NovelToon NovelToon
Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

Menjadi pengantin yang tak direstui membuat Aiza dan Akhmar harus berperang dengan perasaan masing- masing meski sebenarnya saling cinta. Bahkan Akhmar bersikap dingin pada Aiza supaya Aiza menyerah dan mundur dari pernikahan, tapi Aiza malah melakukan sesuatu yang tak diduga. Membuat Akhmar menjadi takluk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpelukan

Rumah itu dipadati manusia, dimana- mana banyak orang, semuanya sibuk pada kegiatan masing- masing.

Pikiran Qanita melayang kemana- mana. Keresahan mulai melandanya. Ia takut Aiza kabur, melarikan diri. Maka kejadian yang sama seperti yang dilakukan Zahra akan terulang lagi. Kali ini bahkan akan lebih memalukan. Ini adalah hari H dimana Aiza dan Aldan akan menikah. Semua orang sudah berkumpul. Jika pernikahan sampai gagal, bukan hanya muka yang malu, tapi juga kehormatan keluarganya dipertaruhkan.

Qanita membuka pintu kamar tamu. Ia membelalak, menjerit kecil mengucap istighfar. Teriakan itu mengundang perhatian orang- orang di sekitarnya.  Seketika itu orang- orang pun berhamburan mendekat, mengerumun, penasaran dengan teriakan Qanita.

Semua orang pun kaget menyaksikan pemandangan di dalam kamar. Tampak Akhmar tengah tidur pulas memeluk tubuh Aiza yang juga dalam posisi mata terpejam.

"Ya Allah!" jerit Qanita bingung.

"Ada apa?" Ismail muncul. Tak kalah terkejut menyaksikan pemandangan di dalam kamar.

Mendengar keributan yang rasanya seperti di alam mimpi, Aiza membuka matanya yang sangat berat. Ia terkejut melihat manusia yang berjubel di depan pintu kamar. Tak kalah kaget saat melihat lengan kokoh Akhmar yang berada di atas perutnya, juga kaki yang ada di atas pahanya. Nyaman sekali Akhmar di posisi itu.

"Astaghfirullah..." Aiza menjerit kaget sambil melempar lengan kokoh Akhmar supaya menjauh dari atas perutnya. 

Hal itu membuat Akhmar langsung terjaga, pria itu mengernyit menatap Aiza yang berada satu ranjang dengannya. 

"Apa- apaan kalian ini!" Mata Ismail melotot, menatap tajam pada Akhmar yang matanya masih tampak sangat berat dan memerah, juga menatap Aiza yang kebingungan. 

Orang- orang yang berkerumun saling berbisik, mendengung seperti suara segerombolan lebah. 

"Hei, kau! Benar- benar biadab!" Ismail mendekati Akhmar dan menarik leher baju pria itu hingga tubuh Akhmar terduduk.

Layangan kepalan tangan Ismail menyadarkan Akhmar bahwa ia dalam bahaya, ia cepat menangkap kepalan tangan Ismail. Kemudian pandangannya mengedar, menatap wajah- wajah di sekitar, juga Aiza yang ada di sisinya, jelas gadis itu terlihat baru bangun tidur di sebelahnya. 

Aldan dan Adam sudah ada di antara kerumunan orang- orang yang ada di pintu. Wajah keduanya pias. Sangat kecewa. 

Aiza bergegas turun dari ranjang. Akhmar pun menuruni ranjang.

"Ini pasti salah paham," ucap Akhmar mendominasi. Ia tidak tahu kenapa situasinya saat bersama dengan Aiza selalu dalam keadaan aneh yang membuat semua orang menjadi salah paham. Satu pertanyaan di kepalanya, kenapa ia bisa berada satu ranjang bersama dengan Aiza?

Aldan melangkah masuk, demikian juga Adam yang ikut masuk. Qanita berbalik fan menghadap orang- orang di sekitarnya yang tampak sibuk ingin melihat dengan jelas kejadian di dalam, mereka meringsek, menerobos hendak masuk. Namun Qanita menahannya dengan merentangkan tangan di pintu.

"Mohon semuanya untuk tidak berada di sini. Ini adalah kawasan pribadi. Biarkan keluarga kami yang menyelesaikan ini. Maaf." Qanita mundur selangkah hingga posisinya berada di dalam kamar, lalu menutup daun pintu dan menguncinya.

"Akhmar, apa yang kamu lakukan?" tanya Aldan dengan paras kecewa dan pandangan sayu.

"Mas, jangan percaya dulu dengan apa yang Mas lihat. Tadi itu nggak seburuk yang Mas lihat," ucap Akhmar berusaha menjelaskan. 

"Nggak seburuk dengan keadaan dimana kamu tidur satu ranjang bersama dengan Aiza, begitu?" Aldan memejamkan mata sebentar mengingat lengan kokoh adiknya yang memeluk tubuh Aiza, bahkan telapak tangannya berada tepat di atas dada gadis itu. Bahkan kaki Akhmar juga berada di atas paha Aiza selayaknya orang yang sedang memeluk bantal guling. Menyakitkan. Lalu pemandangan seperti apa lagi yang harus dipercayai? Itu sudah jelas menyakitkan.

Bersambung

1
NFC
mita itu pasti
NFC
aku baca yg istri gadaian dulu kak emma. skr baru baca ini. mundur donk. eh tyt ini jg session ke 2 nya. wkwkkwk.
Marhaban ya Nur17
oh berarti bener y dulunya akhmar bergajul
Marhaban ya Nur17
tambah lagi yg somflak wkwkkw
Marhaban ya Nur17
nayla sama Aldan neh
Marhaban ya Nur17
serang lansung mar
Marhaban ya Nur17
ngeyel se lu di ksh tau
Marhaban ya Nur17
lama kali dah iklan
Marhaban ya Nur17
ini neh orang pinter tp kuminter wkwkwkw ngaku paling bener n suci
Marhaban ya Nur17
g ngomong ada aiza y klo ngemeng mah pasti tambah heboh
Marhaban ya Nur17
lama" tua bangke Ismail ini nyebelin
Marhaban ya Nur17
kiyai gelo wkkwkkwkw rasain tuh 😄😄😄😄
Marhaban ya Nur17
thor" wkkwkwk ceker
Marhaban ya Nur17
skin to skin kali se akhmar supaya aiza g kedinginan
Marhaban ya Nur17
jreng"
Marhaban ya Nur17
sekarang giliran aiza yg cuekin akhmar neh wkwkkw
Marhaban ya Nur17
rasain lu
Marhaban ya Nur17
kok kiyai tp hatinya pendendam gtu wkwkwk lucu
Marhaban ya Nur17
justru pak kiyai nya yg malah grngsi wkwkkwkw mentang" gtu
Marhaban ya Nur17
kaget gw tp ketawa wkkwkkw binti singa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!