Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?
Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan
Keesokan harinya disekolah,
Daffin membagikan soal buku latihan kepada semua muridnya yang telah ia koreksi dihari sebelumnya, Vanya pun membuka bukunya namun dengan cepat menutupnya kembali.
Ternyata didalamnya ada sebuah kertas kecil yang sengaja diselipkan oleh Daffin bertuliskan
'Hai Calon Istri'
"Va, lo dapet nilai berapa coba lihat" ujar Meta
"Emm nilainya biasa aja kok" ucap Vanya sambil mencoba tersenyum
"Biasa aja gimana sini gue lihat dulu coba" ucap Meta setengah memaksa
"Enggak usah orang nilainya cuma segitu" ucap Vanya seraya menjauhkan bukunya dari gapaian Meta
"Iya segitu tuh berapa?" tanya Meta semakin penasaran.
"Sini buruan !" ucap Meta yang akan merebut buku milik Vanya
Tapi Vanya tetap mencoba halanginya,
"Ada Apa itu ribut-ribut !" ucap Daffin
Meta memperbaiki posisi duduknya, Dan Vanya dengan cepat mengambil kertas yang diselipkan Daffin lalu memasukannya ke dalam tas
Hhh hampir aja, kebiasaan banget sih dia batin Vanya
Seperti biasa sepulang sekolah Vanya membantu Daffin mengkoreksi soal di buku latihan. Daffin tampak terus memandangi Vanya
"Sepulang sekolah kita jalan dulu yuk" ajak Daffin.
"Enggak mau!" ucap Vanya ketus
"Loh kenapa? " tanya Daffin yang kaget ditolak mentah-mentah oleh Vanya
"Kamu jangan lupa kita itu guru dan murid kalau ada yang lihat gimana" ucap Vanya sewot
"Ya udah kalau gitu ke rumah aku aja biar enggak ada yang lihat" ucap Daffin menggoda Vanya
"Hish, Jangan aneh-aneh !" ucap Vanya yang masih meninggikan suaranya
"Memangnya kenapa ? Sebentar lagi juga kita bakalan tinggal serumah" ucap Daffin sambil tersenyum
Vanya terperanjat, Ia ingat kalau menikah nanti berarti dia akan tinggal bersama Daffin bahkan juga berbagi kamar dengan dia.
Seketika wajah Vanya mulai memerah
"Kamu lagi mikirin apa? Kok mukanya merah gitu?" tanya Daffin sambil tersenyum
"Enggak mikir apa-apa" ucap Vanya sambil menutupi pipinya dengan salah satu tangannya
"Kamu tuh ekspresif banget ternyata" ucap Daffin.
Tiba-tiba ada telepon masuk ke ponsel Daffin
"Halo Ma.." ucap Daffin
"Belum Ma, ini lagi sama Daffin" ucapnya lagi
"Oh iya Ma " ucap Daffin lagi
Daffin menutup teleponnya,
"Mama mau jemput kamu katanya hari ini mau ajak fitting baju"ujar Daffin kepada Vanya
"Iya" jawab Vanya singkat
Setelah selesai mengkoreksi soal latihan Vanya keluar kelas diikuti oleh Daffin dibelakangnya.
Sesampainya didepan sekolah, Vanya melihat Mamanya Daffin melambaikan tangannya kepada Vanya.
"Ayo Vanya masuk ke mobil kita berangkat sekarang aja nanti keburu sore" ucap Mama Daffin sambil membuka pintu mobil dan kemudian Vanya masuk kedalam mobil
"Ma, Daffin ambil mobil dulu ya" ucap Daffin
"Mau ngapain?" tanya Mamanya
"Ya mau ikut lah, Masa mau ngapain" ucap Daffin bingung
"Kamu enggak usah ikut cuma pilih jas gampang yang penting Vanya dulu aja" ucap Mamanya
"Hah? Kok gitu Ma? Ya Daffin ikut lah masa enggak diajak" protes Daffin
"Udah enggak usah, Yuk kita berangkat sekarang"ujar Mama Daffin pada supirnya
Daffin mematung disana, Akhirnya mereka sampai di sebuah toko penyewaan gaun pengantin. Vanya pun mulai mencoba satu persatu gaun disana..
Cape juga laper lagi batin Vanya
Akhirnya mereka mendapat gaun yang cocok, Saat Vanya berniat pulang Mama Daffin pun. berkata
"Kamu lapar ya ? Kita mampir ke rumah dulu ya kita makan bersama" ucap Mama Daffin
"Emm enggak usah tante nanti Mama cari Vanya" ucap Vanya
"Jangan panggil tante , Panggil Mama aja kamu juga kan akan jadi menantu saya, Anggap aja saya Mama kamu juga, Lagipula Mama kamu juga tahu kalau kamu sedang sama saya pokoknya selama persiapan pernikahan Mama yang akan bantu kamu" ucap Mamanya Daffin
"Iya Ma" jawab Vanya kemudian
Mereka pun akhirnya pergi kerumah Daffin tetapi Daffin tidak ada disana, Vanya pun merasa lega.
Untung aja orangnya enggak ada dirumah batin Vanya
"Hai Vanya" sapa Sandra
"Iya Bu" jawab Vanya
"Jangan panggil Ibu, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Daffin panggilnya embak aja ya" ucap Sandra kepada Vanya
"Iya Embak" ucap Vanya kemudian
Mereka pun akhirnya makan bersama, kecuali Papa Daffin dan Suami Sandra yang belum pulang bekerja serta Daffin yang entah mampir kemana.
Setelah makan Sandra membawa Vanya ke ruang tamu, Disana Sandra mulai berbincang dengan Vanya.
"Vanya.. Sebelumnya embak mau minta maaf ke kamu, Karena saat pertemuan terakhir kita embak udah menuduh yang bukan-bukan ke kamu, Waktu itu embak terlalu terbawa emosi" ucap Sandra kemudian
"Iya embak Vanya maklumin kok, Karena emang pasti orang lain pun akan berfikiran sama " ucap Vanya
"Makasih ya kamu udah memaklumi sikap embak kemarin, Oh iya pokoknya kalau kamu butuh apa-apa kamu jangan pernah ragu buat bicara sama embak, Embak pasti bantu kamu" ucap Sandra
"Iya embak makasih" ucap Vanya
Namun tiba-tiba Vanya teringat satu hal
"Emm sebenarnya ada satu hal yang mau Vanya minta tolong" ujar Vanya.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
makasih 🙏🏻😊
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah