NovelToon NovelToon
Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang tidak diinginkan, di tuntut untuk selalu mengalah dalam segala hal, menyerahkan apapun yang dimiliki untuk orang lain bahkan orang yang di cintai sekalipun harus ia lepaskan? Selalu salah dan di anggap pembawa sial.

Itulah penderitaan yang di rasakan oleh seorang wanita bernama Ayla, ia tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan, punya dua kakak laki-laki dan orang tua yang masih lengkap, namun sayang sekali, meskipun memiliki semua itu Ayla sama sekali tidak memiliki kasih sayang dan kebahagiaan.

Di mata keluarga Ayla adalah pembawa sial, sosok yang selalu salah dalam segala hal, berbanding terbalik dengan Alena yang selalu menerima kasih sayang penuh dan selalu di utamakan oleh semua orang.

Siapa Alena? Dan kenapa Ayla memiliki nasip berbeda dengan nya? Cus baca kisah mereka di sini, bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#04 Janji Bastian

“Pak Bastian, maaf saya mengganggu waktu kerja Anda. Tapi ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda. Beliau sudah menunggu cukup lama di ruangan sebelah,” lapor sekretaris Bastian dengan wajah terlihat sedikit gugup dan tak tenang.

“Siapa orangnya?” tanya Bastian tanpa mengalihkan pandangan dari berkas di meja kerjanya, sembari mengerutkan kening.

“Itu... anu... sebaiknya Bapak temui saja langsung. Beliau bilang ini hal yang sangat penting dan mendesak,” jawab sang sekretaris ragu-ragu, lalu segera undur diri.

Melihat reaksi sekretarisnya yang tak biasa itu, Bastian pun segera berdiri. Ia berjalan keluar ruang kerjanya menuju ruang tamu khusus yang ada di sebelah.

Lima menit kemudian...

“Siapa yang mencari saya?” tanya Bastian saat berdiri di ambang pintu, matanya menyapu seluruh ruangan itu.

Namun seketika itu juga, wajah Bastian menjadi pucat pasi. Jantungnya serasa berhenti berdetak saat bertatapan langsung dengan sosok yang duduk di sana.

“Bastian... Kau mengabaikan setiap panggilan telepon dariku. Kau juga tak membalas satu pun pesan yang kukirim. Apa kau berniat lari dari kesepakatan yang sudah kita atur sebelumnya? Apa kau ingin Tuan Muda menghancurkan perusahaanmu yang sudah nyaris hancur ini sampai tak bersisa?” ucap seorang laki-laki paruh baya yang mengenakan setelan jas hitam rapi. Aura berkarisma dan mengintimidasi begitu kuat terpancar darinya.

“Maaf... aku sangat sibuk akhir-akhir ini. Jadi aku benar-benar tak sempat mengangkat telepon atau membaca pesan,” jawab Bastian tergagap. Ia segera masuk ke dalam ruangan dan mengunci pintu rapat-rapat dari dalam.

“Aku tidak butuh alasanmu. Aku ke sini untuk menagih,” ucap laki-laki itu dingin, lalu melemparkan selembar dokumen tebal ke atas meja minimalis di ruangan itu.

“Apa ini?” Bastian mengambil dokumen itu dengan tangan yang sedikit gemetar, lalu menatap sekilas ke arah orang tua itu.

“Ini adalah salinan perjanjian yang kau sendiri tanda tangani setahun lalu. Dan sekarang... aku menuntut pelaksanaannya. Jika kau menolak, kau sudah tahu sendiri bukan konsekuensinya bagi perusahaan Gunawan? Ingat, tanpa bantuan kami, perusahaan ini tidak akan pernah bisa berdiri tegak dan bertahan sampai seperti sekarang,” ucapnya sambil tersenyum tipis, senyum yang terasa mengerikan dan penuh ancaman.

Siapa sebenarnya sosok laki-laki tua misterius itu? Dan perjanjian apa yang terpaksa dibuat Bastian demi menyelamatkan perusahaan Gunawan?

next

“Tunggu, Tuan! Bukankah perjanjian itu belum jatuh tempo? Waktunya masih lama,” seru Bastian, matanya menatap tajam namun penuh kecemasan ke arah orang tua itu.

“Kenapa? Apa bedanya buatku? Kau mau bernegosiasi soal waktu sekarang? Bagaimana kalau aku meminta pelaksanaannya saat ini juga, bagaimana?” jawab Hans dingin, sama sekali tak mempedulikan raut wajah panik dan tak senang yang tergambar jelas di wajah Bastian.

