JANGAN DIBACA!!!!!!!!!!
LAGI TAHAP REVISI
Mira gadis cantik berusia 23th, bertemu dengan Adam, seorang pengusaha muda saat mereka sedang berada di Korea. Mira jatuh cinta pada pandangan pertama pada Adam.
Cinta Mira tidak bertepuk sebelah tangan, karena ternyata Adam yang sudah menutup hatinya selama 13th karena kehilangan cinta pertamanya, akhirnya jatuh cinta pada Mira. Tapi cinta mereka sulit untuk bersatu karena status Adam yang sudah menikah.
Adam menikah dengan perempuan bernama Kinan atas perjodohan orang tua mereka.
Akankah Adam dan Mira mampu memperjuangkan cinta mereka?
Akankah cinta Adam dan Mira bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POV MIRA
Aku memasuki rumah dengan langkah gontai, perasaanku campur aduk. Ingin rasanya segera merebahkan diri diatas ranjang dan terlelap hingga pagi.
"Mira, malam sekali pulangnya?" Aku dikejutkan suara Om Gun. Ternyata beliau belum tidur, sudah jam 11 malam sekarang, apakah beliau menungguku?
deg deg deg
Entah kenapa hatiku berdetak cepat, ada rasa gugup dan takut. aku seperti seorang gadis yang kepergok pulang malam oleh ayahnya.
Aku berjalan menuju ruang keluarga dimana Om Gun dan Tante Wulan tengah menonton tv.
"Maaf Om, tadi aku lembur, terus mampir makan sebentar." Aku berusaha menjelaskan.
"Dimana mobilmu?" Om Gun kembali bertanya.
Bagaimana om Gun tahu aku tidak membawa mobil pulang hari ini, apa Om Gun melihatku diantar Marvin tadi?
"Apa Fahri yang mengantarmu tadi sayang?" Tante Wulan sudah bertanya sebelum aku sempat menjawab pertanyaaan Om Gun.
"Mobilku dikantor Om. Dan yang mengantarku tadi Marvin Tante."
Terlihat Tante Wulan mengerutkan dahinya. Dia dan Om Gun saling berpandangan, seakan ada yang salah dari jawabanku tadi.
"Marvin???? Bukankah pacar kamu Fahri? Tante Wulan terlihat bingung.
Aku bingung, kenapa tante mengira Aku pacaran sama Fahri. Apa jangan jangan, berita itu sudah tersebar.
Deg deg deg jantungku kembali tak beraturan.
Aku baru teringat sejak kemarin beberapa staf dikantor melihatku dengan tatapan berbeda. Bahkan hari ini Sarah selalu menggodaku minta ditraktir.
Oh Tuhan, semoga tidak seperti yang aku pikirkan. Adam!!!!
Aku langsung teringat Adam, apa dia juga sudah mendengar berita bodoh itu. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri tanpa aku sadari aku belum menjawab pertanyaan Tante Wulan
"Mir... ditanya kok malah bengong? Tante liat infotaiment, Fahri bilang kamu pacarnya."
"Kalau kamu sudah pacaran sama Fahri, jangan keluar dengan pria lain sayang, gak baik, bisa merusak hubungan kalian." Tante Wulan menasehatiku.
"Tidak seperti yang Om dan Tante pikirkan. Mira gak ada hubungan apa apa sama kak Fahri. Dia cuma iseng aja tadi didepan wartawan." Aku bingung harus bilang apa. Otakku seakan terhenti, aku tak bisa memikirkan apa apa selain Adam saat ini.
Apakah Adam marah padaku hingga dua hari ini dia tidak menghubungi aku sama sekali. Apakah dia salah paham dengan berita ini?
"Tapi Tante lihat di berita online, ada foto kamu tengah mencium Fahri," kata Tante Wulan.
"Tidak Tante, tidak seperti itu? sebenarnya Mira tidak menciumnya. Itu hanya kesalah pahaman." Aku berusaha menjelaskan.
"Maaf Om Tante, Mira mau istirahat, Mira ke kamar dulu ya" Aku segera minta ijin ke kamar. Ingin rasanya aku segera menghubungi Adam Sekarang.
Tut... tut. . Tut.
Suara panggilan tersambung, tapi belum juga diangkat. Aku semakin cemas. Aku Takut Adam marah dan enggan menjawab telepon dariku.
"Hallo" Aku mendengar suara perempuan menjawab telepon. Aku sangat kenal pemilik suara itu. Kinan, itu suara Kinan.
"Ha..hallo" Lidahku rasanya kelu mendengar suara Kinan. Aku seperti seorang pelakor yang tertangkap basah oleh istri sah.
"Eh ... Mira ya?"
"I.. i.. iya Kin" aku mencoba tenang.
"Maaf ya Mir, tadi tulisan di layar Asisten, aku kirain siapa. Aku lupa kalau sekarang kamu asisten mas Adam, he.. he.. "
Hah.... asisten, ternyata selama ini nama kontakku di ponsel Adam hanyalah asisten. Entah kenapa aku sangat kecewa mendengarnya.
"Ada urusan penting ya Mir, malam malam kamu nelpon?"
"Iya Kin. Urusan kantor, maaf ya ganggu malam malam." Maaf Kin aku terpaksa berbohong.
"Tapi Mas Adam udah tidur Mir, urgen banget ya, apa harus aku bangunkan?" Kinan bertanya padaku.
"Gak usah deh Kin, besok aja, bukankah besok pagi kalian udah pulang?"
"Sepertinya gak jadi pulang besok Mir. Aku pengen jalan jalan dulu. Aku dan mas Adam gak sempat honeymoon sehabis nikah. Jadi mumpung di singapura. aku mau jalan jalan sama Mas Adam, hitung hitung honeymoon" Dari cara Kinan bicara, aku sangat yakin dia tengah bahagia sekarang. Dan itu makin membuatku sakit. Aku cemburu, aku merindukan Adam.
Definisi laki laki itu kalau ga cinta sama cewek ga bisa dipaksa untuk cinta melakukan hubungan sexxx tanpa cinta pun bisa.