NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 Diantara Da Xie dan Sawit #1

Da Xie seperti biasanya bekerja dengan sangat keras diruang kerjanya, memangnya apa lagi yang dilakukan Da Xie selain bekerja? Setiap hari dokumen datang, meminta untuk dikerjakan, dan itu adalah tugas Da Xie untuk mengerjakannya.

Walaupun sekarang Da Xie sudah cukup terbiasa mengerjakan dokumennya dengan cepat, tetapi tetap saja ini menyebalkan karena Da Xie jadinya kurang istirahat.

Namun hari ini ada sesuatu yang berbeda, Da Xie mendapatkan kabar dari menteri Song kalau pria itu menemukan pohon yang Da Xie cari-cari.

Tanpa basa-basi lagi, Da Xie langsung mendatangi tempat menteri Song untuk melihat apakah pohon yang didapatkan pria itu adalah pohon yang ia inginkan.

"Maharani Agung, ini selanjutnya." Dayang Ya yang ada disamping Da Xie memberikan wanita itu selembar dokumen.

"Aduh... Sedang berjalan diantara lorong pun masih harus bekerja juga?" Da Xie menatap dokumen tersebut dengan sebal.

Saat ini dirinya sedang berjalan menuju paviliun menteri Song, tetapi dirinya harus tetap mengerjakan dokumen kekaisaran karena dokumennya memang sangat banyak dan harus selalu dikerjakan, kalau tidak dokumen tersebut akan menggunung.

Untungnya dizaman ini sudah ada tatakan kertas yang membuat Da Xie tidak terlalu kesulitan untuk menulis. Kalau tidak, bisa-bisa semuanya jadi sulit.

"Semangat Maharani Agung." Dayang Ra yang bertugas membawa dokumen yang telah Da Xie kerjakan hanya bisa memberikan semangat.

Da Xie memutar bola matanya malas, kerja terus tanpa henti, tapi untungnya plan untuk menanam pohon sawit seluruh kekaisaran akan terlaksana. Jadi mungkin dalam waktu dekat ini, Da Xie bisa turun takhta. Memikirkannya saja sudah membuat Da Xie sangat senang.

Setelah beberapa menit berjalan, mereka sampai di paviliun Menteri Song. Pria itu terlihat menunggu didepan pintu masuk paviliun.

"Menteri." Ucap Da Xie dengan tangan yang masih bekerja pada dokumennya.

"Ah, akhirnya anda datang Maharani Agung." Menteri Song terlihat senang. Ia sudah menunggu lama akan kedatangan Da Xie ini.

"Mari masuk, barang yang anda minta sudah ada didalam."

Da Xie mengangguk dan mereka berempat masuk kedalam bersama-sama.

Didalam terdapat sebuah pohon sawit yang kalau Da Xie lihat, itu memang pohon sawit yang mirip sekali dengan pohon sawit dikehidupan nya dahulu. Da Xie menatapnya dengan senang.

"Wah benar... Ini memang yang aku cari. Tapi, kenapa hanya ada satu buah pohon?" Tanya Da Xie kebingungan. Perasaan dirinya memesan 100 Ton.

"Soal itu Maharani Agung, saya berpikir kalau anda harus mengenal pohon ini lebih jauh lagi. Jadi saya membawa orang dari kekaisaran di utara yang memproduksi pohon ini." Jelas Menteri Song.

Salah seorang bapak-bapak gendut tiba-tiba mendatangi mereka, entah dia datang darimana, perasaan Da Xie tidak melihatnya tadi.

"Hohoho... Saya senang Maharani Zhang ingin mengimpor pohon ini. Perkenalkan, saya adalah perwakilan dari kekaisaran di utara."

Bapak-bapak itu menjabat tangan Da Xie. Disisi lain, Da Xie hanya bisa menatapnya sembari melongo. Pria ini bulat sekali, sepertinya dia mempunyai kehidupan yang makmur dilihat dari perut buncitnya itu.

"Iya, saya Maharani Agung Zhang Da Xie." Balas Da Xie singkat.

Bapak-bapak itu tertawa karir, dia kemudian melanjutkan, "Jadi begini, ini sebenarnya adalah pohon yang sangat bagus sekali. Pohon ini tumbuh subur di kekaisaran saya, jadi kualitasnya pasti bagus. Saya senang Maharani Zhang mau membeli pohon pohon ini."

Bapak-bapak gendut itu menjelaskan sembari menunjuk pohon sawit dibelakangnya, kalau dia hidup di dunia modern, Bapak ini pasti masuk kedalam bagian promosi di kantor Da Xie.

"Jika anda ingin membelinya, maka saya akan sangat senang sekali. Kami bisa menggratiskan biaya distribusi, dan kami juga akan menjual berupa 5 koin perak per-pohon nya." Bapak itu terus mengoceh panjang lebar, menawarkan diskon dan lain sebagainya.

