NovelToon NovelToon
Lintang Sang Baga

Lintang Sang Baga

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Kencan Online
Popularitas:50.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Ada yang kayak mereka nggak sih? Jodoh lewat chat? Ya ampyuun CHAT?? Iya ho'oh! Mereka nggak pernah ketemu, cuma bertukar kabar melalui pesan ketikan, nggak ada pidio kol (video call). Cuma deretan huruf tapi membuat hidup mereka semprawut!

Giliran ketemu secara nggak sengaja di dunia nyata, mereka malah kayak musuh bebuyutan! Pas kembali ke aplikasi, weeeh sayang sayangan lagi.

Di sini yang koplak siapa sebenarnya? Lintang nya? Bang Baga? atau.... Yang nulis cerita??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi nonton dong

Beneran nih mereka mau nonton abis pulang kerja? Ya iyalah! Lihat aja tuh keduanya udah ngejogrok di dalam mobil. Mobilnya Baga tentu aja. Sedangkan mobilnya Lintang di biarin begitu saja di parkiran kantor, nanti juga ada yang ngurus sendiri. Nggak bakal diembat orang!

"Mau nonton film apa, Star?" pertanyaan ketika mereka masih ada di dalam mobil.

"Apa aja. Ai nggak pilih-pilih genre film. Kecuali romance. I don't like." tadi katanya nggak pilih-pilih jenis pilem tapi kok ujungnya ngasih note kalau dia nggak doyan sama yang berbau romantis-romantisan, maksudnya dia lagi menjelaskan secara detail gitu?

"Oke. I will remember it."

"Remember? Remember for what?"

"Bakal ingat kalau kamu nggak suka film romantis."

Lintang manggut-manggut santai. Lalu situasi kembali hening, keduanya memilih diam. Lintang menatap ke luar jendela, sedangkan Baga menjalankan mobil dengan satu tangan. Tangan yang lain memegang keningnya. Pusing? Enggak cuma bingung mau ngobrolin apa. Mendadak situasi ini membuatnya ngeblank.

Mereka masih bertahan dengan keheningan hingga mobil yang dikendarai Baga sampai di sebuah mall besar di kota mereka. Ini pertama kalinya mereka jalan berdua dengan status sebagai pacar. Agak canggung tapi cukup membuat hati berflower ria.

"Kenapa kamu nggak suka film romantis, Star?" hanya pertanyaan basa-basi daripada terus diem nggak tau mau ngapain.

"Hmmm, I don't know, but for me, romantic films make me bored. It's like something where I can predict the ending." Lintang tak begitu tertarik dengan pertanyaan Baga. Dia menjawab sekenanya saja.

Oke, Baga mengerti. Dari cara ngomongnya, bisa dipastikan jika Lintang lagi males membahas alasan mengapa dirinya nggak doyan sama genre film romantis. Baga nggak mau meneruskan pembicaraan yang mungkin bakal jadi boom yang bisa meledak sewaktu-waktu. Ingat, ini kencan pertama mereka di real setelah setahun jadi pacar online dan beberapa saat yang lalu hanya dianggap sebagai mantan aja.

Alih-alih mengantri agar bisa masuk ke dalam gedung bioskop, Baga justru memberikan gestur mengajak Lintang untuk melewati antrian dan masuk dari pintu khusus di dalam gedung tersebut. Seenak itu ya jadi orang kaya?

Netizen said : Nggak pernah semuak ini jadi miskin!

Antri udah kayak kelabang mau lahiran, yang di prioritaskan tetap mereka yang punya fulus gepokan. Hidup emang sekejam itu bagi kaum mendang mending, kawan!

"Horor? Are you sure?" Kayak ngejek banget cara Lintang bertanya ketika pilihan mereka ada pada film dengan genre horor.

"Aku merhatiin kamu beberapa kali liat marquee film 'Beranak Dalam Dudur'. Aku pikir kamu tertarik sama film ini." ujar Baga santai.

"Ai kikir judulnya lucu. Padahal genrenya horor." Lintang cekikikan.

Ini kali pertama Baga melihat Lintang bisa selepas ini dalam bercanda dengannya. Nggak muluk-muluk yang dibahas, hanya judul film horor yang dianggap aneh bagi keduanya.

Beberapa saat kemudian film diputar. Mereka menyaksikan dengan perasaan biasa aja. Nggak yang fokus banget atau cuek banget, ya biasa aja gitu. Musik tegang yang menjadi backsound film tersebut harusnya bisa membuat bulu ketek ikut berdiri pun hanya dianggap keduanya seperti melodi tanpa menciutkan nyali.

