NovelToon NovelToon
Perjalan Sang Penakluk: Alam Semesta

Perjalan Sang Penakluk: Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: AI. htiar

Bumi, tahun 2120. Di sebuah kota kecil, tepatnya sebuah gang belakang distrik F. Lahirlah seorang anak laki-laki , bernama Arlean yang berarti "Janji". Kedua orang tuanya, merupakan seorang petualang peringkat (E+), bertugas untuk membantu kerajaan dalam menghabisi binatang-binatang buas dan moster yang menyerang ke wilayah kerajaan.

Dunia ini memiliki sejarah baru, yaitu. Adanya gelombang energi yang tidak diketahui menimpa bumi kita. Perluasan wilayah bumi dengan tiba-tiba, yang semula berkisar 1x (510.072.000 km²) menjadi 1.000x lipat luasnya.

Monster-monster perlahan muncul, beserta. Dengan adanya kekuatan sihir dan sistem, Arlean yang seorang anak kecil, bercita-cita menjadi petualang tingkat teratas, seperti kedua orangtuanya. Mampukah dia mencapai mimpinya? Ataukah malah sebaliknya... kegagalan yang tragis! ("Cerita ini, merupakan kisah dari seseorang yang jauh dan sangat berharga bagiku" by; Florina).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AI. htiar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch (33) Guru Arlean

(Elma) Ia tersenyum dan berkata lagi.

(Elma {A?#-}) : "Maukah kamu menjadi muridku?.. Dan juga, aku masihlah muda". Menjawab dengan anggun.

Jasmine yang dibelakang masih tetap menghunuskan dan menodongkan pedang besarnya, bersamaan dengan Florina yang bersembunyi bersama Arlean di belakang Jasmine.

..

.

---___

(Malam Hari)

Arlean yang mendapati pertanyaan tersebut. Ia segera menjawabnya dengan berhati-hati dan canggung.

Arlean : "Eh.. Maksud nona saya?" Bertanya balik.

Elma yang mendapat pertanyaan balik dari Arlean. Mengangguk untuk menandakan bahwa memang Arlean yang ia mintakan sebagai muridnya.

Jasmine : "Tidak, kami tidak kenal kamu. Dan juga apa-apaan ini. Meminta anak kecil yang baru kau temui, untuk kau jadikan murid". Jasmine berbicara dengan nada curiga dan tidak setuju, terhadap tawaran yang diajukan pada Arlean.

Elma yang mendapati ada tatapan kecurigaan dari mereka bertiga. Segera berkata balik dan diikuti oleh angin yang sangat lembut.

Elma : "Tidak perlu curiga. Aku bukanlah orang jahat". Tersenyum sebelum ia kemudian berada di belakang Jasmine.

Jasmine : "?! Apa?!!" Gumamnya dalam hati dan matanya melotot, tidak percaya. Bahwa orang yang saat ini berada didepannya, kini berada di belakangnya.

-"Bahkan aku belum mengedipkan mata...". Ucap Jasmine dalam hati.

Elma : "Kalian punya dua kucing yang lucu" Ucapnya sembari duduk memegangi dan mengelus kedua kucing, milik Arlean dan Florina.

Adapun Arlean, Florina, Jasmine yang mendengar hal tersebut. Segera memalingkan muka ke belakang dan menyadari, bahwa Elma sedang duduk memegangi kedua kucing yang menatap mata Elma dengan sedikit rasa takut.

Jasmine : "Orang ini, sangat kuat.. " Gumam nya dalam pikiran.

Elma menyadari bahwa mereka bertiga masih sedikit takut dan ragu. Oleh karenanya, ia segera berbicara dengan menjelaskan tujuannya.

Elma : "Duduklah, aku ingin menceritakan sesuatu kepada kalian". Matanya yang tertutup melihat tiga orang tersebut yang masih berdiri dalam posisi bersiap, mata yang seolah-olah bisa melihat segalanya. Meskipun mata tersebut tidak melihat.