Bastian menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri sejenak, lalu membuka lembaran dokumen tebal itu. Benar saja... itu adalah surat perjanjian yang ia buat sendiri bersama Hans Aditama, kepala keluarga Aditama, tepat satu tahun yang lalu. Saat itu, perusahaan Gunawan Group berada di ambang kebangkrutan dan hampir hilang dari peta dunia bisnis.

Flashback on

 Satu Tahun Lalu

“Tuan, aku mohon... tolong bantu kami. Aku memohon, terimalah tawaran kerja sama dari perusahaan kami. Jika tidak, nama besar keluarga Gunawan dan perusahaan ini akan lenyap selamanya dari dunia bisnis. Aku benar-benar memohon pada Tuan,” ucap Bastian dengan nada memelas di hadapan Hans Aditama.

Saat itu, Hans Aditama adalah pemimpin perusahaan raksasa Aditama Group, perusahaan paling berpengaruh dan berjaya di kota itu, yang kekuasaannya tak ada tandingannya.

“Perusahaan kecil kalian? Memang sudah sepantasnya lenyap. Lagipula, aku sama sekali tak butuh kerja sama dengan perusahaan sekecil itu. Apa untungnya buatku?” tanya Hans dengan tatapan dingin dan meremehkan.

“Tuan Hans, aku sadar betul perusahaan kami tak ada apa-apanya dibandingkan kekayaan dan kekuasaan Tuan. Tapi percayalah, suatu saat nanti, jika Tuan membutuhkan bantuan yang tak bisa didapatkan orang lain, aku pasti akan ada di sisi Tuan dan membantu sebisaku,” janji Bastian. Saat itu, ia benar-benar tak punya pilihan lain selain merendahkan diri.

“Apa maksud ucapanmu itu? Kau kira kau tahu sesuatu tentang keluargaku? Dan mana mungkin orang sebesar kami butuh bantuan dari orang sepertimu?” balas Hans, menatap Bastian dengan sorot mata tajam seolah sedang mengintimidasi mangsanya.

Mendengar itu, Bastian perlahan mengangkat kepalanya. Ia berani membalas tatapan dalam Hans dengan keyakinan yang tiba-tiba muncul.

“Tuan Hans... Dari ketiga putra Tuan, satu-satunya yang paling Tuan sayangi, sekaligus yang paling membuat Tuan khawatir setiap hari... pasti putra pertama Tuan yang memiliki kekurangan itu, bukan?” ucap Bastian pelan namun penuh tekanan, ada senyum mengejek tersirat di sudut bibirnya.

Hans terdiam kaku. Ia menelan ludah dengan susah payah. Hatinya seketika memanas mendengar ucapan itu, seolah ada luka lama yang baru saja dikorek.

“Apa maksudmu?! Kau berani menghina putraku?!” bentak Hans. Ia langsung berdiri dan mencengkeram kerah kemeja Bastian dengan amarah yang meledak.

“Lihatlah kenyataannya... Putra pertama kesayangan keluarga Aditama itu, mengalami kecelakaan parah beberapa tahun lalu, hingga kedua kakinya lumpuh dan tak bisa berjalan lagi. Sejak saat itu pun, emosinya menjadi sangat tak stabil. Dia tak hanya cacat fisik, tapi juga cacat mental. Aku berani jamin, tak ada satu pun gadis dari kalangan keluarga terpandang yang mau bersedia menjadi istrinya, bukan?” Bastian berbicara tenang, seolah tak peduli pada ancaman di hadapannya.

“Aku punya dua adik perempuan. Jika Tuan bersedia membantu perusahaan kami bangkit kembali dan mengangkat nama keluarga Gunawan, aku berjanji... salah satu dari adikku akan kuserahkan untuk menjadi istri putra pertama Tuan. Dengan begitu, Tuan tak perlu lagi khawatir. Meski dia memiliki kekurangan, dia tetap akan mendapatkan istri yang baik dari keluarga terpandang, layaknya seorang putra pewaris besar,” lanjut Bastian, kini tersenyum penuh kemenangan.

Hans yang mendengar kalimat itu seketika terdiam. Ia sadar betul, apa yang dikatakan Bastian adalah kebenaran pahit yang selama ini selalu mengganggu pikiran dan hatinya.