"Kamu nggak takut? Hantunya muncul itu." Baga menatap ke arah Lintang, gadis di sebelahnya itu malah menaikkan alisnya.

"Hahaha.. Ai kurus takut sama hantu seperti itu? Look! Make up hantunya ketebelan. Terlalu putih, kayak buah keselek (kesemek). Belum lagi rambutnya yang awut-awutan, kukunya panjang hitam-hitam. Oh my.. Meski jadi hantu, kurusnya dia juga bisa merawat diri, right?" Sik sik.. Hantu merawat diri? Yang bener aja lah, Ntang!

"Aku malah lebih fokus sama cowok yang dikejar-kejar hantu dari tadi." sambil terkekeh menanggapi ucapan Lintang.

"Why?" Lintang ikut memperhatikan aktor pria yang dimaksud Baga.

"Waktu hantu Sutinah masih hidup, tuh cowok getol banget ngejar-ngejar si Suti. Anehnya giliran dikejar balik malah cowoknya ngacir, lari nyampe terbirit-birit."

Lintang manggut-manggut. "Yes. Nggak gentle jadi aki-aki. Kurusnya dia nggak perlu lari kepecirit kayak gitu kan?"

Otomatis Baga tertawa terbahak-bahak. Padahal adegan di film lagi tegang-tegangnya tapi bisa-bisanya mereka malah sehappy itu. Alhasil mereka ditegur oleh penonton lain. Demi menjaga kewarasan bersama, keduanya memilih keluar dari gedung bioskop dengan perasaan riang gembira. Jelas nggak menunjukkan jika mereka adalah dua orang yang baru saja menonton film horor.

"Kera-kera you kita jadi nggak bisa tau endingnya film tadi."

Kembali Baga tertawa. Kali ini nggak ada gengsi-gengsinya lagi. Pokoknya los aja dia ngakaknya.

"Kamu kalau ngomong bahasa Indonesia kenapa sering belibet sih, Star? Aku pikir kamu typo hanya pas di chattingan doang. Tapi nyatanya ngomong pun bisa salah kaprah ya.."

Lintang cemberut. "Ai udah nutul itu! You yang salak dengar."

Baga memegangi perutnya, bukan karena sakit tapi nggak kuat ketawa terus. Andai saja ini di rumah, Baga pasti memilih guling-guling di lantai mendengar apa yang Lintang ucapkan. Dan Lintang dia jelas bete. Setiap kali ngomong kok diketawain, emang salahnya apa? Dia kan udah ngomong dengan baik dan benar! Ya kan?

Karena hari udah mulai malam, Baga dan Lintang memutuskan untuk mengisi perut di restoran kecil di dalam mall. Bukan yang fancy, bukan juga yang sepi.. tempatnya hangat dengan berbagai jenis manusia di dalamnya, ramai secukupnya.

Lintang menaruh tas di meja, kemudian menyandarkan punggung pada kursi sembari mengembuskan nafas pelan, sepertinya dia kelelahan. Lelah diketawain sama pacar!

Baga duduk di depannya, menyingsingkan lengan kemeja.

"Masih suka hot macha?" Baga menatap Lintang dengan sorot mata penuh perasaan.

"Ehem." Jawab Lintang mengeluarkan ponselnya.

"Liatin apa?" hanya sekedar bertanya, nggak yang kepo-kepo banget kok.

Lintang memperlihatkan layar ponselnya ke arah Baga. Di situ terlihat jika Lintang sedang menjelajah di aplikasi jejaring sosial yang pernah menjadikan mereka berdua pasangan online.

"Wih lagi nostalgia ya? Kangen Zyan, hmm? Kan sekarang Zyan ada di depan mu, Star. Gimana menurut mu, Zyan ganteng kan?" Baga cekikikan over pede.

"Dih. Bisa nggak jadi manusia itu sewajarnya aja, pede banget sih! Nostalgila apa? Ai cuma mau ngecek chat yang belum sempat ai baca. You jabut amat nyampe nyepam ai kayak begini." Lintang membaca banyaknya pesan di akun chatnya, yang semua berasal dari satu orang. Zyan609.

"Bukan gabut tapi aku kangen kamu, Star. Waktu kamu menjauh kemarin itu, aku beneran nggak tau harus gimana. Kamu terus menghindar dan seperti nggak butuh aku sama sekali. Aku udah tau kamu di real tapi malah nggak bisa aku jangkau, padahal kamu ada di depan mata."