Jasmine yang mendengar permintaan tersebut. Secara perlahan-lahan kini, mulai menurunkan pedangnya. Dan mencoba untuk mempercayai nya sesedikit mungkin.

Jasmine : "Nona.." Menatap Florina dan mengangguk pada Arlean.

Saat itulah, mereka segera duduk di dekat api unggun. Untuk mendengarkan kisah dari Elma.

Elma : "Apakah kalian tahu, tentang parasite berwarna hitam?" Ucapnya kepada mereka bertiga, sembari mengelus kedua kucing tersebut.

Rin yang mendengar parasite hitam. Segera menjawab dengan cepat.

Florina : "Iya, aku tahu. Itu sebuah virus dari luar angkasa kan?" Menjawab dengan keraguan.

Elma tersenyum.

Elma : "Tidak sepenuhnya salah". Menjawab dengan melepaskan kedua kucing yang ia pegang, untuk kembali kepada pemilik aslinya.

Florina kebingungan atas jawaban tersebut. Dan saat itulah Elma menjelaskan terkait virus tersebut.

Elma : "Diluar sana ada menara menengah. Yang selalu mengeluarkan racun virus hitam". Ucapnya

Jasmine : " Bukankah, itu masih teori ya?" Menjawab dengan tidak percaya.

Elma segera menggelengkan kepala. Dan menjawab balik pertanyaan tersebut.

Elma : "Itu bukanlah teori. Itu fakta". Melanjutkan

-" Di Kekaisaran pusat, menara kecil yang berada di tengah-tengah alun-alun Kekaisaran... Terdapat sebuah kasus, dimana saat kucing peliharaan orang-orang mendekati menara kecil tersebut, mereka menjadi ganas... Gejala mereka seperti mengeluarkan muntahan cairan hitam". Melanjutkan

Elma : "Oleh karena itu, aku sedang meneliti. Cara penyembuhan terhadap orang-orang yang terjangkit penyakit tersebut" Menatap Arlean.

Arlean yang mendengar pernyataan dari Nona tersebut. Segera bertanya.

Arlean : "Apakah Nona tahu? Saya memiliki penyakit itu?" Bertanya dengan tidak percaya.

Elma tersenyum "Iya" dan menunjukkan jam tangan miliknya, yang ia sembunyikan dibalik lengan pakaiannya yang panjang. Seketika cahaya bulan menyinari dirinya dan memperlihatkan lebih jelas dirinya yang rona berkulit dingin, bernuansa merah muda.

Elma : "Lihatlah.. " Menunjukkan hologram terkait sinyal virus. Dari jam tangan kecilnya yang bercorak ukiran berwarna putih emas.

Jasmine : "Ukiran itu... Aku seperti pernah melihatnya" Gumamnya dalam hati, tapi tidak bisa ia ingat.

'Ting.. Ting.. Ting" Suara dari sinyal merah yang dekat.

Ketiga orang tersebut, yang melihat sinyal merah berada di dekat nya. Segera melihat Arlean dan bertanya.

Florina : "Arlean.. Kamu tidak apa-apa kan?" Melihat wajah pucat Arlean.

Jasmine : "Jadi.. Bocah, kamu terjangkit penyakit?" Bertanya pada Arlean.

Arlean : "I-itu.. " ucapnya.

Elma yang melihat rasa takut dari Arlean, segera mengucapkan sesuatu agar mereka bertiga tidak takut.

Elma : "Aku juga terjangkit penyakit itu. Dan aku ingin menjadikan Arlean sebagai murid, agar dia bisa membantuku dalam mencari cara, menyembuhkan penyakit ini". Ucapnya pelan-pelan berbicara.

Florina : " Nona, juga sama seperti Arlean berarti?" Bertanya

Elma mengangguk dan menjawab "Iya.."

Jasmine yang mendengar hal tersebut, sekarang sedikit lebih lega. Karena ia telah mendapatkan jawaban, yang ia inginkan.

Jasmine : "Kalau begitu, Arlean. Bagaimana?" Meminta jawaban dari Arlean.

Arlean melihat Florina dan Jasmine. Sebelum ia menjawab pertanyaan kak Jasmine, ia ingin mengetahui terlebih dahulu, arah tujuan Nona tersebut.

