Berawal dari tragedi mengerikan di masa lalu yang membuat seorang gadis kecil harus terperangkap dalam sisi gelap dunia.
Selang beberapa tahun, gadis kecil itupun akhirnya tumbuh menjadi sosok wanita berhati dingin.... bahkan parasnya yang cantik sama sekali tidak bisa menutupi sifat iblis dalam dirinya
Dan sebuah kecelakaan mobil pun membuat gadis itu tau bagaimana rasanya mati. Namun, kematian gadis itu adalah awal dari kisah cinta penuh darah di masa lalu.
“Aku ingin kepalanya berada di bawah kakiku, secepatnya! ”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.M.Tita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sandiwara cinta...
Disebuah ruangan yang begitu luas dan megah, ruangan itu terlihat kuno namun sangat indah. Dan di ruangan itu duduklah dua orang berparas cantik namun beda usia.
Terlihat saat ini An xia sedang berbincang bincang dengan permaisuri, sedari tadi permaisuri menanyakan benyakhal tentang dirinya dan pangeran ke dua.
An xia hanya menjawab sambil berpura pura kalau dirinya menyukai pangeran kedua, karena An xia bisa melihat kalau permaisuri begitu bersemangat tentang hubungan antara dirinya dan pangeran ke dua itu.
“Xia'er, apakah kau menyukai Zhang liang?..” Permaisuri bertanya kepada An xia tanpa rasa sungkan.
Sedangkan An xia tidak mau menjawab “iya” namun juga tidak bisa menjawab “Tidak”. Namun dengan kecerdikanya, An xia menutup separuh wajahnya menggunakan kipas, ia berpura pura kalau saat ini dirinya sedang tersipu malu.
Sambil menundukkan kepalanya, An xia berpura pura terlihat gugup. “yang mulia permaisuri, aku.... aku..” Dengan ahli An xia membuat dirinya tampak sedang dalam keadaan yang sulit.
Permaisuri terkekeh saat melihat reaksi An xia yang begitu gugp, permaisuri itu berhasil tertipu dengan keahlian An xia dalam bersandi wara, dan saat ini permaisuri itu berfikir kalau An xia sedang malu malu membicarakan tentang perasaanya terhadap pangeran ke dua.
Permaisuri menyentuh tangan An xia dengan lembut. “Sudahlah, kau tidak perlu menjawabnya, aku sudah tahu semuanya dengan hanya melihat reaksimu itu!..” Ucap permaisuri sambil sesekali terkekeh geli.
An xia tertawa dan mengejek permaisuri yang dengan bodohnya tertipu dengan sandiwaranya. “Dasar wanita bodoh!!!.... aku ragu dengan gelarmu sebagai permaisuri.” An xia mengejek permaisuri itu dalam hati.
Tiba tiba pelayan dari luar ruangan mengetuk pintu dan berkata. “Maaf mengganggu yang mulia, pangeran ke dua ingin bertemu!!...” Ucap pelayan itu.
Mendengar kalau pangeran ke dua datang, permaisuri berfikir untuk membuat hubungan An xia dan pangeran itu semakin dekat.
“Persilahkan dia masuk!!!...” Perintah permaisuri kepada pelayan yang tadi.
Sedangkan An xia tersenyum dalam hati. “Ini bagus, saatnya aku memulai rencana!!..” An xia berucap dalam hati sambil memikirkan sesuatu.
Pintu terbuka, dan pangeran ke dua memasuki ruangan. Pangeran itu melihat keberadaan An xia dan tersenyum lembut, sedangkan An xia hanya membalas dengan anggukan kecil.
Permaisuri melambaikan tangannya kepada pangeran ke dua, “Kemarilah!!...” Permaisuri menyuruh pangeran ke dua untuk mendekat.
Pangeran ke dua berjalan mendekat, kemudian ia membungkuk dan memberi salam kepada permaisuri. “Salam kepada ibunda permaisuri!!...” Setelah itu, pangeran ke dua melirik An xia. “Nona pertama An!!..” Sapanya kepada An xia.