Putra pertamanya, Valen Aditama... Sejak kecelakaan itu, hidupnya berubah drastis. Tak ada wanita yang mau mendekat, apalagi bersedia hidup bersamanya yang penuh kekurangan.

“Bagaimana, Tuan Hans? Bukankah dengan begini kita akan saling menguntungkan satu sama lain?” tanya Bastian lagi.

Karena benar-benar tak punya jalan lain, dan rasa khawatir yang amat sangat besar akan masa depan putra kesayangannya itu, Hans—yang begitu menyayangi Valen—akhirnya menyetujui tawaran gila itu. Sejak hari itu, lahirlah sebuah perjanjian di atas selembar kertas bermeterai yang ditandatangani keduanya.

Bastian pun meminta waktu satu tahun sebagai batas, untuk membuktikan bahwa perusahaan Gunawan Group benar-benar akan bangkit kembali dan memiliki nama yang setara di mata masyarakat.

****

1
sunaryati jarum
Perkataan Danu sebaiknya direkam/ divideokan , sudah terang- terangan begitu dan kirim ke papa Hans
sunaryati jarum
Haduh ngeri tiga orang balas dendam pada satu orang.Alena kau merasakan kebahagiaan selama 15 tahun di atas penderitaan Ayla putri kandung ,tapi Setelah kebusukan kamu terbongkar kamu akan menderita selama sisa hidupmu
sunaryati jarum
Emak kira pemuda ternyata ibu kandung Alena , yang dinyatakan meninggal.Orang pendidikan kok percaya peramal🤣🤣🤣
Author Nadia🪷: 15 tahun lalu mungkin masih kudet kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Sebelum melakukan kejahatan sudah terbongkar,kah.Apakah peramal 15 tahun yang lalu, ternyata masih muda?
Soraya
lanjut thor
sunaryati jarum
Benar dugaan emak jika Danu berada di rumah yang sama lebih mudah mengawasinya dengan Maya.Msya ternyata bukan istri dan ibu yang baik saat suami bangkrut seharusnya disemangati bukan digugat cerai bahkan tega meninggalkan Danu demi kebahagiaannysa sendiri.
sunaryati jarum
Kau satu rumah Danu, yang sangat diuntungkan malah Valen, karena lebih mudah mengawasi gerak-gerikmu.Kau Ayra wanita gampangan Bu Maya.Valen dan Ayra bekerja sama untuk mendapatkan bukti banyak kejahatan kalian.
Author Nadia🪷: makasih komentar nya kaka
total 1 replies
sunaryati jarum
Alena pasti iri dan Rayhan menyesal melepas Ayla
sunaryati jarum
Semoga hubungan Valen dan Ayla semakin baik
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷: sip kak
total 1 replies
Yeni Astriani
yuuk lanjut Author
Author Nadia🪷: iya kak 🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Emak sangat menanti pembalasan Valen untuk Ny Maya dan Danu
sunaryati jarum
Seru dan bagus
Author Nadia🪷: makasih banyak ya kakak
total 1 replies
sunaryati jarum
Sekarang keluarga Gunawan Ingin menjilat Ayla, bukan karena sayang tapi agar perusahaan tetep berdiri
sunaryati jarum
Sepertinya kejahatan Ny Maya dan Danu pada Tuan Muda Valen akan segera terbongkar.Karena Valen dan Ayla sama - sama waspada dan mencurigai Ny Maya, tinggal cari bukti atau tertangkap basah .Danu ingin merebut Ayla? , tidak akan bisa.
sunaryati jarum
Ayo Valen bantu Ayla membalas atas penderitaan yang dialaminya selama lima belas tahun,jadi dari usia lima tahun, sungguh benar kenyang mendapatkan perlakuan kejam dari orang tua maupun saudara kandungnya
sunaryati jarum
Semakin seru Thoor
Author Nadia🪷: makasih kak👍
total 1 replies
sunaryati jarum
Yang mencelakai Valen itu malah , Maya karena mengingat Gavin yang mewarisi semua kekayaan Tuan Hans.Dengan Maya bergerak lagi terbongkarlah kejahatannya,mungkin Valin sudah mencurigai
Author Nadia🪷: gak asih ah ketebak 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga semua memperlakukan Ayla dengan baik dan Valen jatuh hati padanya
Author Nadia🪷: kehidupan Ayla di keluarga Aditama akan berbanding terbalik dengan keluarga Gunawan kak
total 1 replies
putmelyana
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!