Arlean menatap Nona muda yang duduk dengan tenang itu dan bertanya.

Arlean : "Apakah nona Elma, ingin pergi ke arah Utara?" Bertanya memastikan arah tujuan pertama.

Elma mengangguk.

Arlean : "Apakah perjalanan kita akan lama?" Memastikan sekali lagi

Elma menjawab untuk terakhir kalinya.

Elma : "Mungkin, sekitar 5-8 tahun".

Mendengar jawaban tersebut, Arlean segera memalingkan mukanya dan menatap kak Jasmine sebelum menatap ke Florina.

Arlean : "Kalau begitu, apakah kita tidak akan bertemu lagi Rin?" Menatap Florina.

Florina yang tiba-tiba mendapat pertanyaan tersebut dan ditatap sangat dekat oleh Arlean, ia merasa malu serta hatinya berdebar-debar dengan hangat. Saat itulah ia ingin mengucapkan sesuatu, tetapi ia tidak bisa.

Jasmine : "Tidak apa-apa Nona, jawablah. Sesuai keyakinan hatimu" Berbisik pada Florina.

Florina segera menutup matanya dan membukanya kembali. Ia memegangi syal merah miliknya dengan kedua tangannya.

Florina : "Mari bertemu lagi, di Universitas Kekaisaran pusat, Arlean. Disaat itu, kamu pasti sudah berumur 20 tahun dan akupun juga berumur 20 tahun... " Mengambil napas dan berkata.

-"Ayo, kita bertemu lagi saat itu" Menjawab Arlean

-"D-dan ayo menjelah bersamaku... " Ucapnya menjawab dengan suara yang hampir tidak bisa didengar oleh siapapun.

Florina kemudian segera menutup mukanya dan memalingkan mukanya.

Arlean : "D-dann...?" Menggaruk kepalanya.

Florina : "Bodoh!" Ucapnya berteriak.

'Argh.. ' Suara pukulan tinju yang mengenai wajah Arlean.

Arlean yang terkena pukulan tinju, saat itulah. Ia tersenyum sembari berdiri dan berkata.

Arlean : "Baiklah Rin, ayo kita bertemu lagi saat itu,... Hehe.." Tersenyum pada Florina.

Jasmine : "Lakukanlah sujud penghormatan padanya" Berbisik pada Arlean melalui kekuatan telepati.

Setelah selesai Arlean menjawab Florina. Ia segera pergi ke Elma dan membungkuk padanya, untuk meminta persetujuan menjadi muridnya. Berdasarkan saran kak Jasmine.

Kemudian ia duduk dan membenamkan kepalanya ke tanah.

Arlean : "Guru. Aku berharap engkau dapat menerimaku menjadi muridmu". Sujud penghormatan tiga kali. Dan sembilan ketukan.

Elma menangguk setuju dan berkata.

Elma : " Baiklah, kalau begitu. Aku menerimamu menjadi muridku... Dan pagi besok, kita akan berangkat". Menjawab permintaan Arlean.

Arlean segera mengangguk dan berkata. "Baik Guru"...

..

.

Mereka pun segera menikmati hari terakhir bersama. Di tengah gelapnya hutan dan di terangnya cahaya bintang malam hari yang sangat indah, bersamaan dengan angin lembut. Yang menghampiri mereka berkali-kali...

..

.

---___

(Pagi Hari)

Florina : "Selamat Tinggal Arlean" Memeluk Arlean dengan tiba-tiba. Dan pergi secepat mungkin menuju Jasmine, yang saat ini sedang berada di depan.

Arlean yang saat itu melihat Florina menjauh dan dengan senyuman indahnya, ia merasa masih mengingat pelukan hangat tersebut. Yaitu perasaan kebahagiaan yang tiada bandingannya.

Perlahan-lahan kedua sosok tersebut menghilang dengan cepat di balik salju yang terus turun.

Arlean yang masih menatap kepergian mereka berdua. Segera mendenger gurunya berbicara di sampingnya.

