Usia yang sudah memasuki 33 tahun, membuat tuan muda Anderson merasa frustasi karena tekanan orang tuanya untuk segera menikah. Ditambah dengan semua adiknya sudah berumah tangga, hal itu membuatnya semakin tertekan.
Namun, pertemuan tidak sengaja dengan seorang perempuan muda yang ceria dan menarik, membuat Tuan muda terpesona.
Apakah akhirnya dia akan segera menemukan pendamping hidup dan terhindar dari tekanan kedua orangtuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ennita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Axel membawa Sofia keluar dari kediaman tuan Alexander dengan di ikuti oleh ayah Dave dan bunda Meyva. Kedua orang itu tak kalah khawatir dengan Axel akan keadaan Sofia.
Tak hanya Axel, tuan Dave pun ikut geram mengetahui menantunya ditindas.
"Kalian langsung bawa Sofia ke rumah sakit." kata ayah Dave begitu mereka sudah sampai di mobil. "Bunda, jangan lupa hubungi Dena biar Sofia bisa langsung mendapatkan perawatan." kata ayah Dave pada istrinya. "Biar ayah dan Noel yang menyelesaikan urusan di sini." sambungnya dengan tangan mengusap kepala Sofia. Tatapan ayah Dave menggambarkan tatapan seorang ayah yang sedih melihat anaknya di sakiti oleh orang lain.
Axel dan bunda Meyva masuk kedalam mobil bersama Sofia, sedangkan ayah Dave kembali lagi masuk kedalam rumah keluarga Alexander dengan tatapan marah yang begitu terpancar dalam sorot matanya.
Sesampainya di dalam, ayah Dave bisa melihat Noel sedang menatap satu persatu orang-orang yang menyakiti Sofia.
Melihat kehadiran tuan Dave, salah satu anak buah Axel mengabaikan kursi untuk duduk ayah dari tuannya itu.
Dengan begitu angkuh, tuan Dave melayangkan tatapannya pada ibu Eli, Elsa, Albert, tuan Pramana, nyonya Alda dan berhenti pada sosok tuan Alexander.
"Mulai El." perintah tuan Dave. Tadi tuan Dave memang sempat memberitahu Noel untuk menunggunya sebelum dirinya keluar mengantarkan Axel dan bunda Meyva.
Noel langsung berjalan ke arah Elsa dan ...
Plak
Satu tamparan yang di layangkan Noel bisa di bilang cukup kuat, nyatanya ada darah yang keluar dari sudut bibir Elsa.
"Kenapa tuan menampar putri saya!" tanya nyonya Eli dengan suara yang membentak Noel.
Noel mengalihkan pandangannya berganti ke arah nyonya Eli. Sama seperti Elsa, nyonya Eli pun mendapatkan hak yang sama dari asisten Axel itu.
Tuan Pramana yang tak terima melihat anak dan istrinya di perlukan seperti itu pun berniat untuk membalasnya. Namun sebelum itu terjadi anak buah Axel yang lain sudah memegang kedua tangan tuan Pramana.
Noel tersenyum smirk dan berjalan mendekat ke arah taun Pramana. Salah satu pipi pria paruh baya itu di tepuk-tepuk sebentar oleh Noel dan baru ... Plak ... Plak ... dua tamparan langsung di berikan oleh Noel.
"Sayang, jangan diam saja ... lakukan sesuatu, ini rumah kamu loh dan ini acara orangtua kamu ... masa kamu diam saja mereka merusak semua ini." kata Elsa memprovokasi Albert.
"Papi, kenapa papi diam saja?" tanya Albert pada sang ayah.
Plak
Bukannya menjawab, tuan Alexander justru menampar pipi putranya.
"Kamu masih bertanya kenapa? dasar anak b***h." hardik tuan Alexander pada putranya. Belum sadarkan dia jika dengan kejadian ini perusahaannya terancam berada di ambang kehancuran. "Kekasihmu yang kurang ajar itu sudah menyinggung orang yang sangat penting untuk perusahaan kita." kata tuan Alexander.
"Mak - maksud papi?" tanya Albert.
"Dia sudah berbuat kasar pada istri dari tuan muda Axelo Anderson kalau kamu ingin tau." jawab tuan Alexander yang membuat ibu Eli, Elsa dan tuan Pramana kaget mendengarnya.
Sofia yang mereka pikir hidupnya sengsara karena di tukar dengan uang untuk menjadi budak tenyata malah menjadi seorang nyonya besar.
Albert pun juga sampai terhuyung karena terkejut mendengar apa yang dikatakan ayahnya.
"Ja - jadi ... " kata Albert dengan terbata.
"Ya dan tuan Axel sudah memutuskan kerja sama antara perusahaan Anderson dan perusahaan kita yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun." kata tuan Alexander.
Tuan Dave berdiri dari duduknya, rasanya sudah sangat muak melihat sandiwara yang ada di depannya ini.
"Akan aku pastikan ... siapa pun yang sudah berani mengusik anggota keluarga Anderson, maka akan di pastikan hidupnya hancur." kata tuan Dave yang di sisipi ancaman. "Apalagi kalian sudah melakukan kesalahan besar dengan menganiaya menantu sulung keluarga kami, tau sendiri bagaimana seorang Axelo Anderson jika sudah di singgung." sambungnya lagi dan langsung berbalik. "Lanjutkan Noel." kata tuan Dave Anderson sambil menepuk pundak Noel dua kali.
Noel kembali menghajar Elsa dan nyonya Eli, Noel membalas semua perlakuan mereka pada Sofia. Apa yang mereka lakukan pada Sofia ... Noel balas berkali lipat. Ruangan pesta yang tadinya terlihat rapi, mewah kini hancur bak kapal pecah dengan pecahan kaca juga piring di mana-mana.
Nyonya Alda yang kecewa karena pestanya hancur terlebih keluarganya dalam masalah lansung menghampiri Elsa dan nyonya Eli.
"Tante." panggil Elsa.
Plak
Plak
Nyonya Alda memberikan masing-masing satu tamparan untuk Elsa dan ibunya yang sudah babak belur.
Setelah itu nyonya Alda memilih untuk pergi menaiki tangga menuju lantai atas.
Noel yang merasa urusannya telah usai memilih untuk meninggalkan kediaman tuan Alexander.
❤️
Sofia juga sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit keluarga Anderson. Setelah melakukan pemeriksaan yang menyeluruh, untungnya tak ada cidera parah dalam tubuhnya.
Axel terus berada di samping Sofia, tak sedikitpun pria itu beranjak dari sisi istrinya. Bahkan berkali-kali Axel menggumamkan kata maafnya pada Sofia.
"Jangan terus menyalahkan dirimu sendiri Ax." nasehat bunda Meyva yang tak tega juga melihat putranya sedih seperti itu. "Ini semua bukan salah kamu Ax." sambungnya lagi.
"Enggak Bun, ini semua memang salah aku." sahut Axel. " Kalau saja Axel gak ajak dia datang ke sana, andai saja Axel tak membiarkan dia pergi ke toilet sendiri ... pasti semua ini tak akan terjadi, pasti dia sekarang masih tersenyum manis di hadapan Axel, Bun." lirih Axel dengan mata berkaca-kaca menatap Sofia.
Wajah ayu istrinya itu kini terdapat luka-luka memar, bahkan keningnya harus di hiasi dengan perban untuk menutupi luka sobek akibat terkena pecahan kaca.
Ayah Dave yang baru masuk pun mendengar apa yang di katakan Axel. Kerjain yang menimpa Sofia ini mengingatkan dirinya akan kejadian berpuluh tahun silam, yang mana bunda Meyva di perlakukan hal yang sama seperti itu oleh keluarganya dan dia tahu betul apa yang di rasakan Axel saat ini, sebab dirinya pun pernah berada di posisi itu.
Cklek
"Bagaimana keadaan kak Sofia, kak?" tanya Flo yang baru saja datang bersama Andrew, Rainard dan Zea.
Bunda Meyva memang sempat mengubungi mereka untuk memberi tahu keadaan serta apa yang terjadi pada Sofia ... kakak ipar mereka.
"Siapa yang berani lakuin ini pada kak Sofia, Bun? Biar Rai bereskan." kata Rainard dengan tangan yang terkepal menahan amarah.
"Sudah di tangani Noel." jawab ayah Dave.
"Kasihan kak Sofia, pasti sakit." ucap Zea dengan menatap nanar pada kakak iparnya yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan mata yang tertutup rapat.
"Awas aja kalau ketemu itu orang, aku bejek-bejek ... biar kepok sekalian." kata Flo.