An xia berdiri dari duduknya, kemudian ia membungkuk untuk memberi salam kepada pangeran ke dua...
Namun, sebelum An xia membungkuk, pangeran ke dua lebih dahulu menepuk pundak An xia pelan untuk tidak membungkuk kepadanya.
“Apa yang kau lakukan, tidak perlu sesungkan itu kepada calon suamimu sedniri!!..” Ucap pangeran ke dua dengan begitu lembut dan penuh cinta kepada An xia.
Permaisuri menutup separuh wajahnya dengan kipas untuk menutup jenyum di wajahnya saat melihat interaksi An xia dengan pangeran ke dua.
Kemudian permaisuri berkata. “ Putraku, sebaiknya kau ajaklah nona pertama An berkeliling istanah!!...” Itu hanyalah alasan permaisuri untuk membuat hubungan pangeran ke dua dan An xia semakin dekat.
An xia tertawa dalam hati. “Benar benar!!.... kalian semua terlalu bodoh untuk mengetahui niat asliku!!..” Ucapnya dengan begitu sinisnya sambil menertawakan mereka dalam hati.
Pangeran ke dua mengangguk, kemudian pangeran itu menggenggam tangan An xia dan berpamitan untuk pergi. “Kalau begitu, putramu ini pamit!!...” Setelah mengatakan itu, pangeran ke dua langsung menarik An xia untuk keluar dari ruangan itu.
*****
Di taman istana yang begitu indah, An xia dan pangeran ke dua sedang berjalan dengan bergandengan tangan, Sedangkan di belakang mereka para pelayan dan pengawal dengan setia terus mengikuti kemanapun kedua orang itu pergi.
An xia sedari tadi memperhatikan tangannya yang bergandengan dengan pangeran ke dua, Ia tidak merasakan apapun saat pangeran itu menggenggam tangannya, tidak ada rasa gugup atau jantung yang berdebar debar.
An xia tersenum sinis, itu berarti dirinya benar benar tidak memiliki perasaan apapu kepada pangeran ke dua. Namun untuk saat ini, ia harus berpura pura mencintai pangeran itu.
Pangeran ke dua menatap An xia. “Apakah nona pertama An merasa terganggu?...” Tanya pangeran itu saat melihat apa yang sedari tadi An xia perhatikan.
An xia menatap pangeran ke dua dan menggelengkan kepalanya, “Sama sekali tidak, aku berfikir kalau kita memang harus.... seperti ini”
Entah bagaimana caranya, An xia membuat pipinya merona saat mengatakan itu agar dirinya terlihat seperti seorang gadis yang tersipu malu kepada kekasihnya.
Pangeran ke dua merasa sangat gembira saat An xia mengatakan hal itu, ia semakin mempererat genggaman tangannya.
Mereka berdua kemudian duduk di sebuah gazebo yang ada di taman itu, jarak mereka berdua begitu dekat.
“Nona pertama An, bolehkah aku memanggilmu xia'er saja?... karena panggilan nona pertama An terlalu panjang dan begitu formal...” Ucap pangeran ke dua yang masih menggenggam tangan An xia.
An xia menatap pangeran kedua, kemudian ia menganggukkan kepalanya, pertanda kalau dirinya setuju. “Tentu saja, aku tidak keberatan sama sekali.” Ucapnya yang tersenyum penuh kelambutan di hadapan pangeran ke dua.
Senyuman yang terlihat begitu tulus, namun hanya kepura puraan.
Pangeran ke dua melepaskan genggaman tangannya, kemudian pangeran itu melingkarkan tangannya di pinggang ramping An xia dan menarik tubuh An xia untuk lebih dekat dengan dirinya.
“Kalau begitu, panggil aku A Liang!!!...” Pangeran itu berkata sambil mendekatkan tubuh An xia dengan dirinya.
An xia ingin mendorong pangeran itu untuk menjauh dari dirinya dan memaki pangeran itu habis habisan, namun sebelum An xia melakukanya, dari kejauhan An xia melihat putra mahkota yang berjalan mendekat.
An xia kemudian mengurungkan niatnya, karena inilah saat yang paling penting dalam menjalankan rencananya.
An xia kembali membuat wajahnya merona dengan caranya sendiri, kemudian kedua tangannya menyentuh dada bidang pangeran ke dua sambil memukul pelan selagi kepalanya menunduk.
“A Liang!!... apa yang kau lakukan? aku malu!!” Ucap An xia sambil mendorong pelan tubuh pangeran ke dua itu.
Namun pangeran ke dua enggan untuk melepaskan An xia. “Tidak perlu malu! kau dan aku sudah ber tunangan!!” Ucapnya sambil membelai rambut An xia dan menghirup wanginya.
Untuk sekilas, An xia tersenyum licik, kemudian dengan cepat senyum licik itu hilang dan di gantikan dengan senyum yang terlihat begitu tulus dan indah.
An xia menatap pangeran ke dua dengan penuh cinta dan kasih sayang. “ Kalau begitu baiklah, diriku ini tidak bisa menolak.” Setelah mengatakan itu, An xia kemudian menyandarkan kepalanya ke dada bidang pangeran ke dua.
Pangeran ke dua tidak tahu kalau tatapan penuh cinta dari An xia itu hanyalah halusinasi, pangeran itu berfikir kalau dirinya sudah berhasil mendapatkan hati gadis yang ia sukai.
“Sepertinya kau suda mulai nyaman denganku!?...” Ucap pangeran itu sambil tersenyum dengan wajah cerah ceria.
An xia menganggukan kepalanya pelan. “Sepertinya begitu!!...” Ucap An xia sambil tersenum lembut.
Para pelayan dan pengawal yang melihat itu, merasa kalau An xia dan pangeran ke dua adalah pasangan yang sangat serasi. Mereka seakan akan diciptakan untuk satu sama lain.
Sedangkan putra mahkota saat ini sangat marah dan hatinya terasa terbakar oleh api cemburu, ia sedari tadi melihat kemesraan antara pangeran ke dua dan gadis yang ia cintai.
Karena sudah tidak tahan lagi, putra mahkota berjalan menuju An xia dan pangeran ke dua dengan tujuan menjauhkan An xia dari pangeran ke dua itu.
“Apa yang sedang kalaian lakukan di sini?!!!...” Tanya putra mahkota dengan sekelibat nada tidak suka, namum dengan sekuat tenaga putra mahkota menahan emosinya itu.
An xia tersenyum dalam hati. “Akhirnya boneka bodoh itu datang, dan sekarang semua akan berjalan sesuai rencana!!....” Gumam An xia dalam hati sambil tersenyum licik.
Putra mahkota menatap tidak suka dengan kedekatan antara An xia dan pangeran ke dua. “Adik, jaga sikapmu itu!!... tidak pantas bagi pria dan wanita yang belum menikah untuk berdekatan seperti itu!!” Tegur putra mahkota kepada pangeran ke dua.
Pangeran ke dua tahu kalau kakaknya itu memiliki ketertarikkan kepada An xia, dan itu membuat pangeran ke dua semakin tidak ingin melepaskan An xia dari sisinya.
An xia mendorong pelan tubuh pangeran ke dua untuk menjauh. “A Liang, ucapan yang mulia putra mahkota benar, kita belum menikah!!!.... ini tidak pantas!” Ucap An xia yang sengaja memanggil pangeran ke dua dengan sebutan (A Liang).
Wajah putra mahkota semakin menggelap saat mendengar panggilan dari An xia yang di tujukan kepada pangeran ke dua.
“ A Liang?" Putra mahkota mengulangi ucapan An xia. “Rupanya kalian sudah begitu dekat!!!” Ucapnya sambil mendengus kesal.
ku baca ber ulang2 ceritanya bagus.
top.