Elma : "Kalau begitu, ayo Arlean". Ucapnya

Arlean segera menatap gurunya dan menjawab : "Baik Guru".

Sekali lagi, ia memalingkan mukanya menuju arah Timur Laut. Dimana ia melihat kedua sosok wanita yang telah pergi jauh dan menghilang dari pandangan.

Kemudian ia bergumam, mengatakan. " Sampai bertemu lagi Rin" Tersenyum menatap arah timur laut yang kosong tersebut.

Ia pun segera berjalan mengikuti gurunya dibelakang. Dan melihat-lihat sekeliling nya.

 Perjalanan mereka pun berlanjut, dengan menaiki tunggangan gurunya, yang seekor paus putih besar.

Arlean : "Woah.." Terkagum-kagum terhadap tunggangan gurunya.

Seketika dengan cepat mereka telah melalui jarak 1km. Dan juga, gurunya tidak lupa mengajarkan pada Arlean terkait dunia.

Elma : "Di Dunia ini, Arlean tahu ada berapa ciri orang-orang?" Bertanya pada Arlean yang sedang menikmati angin dengan berdiri.

Arlean segera duduk dan menjawab.

Arlean : "Iya tahu. 3 ciri utama. Satu Introvert, kedua Ekstrovert dan ketiga Ambivert". Menjawab dengan apa yang Ia tahu.

Elma : " Benar". Tersenyum dan puas mendengarkan jawaban Arlean.

Perjalanan pun berlanjut, 100km, 500km. Sembari mendengarkan cerita-cerita dan pemandangan sekitar.

Saat mencapai jarak 1.000km.

Elma memberitahu kan kepada Arlean sesuatu yang penting.

Elma : "Arlean, di dunia ini. Peringkat terendah dan tertinggi seseorang kamu tahu?"

Arlean : "Iya Guru. Peringkat F yang terendah dan tertinggi... Kalau tidak salah peringkat EX?" Menjawab berdasarkan yang ia tahu dari buku.

Elma : "Itu kebenaran yang diketahui semua orang". Melanjutkan

-" Peringkat EX memang yang tertinggi. Tetapi, ia tidak dapat menembus batas galaksi kita". Memberikan gambaran menggunakan kekuatannya. Kekuatan yang bernuansa suara bintang-bintang bercahaya bersamaan dengan angin disekitarnya.

Arlean kebingungan

Elma : "Jika kita ingin, menembus galaksi ini. Dan menuju galaksi lain. Kita perlu menyelesaikan semua menara-menara kecil yang ada di galaksi kita".

-" Dan, kekuatan tertinggi bukan lagi peringkat EX. Tetapi diatas itu.. Tingkat bintang dan sebagainya". Mengakhiri informasinya.

Arlean : "Maksud guru?" Kebingungan sekali lagi.

Elma hanya tersenyum dan menjawab dengan singkat.

Elma : "Suatu hari nanti. Kamu akan tahu". Mengakhiri pembicaraan.

Arlean hanya termenung mendengarkan informasi tersebut. Ia merasa seakan-akan ada keberadaan yang jauh menakutkan diluar galaksi ini. Waktu pun berlalu..

3.000 km...

Arlean melihat banyak monster-monster berbahaya. Di sepanjang perjalanan, tetapi mereka tetap bisa menghindarinya berkat gurunya, guru yang tahu jalan aman di setiap tempat.

Hingga telah jauh sekali. 10 hari berlalu, dari awal perpisahan dengan Florina dan Jasmine. Sampai titik tertentu.

..

.

(3.789 km, Arah Utara)

 Mereka berdua pun tiba di dekat daratan dengan bunga-bunga yang indah berada di sekitarnya. Dan dekat dengan lautan. Lautan yang hanya 100 km kurang jaraknya.

Elma : "Arlean.. Sudah sampai, ayo bangun" Membangunkan Arlean yang sedang tertidur.

'Urhhm.. " Suara Arlean yang bangun dan membersihkan matanya.