Lintang terdiam. Dia menatap Baga. Keduanya saling pandang, nggak ada genggaman tangan, nggak ada pelukan apalagi ciuman. Tapi yang bikin aneh, kenapa hanya saling menatap seperti ini bisa membuat jantung keduanya berdegup kencang.

"Star.. Aku mau ngom--"

"Maaf menganggu. Pesanan tiba. Silahkan menikmati kak."

Kali ini Lintang yang menertawakan Baga. Lelaki itu baru aja mau bicara serius, tapi dalam sekejap dipotong oleh pelayan yang membawa pesanan makanan. Baga hanya bisa menghela nafas pasrah.

"Ngom? Ngom what? Ngompol?" Masih dengan sisa tawanya.

"Ini." Sebuah kotak kecil di taruh di meja. Lintang mengambil kotak tersebut lalu membukanya.

"Jam?" Lintang sedikit menaikkan alisnya.

"Iya. Buat kamu. Dan jam itu couple." Baga memperlihatkan tangan kirinya yang dilingkari sebuah jam mewah di sana.

"I'm sorry.. But this..."

"Karena waktu telah membawa kita sampai sejauh ini, Star. Waktu juga yang membuat kita bisa kembali dekat, tanpa paksaan tanpa tekanan. Aku hanya ingin kita sama-sama menghargai waktu kebersamaan kita. Hari ini, besok, dan seterusnya... Tetaplah jadi Lintang untuk Baga, ya.."

Lintang mengulurkan tangan, mengisyaratkan jika Baga lah yang harus memasangkan jam itu di pergelangan tangannya. Dengan senang hati lelaki anaknya bapak Abhi itu memakaikan jam tangan mewah tersebut pada Lintang.

Ini belum sepenuhnya berakhir, karena cerita mereka yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
walaupun sekarang ntang sudah dewasa tetapi dia mempunyai are a privasinya sendiri.. sebagai orang tua,bisa mendoakan hubungan anaknya berjalan lancar
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
wuahh.. hp anakmu kamu sadap juga den 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
𝐙⃝🦜Ro
kalo belom rela anaknya punya pacar ya kekep sendiri aja pak,, daripada dibolehin tapi mantaunya kebangetan kasian mereka
𝐙⃝🦜Ro
bapak den kebangetan,, iket aja anaknya biar gak jauh2 dari kamu
octa❤️
atagaahhh..pak den🤣
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
emak tisya sudah ngasih lampu hijau nih.. merestui Baga dan Ntang
𝐙⃝🦜Ro
bikin anak lagi aja den, biarkan lintang bahagia sama zayn😄😄
♏®️𝕯µɱσɳσՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣resiko punya anak wadon dah mulai berpacaran pak siap2 dikesekianin 🤭yg jelas mesti buat ayang been dulu 🤭
Mrs. Dinold
akhirnya up jg...😍😍😍
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
Ya cemburu lah si Ntang,dadamu Baga terekspos dan di nikmati oleh wanita lain☺️☺️☺️
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
mungkin betinanya lagi jualan,makanya menggatal 😂😂😂😂
♏®️𝕯µɱσɳσՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
hahahha
kalo bokong ya dibelakang 🤣🤣🤣🤣🤣
𝐙⃝🦜Ro
gak akan bokong lagi si baga tapi star jangan mules mulu ntar jadinya sakit
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
karena perjuangan untuk mendapatkan lintang jauh lebih berat daripada hanya terkena tetesan hujan 😊
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
bukan bau,tapi Ntang takut salting di depan bagaa...
La Rue
yg baca juga ikutan keseleo lidahnya ni Ntang² 🤣🤣🤣
𝐙⃝🦜Ro
demi star apa sih yang nggak buat baga
𝐙⃝🦜Ro
belajar lepasin anaknya pak den, gak bisa lintang dikekekp sendiri selamanya akan ada masanya dia bersandar ke bahu yang laian
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
bapakmu masih gak rela klo kasih sayang anak gadisnya terbagi.. dia terlalu cemburu dan gak ikhlas klo ada yg jagain anaknya selain dia😌
makanya kasih wejangan terus, takut klo ada saiitonn lewat pas Kelen dua²an😅
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
sudah di berikan lampu merah oleh bapak den..
begitu besar perhatian seorang ayah untuk anak perempuannya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!