasanya menjadi pengawal Dean atau Melanie saat pergi dari kediaman Alexander. Ada beberapa bodyguard yang dimiliki pasangan konglomerat ini dan semuanya menyebalkan sama seperti Dean dan Melanie.

"Antar Felichia ke mobil dan jaga dia sampai aku dan Dean kembali," titah Melanie pada sang bodyguard.

"Baik, Nona," jawab bodyguard itu patuh.

Cih!

Menjaga?

Mungkin maksudnya mengawasi agar Felichia tak kabur.

"Aku ke mobil duluan, Mel!" Pamit Felichia sedikit berbasa-basi pada Nona Muda Melanie di hadapannya.

"Hati-hati!" Pesan Melanie seraya tersenyum hangat pada Felichia.

Felichia hanya mengangguk, dan segera mengayunkan kakinya ke tempat parkir di halaman depan rumah sakit. Bodyguard Melanie tadi tentu saja langsung mengekori Felichia bak seorang polisi yang menjaga tahanannya.

Menyebalkan!

****

"Hasilnya sudah keluar, Dean?" Tanya Melanie yang baru tiba di kamar perawatan Dean. Selang infus sudah terpasang di lengan kiri Dean, dan pria itu terlihat merengut.

"Belum. Katanya sebentar lagi."

"Kau darimana?" tanya Dean yang sudah bangkit dari duduknya dan menghampiri kursi roda Melanie.

"Mengantar Felichia ke poli kandungan. Bukankah aku sudah memberitahumu tadi?" Jawab Melanie sedikit ketus.

"Ya! Seharusnya aku tak perlu bertanya," Dean ikut-ikutan ketus. Pria itu kembali pucat pasi dan segera mengambil kantung muntah.

Entah itu sudah yang ke berapa.

"Kau sensi sekali belakangan ini seperti seperti gadis remaja yang sedang PMS," celetuk Melanie yang berniat mengajak Dean untuk berkelakar.

"Kenapa memangnya? Kau tidak suka?" Bukannya membalas kelakaran Melanie, Dean malah meninggikan nada bicaranya seolah merasa tak terima dengan celetukan dari sang istri.

"Astaga! Aku hanya bercanda, Dean! Ada apa denganmu?" Kernyit Melanie yang merasa tak paham dengan sikap sensitif Dean yang sudah diluar batas kewajaran.

Dean tak pernah seperti ini sebelumnya. Dan sepanjang pernikahan Dean dan Melanie, suami Melanie ini belum pernah sedikitpun membentak Melanie.

Ada apa dengan Dean?

Aneh sekali!

"Baiklah, terserah! Aku hanya sedang badmood seharian ini, karena aku tak berhenti mual dan muntah," ungkap Dean merasa frustasi.

Melanie segera bangkit dari kursi rodanya dan menghampiri Dean,mlalu mengusap lembut punggung suaminya tersebut.

"Ini tidak akan lama, Dean! Paling hanya sehari atau dua hari."

"Jangan sedih, oke!" Hibur Melanie yang sudah ganti mendekap Dean.

Tak berselang lama, seorang dokter dan perawat mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar perawatan, lalu menyapa Melanie dan Dean dan sedikit berbasa-basi sebelum menyampaikan hasil medical check up Dean.

"Asam lambung normal, semuanya normal, Tuan Dean," terang dokter yag langsung membuat Dean berdecak.

"Lalu kenapa saya mual dan muntah-muntah terus kau memang semuanya normal, Dok? Apa saya keracunan dan salah makan?" Tanya Dean dengan nada berapi-api.

"Tidak, Tuan Dean! Tidak ditemukan kandungan racun atau apapun di dalam tubuh anda," jelas dokter yang hanya membuat Dean berdecak.

"Saya akan meresepkan obat anti mual, agar frekuensi mual dan muntah anda sedikit berkurang. Dan saran saya, mungkin anda bisa membawa istri anda ke dokter kandugan karena gejala yang anda alami ini mirip dengan syndrome kehamilan simpatik, dimana saat istri sedang hamil atau mengandung, justru suami yang mengalami mual dan muntah serta gejala morning sickness lainnya," terang dokter panjang lebar pada Dean yang raut wajahnya sudah berubah merengut untuk kesekian kalinya.