Arlean : "?! Dimana ini?" Melihat sekeliling nya, berupa dataran dengan bangunan-bangunan yang telah hampir tertimbun tanah.

Dan seketika ia melihat didepannya, sebuah lubang besar yang didalamnya berisi sungai-sungai / air mengalir. Serta ditengah-tengah nya terdapat reruntuhan struktur besar di atas tanah berumput, yang tampak seperti piringan raksasa dengan pola geometris di dalamnya.

Elma : "Kita telah sampai, di [Observatorium Astronomi]". Ucapnya memberitahu Arlean...

...

..

.

_____

...~√π|-(_11_) -|π√~...

...__________________________________________...

...Reruntuhan Observatorium Astronomi...

...___---___...

Sebuah Observatorium Astronomi raksasa, yang berada di wilayah terpencil. Dengan ukuran yang sangat besar yang mampu memantau perkembangan galaksi di alam semesta.

Piringan nya yang besar menghadap ke langit. Dengan arah UBL (Utara Barat Laut) \= 337° 30'. Dahulu digunakan oleh gabungan ilmuwan di penjuru dunia, untuk mengamati lebih lanjut terkait galaksi. Tetapi karena suatu kesalahan dan kecelakaan, tempat tersebut kini. Menjadi tempat terbengkalai dan terlarang bagi manusia.

Diketahui di dalamnya, terdapat banyak catatan-catatan dari ilmuwan terdahulu. Dan sebuah eksperimen terkait kehidupan luar angkasa. Dibantu oleh beberapa teknologi dari dwarf.

...__________________________________________...

...~√π|-(_11_) -|π√~...

_____

Bersambung : {Ch (34) Reruntuhan Observatorium Astronomi} > [Next]

1
Yoona
hallo aku mampir lagi semangat terus berkarya ya
Commpiont_ID
lanjut bang 😊
Osmond Silalahi
aq titip disini ya
Osmond Silalahi
mampir juga di misteri 112 ku thor
Osmond Silalahi
yg penting menang
Osmond Silalahi
waduh hitungan
Osmond Silalahi
boleh juga ni karya
Osmond Silalahi
aku mampir ya
evee.
Bumi tiba-tiba mengalami perluasan luar biasa akibat gelombang energi misterius, memperluas wilayahnya seribu kali lipat.
Elmanuradha
Yeay!! Akhirnya karakter yang ditunggu muncul
Yoona
Maaf sebelumnya klo nggak aku sopan🙏🙏

aku mau ngasih masukan tentang dialog kurang tepat pake tanda : tapi kalo untuk dialog lebih tepat pake tanda "

contoh nya

“Lo beneran bawa tikar?” tanya Vero sambil melirik tas jinjing besar yang dibawa Aluna.

semoga masukan ku bisa bermanfaat ya

semangat terus nulisnya cerita kamu sangat bagus ☺☺

Every writer has their own characteristics but every novel has its rules and writing methods.
Ro?
Feedback kalian. Kemungkinan memiliki pengaruh terhadap kehidupan Arlean. (Semakin banyak ia mendapat feedback = Doa) Semakin banyak ujian untuknya. Dan juga hasil dari ujian itu, bisa saja sesuatu hal yang bagus untuk dirinya? :)
Azαzel
mampir juga thor😁
Jinki
keren bngt kak ... jgn lupa mampir ya
elica
wihh keren🤩
aku udah like dan komen ya kak, jangan lupa balasannya di ceritaku🙃✨🙏
elica: di tunggu ya kak😁✨
LION QUEEN: oke aku Thor aku bantu like... jangan lupa balas like juga di karya ku ya ' penguasa bulan yang turun ke bumi '
total 2 replies
elica
bagus banget🤩
semangat terus nulisnya✨😁
elica
kecee😁✨
jangan lupa mampir buat like dan komen di cerita ku ya kak🥺🙏
elica
wihh ceritanya bagus bangettt😁✨
meoww (=^↑^=): Weh nak
total 1 replies
elica
ihh keren bangettt🤩🤩🤩
Tyra A.S
semangat ka , jangan lupa mampir di cerita ku makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!