"Wah wah... Murah sekali ya." Da Xie terlihat tertarik dengan tawaran tersebut. Ia memperhatikan penjelasan Bapak itu dengan seksama, walau tangannya juga mengerjakan dokumen tercinta. 💕

"Benar. Pohon ini hanya ada di kekaisaran kami, lalu manfaatnya juga sangat banyak, Seperti... Ya itulah."

"Baiklah! Aku akan membelinya. Tolong antar 100 Ton pohon ini kepada Kekaisaran kami!" Da Xie akhirnya menyetujui penawaran tersebut.

Bapak-bapak itu terkejut karena Da Xie meminta banyak sekali pohon sawitnya. Tetapi ia akhirnya kembali tertawa senang.

"Anda benar-benar Maharani yang bijak karena membeli pohon ini. Tenang saja, kami akan mengantarkan pohon ini secara bertahap dan kami juga akan memberikan tagihannya nanti."

Bapak-bapak itu kemudian menunduk dan berjalan pergi dengan riang gembira seolah telah memenangkan lotre dengan hadiah uang miliaran.

"Kalau begitu saya pergi dulu Maharani Zhang! Saya akan mulai mengantarkan!"

Semua orang menatapnya tanpa berkedip. Terutama Da Xie.

"Bapak itu sepertinya senang sekali." Da Xie berkata dengan polos.

Disisi lain, Menteri Song terlihat tak percaya dengan apa yang dilakukan Maharani Agung-nya. Ia lalu mendekat untuk menjelaskan apa yang dipikirkan nya selama pembicaraan tadi.

"Maharani Agung, maaf kalau saya terkesan mempertanyakan tindakan anda. Tetapi, apa Maharani Agung benar-benar yakin untuk mengimpor pohon itu ke kekaisaran Zhang kita?"

Menteri Song menunduk dihadapan Da Xie. Wanita itu memiringkan kepalanya dengan bingung.

"Hah? Memangnya kenapa?"

"Apa anda tahu–" Menteri Song hendak menjelaskan tetapi malah dipotong oleh Da Xie.

"Aku tidak tahu." Ucap Da Xie.

"Makanya ini saya mau memberitahu anda Maharani Agung, tolong dengarkan dulu."

"Oh oke."

Sungguh, ingin sekali Menteri Song memukul kepala Da Xie. Tapi dia tidak berani karena wanita itu adalah Maharani Agung. Bisa-bisa nanti dirinya dan keluarganya malah dinaikkan ke tiang pancung atas tuduhan menyakiti Maharani Agung.

"Begini, kekaisaran di utara itu mengalami banjir disebagian besar wilayahnya. Apa anda tahu alasannya?"

"Hm? Memangnya kenapa?" Da Xie berpura-pura tidak tahu, walau aslinya dia sangat mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.

"Itu karena pohon ini. Entah mengapa, pohon ini tumbuh banyak sekali di kekaisaran tersebut. Dan karena akar pohon ini yang tidak bisa menyerap air dengan baik, akhirnya terjadi banjir pada wilayah tersebut." Jelas Menteri Song.

Da Xie menganggukkan kepalanya seolah setuju dengan statement Menteri Song.

"Lalu, pohon ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Cuma menjadi pohon menumpuk di kekaisaran tersebut. Kalau anda membelinya apalagi sampai 100 Ton, itu sama saja anda rugi. Anda cuma menjadikan kekaisaran kita tempat pembuangan pohon ini dari kekaisaran di utara tersebut." Lanjut Menteri Song panjang lebar.

"Dengar Menteri, aku punya rencana ku sendiri. Kau tidak perlu mempertanyakan apa yang kulakukan, kau cukup mematuhinya saja. Lihat saja, dimasa depan pohon ini akan menjadi sangat berguna." Da Xie mencoba membuat Menteri Song mempercayainya.

Sebenarnya Da Xie sendiri tidak berharap kalau pohon ini menjadi berguna dimasa depan. Ia malah berharap kalau pohon sawit ini akan menjadi pohon yang menghancurkan kekaisaran Zhang dan menjadikan banjir, jadi dia bisa turun takhta dengan dalih membeli pohon sawit tidak berguna.

"Sudah yah. Aku pergi dulu, banyak pekerjaan yang menumpuk nih. Nanti kalau pohonnya sudah diantar, Menteri hubungi aku saja."

Da Xie segera pergi dari sana diikuti kedua dayang nya dibelakang. Dia tidak mau mendengarkan ocehan dari Menteri Song lagi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

......Boleh tidak author minta like nya? Jadi author tau kalo ada yang nungguin book ini update, hehe🌹🥰......

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!