Baiklah!

Ini dokter kedua yang mengatakan tentang kehamilan simpatik sialan itu!

Andai yang hamil adalah Melanie, mungkin Dean tak akan sekesal ini kaena Dean sangat mencintai istrinya tersebut. Tapi ini yang hamil adalah seorang wanita asing yang bukan merupakan istri Dean dan dia hanya seorang rahim pengganti, kenapa Dean harus ikut merasakan efeknya dan menderita seperti ini?

Tidak adil sekali!

Dean kembali mual dan muntah-muntah.

Selalu begitu setiap kali Dean merasa kesal pada rahim pengganti bernama Felichia itu.

Apa ini berhubungan?

Perawat memberikan obat antimual Dean pada Melanie serta menjelaskan tatacara minumnya. Setelah melepaskan infus Dean dan tidak ada pertanyaan lagi dari Dean serta Melanie, dokter dan perawat akhirnya undur diri.

"Aku bisa pulang sekarang, kan?" Tanya Dean seraya mengusap lengannya yang baru saja dimasuki jarum infus.

"Ya. Tapi bisakah kau berhenti marah-marah, Dean?"

"Aku perhatikan, mual dan muntahmu semakin parah saat kau merasa kesal atau marah," pendapat Melanie yang langsung membuat Dean berdecak.

"Ya, semakin parah lagi saat aku mengumpati atau merasa kesal pada Felichia!" Dean hanya berucap dalam hati.

"Dasar sok tahu!" Dean mengacak rambut Melanie, lalu mendorong kursi roda istrinya tersebut keluar dari kamar perawatan.

Pasangan suami istri tersebut langsung menuju ke tempat parkir untuk selanjutnya pulang ke kediaman Alexander.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
RossyNara
sabar Aaron ini ujian hidup mu/Grin//Grin/
RossyNara
jangan baper kamu Dean,ingat ada melani di sampingmu. Dean udah mulai kejebak permainannya sendiri
Tama Mbul
Luar biasa
Misdina Ningsie Panggabean
semoga bersatunya GK gampang ya thor
Misdina Ningsie Panggabean
Felicia yang malang 😭😭 semua pengorbanan mu sia sia dan kamu kehilangan semuanya.. tapi erlan juga tidak sepenuhnya salah jika dia jatuh cinta pada navy.. takdir yang sangat menyakitkan 💔 plis jangan kasih muda untuk Dean.. perceraian Feli dan erlan adalah pilihan yang terbaik
Misdina Ningsie Panggabean
sulit mau bilang apa.. kisah ini sangat absurd tapi juga seru 😭😭😭
Ema bjm
sedihhhh bget Thor /Sob//Sob/
Lena Sari
ada ya org tua jahat kek mereka thor
sherly
org tua Dean kemana ya?
sherly
indah bener si Feli tiap hamil si Dean yg mual... syukurin dean
sherly
emang ini yg hrs dilakukan Feli biar ngk muter2 terus masalahnya disitu aja...
sherly
riweh bener hidup si Feli...
sherly
Luar biasa
sherly
emang enakkan ngk usah pura2 lah dean
sherly
rasain dean
sherly
makanya Dean jgn kau mengumpat si Feli, anakmu tak senang makanya kamu mual terus... kapoklah kau... hahahha
sherly
feli terlalu naif kamu dah tau sifat mertuamu kayak gitu ya ngk mungkinlah mereka mau punya menantu kayak kamu apalg skrg kamu dah di timbalkan untuk Dean .. minta cerai aja biar statusmu jelas..
sherly
bukan hanya Feli yg sakit, Mel pun harus menguatkan hati untuk keadaan ini... gilee bener
sherly
status masih istri tp disuruh kayak gini ke sahabat suami miris kali hidupmu Feli
sherly
kasian banget si Feli, kejam banget mertuamu beneran tega
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!